15 Juli, 2018

Lindungi kelautan RI, Menteri Susi resmikan Pandu Laut Nusantara

 Menteri Susi resmikan Pandu Laut Nusantara. ©2018 Merdeka.com
Merdeka.com - Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti meresmikan Pandu Laut Nusantara sebagai wadah bersama untuk para pemerhati laut, baik dari mulai penyelam hingga asosiasi para pecinta laut.
(Lihat Vidio Pandu Laut)

"Hari ini kita kick off pandu laut nusantara. Kita buat untuk jadi wadah dari semua organisasi-organisasi pecinta laut," ujar Susi, di CFD Bundaran HI, Jakarta Pusat, Minggu (15/7).
Susi mengatakan, gerakan yang akan dilakukan nantinya akan membuat semacam jambore, dengan mengadakan pendidikan untuk berenang, menyelam, merawat, menjaga, dan mencintai laut. Selain itu juga, mereka akan membersihkan pantai-pantai Indonesia.

"Ini aksi pertama kita dari sabang sampai merauke nanti setelah organisasi ini lengkap anggota-anggotanya akan berdiri di sepanjang pantai untuk membersihkan pantai-pantai," kata dia.

Selain itu, Susi menyerukan semua pihak untuk menjaga laut dan seharusnya tak ada lagi yang melakukan penangkapan ikan dengan bom serta mengekspor binatang yang dilindungi di laut, seperti sirip ikan hiu. Menurutnya, menjaga laut bukan hanya urusan pemerintah saja tapi juga tugas bersama bagi semua pihak, termasuk masyarakat sipil.

"Tidak boleh lagi. Kita satukan stakeholder laut divers ada paddler ada kayak organisasi-organisasi yang cinta laut kita bersatu padu," imbuhnya.
Reporter: Yunizafira Putri

https://www.merdeka.com/uang/lindungi-kelautan-ri-menteri-susi-resmikan-pandu-laut-nusantara.html

Menteri Susi bentuk "Pandu Laut Nusantara" satukan pecinta laut




Jakarta (ANTARA News) - Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti membentuk organisasi bernama "Pandu Laut Nusantara" yang menyatukan seluruh asosiasi maupun klub pecinta laut guna menjaga kelestarian dan kesehatan laut.  
 Dalam Gerakan Peluncuran Pandu Laut Nusantara di Car Free Day Jakarta, Minggu, Menteri Susi menyebutkan Pandu Laut menjadi wadah dari seluruh pecinta laut, mulai dari pecinta snorkeling, penyelam (diver), berkayak, hingga berlayar untuk menjaga laut dari sampah terutama sampah plastik.
"Kita jadikan satu wadah membuat seperti Pramuka namun ini Pandu Laut. Nanti gerakannya menuju Laut Indonesia yang lebih sehat dan lestari," kata Susi.

Wanita kelahiran Pangandaran, Jawa Barat, tersebut menjelaskan laut yang sehat berarti bebas dari sampah dan memiliki banyak ikan, sedangkan lestari artinya keanekaragaman hayati laut beserta ikan di dalamnya dapat terus dilihat dan dinikmati hingga generasi mendatang.

Ia menegaskan bahwa kesadaran masyarakat dalam menjaga laut harus ditingkatkan, apalagi Indonesia menjadi penyumbang sampah plastik ke laut nomor dua terbesar di dunia.
Selain itu, Indonesia juga menjadi negara eksportir sirip ikan hiu terbesar di dunia. Oleh karena itu, ia mengimbau masyarakat agar bergabung ke dalam organisasi Pandu Laut untuk mewujudkan laut Indonesia yang sehat dan lestari.
Aktivis Bustar Maitar serta beberapa musisi seperti Kaka, Ridho Slank dan Marcell Siahaan, telah bergabung di Pandu Laut dan turut mengampanyekan bahwa masyarakat yang mencintai laut dapat bergabung dalam organisasi ini.

"Pandu Laut dimulai dari rumah Ibu Susi di Pangandaran ketika lagi liburan. Saya bersama Kaka, Ridho, tinggal di rumah ibu ngobrol tentang laut Indonesia. Kami ingin menciptakan harmoni laut yang tenteram dan sehat, menghidupi kita semua di Indonesia," kata Bustar.

Senada dengan Bustar, Kaka Slank mengaku ia awalnya ingin memberikan topi bertuliskan "I Love Hiu" kepada sang Mother of Ocean. Kemudian, ide untuk membentuk organisasi Pandu Laut pun tercetus mengingat masih banyaknya nelayan yang menangkap hiu untuk dijual bagian siripnya.

"Sebenarnya akumulasi dari banyaknya merkuri ada pada sirip hiu tapi banyak orang yang konsumsi. Selama masih ada yang konsumsi, ya pasti masih banyak juga yang menangkap hiu," kata Kaka.

Dalam kampanye tersebut, Susi pun juga turut menyematkan slayer berwarna biru muda untuk para aktivis dan pecinta laut yang sudah bergabung dalam Pandu Laut Nusantara.

Ia meminta para anggota Pandu Laut Nusantara memiliki tanggung jawab pribadi dan segera mengambil tindakan jika melihat sampah di laut maupun di tepi pantai.

https://www.antaranews.com/berita/726840/menteri-susi-bentuk-pandu-laut-nusantara-satukan-pecinta-laut




Kos Putri Salsabilla Kendari

BATIK MOTIF IKAN

READ MORE - Lindungi kelautan RI, Menteri Susi resmikan Pandu Laut Nusantara

Rimpu Menyapa Dunia

Festival Rimpu, Warga Bima-Dompu ‘Serbu’ Monas




Jakarta, Inside Pos
Minggu pagi, 15 Juli 2018, ribuan warga masyarakat turun dr Bus dan Kendaraan pribadi. Para lelaki terlihat mengenakan sarung dgn menyilang badan. Sementara para Perempuannya terlihat melilitkan dikepala tanpa menutup wajah seperti halnya memakai jilbab. Orang Bima Dompu menyebutnya dengan ‘Rimpu’.

Ya, Ini acara ribuan warga Bima dan Dompu se-Jabodetabek melakukan Pawai jalan kaki dari Bundaran HI menuju Monas. Mulai pukul 06:00 Wita hingga pukul 08:30 Wita. Semakin ramai karena bersamaan dengan Car Free Day. Monas pun disesaki oleh peserta.


“Ini diluar ekspektasi kami, hitungan awal sekitar 5.000 warga. Namun dari data masing2 korwil diakumulasi hingga mencapai 10.000 warga. Sungguh luar biasa respon warga Bima dan Dompu di Jakarta” Ungkap Ketua Panitia, Ruslan Idris disela-sela acara Tari Rimpu di Panggung Utama.



Warga Bima-Dompu berdesak-desakan di Monas Jakarta, saat melakukan pawai rimpu
Nampak hadir dan ikut jalan, Sekda Propinsi NTB, Dr. Rosiyadi Sayuti. Kadis Pariwisata NTB, Lalu Faozal. Kadis Perindustrian, Kepala Bappeda Propinsi NTB. Bupati Bima, Hj. Indah Damayanti Putri, Bupati Dompu, H. Bambang dan beberapa kepala SKPD. beberapa kepala SKPD Kab Bima juga turut nampak, Kadis BPMDes Kab Bima Drs Andi Sirajuddin dan H. Makruf berada dikerumunan warga.

Beberapa perwakilan Duta Besar juga turut hadir, seperti Kedutaan Sudan, Kedutaan Iran, Kedutaan Yaman, dan lainnya. H. Syarifuddin MM, Anggota DPR RI, Pak Ir Badrul Munir, mantan Wagub NTB nampak bersama Sultan Sumbawa, YM M. Kaharuddin. Para sesepuh Bima dan Dompu juga tak ketinggalan turut hadir, termasuk diantaranya Prof Hamdan Zulfa, SH.HM. Acara dipandu secara Penuh oleh Ivan Kempo dan Jamaluddin Ikraman.

Beberapa pentas Budaya ditampilkan dipanggung utama sperti Ntumbu Tuta, Tari Rimpu, Tari Saremba Tembe, Tari Pako Fare, Gantao dan lainnya.

“Ini sebuah kebanggaan bagi kita semua, bahwa dengan suka rela, keluarga dan saudara kita hadir memeriahkan Festival ini” Ungkap Saad Bima, Sutradara asal Bima.

H. Sutarman, turut hadir juga nampak semangat dan berdecak kagum dengan tumpah ruahnya warga Bima Dompu di Monas.

“Seumur-umur, baru kali ini Pagelaran acara Budaya melibatkan ribuan orang dan dilaksanakan secara kolosal” Ungkapnya.

Yusril Albima, atase Kedutaan Indonesia di Negara Sudan, hadir khusus dan nampak kebanggaan pada raut wajahnya.

“Ini sungguh luar biasa, apresiasi yang tinggi atas kerja dan kinerja panitia yang mampu menghadirkan peserta dan undangan sebanyak ini” Tuturnya.


Betty Rachmawati S.Psi Isteri Dandim 1608/Bima sekaligus  Ketua Persit KCK Cabang XXVII Bima juga ikut hadir dalam kegiatan budaya tersebut. Dengan mengenakan sarung tenun bima warna pink, Ia nampak bersemangat.

“Ini diluar dugaan saya akan banyak yang hadir. mudah-mudahan acara seperti ini tetap dilestarikan agar tetap bersinar dari tahun ke tahun,” akunya melalui pesan elektronik
 Ny Betty Rachmawati S.Psi (tengah)isteri Dandim 1608/Bima sekaligus Ketua Persit KCK Cabang XXVII Bima, hadiri pawai budaya di Monas.

https://www.insidepos.com/2018/07/15/800/festival-rimpu-warga-bima-dompu-serbu-monas/

Ribuan Masyarakat Bima-Dompu Meriahkan Festival Rimpu di Monas

Ribuan Masyarakat Bima-Dompu Meriahkan Festival Rimpu di Monas
Foto : Warga masyarakat Bima Dompu Jakarta tumpah ruah di Monas
Jakarta,- Ribuan masyarakat turun dari Bus dan Kendaraan pribadi. Para lelaki terlihat mengenakan sarung dengan menyilang badan. Sementara para Perempuannya terlihat melilitkan dikepala tanpa menutup wajah seperti halnya memakai jilbab. Orang Bima Dompu menyebutnya dengan “Rimpu”. Minggu pagi, (15/07/18).


Ketua Panitia Ruslan Idris yang dikonfirmasi oleh awak media mengatakan, Ribuan warga Bima dan Dompu se-Jabodetabek melakukan Pawai jalan kaki dari Bundaran HI menuju Monas. Mulai pada pukul 06:00 Wita hingga pukul 08:30 Wita. Semakin ramai, karena bersamaan dengan Car Free Day. Monas pun disesaki oleh peserta.

Foto : Bupati Bima Hj Indah Dhamayanti Putri serta Bupati Dompu H Bambang M Yasin

“Ini diluar ekspektasi kami, hitungan awal skitar 5.000 warga. Namun dari data masing masing korwil diakumulasi hingga mencapai 10.000 warga. Sungguh luar biasa respon warga Bima dan Dompu di Jakarta” Ungkap Ketua Panitia disela-sela acara Tari Rimpu di Panggung Utama.

Kata Ketua Panitia, Nampak hadir dan ikut jalan, Sekda Propinsi NTB, Dr. Rosiyadi Sayuti. Kadis Pariwisata NTB, Lalu Faozal. Kadis Perindustrian, Kepala Bappeda Propinsi NTB. Bupati Dompu dan bbrp kepala SKPD. Beberapa kepala SKPD Kabupaten Bima juga turut nampak, Kadis BPMDes Kabupaten Bima Drs Andi Sirajuddin dan H. Makruf berada dikerumunan warga.

Foto : Ketua Panitia Festival budaya Rimpu Bima Dompu saat diwawancara media

“Beberapa perwakilan Duta Besar juga turut hadir, seperti Kedutaan Sudan, Kedutaan Iran, Kedutaan Yaman, dan lainnya. H. Syarifuddin MM, Anggota DPR RI, Pak Ir Badrul Munir, mantan Wagub NTB nampak bersama Sultan Sumbawa, YM M. Kaharuddin. Para sesepuh Bima dan Dompu juga tak ketinggalan turut hadir, termasuk diantaranya Prof Hamdan Zulfa.”jelasnya

Sambungnya, Sementara Bupati Bima, turut juga hadir namun hanya sebentar dan sempat terlihat duduk diatas panggung utama ditemani oleh Bupati Dompu.”Acara dipandu secara Penuh oleh Ivan Kempo dan Jamaluddin Ikraman.” ungkapnya.

Tak Hanya itu, Saad Bima, Sutradara asal Bima.yang juga di temui ditempat yang sama, Beberapa pentas Budaya ditampilkan dipanggung utama seperti Ntumbu Tuta, Tari Rimpu, Tari Saremba Tembe, Tari Pako Fare, Gantao dan lainnya.”Ini sebuah kebanggaan bagi kita semua, bahwa dengan suka rela, keluarga dan saudara kita hadir memeriahkan Festival ini” Ungkapnya

H. Sutarman, turut hadir juga nampak semangat dan berdecak kagum dengan tumpah ruahnya warga Bima Dompu di Monas. “Seumur-umur, baru kali ini Pagelaran acara Budaya melibatkan ribuan orang dan dilaksanakan secara kolosal” Ungkap sutarman.

Yusril Al Bima, atase Kedutaan Indonesia di Negara Sudan, hadir khusus dan nampak kebanggaan pada raut wajahnya. “Ini sungguh luar biasa, apresiasi yang tinggi atas kerja dan kinerja panitia yang mampu menghadirkan peserta dan undangan sebanyak ini”, tuturnya.

(IBA)




Ketua Persit dan Ketua Bhayangkari Bima Hadiri Festival Rimpu di Monas

Jakarta, Lensa Post NTB – Paguyuban masyarakat Perantau Dompu - Bima Nusa Tenggara Barat (NTB) se Jabodetabek menggelar acara Festival Rimpu Bima - Dompu, minggu (15/7/2018). Festival Rimpu dimaksudkan untuk mengenalkan budaya leluhur Bima - Dompu ke masyarakat luas. Hadir memeriahkan acara tersebut, mantan Gubernur NTB, Drs. H. Harun al Rasyid, M.Si, mantan Ketua MK, H Hamdan Zoelva dan beberapa Pejabat penting, termasuk Ibu Ketua Persit 1608/ Bima dan Ibu Ketua Bhayangkari Polres Bima, nampak terlihat Ketua TP.PKK Kota Bima, Hj. Yani Marlina  M. Qurais.
Ketua Persit atau Istri Dandim 1608/ Bima, Ny. Betty Rachmawati, S.Psi mengapresiasi festival Rimpu Bima - Dompu, menurutnya kegiatan tersebut sangat positif dalam rangka menghidupkan dan melestarikan budaya leluhur dan sebagai pakaian khas masyarakat Bima - Dompu sejak dulu. Semoga budaya Rimpu dapat terus terjaga dan dilestarikan, dan jangan sampai kita meninggalkan kebudayaan kita sendiri, harap Betty. 
Untuk diketahui, bahwa perhelatan akbar yang pertama kali di gelar ini juga untuk menyambung tali silaturahmi dan mengobati rasa kangen perantau Dompu, Bima di Jabodetabek. Rimpu merupakan bagian dari budaya unik dengan menggunakan sarung tenun khas (tembe nggoli) yang terdiri dari 2 (dua) lembar sarung, satu digunakan untuk bagian atas (kepala) dan satunya lagi untuk menutup bagian bawah (badan hingga ujung kaki), biasanya para lelaki menggunakannya untuk katente tembe. 
ra memakai rimpu cukup sederhana, kain bagian atas dilingkarkan pada kepala hingga yang terlihat hanya wajah (Rimpu Colo) atau terlihat matanya saja (Rimpu Mpida).Seiring kemajuan menenun, Rimpu tidak hanya menggunakan tembe nggoli, kini tersedia beragam songket dengan motif-motif yang indah, namun motif yang banyak digunakan adalah motif dari filosofi Nggusu Waru seperti; bunga bersudut delapan, weri (bersudut empat mirip kue wajik), wunta cengke (bunga cengkeh), kakando (rebung), bunga satako (bunga setangkai). Budaya rimpu mulai dikenal sejak masuknya agama Islam di Bima Dompu yang dibawa oleh tokoh-tokoh agama Islam dari tanah Gowa Makassar. Meskipun di masyarakat Gowa sendiri tidak mengenal budaya rimpu. 
Jadi rimpu, merupakan kearifan lokal budaya perempuan Bima Dompu yang menjunjung tinggi ajaran Islam bahwa setiap perempuan yang sudah aqil balik diharuskan menggunakan busana hijab islam. (LP.NTB/Tim)


Lihat Berita  Mbojo Bima Lainnya

Investasi Kavling Tanah Perumahan di Griya Godo Permai yang merupakan Daerah Pengembangan Ibu Kota Kabupaten Bima Nusa Tenggara Barat. Jarak hanya + 1 Kilo meter dari Kantor Bupati Kab. Bima dan dari jalan utama hanya + 500 Meter.
READ MORE - Rimpu Menyapa Dunia

14 Juli, 2018

Dirjen Perikanan Tangkap beri Kuliah Umum Mahasiswa Pascasarjana UHO Kendari

 
Dirjen Perikanan Tangkap pada kunjungannya di Kendari, Bapak Muhammad Zulficar Mochtar, ST. M.Sc  memberikan  kuliah Umum kepada  mahasiswa Pascasarjana dan program Doktor (S3) Universitas Haluoleo Kendari serta Dosen Fakultas Kelautan dan Perikanan pada tanggal 12 Juli 2018. 



Menerima plakat Universitas Haluoleo
Paparan Dirjen Perikanan Tangkap berjudul "Kebijakan dan Program Pembangunan Perikanan Tangkap" dengan isi materi  Kebijakan dan Program Perikanan Tangkap, Dampak Kebijkan dan Peran Stakeholder Perikanan.





 



Kos Putri Salsabilla Kendari

BATIK MOTIF IKAN




READ MORE - Dirjen Perikanan Tangkap beri Kuliah Umum Mahasiswa Pascasarjana UHO Kendari

13 Juli, 2018

Satwas SDKP Kendari akan ditingkatkan Sarana Prasarananya

Kepala Seksi Sapras Pangkalan PSDKP Bitung Bapak Abdul Quddus, S.St.Pi Melakukan kegiatan pembinaan Satwas SDKP Kendari yang dibawa Pangkalan PSDKP Bitung pada tanggal  11-13 Juli 2018.

 Dalam kunjungan kernya beliau melihat lahan yang rencana akan dibangun rumah dinas di seputaran Pelabuhan Perikanan Samudera Kendari.



Kos Putri Salsabilla Kendari

BATIK MOTIF IKAN



READ MORE - Satwas SDKP Kendari akan ditingkatkan Sarana Prasarananya

Dirjen Perikanan Tangkap Berkunjung di TPI Higienis PPS Kendari

Direktur Jenderal Perikanan Tangkap Bapak Muhammad Zulficar Mochtar, ST. M.Sc melaksanakan kunjungan kerja di PPS Kendari pada tanggal 12 Juli 2018. Dalam kunjungan kerja ini Pak Dirjen meninjau kegiatan Tempat Pemasaran Ikan (TPI) Higienis PPS Kendari dengan berdialog dengan pelaku perikanan yang melaksanakan kegiatan perikanan di TPI Higienis.

 
Bapak Dirjen melihat langsung diatas kapal dan berdialog dengan Nahkoda.



 
Bapak Dirjen Berdialog dengan Pemilik Kapal
Melihat kegiatan sorti ikan dalam TPI Higienis
Dalam Kunjungan ini Dirjen Mengatakan permasalahan yang pokok yang perlu dipecahkan di pelabuhan perikanan adalah Pendataan Pendaratan ikan belum sepenuhnya benar, Para pemilikl/pengurus kapal belum jujur melaporkan hasil tangkapan dan manipulasi dokumen kapal dalam proses pengurusan perizinan.
Berdialog dengan Petugas TPI Higienis
Penyambutan Dirjen


Selalu Siap Sepatu dan Topi DJPT Ketika memasuki TPI Higienis
Bapak Dirjen Memberikan Arahan kepada Pejabat PPS Kendari
Tim Pengawal Dirjen Perikanan di Kendari






 
 Belum Lengkap Pegawai Ditjen Perikanan Tangkap  Kalau Belum Pakai Topi ini
Yang Berminat Hub 081342791003

KAVLINGAN GRIYA GODO PERMAI BIMA

Kos Putri Salsabilla Kendari

BATIK MOTIF IKAN

READ MORE - Dirjen Perikanan Tangkap Berkunjung di TPI Higienis PPS Kendari