Tampilkan postingan dengan label Planet. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Planet. Tampilkan semua postingan

26 Juli, 2015

Kepler-452b Si 'Kembaran' Bumi

Liputan6.com, Houston - "Hari ini, Bumi tak lagi kesepian," kata peneliti Kepler, Jon Jenkins, seperti Liputan6.com kutip dari CNN, Jumat (24/7/2015).

Kalimat itu diungkap NASA pada Kamis 23 Juli 2015, setelah menemukan Kepler-452b. Pesawat antariksa Kepler berhasil menemukan "sepupu" planet kita yang lebih besar dan lebih tua, dalam misi mencari "kembaran" Bumi.

Itu adalah planet seukuran Bumi pertama yang ditemukan di zona habitasi bintang yang mirip dengan Matahari.

Meski demikian, NASA belum bisa memastikan apakah dunia baru yang ditemukan itu memiliki permukaan berbatu seperti Bumi, atau benarkah ia memiliki air dan udara -- pasangan pendukung kehidupan utama yang sejauh ini belum ditemukan di luar planet manusia.

"Dalam pikiran saya, ini adalah planet yang paling mirip Bumi," kata astronom Jon Jenkins dalam sebuah jumpa pers di Moffett Field, California, seperti dikutip Reuters.

Sebuah planet yang sangat mirip dengan Bumi dan berpotensi mampu mendukung kehidupan telah ditemukan di zona layak huni, di sekitar bintang mirip matahari yang jauh. Demikian diungkapkan para ilmuwan AS.

5 Karakteristik Kepler-452b itu pun bisa ditarik dari penemuan tersebut. Planet yang ukurannya sekitar 60% lebih besar dari Bumi itu terletak sekitar 1.400 tahun cahaya di konstelasi Cygnus -- di zona habitasi (habitable zone) bintangnya.

Zona habitasi adalah wilayah di mana cairan yang mendukung kehidupan --misalnya air-- kemungkinan berada di permukaan planet.

Meski jarak Kepler-452b ke bintangnya lebih jauh dari Bumi ke Matahari, namun sumber cahaya di sana lebih terang sehingga planet tersebut mendapatkan jumlah energi yang sama seperti yang diterima dunia yang ditinggali manusia.

Planet yang baru ditemukan itu juga hampir dipastikan memiliki atmosfer. Meski, para ilmuwan belum memastikan unsur pembuatnya. Hal lain yang mirip adalah waktu revolusinya. Butuh 385 hari bagi Kepler-452b untuk mengitari bintangnya.

Dan karena planet itu sudah lama mengorbit di zonanya, 6 miliar tahun -- sementara usia Bumi diperkirakan 4,54 miliar tahun -- maka ada kemungkinan kehidupan terbentuk di sana.

Sebelum Kepler-452b ditemukan, planet lain yang juga ditemukan teleskop Kepler --Kepler-186f-- saat itu diyakini sebagai yang paling mirip dengan Bumi.

Kepler-186f jaraknya sekitar 500 tahun cahaya dari kita. Namun, planet itu hanya mendapatkan sepertiga energi dari bintangnya, Kepler-186, daripada yang diterima Bumi dari Sang Surya. Sehingga siang hari di sana terlihat gelap seperti malam hari di Bumi.

Perburuan Planet
Misi Kepler yang berbiaya mahal US$ 600 juta diluncurkan pada 2009. Tujuannya untuk meneliti planet-planet layak huni di Galaksi Bima Sakti (Milky Way).

Dari sudut pandang 64 juta mil dari Bumi, Kepler bertugas memindai cahaya dari bintang-bintang yang jauh, mencari kilasan yang nyaris tak terlihat karena tertutupi kilau lintang --yang menjadi petunjuk ketika sebuah planet melintas di depan mataharinya.

Misi Kepler telah menemukan lebih dari 1.000 planet. Dua belas di antaranya, termasuk Kepler-425b, berukuran kurang dari 2 kali lipat besar Bumi dan berada di zona habitasi bintang yang menjadi orbit mereka.

Dengan ditemukannya Kepler-452b, teleskop ini telah menemukan 1.030 planet yang dikonfirmasi dan diidentifikasi dari hampir 5.000 planet. Daftar planet potensial meliputi 11 yang dekat Bumi, 7 di antaranya lingkaran bintang seperti matahari.

Ke depan, para ilmuwan berniat menemukan lebih banyak planet dan mengkatalogkan atmosfer dan karakteristik lainnya.

Pada 2017, NASA berencana meluncurkan satelit "pemburu planet" yang disebut Transiting Exoplanet Survey Satellite (TESS).

TESS akan menyediakan data yang lebih rinci mengenai ukuran, massa, dan atmosfer planet-planet yang mengelilingi bintang-bintang yang jauh.
"Upaya untuk mengetahui apakah Kepler-452b memiliki kondisi seperti Bumi mungkin harus menunggu generasi baru teleskop ruang yang lebih sensitif," kata administrator asosiasi NASA, John Grunsfeld. (Tnt/Ali)

READ MORE - Kepler-452b Si 'Kembaran' Bumi

17 April, 2015

Ilmuwan Buktikan Kebenaran Quran: Ada `Mawar Merah` di Angkasa

Ilmuwan Buktikan Kebenaran Quran: Ada Mawar Merah di AngkasaDream - Apabila sebuah bintang telah habis masanya kemudian meledak dan mati, maka sisa ledakan bintang tersebut akan berevolusi menjadi kumpulan gas yang disebut nebula.

Belum lama ini Badan Antariksa Amerika Serikat, NASA mengambil gambar nebula menggunakan teleskop Hubble. Dan ini adalah salah satu nebula paling kompleks yang pernah dilihat, NGC 6543, yang dijuluki 'Nebula Mata Kucing (cat eye nebula).

Nebula ini diperkirakan baru berusia 1.000 tahun. Apabila perhatikan lebih lanjut, nebula ini lebih cocok disebut sebagai nebula mawar merah dari pada mata kucing karena bentuknya menyerupai bunga mawar merah.
14 abad yang lalu, sebelum para ilmuwan NASA menemukan fenomena ini, Allah telah berfirman pada surah Ar-Rahman;

"Maka ketika langit (bintang/tata surya) terbelah (meledak) lalu menjadilah ia mawar merah yang berkilat seperti minyak" (Ar-Rahman: 37)
Apa tanggapan kalian tentang hal ini?

(Ism, Sumber: Facebook One Day One Juz) 

READ MORE - Ilmuwan Buktikan Kebenaran Quran: Ada `Mawar Merah` di Angkasa

26 Maret, 2015

ASTRONOT WANITA JADI MU'ALAF

Kesaksian ASTRONOT WANITA JADI MU'ALAF
Sunita Williams, seorang wanita India pertama yang pergi ke bulan pada tanggal 9-07-2011. 
Kembalinya dari Bulan langsung masuk dan memeluk Agama Islam.

Dia berkata : 
''Dari Bulan seluruh Bumi kelihatan hitam dan gelap kecuali dua tempat yang terang dan bercahaya. 
Ketika aku lihat dengan Teleskop, ternyata tempat itu adalah Mekkah dan Madinah. Di Bulan semua frekuensi suara tidak berfungsi, Tapi aku masih mendengar suara Adzan.''

Prof Lawrence E Yoseph : 
Sungguh kita telah berhutang besar kepada umat Islam, dalam Encyclopedia Americana menulis : 
"...Sekiranya orang-orang Islam berhenti melaksanakan thawaf ataupun shalat di muka bumi ini, niscaya akan terhentilah perputaran bumi kita ini, karena rotasi dari super konduktor yang berpusat di Hajar Aswad, tidak lagi memencarkan gelombang elektromagnetik .

Menurut hasil penelitian dari 15 Universitas : 
Menunjukkan Hajar Aswad adalah batu meteor yang mempunyai kadar logam yang sangat tinggi, yaitu 23.000 kali dari baja yang ada !!

Beberapa astronot yang mengangkasa melihat suatu sinar yang teramat terang mememancar dari bumi, dan setelah diteliti ternyata bersumber dari Bait Allah atau Ka'bah. 
Super konduktor itu adalah Hajar Aswad, yang berfungsi bagai mikrofon yang sedang siaran dan jaraknya mencapai ribuan mil jangkauan siarannya.

Prof Lawrence E Yoseph - Fl Whiple menulis :
"...Sungguh kita berhutang besar kepada orang Islam, shalat, tawaf dan tepat waktu menjaga super konduktor itu..."

Para astronot telah menemukan bahwa planet Bumi itu mengeluarkan semacam radiasi. 
Radiasi yang berada di sekitar ka’bah ini memiliki karakteristik dan menghubungkan antara Ka’bah di planet Bumi dengan Ka’bah di alam.
Di tengah-tengah antara kutub utara dan kutub selatan, ada suatu area yang bernama ‘Zero Magnetism Area’, 
artinya adalah apabila kita mengeluarkan kompas di area tersebut, maka jarum kompas tersebut tidak akan bergerak sama sekali karena daya tarik yang sama besarnya antara kedua kutub.

Itulah sebabnya jika seseorang tinggal di Mekah, maka ia akan hidup lebih lama, lebih sehat, dan tidak banyak dipengaruhi oleh banyak kekuatan gravitasi.
Sebab itu lah ketika kitìa mengelilingi Ka’Bah, maka seakan- akan diri kita di-charged ulang oleh suatu energi misterius dan ini adalah fakta yang telah dibuktikan secara ilmiah.
Makkah juga merupakan pusat bumi. 
Makkah adalah Pusat dari lapisan-lapisan langit Ada beberapa ayat dan hadits nabawi yang menyiratkan fakta ini.

Allah berfirman : 
‘Hai golongan jin dan manusia, jika kamu sanggup menembus (melintasi) penjuru langit dan bumi, maka lintasilah, kamu tidak dapat menembusnya melainkan dengan kekuatan.’ (ar-
Rahman:33).

Menurut riwayat Ibnu Abbas dan Abdullah bin Amr bin As, dahulu Hajar Aswad tidak hanya berwarna putih tetapi juga memancarkan sinar yang berkilauan. 
Sekiranya Allah subhanahu wata'ala tidak memadamkan kilauannya, tidak seorang manusia pun yang sanggup mamandangnya. 
Dalam penelitian lainnya, mereka mengungkapkan bahwa batu Hajar Aswad merupakan batu tertua di dunia dan juga bisa mengambang di air. 
Di sebuah musium di negara Inggris, ada tiga buah potongan batu tersebut ( dari Ka’Bah ) dan pihak musium juga mengatakan bahwa bongkahan batu-batu tersebut bukan berasal dari sistem tatasurya kita.

Dalam salah satu sabdanya, Rasulullah Shalallahu 'alaihi wassalam bersabda : 
Hajar Aswad itu diturunkan dari surga, warnanya lebih putih daripada susu, dan dosa-dosa anak cucu Adamlah yang menjadikannya hitam.

Subhanallah, Alhamdulillah, Laa Illaha illallah, Allahu Akbar
Betapa bergetar hati kita melihat dahsyatnya gerakan thawaf haji dan Umroh. Ini adalah jawaban fitnah dan tuduhan jahiliyah yang tak didasari ilmu pengetahuan ; 
yaitu mengapa kaum Muslimin shalat ke arah kiblat dan bahwa umat Islam di anggap menyembah Hajar Aswad. Hanya Allah Yang Maha Kuasa Dan Segala-Galanya.

Subhanallah ..
Kalau sedang online, sebarkan ke sesama muslim. (Berarti anda telah membelanjakan hartamu di jalan Allah).
ac sewa bali
READ MORE - ASTRONOT WANITA JADI MU'ALAF

15 Januari, 2015

Foto Luar Angkasa Ini Membuat Kita Serasa di Alam Mimpi

Foto Luar Angkasa Ini Membuat Kita Serasa di Alam Mimpi
The Atlantic
Foto-foto Luar Angkasa terbaru 

TRIBUN-MEDAN.com – Sungguh menakjubkan. Betapa luas alam semesta ini. Foto-foto terbaru luar angkasa yang dipotret Hubble Space Telescope memperlihatkan pemandangan yang belum pernah terlihat sebelumnya. Dirilis the atlantic.com, simak beberapa foto yang seolah menggambarkan alam mimpi:
01. Mystic Mountain

Ini adalah kumpulan gas dan debu yang membentuk pegunungan mistik. Puncak kosmik turbulen ini terletak dalam pembibitan bintang yang disebut Nebula Carina, yang terletak 7.500 tahun cahaya di konstelasi Carina selatan. Radiasi dan aliran partikel bermuatan dari bintang super-panas baru lahir di nebula yang membentuk dan mengompresi pilar, menyebabkan bintang-bintang baru terbentuk di dalamnya. Ini merupakan proses kelahiran bintang baru
02. The Sombrero Galaxy

Dinamai demikian karena galaksi ini berbentuk menyerupai topi. Galaksi ini sangat besar, 10 kali lebih besar dari galaksi Bima Sakti. Meski berjarak 50.000 tahun cahaya, galaksi ini terlihat paling terang terlihat dari Bumi dan masih bisa dilihat dengan mata telanjang. Memiliki hampir 2.000 gugus bola bintang.
03. Star Cluster Pismis 24

Bintang ini terletak pada inti nebula besar NGC 6357, sekitar 8.000 tahun cahaya dari bumi. Bagian dari nebula gas terionisasi oleh termuda (biru) bintang yang berat di Pismis 24. radiasi ultraviolet kuat dari bintang-bintang menyala memanaskan gas sekitar cluster dan menciptakan gelembung di NGC 6357.
04. A Star Factory in the Monkey Head Nebula

Mosaik Hubble ini menunjukkan koleksi knot diukir dari gas dan debu di sebagian kecil dari Monkey Kepala Nebula, daerah bergolak dari starbirth terletak 6.400 tahun cahaya dari bumi. Sinar ultraviolet dari bintang-bintang yang terang membantu mengukir debu ke dalam pilar raksasa. Nebula sebagian besar terdiri atas gas hidrogen, yang menjadi terionisasi oleh radiasi ultraviolet
05. Crab Nebula

Sisa supernova (ledakan mahadahsyat) sekitar 6.500 tahun cahaya dari bumi, berpusat di sekitar Crab Pulsar. Bintang Pulsar Crab ini sangat padat dan 1,5 kali lebih berat dari massa matahari, berderak menjadi bola hanya 20 km dengan diameter yang berputar 30 kali setiap detik. Nebula ini diyakini cocok dengan supernova yang diamati pada tahun 1054 oleh astronom Tiongkok. (tribun-medan.com)
READ MORE - Foto Luar Angkasa Ini Membuat Kita Serasa di Alam Mimpi

02 Agustus, 2014

Bintang HR 5171 A Anggota Terbesar Keluarga Kuning

www.LaporanPenelitian.com - Bintang kuning terbesar yang pernah ada, sebuah versi rakasa anggota terbesar keluarga bintang kuning yang memancarkan cahaya dalam panjang gelombang yang sama seperti Matahari, tapi diameter 1300 kali.

Terletak di konstelasi Centaurus sekitar 12.000 tahun cahaya, Bintang HR 5171 A adalah hypergiant, kelas terbesar bintang kuning. Jika ditempatkan di pusat Tata Surya, HR 5171 A menelan semua planet antara Merkurius dan Jupiter. Ukuran bintang juga menyentuh bintang pendamping.

Oliver Chesneau, astronom Côte d' Azur Observatory di Nice, Prancis, dan rekan mengoperasikan Very Large Telescope di Atacama, Chili, bahwa ukuran bintang 2 kali lebih besar dari perhitungan semula atau 1300 kali lebih besar dari Matahari.
Tapi HR 5171 A masih bukan bintang terbesar, rekor di tangan UY Scuti yaitu 1.700 kali Matahari meskipun berada dalam tahap berbeda evolusi bintang dan anggota keluarga bintang merah. HR 5171 A adalah 50 persen lebih besar dari hypergiant merah Betelgeuse yang terletak di konstelasi Orion.

Kejutan lain bagi tim Chesneau bahwa HR 5171 A memiliki adik. Kecerahan bervariasi disebabkan bintang pendamping yaitu sekitar sepertiga ukuran. Kedua bintang mengorbit satu sama lain, membentuk sistem biner saling menyentuh dalam jarak Matahari dan Saturnus.

The yellow hypergiant HR 5171 A: Resolving a massive interacting binary in the common envelope phase
O. Chesneau, A. Meilland, E. Chapellier, F. Millour, A.M. Van Genderen, Y. Nazé, N. Smith, A. Spang, J.V. Smoker, L. Dessart, S. Kanaan, Ph. Bendjoya, M.W. Feast, J.H. Groh, A. Lobel, N. Nardetto, S. Otero, R.D. Oudmaijer, A.G. Tekola, P.A. Whitelock, C. Arcos, M. Curé, L. Vanzi

arXiv (last revised 14 Jan 2014)
Akses : arXiv:1401.2628

http://www.laporanpenelitian.com/2014/03/125.html
READ MORE - Bintang HR 5171 A Anggota Terbesar Keluarga Kuning

Awan Gas Mengorbit Lubang Hitam Supermasif

LaporanPenelitian.com - Awan gas raksasa mengorbit lubang hitam supermasif, sebuah tim menemukan awan terkutuk berputar-putar di lubang hitam supermasif pusat galaksi. Kabut cincin berakselerasi membentuk gumpalan cukup padat, mengembun dan mengkonsumsi materi.

Catatan awan dikumpulkan selama 16 tahun wahana orbit rendah NASA Rossi X-ray Timing Explorer yang dilengkapi instrumen untuk mengukur variasi sumber-sumber X-ray, emisi yang diludahkan dari core galaksi aktif dan lubang hitam supermasif.

Alex Markowitz, astronom University of California San Diego dan rekan menemukan selusin sinyal X-ray redup untuk periode jam hingga tahun ketika awan gas padat berlalu antara sumber dan satelit. Satu galaksi spiral ke arah konstelasi Centaurus menunjuk NGC 3783 sedang dicabik-cabik gaya pasang surut.

First X-ray-Based Statistical Tests for Clumpy-Torus Models: Eclipse Events from 230 Years of Monitoring of Seyfert AGN

A. G. Markowitz1,2 et al.
  1. University of California, San Diego, Center for Astrophysics and Space Sciences, 9500 Gilman Dr, La Jolla, CA 92093-0424, USA
  2. Dr Karl Remeis Sternwarte, Sternwartstrasse 7, D-96049 Bamberg, Germany
arXiv (last revised 20 Feb 2014)

Akses : arXiv:1402.2779
http://www.laporanpenelitian.com/2014/02/97.html

Gambar: NASA/JPL/Caltech
Video: Wolfgang Steffen

READ MORE - Awan Gas Mengorbit Lubang Hitam Supermasif

Kehidupan Masa Depan di Exoplanet Superhabitasi

www.LaporanPenelitian.com - Bintang sebelah mungkin tuan rumah dunia superhabitable. Bumi rumah kita, tapi planet nyaman lain bahkan mengorbit bintang tetangga. Planet lebih besar dengan laut dangkal seperti Indonesia dan Bahama.

Alpha Centauri B, bintang paling dekat dengan Matahari bisa menjadi sistem yang sempurna sebagai planet superhabitasi, sebuah dunia berpulau, laut dangkal dan lereng lembut di mana kondisi mendukung beragam bentuk kehidupan bertahan sampai 10 miliar tahun.

"Tak seorang pun pernah menyentuh pertanyaan apakah tempat-tempat lain mungkin menyediakan lingkungan lebih jinak dari Bumi," kata René Heller, fisikawan McMaster University di Hamilton, Ontario, Kanada.

Tapi rumah surga meminta biaya kepada setiap pengunjung dari Bumi. Tarikan gravitasi seperempat lebih kuat dari muka Bumi. Ilmuwan biasanya berasumsi tempat terbaik adalah planet seukuran Bumi yang mengorbit bintang seperti Matahari.

Jadi Heller dan rekan menganalisa pada sejumlah kriteria hipotetik tambahan termasuk gravitasi planet, umur dan struktur internal untuk mengeksplorasi kemungkinan. Bumi telah menyelenggarakan hidup setidaknya 3,5 miliar tahun dalam awal terbentuknya 4,6 miliar tahun.

Sebaliknya, Heller mengatakan lokalitas kehidupan bisa muncul di dunia yang sedikit lebih besar dari Bumi yang mengorbit bintang jingga sedikit lebih kecil dari Matahari. Dukungan waktu bagi ekosistem mencapai kondisi yang optimal untuk berbagai kehidupan berevolusi.

"Anda ingin memiliki bintang host yang dapat menjaga planet di zona layak huni selama 7 samapai 10 miliar tahun, " kata Heller.

Planet sedikit lebih besar menyimpan panas internal yang cair bergerak lebih lama, mendorong lempeng tektonik yang mendaur ulang air dan nutrisi dan menciptakan medan magnet kuat yang melindungi planet dari radiasi bintang dan kosmik.

Superhabitable Worlds

René Heller1, John Armstrong2 et al.
  1. Department of Physics and Astronomy, McMaster University, Hamilton, Ontario, Canada
  2. Department of Physics, Weber State University, Ogden, Utah, USA
arXiv (Submitted on 10 Jan 2014)

Akses : arXiv:1401.2392

Gambar: ESO/L. Calçada/N. Risinger via Wikimedia Commons

http://www.laporanpenelitian.com/2014/02/76.html
READ MORE - Kehidupan Masa Depan di Exoplanet Superhabitasi

Planet Kerdil Ceres Meludah Uap Air Ke Angkasa

LaporanPenelitian.com - Uap air meniup harapan di sekitar asteroid terbesar dalam Sistem Surya, uap air 6 kilogram per detik datang dari 2 titik di Ceres. Herschel Space Observatory melihat garis spektral berair pada panjang gelombang inframerah-jauh 538 mikron.

Planet kerdil sabuk asteroid tertangkap meludah asa ke angkasa, semburan uap air mungkin dari lapisan es terkubur atau bahkan aktivitas letusan gunung berapi. Uap sporadis terekam teleskop pengorbit memecahkan teka-teki lama bagaimana air terdistribusi ke seluruh Tata Surya termasuk Bumi.

"Ini deteksi jelas pertama air di sabuk asteroid," kata Michael Kuppers, astronom European Space Astronomy Centre di Spanyol.

Kabar baik bagi penjelajah ruang yang berharap dapat menggunakan air sebagai bahan bakar. Ceres adalah tubuh dingin terbesar di sabuk asteroid, cincin batuan ruang angkasa di antara orbit Planet Mars dan Jupiter. Memiliki gravitasi besar sehingga hampir bulat seperti planet.

Penelitian sebelumnya mengendus sidik jari mineral terhidrasi di permukaan Ceres dan jejak hidroksil netral (OH) di ruang sekitarnya. Hidroksil petunjuk keberadaan air, tetapi pengukuran tidak bisa mengkonfirmasi seluruhnya sampai pada pengamatan yang lebih sensitif.

Kuppers dan tim menggunakan sensor di wahana pengorbit Herschel Space Observatory antara November 2011 hingga Maret 2013. Ceres memantulkan radiasi submillimetre dalam karakteristik panjang gelombang uap air bahwa debu air berasal dari planet itu.

Asal usul panas sublimasi air atau es menjadi uap masih misteri. Remasan gravitasi dari form yang lebih besar mendorong gumpalan uap air dan kristal es di Enceladus yang mengorbit Saturnus dan Europa dari Jupiter. Tapi tak mungkin dilakukan Ceres sebagai planet kerdil pengelana solo.

Kuppers dan rekan menyarankan peluruhan unsur-unsur radioaktif di dalam planet yang memicu cryovolcanoes atau geyser. Alternatif lainnya adalah radiasi Matahari yang membuat es di dekat permukaan langsung ke ruang angkasa seperti dari permukaan komet.

Teka-teki lain mengapa Ceres memiliki substansial air lebih besar dari Vesta, asteroid yang mengorbit Matahari kira-kira pada jarak sama. Seperti halnya migrasi kosmik, asteroid dan komet menganugerahi Bumi dengan air serta berbagai bahan kimia organik yang berperan sebagai asal-usul evolusi kehidupan.

Wahana NASA Dawn yang diroketkan September 2007 dijadwalkan meluncur ke Ceres awal tahun 2015 untuk mengambil gambar resolusi tinggi yang bisa menawarkan jawaban atas misteri tersebut. Sensor Dawn harus banyak membantu untuk memetakan berbagai mineral di permukaannya.

"Begitu sampai di sana, kita akan mencari tahu di mana air keluar dan bagaimana," kata Russell.

Michael Küppers (European Space Agency, European Space Astronomy Centre, PO Box 78, Villanueva de la Cañada 28691, Spain) et al. Localized sources of water vapour on the dwarf planet (1) Ceres. Nature, 22 January 2014, DOI:10.1038/nature12918

Lorenz Roth (Southwest Research Institute, San Antonio, TX, USA; Institute of Geophysics and Meteorology, University of Cologne, Germany) et al. Transient Water Vapor at Europa’s South Pole. Science, 10 January 2014: Vol.343 no.6167 pp.171-174, DOI:10.1126/science.1247051

Gambar: IMCCE-Observatoire de Paris/CNRS/Y. Gominet, B. Carry

http://www.laporanpenelitian.com/2014/01/60.html
READ MORE - Planet Kerdil Ceres Meludah Uap Air Ke Angkasa

Sendawa Masa Lalu Lubang Hitam Sagitarius A*

Laporan Penelitian - Sendawa masa lalu lubang hitam raksasa Bima Sakti. Hari-hari ini, lubang hitam supermasif di pusat galaksi kita tampaknya cukup jinak. Tapi neraka tidak selalu begitu adanya.

Data baru NASA Chandra X-ray Observatory melihat Sagitarius A* (Sgr A*) pernah memiliki semburan aktivitas tinggi. Untuk melihat perangkap gravitasi lokal adalah masa lalu, Chandra mengamati cahaya sinar-X yang datang dari awan gas 30 tahun cahaya dari waktu itu.

Fluoresensi awan disebut "Gema Cahaya", ketika lubang hitam menelan materi terkutuk yang menghasilkan emisi panjang gelombang sinar-X. Seperti gelombang suara di gua, cahaya sinar-x memantul pada hal-hal yang terdekat. Gelombang kemudian membuat jalur ke Bumi.

Karena cahaya menggema mengambil jalan memutar ke sana dan ke mari, emisi menawarkan informasi tentang Sgr A* lebih tua dari gambar yang dikompilasi dibanding jika X-ray menempuh perjalanan langsung dari lubang hitam kepada pengamat di Bumi.

Para peneliti mengumpulkan data 12 tahun pengamatan Chandra dengan Sgr A* (di kanan) dan emisi sinar-X bergema dengan warna biru. Sinyal Sgr A* 1 juta kali lebih terang dari biasanya selama pengamatan beberapa ratus tahun.

Penelitian lebih lanjut diharap mengungkap penyebab peningkatan aktivitas Sgr A*, misalnya, apa menu makan gila-gilaan terakhirnya? Entah sebuah planet, seporsi bintang ataukah mungkin hanya beberapa gumpalan awan dan debu gas sebagai kudapan.



Echoes of multiple outbursts of Sagittarius A⋆ revealed by Chandra

M. Clavel1,2 et al.
  1. AstroParticule et Cosmologie, Université Paris Diderot, CNRS/IN2P3, CEA/DSM, Observatoire de Paris, Sorbonne Paris Cité, 10 rue Alice Domon et Léonie Duquet, 75205 Paris Cedex 13, France e-mail: maica.clavel@apc.univ-paris7.fr
  2. Service d’Astrophysique/IRFU/DSM, CEA Saclay, Bât. 709, 91191 Gif-sur-Yvette Cedex, France
Astronomy & Astrophysics, 2013

Akses : DOI:10.1051/0004-6361/201321667
 
READ MORE - Sendawa Masa Lalu Lubang Hitam Sagitarius A*

Jejak Partikel Bulan Ganymede di Aurora Jupiter

 
Laporan Penelitian - Bulan Jupiter meninggalkan jejak di aurora. Perjalanan Ganymede di sekitar Jupiter menoreh bintik-bintik dalam pijar biru listrik spektakuler aurora planet raksasa. Jejak ketika para bulan melewati plasma gelembung magnet planet atau magnetosfer.
"Aurorae disebabkan partikel bermuatan elektron, atom dan molekul yang bertabrakan di atmosfer. Di Bumi partikel ini dari Matahari. Tetapi di Jupiter dan Saturnus penyebabnya berbeda," kata Bertrand Bonfond, fisikawan Université de Liège di Belgia.

Aurora yang indah dihasilkan oleh partikel dari letusan gunung berapi di bulan Io yang dimuntahkan ke dalam magnetosfer Jupiter. Partikel-partikel dalam magnetosfer Saturnus berasal dari tembakan geyser bulan es Escalades.

Tapi astronom baru-baru ini melihat daerah sangat terang di cincin aurora Jovian. Daerah ini disebut jejak kaki satelit yang disebabkan oleh orbit bulan mempengaruhi perjalanan partikel bermuatan di garis-garis medan magnet planet.

Para ilmuwan yang telah lama menyelidiki aurora Jupiter menemukan jejak kaki bergerak dan mengubah jarak dalam keterkaitan satu sama lain oleh masing-masing bulan yang mengorbit di sekitar planet.


"Kami awalnya menemukan 1 jejak besar untuk setiap satelit. Tapi ketika melihat dengan lebih detail pada jejak Io, kami menemukan 3 tempat, bukan 1," kata Bonfond.

Satu tempat disebabkan oleh partikel bermuatan letusan gunung berapi Io, tempat kedua dihasilkan oleh percepatan elektron di sepanjang garis-garis medan magnet dan tempat ketiga disebabkan oleh pantulan partikel Io.

Menggunakan Hubble Space Telescope, Bonfond dan rekan mampu mendeteksi setidaknya 2 tempat lain dari jejak Ganymede. Juga menemukan jarak antara 2 tempat bervariasi sebagaimana Ganymede mengorbit mengelilingi Jupiter.

"Melihat Ganymede kita melihat 2 tempat , tapi harus tersangka lain. Saya cukup yakin Callisto memiliki jejak juga, tapi kami belum menemukan bukti," kata Bonfond.

B. Bonfond (Laboratoire de Physique Atmosphérique et Planétaire, Université de Liège, Liège, Belgium; Department of Space Studies, Southwest Research Institute, Boulder, Colorado, USA) et al. The multiple spots of the Ganymede auroral footprint. Geophysical Research Letters, Volume 40, Issue 19, pages 4977-4981, 16 October 2013, DOI:10.1002/grl.50989

Gambar: NASA/ESA/Hubble Heritage/CXC/SwRI/R.Gladstone et al.

http://www.laporanpenelitian.com/2013/12/13.html
READ MORE - Jejak Partikel Bulan Ganymede di Aurora Jupiter

Ombak Laut Europa Tampak Ramah Kehidupan

 
Laporan Penelitian.com - Ombak laut Europa tampak ramah untuk kehidupan. Meskipun keriput dan bopeng, Europa adalah salah satu objek halus di Tata Surya. Mungkin dunia terestrial alien yang tetap membuat penasaran Galileo Galilei sejak tahun 1610.
Prospek air cair menempatkan Europa di bagian atas daftar dunia Tata Surya yang mungkin mendukung kehidupan alien. Tapi bulan Jupiter yang terbentuk miliaran tahun lalu terus-menerus gelap, lautan air tertutup di bawah lapisan tebal es, sekitar 40 persen memiliki fitur goresan dan bekas luka.

Pola silang-menyilang mungkin pertemuan air hangat dan es beku. Tapi Matahari terlalu redup dan permukaan Europa terlalu reflektif. Teori lain melibatkan tarikan gravitasi Jupiter yang menghasilkan tektonik dan memanaskan lautan Europa.

Laporan baru menunjukkan turbulensi laut memahat medan chaos di permukaan es. Asumsinya efek disebabkan rotasi sebagai Gaya Coriolis yang mendominasi arus laut, menyalurkan panas ke lintang tinggi. Model ini tidak bergantung pada arus laut yang disebabkan oleh konveksi panas internal.

"Aliran kurang terorganisir, tetapi lebih kuat di daerah ekuator. Hal ini berkorelasi dengan distribusi chaos," kata Johannes Wicht, planetolog Max Planck Institute for Solar System Research di Lindau, Jerman.

Model mengusulkan laut sangat bergolak dengan dorongan laut yang kuat. Laut yang bergolak bermanfaat bagi setiap kehidupan yang mengaduk nutrisi dari dasar laut ke seluruh lautan. Mikroba hidup di air tergenang dan turbulensi membuat hidup jauh lebih mungkin.

ESA Jupiter Icy Moons Explorer (JUICE) diharapkan dapat memetakan kekacauan medan Europa via flyby di tahun 2030. Penyelidikan lebih lengkap kekacauan medan Europa mungkin memiliki relevansi dunia lain di luar bulan Jupiter.

JUICE juga dapat mencari setiap sidik jari dan ventilasi hidrotermal. Seperti di bulan Saturnus, Enceladus, dan ujian besar pemahaman model semacam ini bermanfaat untuk dunia es lain di Tata Surya. Lautan di bawah permukaan lapisan es mungkin juga biasa di exoplanet.




K. M. Soderlund (Institute for Geophysics, John A. & Katherine G. Jackson School of Geosciences, The University of Texas at Austin, J. J. Pickle Research Campus, Building 196 (ROC), 10100 Burnet Road (R2200), Austin, Texas 78758-4445, USA) et al. Ocean-driven heating of Europa’s icy shell at low latitudes. Nature Geoscience, 01 December 2013, DOI:10.1038/ngeo2021

Gambar: NASA/JPL
Video: K. M. Soderlund et al., DOI:10.1038/ngeo2021
 
READ MORE - Ombak Laut Europa Tampak Ramah Kehidupan

Kepler-10c Mengisi Kontinum Exoplanet Mega-Bumi

Laporan Penelitian - Duduk di galaksi jauh adalah exoplanet seukuran Bumi dan super-Bumi, tapi sekarang setidaknya ada satu konfirmasi mega-Bumi. Berat 17 kali lipat Bumi, planet ekstrasurya yang baru ditemukan, Kepler-10c, terlalu besar sebagai super-Bumi dan terlalu berbatu sebagai Jupiter.

Kepler-10c terselip pada jarak 560 tahun cahaya di konstelasi Draco menentang gagasan astronom tentang pembentukan planet dan pengamatan lain menunjukkan bukan satu-satunya mega-Bumi di luar sana. Planet sangat tidak biasa dan mustahil ke dalam merek kelas exoplanet yang ada.

"Semakin banyak kita menemukan planet di luar Tata Surya, semakin kita terkejut keragaman dunia baru," kata Xavier Dumusque, astronom Harvard-Smithsonian Center for Astrophysics di Cambridge, Massachusetts.

Sebuah lompatan mengisi kesenjangan kontinum exoplanet. Ditemukan teleskop ruang NASA Kepler pada tahun 2011, planet mengorbit bintang pada radius 2 kali lipat Bumi-Matahari. Para ilmuwan menggap versi menyusut planet gas Neptunus dengan seukuran 4 kali Bumi.

Dumusque dan rekan menggunakan teleskop HARPS-N di Kepulauan Canary untuk menjabarkan massa Kepler-10c. Berat 17 kali Bumi tapi bermassa massa jauh lebih kecil dari raksasa Neptunus. Sebuah dunia yang sangat padat, dunia berbatu.

"Semua model pembentukan planet yang ada tidak memprediksi jenis planet dan itu sebabnya kita tidak bisa percaya hasil di awal," kata Dumusque yang mempresentasikan temuan saat American Astronomical Society meeting di Boston pekan ini.

The Kepler-10 planetary system revisited by HARPS-N: A hot rocky world and a solid Neptune-mass planet

Xavier Dumusque, Aldo S. Bonomo, Raphaelle D. Haywood, Luca Malavolta, Damien Segransan, Lars A. Buchhave, Andrew Collier Cameron, David W. Latham, Emilio Molinari, Francesco Pepe, Stephane Udry, David Charbonneau, Rosario Cosentino, Courtney D. Dressing, Pedro Figueira, Aldo F. M. Fiorenzano, Sara Gettel, Avet Harutyunyan, Keith Horne, Mercedes Lopez-Morales, Christophe Lovis, Michel Mayor, Giusi Micela, Fatemeh Motalebi, Valerio Nascimbeni, David F. Phillips, Giampaolo Piotto, Don Pollacco, Didier Queloz, Ken Rice, Dimitar Sasselov, Alessandro Sozzetti, Andrew Szentgyorgyi, Chris Watson

arXiv (Submitted on 30 May 2014)


Akses : arXiv:1405.7881

http://www.laporanpenelitian.com/2014/06/198.html
READ MORE - Kepler-10c Mengisi Kontinum Exoplanet Mega-Bumi

Galaksi Kerdil Tak Sesuai Model Standar Kosmologi

LaporanPenelitian.com - Galaxy UGC 10214 terletak 420 juta tahun cahaya di konstelasi Draco menyajikan fitur paling dramatis dengan ekor memanjang sejauh 280.000 tahun cahaya bahwa para astrofisikawan sebelumnya membuat model standar kosmologi gagal sehingga membutuhkan alternatif.

Galaksi Kecebong menjulurkan ekor puing-puing ketika 2 galaksi bertabrakan dahsyat, tarikan gravitasi merobek hingga saling terpisah selama rentang lambat waktu kosmik. Kedua galaksi masih terlihat membentuk kepala kecebong.

Material berhamburan dari galaksi yang lebih besar menyebar ke ekor yang berisi kawanan bintang-bintang biru muda terbentuk dari gas dan debu runtuh, bintang tua menyatu bersama-sama dalam kelompok dan galaksi kerdil yang baru lahir.

"Model menghitung galaksi kerdil harus terbentuk di dalam gumpalan kecil materi gelap dan gumpalan tersebut harus terdistribusi secara acak terkait galaksi induknya," kata David Merritt, astronom Rochester Institute of Technology.

"Tapi apa yang diamati sangat berbeda. Galaksi-galaksi kerdil milik Bima Sakti dan Andromeda terlihat akan mengorbit, struktur disk tipis besar. Laporan sebelumnya tidak ada yang mengatakan benar-benar tampak sangat mirip struktur planar," kata Merritt.

Galaksi Kecebong dan galaksi lain mungkin membantu menjelaskan misteri luar biasa tentang Bima Sakti. Kosmolog memprediksi harus ada ribuan galaksi kerdil bertaburan secara acak di sekitarnya, meskipun pengamatan hanya 26 galaksi kurcaci mengorbit Bima Sakti dalam disc tipis.

Tabrakan di masa lalu mungkin menjadi mekanisme alternatif yang menjelaskan perbedaan yang lambat laun galaksi berudu kehilangan ekor. Akhirnya semua puing-puing terkoreksi menjadi galaksi satelit yang mengorbit raksasa besar.

"Kami melihat galaksi satelit dalam disk besar dan bergerak ke arah yang sama, seperti planet-planet di Tata Surya kita bergerak dalam bidang tipis dalam satu arah mengelilingi Matahari," kata Marcel Pawlowski, astronom Case Western Reserve University di Ohio.

"Itu tak terduga dan menjadi masalah nyata. Ketika kami membandingkan simulasi menggunakan data sebelumnya untuk diamati, kami menemukan ketidakcocokan," kata Pawlowski.



Co-orbiting satellite galaxy structures are still in conflict with the distribution of primordial dwarf galaxies

Marcel S. Pawlowski, Benoit Famaey, Helmut Jerjen, David Merritt, Pavel Kroupa, Jörg Dabringhausen, Fabian Lüghausen, Duncan A. Forbes, Gerhard Hensler, François Hammer, Mathieu Puech, Sylvain Fouquet, Hector Flores, Yanbin Yang


Akses : arXiv:1406.1799

http://www.laporanpenelitian.com/2014/06/212.html
READ MORE - Galaksi Kerdil Tak Sesuai Model Standar Kosmologi

09 Oktober, 2011

Bumi yang Berjalan

Dalam sebuah ayat, kita diberitahu bahwa gunung-gunung tidaklah diam sebagaimana yang tampak, akan tetapi mereka terus-menerus bergerak.

"Dan kamu lihat gunung-gunung itu, kamu sangka dia tetap di tempatnya, padahal dia berjalan sebagai jalannya awan. (Begitulah) perbuatan Allah yang membuat dengan kokoh tiap-tiap sesuatu; sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan." (Al Qur'an, 27:88)

Gerakan gunung-gunung ini disebabkan oleh gerakan kerak bumi tempat mereka berada. Kerak bumi ini seperti mengapung di atas lapisan magma yang lebih rapat. Pada awal abad ke-20, untuk pertama kalinya dalam sejarah, seorang ilmuwan Jerman bernama Alfred Wegener mengemukakan bahwa benua-benua pada permukaan bumi menyatu pada masa-masa awal bumi, namun kemudian bergeser ke arah yang berbeda-beda sehingga terpisah ketika mereka bergerak saling menjauhi.

Para ahli geologi memahami kebenaran pernyataan Wegener baru pada tahun 1980, yakni 50 tahun setelah kematiannya. Sebagaimana pernah dikemukakan oleh Wegener dalam sebuah tulisan yang terbit tahun 1915, sekitar 500 juta tahun lalu seluruh tanah daratan yang ada di permukaan bumi awalnya adalah satu kesatuan yang dinamakan Pangaea. Daratan ini terletak di kutub selatan.

Sekitar 180 juta tahun lalu, Pangaea terbelah menjadi dua bagian yang masing-masingnya bergerak ke arah yang berbeda. Salah satu daratan atau benua raksasa ini adalah Gondwana, yang meliputi Afrika, Australia, Antartika dan India. Benua raksasa kedua adalah Laurasia, yang terdiri dari Eropa, Amerika Utara dan Asia, kecuali India. Selama 150 tahun setelah pemisahan ini, Gondwana dan Laurasia terbagi menjadi daratan-daratan yang lebih kecil.

Benua-benua yang terbentuk menyusul terbelahnya Pangaea telah bergerak pada permukaan Bumi secara terus-menerus sejauh beberapa sentimeter per tahun. Peristiwa ini juga menyebabkan perubahan perbandingan luas antara wilayah daratan dan lautan di Bumi.

Pergerakan kerak Bumi ini diketemukan setelah penelitian geologi yang dilakukan di awal abad ke-20. Para ilmuwan menjelaskan peristiwa ini sebagaimana berikut:

Kerak dan bagian terluar dari magma, dengan ketebalan sekitar 100 km, terbagi atas lapisan-lapisan yang disebut lempengan. Terdapat enam lempengan utama, dan beberapa lempengan kecil. Menurut teori yang disebut lempeng tektonik, lempengan-lempengan ini bergerak pada permukaan bumi, membawa benua dan dasar lautan bersamanya. Pergerakan benua telah diukur dan berkecepatan 1 hingga 5 cm per tahun. Lempengan-lempengan tersebut terus-menerus bergerak, dan menghasilkan perubahan pada geografi bumi secara perlahan. Setiap tahun, misalnya, Samudera Atlantic menjadi sedikit lebih lebar. (Carolyn Sheets, Robert Gardner, Samuel F. Howe; General Science, Allyn and Bacon Inc. Newton, Massachusetts, 1985, s. 30)

Ada hal sangat penting yang perlu dikemukakan di sini: dalam ayat tersebut Allah telah menyebut tentang gerakan gunung sebagaimana mengapungnya perjalanan awan. (Kini, Ilmuwan modern juga menggunakan istilah "continental drift" atau "gerakan mengapung dari benua" untuk gerakan ini. (National Geographic Society, Powers of Nature, Washington D.C., 1978, s.12-13)

Tidak dipertanyakan lagi, adalah salah satu kejaiban Al Qur’an bahwa fakta ilmiah ini, yang baru-baru saja ditemukan oleh para ilmuwan, telah dinyatakan dalam Al Qur’an.

Sumber : Harun Yahya
READ MORE - Bumi yang Berjalan

Komet dan Blazar


Kejadian bintang di angkasa raya sememangnya menakjubkan. Salah satu jenis bintang yang wujud adalah 'bintang yang cahayanya menembus'. Dalam surah at-Thaariq ayat 1 -3 menyatakan:
وَالسَّمَاء وَالطَّارِقِ
Artinya: Demi langit dan "At-Taariq"
وَمَا أَدْرَاكَ مَا الطَّارِقُ
Artinya: Dan apa jalannya engkau dapat mengetahui apa dia "At-Taariq" itu?
النَّجْمُ الثَّاقِبُ
Artinya: (At-Taariq) ialah bintang yang menembusi (sinaran cahayanya). Dalam ayat ini, an-najmu bermaksud bintang dan at-thaaqif bermaksud menembusi. Imam Nasafi mentafsirkan perkataan thaaqif sebagai 'yang bercahaya'. Justeru, an-najmu at-thaaqif juga dapat diertikan sebagai bintang bercahaya yang menembusi langit. Said Hawa pula mengatakan an-najmu at-thaaqif dikaitkan dengan komet yang melintasi ruang udara bumi. Seperti yang dimaklumi, komet adalah objek yang wujud dalam sistem solar yang mengelilingi matahari. Ia berasal daripada asap nebula yang dikenali sebagai Oort cloud dan mempunyai tiga bahagia iaitu nukleus, koma dan ekor. Pada hari ini pakar-pakar sains menemui satu lagi objek bercahaya seperti bintang yang bergerak menembusi angkasa raya. Kelajuannya menghampiri kelajuan cahaya dan ia bergerak menembusi ruang angkasa dan kadangkala menghala tepat ke dunia. Para saintis menamakannya sebagai blazar. Sciences News di bawah tajuk Powerhouse Astronomy: Blazing Black Hole From the Early Universe melaporkan satu penemuan mengenai blazar pada tanggal 3 Julai 2004. Al-Quran telah membuktikan terlebih dahulu kejadian-kejadian ini, maka ayatNya yang manakah yang ingin kamu dustakan lagi? Sumber: Quran Saintifik, Meneroka Kecemerlangan Quran Daripada Teropong Sains, Dr. Danial Zainal Abidin
READ MORE - Komet dan Blazar

Kejadian Langit Dan Bumi Dari pada Asap

Alam semesta tidak terus wujud dalam bentuk yang kita lihat pada hari ini. Sebaliknya ia melalui beberapa proses tertentu. Antara proses itu adalah kelahiran gas-gas hidrogen dan helium yang kemudiannya bercantum sehingga menjadi gumpalan asap raksaksa. Dalam surah Fussilat ayat 11 Allah menyatakan :

ثُمَّ اسْتَوَى إِلَى السَّمَاء وَهِيَ دُخَانٌ فَقَالَ لَهَا وَلِلْأَرْضِ اِئْتِيَا طَوْعاً أَوْ كَرْهاً قَالَتَا أَتَيْنَا طَائِعِينَ

Maksudnya: "Kemudian Dia menuju ke langit dan langit pada masa itu berbentuk asap lalu Dia berkata kepadanya dan bumi, 'Datanglah kamu berdua dengan tunduk atau terpaksa'. Keduanya menjawab, 'Kami datang dengan tunduk'." Di sini Allah menyatakan langit dan bumi diperingkat awal dahulu kosong daripada sebarang objek di langit.

Yang wujud hanyalah asap. Daripada asap ini lahirlah bintang-bintang serta galaksi disusuli dengan kelahiran sistem suria dan bumi. Perkataan Dukahn yang di maksudkan di sini ialah asap,dalam bahasa inggerisnya ialah smoke. Penggunaan kalimat asap atau smoke ini selari dengan penemuan semasa kerana asap lahir dari satu suasana yang panas dan suasana di peringkata wal kejadian alam sememangnya panas.


Astronomers Report Hubble Find, Report Reveals Light from Oldest Galaxy
Semasa menceritakan mengenai asap ini, para saintis mengaitkannya dengan gas-gas (terutamanya hidrogen dan helium) yang wujud seperti awan tebal di peringkat awal dahulu. Para saintis menyifatkan asap daripada gas ini sebagai dark clouds, cloud of gas, fog of neutral hydrogen and helium, hot mass of gas dan yang seumpamanya. Ia bermaksud, gas-gas di peringkat awal kejadian langit dan bumi wujud seperti bentuk awan-awan hitam, awan-awan daripada gas, awan-awan gas daripada hidrogen dan helium, gas bersuhu tinggi dan yang seumpamanya. Kejadian langit dan bumi daripada asap menyentuh berkenaan kejadian objek-objek daripada asap.

Oleh sebab bumi adalah satu objek, maka langit yang di nyatakan Allah juga merupakan objek-objek seperti bintang, galaksi dan seumpamanya. kesemua objek ini lahir daripada asap.
Antara saintis yang kagum dengan kenyataan Quran ini adalah profesor Yoshihide Kozai daripada Universiti Tokyo, Jepun. Beliau adalah pengarah National Astronomical Observatory di Mikata, Tokyo, Jepun. Beliau ditunjukkan ayat-ayat Quran yang menceritakan berkenaan kejadian langit dan bumi. Selepas mengkaji ayat-ayat itu, beliau merasakan seolah-olah ayat itu diceritakan oleh seorang yang melihat kejadian alam ini di peringkat tertinggi.

Kuasa yang menceritakan kejadian ini mampu melihat kesemua apa yang berlaku. Berhubung dengan kejadian langit dan bumi daripada asap, beliau berpendapat penemuan-penemuan semasa menunjukkan fenomena-fenomena ini benar-benar berlaku. Alam sebelum ini memang wujud dalam bentuk gumpalan asap. Daropada asap itulah lahirnya bintang-bintang dan kelahiran itu menjadi batu asas kepada kelahiran alam ini.
Akhirnya beliau berkata, "Saya kagum dengan fakta-fakta astronomi yang terdapat di dalam Quran.


Dengan membaca Quran dan menjawab persoalan-persoalan yang timbul, saya rasa saya akan menemui cara untuk mengkaji alam semesta pada masa akan datang." Hal ini dilaporkan di dalam A Brief Understanding Islam, Darus Salam Publications,edisi kedua, Mei 1990.


Sumber: Quran Saintifik,Meneroka kecemerlangan Quran Daripada teropong Sains,Dr. Danial Zainal Abidin
READ MORE - Kejadian Langit Dan Bumi Dari pada Asap

Antara Sinar dan Cahaya



"Dialah yang menjadikan matahari bersinar dan bulan bercahaya..."(Surah Yunus : 5)

Masa di mana ilmu metafizik tidak dapat membedakan antara sinar dan cahaya, kita menemui konsep sains al Quran dalam masalah ini salah satunya Al Quran menerangkan tentang matahari. Al Quran mengilustrasikan matahari sebagai sinar dan menggambarkan bulan sebagai cahaya,ini adalah satu bentuk ayat wasfiyah,sebagaimana Firman Allah SWT:

هُوَ الَّذِي جَعَلَ الشَّمْسَ ضِيَاء وَالْقَمَرَ نُوراً وَقَدَّرَهُ مَنَازِلَ لِتَعْلَمُواْ عَدَدَ السِّنِينَ وَالْحِسَابَ مَا خَلَقَ اللّهُ ذَلِكَ إِلاَّ بِالْحَقِّ يُفَصِّلُ الآيَاتِ لِقَوْمٍ يَعْلَمُونَ
Artinya: "Dialah yang menjadikan matahari bersinar dan bulan bercahaya..."(Surah Yunus : 5)

Sinar adalah suatu yang terpancar langsung dari benda yang terbakar serta bercahaya dengan sendirinya manakala sinar ini jatuh pada benda yang gelap maka sinar tersebut akan memancar.

تَبَارَكَ الَّذِي جَعَلَ فِي السَّمَاء بُرُوجاً وَجَعَلَ فِيهَا سِرَاجاً وَقَمَراً مُّنِيراً

Artinya: "Maha suci Allah yang menjadikan di langit gugusan bintang (buruj) dan menjadikan padanya siraaj dan bulan yang munir." (surah al-Furqan ayat 61)

Hal yang sama ditekankan dalam surah al-Nabak ayat 13 yang bermaksud, "Dan Kami yang jadikan siraajan wahhaaja (iaitu matahari)."

Dalam surah an-Nuh ayat 15 hingga 16 pula Allah berkata, "Tidakkah Kamu perhatikan bagaimana Allah menciptakan tujuh langit bertingkat-tingkat dan Allah menciptakan pada langit-langit itu bulan sebagai nuur dan matahari sebagai siraaj."

Di dalam Hans Wehr: A Dictionary Of Modern Written Arabic, siraj diertikan sebagai 'lamp', 'light' yang bermaksud 'pelita', 'lampu,. Makna wahaaja pula adalah burn, blaze, flame yang bermaksud membakar, menyala, berapi. Justeru matahari sebagai siraaj dan siraajan wahaaja mengeluarkan cahaya sendiri melalui proses tertentu yang berlaku di dalamnya.

Nuur diertikan sebagai brightness, gleam, glow yang bermaksud bercahaya, menyilau. Muniir pula diertikan sebagai luminous, radiant, shining yang bermaksud bercahaya, bersinar. Justeru bulan sebagai nuur dan muniir tidak mengeluarkan cahaya sendiri sebaliknya ia mamantulkan cahaya matahari yang menimpanya.

Ayat-ayat ini menjelaskan mengenai perbezaan antara matahari dan bulan dalam konteks cahaya yang dikeluarkan kedua-duanya. Mengikut al-Quran, matahari membakar dan dengan itu mengeluarkan cahaya sedangkan bulan hanya bersinar iaitu menerima dan memantulkan cahaya. Kiasannya adalah seperti lampu dan cermin, lampu mengeluarkan cahaya, sedangkan cermin hanya memantulkan cahaya.

Kenyataan ini adalah selari dengan penemuan sains semasa kerana matahari adalah sebuah bintang sedangkan bulan adalah satelit. Seperti bintang-bintang yang lain, kestabilan matahari dan sinaran cahaya yang keluar daripadanya bergantung kepada tenaga yang mampu dihasilkannya.

Perbezaan jelas antara sinar dan cahaya sudah diterangkan oleh Allah SWT 1400 tahun silam yang menjadi penegas bagi mukjizat sains Al Quran Al Karim.
Sebenarnya ilmu metafizik yang ada dalam kehidupan kita waktu ini merupakan akumulasi ilmu pengetahuan di kurun ke 21 tetapi baru beberapa tahun terakhir sahaja ilmu metafizik dapat membezakan di antara sinar dan cahaya.

Sumber: Quran Saintifik, Dr. Danial Zainal Abidin

READ MORE - Antara Sinar dan Cahaya

Alam Semesta yang Terus Mengembang


Sejak alam ini wujud melalui ledakan Big Bang, ia terus mengembang hinggalah ke hari ini. Berhubung dengan fenomena ini, dalam surah Az-zariyat ayat 47 Allah menjelaskan : وَالسَّمَاء بَنَيْنَاهَا بِأَيْدٍ وَإِنَّا لَمُوسِعُونَ

Maksudnya:"Dan langit kami bangun dengan kekuasaan kami dan sesungguhnya kami benar-benar meluaskannya."
Dalam ayat ini menggunakan ayat muusi'uun. Dalam bahasa arab perkataan muusi'uun berasal daripada perkataan wasa-'a. Hans Wehr A Dictionary of Modern Written Arabic oleh J Milton Cowan menterjemahkan perkataan wasa-'a sebagai to be wide, roomy, spacious, extensive yang bermaksud 'menjadi besar' atau luas.

Justeru Imam Ibn Kathir dalam Tafsir al-Quran al-azim menyatakan ayat ini bermaksud, "Kami (Allah) meluaskan segenap penjuru langit dan kami meninggikannya tanpa tiang."
Pendapat ini diperkukuhkan lagi oleh As-Seikh Said Hawa di dalam Al-Asas fi al-Tafsir. beliau berkata, "Maksud ayat ini adalah langit ini Allah akan jadikan dalam keadaan mengembang secara berterusan ataupun Allah jadikan ia luas.

Ayat ini adalah ayat mukjizat berhubung kejadian alam. Ia menunjukkan ilmu al-Quran jauh ke hadapan, melampaui tempat dan zaman. Justeru, sekiranya ada sesiapa yang masih enggan beramal denagn Quran kerana sombong denagn sains yang dimilikinya, baik sekiranya dia menilai semula dirinya sebelum terlambat."
Pada hari ini dengan bantuan alat yang canggih, penemuan-penemuan semasa semakin memantapkan lagi teori pengembangan alam ini.

Pada tanggal 16 Mac 2006, di bawah tajuk, Astronomers Detect First Split-Second of the Universe,Space.com melaporkan pakar-pakar astronomi NASA menemui bukti-bukti baru yang mengukuhkan lagi teori Big Bang. Mereka mendapati pada peringkat awal, kejadian kosmos alam ini adalah lebih kecil daripada atom. Kemudian pada masa satu per setrilion saat ia mengembang sehingga menjadi kosmos yang luas.

Penemuan ini melaporkan berdasarkandata yang disalurkan oleh satelit NASA yang dilancarkan pada tahun 2001. Satelit ini dikenali sebagai Wilkinson Microwave Anisotropy Probe atau WMAP. Ini mengukuhkan teori alam mengembang sekali gus menampakkan kebenaran al-Quran.



Sumber: Quran Saintifik, Meneroka Kecemerlangan Quran Daripada Teropong Sains, Dr. Danial Zainal Abidin
READ MORE - Alam Semesta yang Terus Mengembang