Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.
Lanjutan dari tema: Siapa Orang Paling Cerdas?"
Kalau orang cerdas itu yang banyak mengingat mati dan bagus persiapannya, lalu persiapannya seperti apa? .
Kita harus selalu ingat 2 pos penting setelah kita diantar ke liang lahat:
1.ALAM KUBUR: RUMAH PERTAMA KITA SETELAH DUNIA.
Nabi SAW bersabda:
Kubur itu adalah taman dari taman-taman surga, atau jurang dari jurang-jurang neraka."_ (HR. Tirmidzi)
Kalau ada taman dari taman surga dan jurang dari jurang neraka, berarti ada nikmat kubur dan ada siksa kubur dong.
Di alam kubur kita akan ditanya 3 hal oleh malaikat:
Siapa Rabb-mu? Siapa Nabi-mu? Apa agamamu?.
Yang bisa menjawab dengan tenang bukan orang yang hanya hafal teksnya di dunia.
Tapi orang yang selama hidupnya benar-benar bertauhid kepada Allah, berusaha meneladani Nabi SAW dan mengamalkan ajaran Islam dengan benar.
Selanjutnya, amal shalih seperti sedekah dan infak, serta anak shalih yang mendoakan, itulah lampu penerang dan teman kita di alam kubur.
Sebaliknya, jika hidup kita lalai, maka kubur akan terasa sempit dan gelap.
2.HISAB YANG MENYELURUH: TIDAK ADA YANG TERLEWAT.
Setelah dibangkitkan, kita semua akan berdiri di hadapan Allah.
Kita berdiri 50.000 tahun tanpa alas kaki menunggu hisab. Angka 50.000 tahun disebutkan dalam QS. Al-Ma'arij:4.
Namun bagi orang beriman yang banyak amal shalih dan baik perilakunya di dunia, waktu selama itu akan terasa sebentar saja.
Sebagaimana hadits:
"Demi Dzat yang jiwaku berada di tangan-Nya, sungguh hari itu akan terasa ringan bagi seorang mukmin, seperti waktu antara dua shalat."_ (HR. Ahmad)
Allah berfirman:
Pada hari itu kamu dihadapkan kepada Tuhanmu, tidak ada sesuatu pun dari kamu yang tersembunyi."
(QS. Al-Haqqah: 18)
Hisab itu detail. Bukan hanya shalat dan puasa.
Tapi juga lisan kita, jari yang mengetik, mata yang melihat, harta dari mana dan ke mana, serta waktu yang kita gunakan untuk apa saja.Pak Ustadz juga memberi contoh:Ketika kita makan ketupat di penjual coto 5 biji,lalu kita katakan 3 biji ,yang 2 biji memang lolos dari penjual coto tapi bisa saja yang 2 biji itu berat atau ribet hisabnya , apalagi kita mengambil hak orang atau hak umat dalam jumlah yang banyak.Hati-hati menzalimi orang atau menzalimi umat
Yang membuat selamat bukan banyaknya amal, tapi diterimanya amal.
Dan amal diterima jika ikhlas dan sesuai tuntunan.
Karena itu, orang cerdas dari awal sudah "berhisab" dengan dirinya sendiri.
Bisa setiap malam, bisa setiap selesai shalat. Sebelum kita dishalati, sebelum kita dihisab oleh Allah.
Penutup Jangan takut mati. Takutlah jika kita mati dalam keadaan belum siap.
Perbanyak istighfar, perbaiki shalat, jaga lisan, dan titipkan doa kebaikan.
Karena bekal paling mahal yang bisa dikirim kepada kita saat di alam kubur adalah: doa dari orang shalih yang masih hidup.
Semoga bermanfaat.
Judul: "ALAM KUBUR & HISAB YANG MENYELURUH."
Dirakit dan dirangkum dari Ceramah Ustadz, Malam Takziah Kompleks Perumahan UMI Makassar, Malam Kamis Lalu
Sumber : Group Kerukunan Masyarakat Bima Sulsel