Tampilkan postingan dengan label Formalin. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Formalin. Tampilkan semua postingan

27 Februari, 2018

Cara Menghilangkan Formalin pada Mie, Tahu dan Ikan

Oleh : HENY BUDI UTARI, PhD.

Formalin adalah bahan kimia berbahaya yang kerap dicampurkan ke makanan oleh pedagang curang. Sebagai konsumen kita pun jadi waswas, takut bila tanpa sengaja membeli makanan berformalin dan meracuni diri dan keluarga sendiri. Untungnya, ada cara untuk menghilangkan kadar formalin dari makanan.

1. Ikan Asin

Ikan asin yang berformalin perlu direndam selama 60 menit agar formalinnya terlepas dari ikan dan terlarut ke air rendamannya. Level formalin akan berkurang sebanyak 61.25% bila ikan asin direndam dalam air biasa. Sebaiknya, perendaman ikan asin dilakukan di air garam karena dapat menghilangkan level formalin hingga 89.5%.

2. Tahu

Tahu yang berformalin pun bisa dinetralkan dengan cara yang mudah. Cara terbaik adalah dengan merebusnya sampai mendidih kemudian menggorengnya. Teknik ini terbukti dapat menghilangkan hampir semua kandungan formalin di dalam tahu tersebut. Cara lain juga bisa dilakukan dengan mengukusnya atau merendamnya di air panas. Namun, kedua cara ini hanya dapat mengurangi kandungan formalinnya, bukan menghilangkannya secara total.

3. Mie Basah

Untuk mie basah, caranya lebih mudah lagi. Cukup rendam saja mie dalam air panas selama 30 menit. Teknik sederhana ini terbukti dapat menghilangkan kandungan formalinnya hingga 100%. Jangan lupa, cuci kembali mie dengan air biasa setelah perendaman untuk memastikan tidak ada sisa formalin yang masih menempel.

4. Ikan Segar

Ikan segar yang diberi formalin juga bisa dinetralkan kembali sehingga aman untuk dikonsumsi. Campurkan cuka ke dalam air hingga konsentrasinya mencapai 5%. Kemudian, rendam ikan di larutan tersebut selama 15 menit. **********
Tolong di share ke ibu2 yg lain agar terhindar dari formalin.😉


Mau Sehat Minum Air Izaura
Bebas Finansial Di Masa Depan Gabung Dgn Jaringan Bisnis Air Sehat Izaura
 
Cari Kos Kosan di Kota Kendari ini tempat 
Kos Putri Salsabilla Kendari
 Hub 081342791003
 
 
Menerima pesanan Kanopi, Pagar Besi, Jendela
 dengan Harga Murah dengan Sistim Panggilan.
Topi Pegawai Ditjen Perikanan Tangkap
Berminat Hub 081342791003 
 
 
Miliki Kavling tanah di Pusat Pemerintahan Kabupaten Bima di GRIYA GODO PERMAI BIMA
Berminat Hub 081342791003

 

READ MORE - Cara Menghilangkan Formalin pada Mie, Tahu dan Ikan

21 April, 2014

Pembuat Tahu Berformalin di Jaksel Dihukum 1 Tahun Penjara

Andi Saputra - detikNews

ilustrasi (rachman/detikcom)
Jakarta - Pembuat tahu berformalin, Iwan Hermawan (34) dihukum 1 tahun penjara. Formalin merupakan bahan pengawet mayat dan membahayakan kesehatan apabila dimakan manusia.

Terungkapnya tahu berformalin ini saat polisi menggerebek pabrik tahu di Kampung Bambon, Srengseng Sawah, Jakarta Selatan pada 21 November 2012 malam. Saat digerebek, didapati seperangkat pembuat tahu dan bahan bakku tahu yaitu kedelai.

"Yang diproduksi adalah tahu cina dengan bahan baku kacang kedelai, garam, bahan pengawet tahu formalin yang dibeli dari Tangerang," kata Iwan seperti tertuang dalam putusan PN Jakpus yang dilansir website Mahkamah Agung (MA), Kamis (17/4/2014).

Atas perbuatannya, pria yang mengenyam pendidikan hingga SMP itu akhirnya diadili di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan (PN Jaksel). Dalam putusannya, PN Jaksel menyatakan Iwan melakukan tindak pidana dengan sengaja menggunakan bahan tambahan pangan melampaui ambang batas maksimal yang ditetapkan sebagaimana dimaksud pasal 10 ayat 1 UU tentang Pangan.

"Mengadili, menjatuhkan pidana penjara selama 1 tahun," putus majelis PN Jaksel yang terdiri dari Hariono, Lendriaty Janis dan Matheus Samiadji pada 8 April 2013 silam. Hukuman ini 6 bulan lebih ringan dari tuntutan jaksa.

http://news.detik.com/read/2014/04/17/130413/2558137/10/pembuat-tahu-berformalin-di-jaksel-dihukum-1-tahun-penjara
READ MORE - Pembuat Tahu Berformalin di Jaksel Dihukum 1 Tahun Penjara

01 Maret, 2014

BAHAN TAMBAHAN BERBAHAYA



 Bahan berbahaya adalah bahan kimia baik dalam bentuk tunggal maupun campuran yang dapat membahayakan kesehatan dan lingkungan hidup secara langsung atau tidak langsung yang mempunyai sifat racun, karsiogenik, teratogenik, mutagenik, korosif dan iritasi (Peraturan Menteri Kesehatan Nomor: 472/Menkes/Per/V/1996 tentang Pengamanan Bahan Berbahaya Bagi Kesehatan).

Dasar Hukum:
1.    UU No. 18 Tahun 2012 tentang Pangan
2.    UU No. 31 Tahun 2004 Tentang Perikanan sebagaimana telah diubah dengan UU No. 45 Tahun 2009
3.    UU No. 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen
4.    PP No. 28 Tahun 2004 tentang Keamanan, Mutu dan Gizi Pangan
5.    Peraturan Menteri Kesehatan No. 722/MENKES/Per/IX/1988 tentang Bahan Tambahan Makanan sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Menteri Kesehatan No.1168/MENKES/Per/X/1999
6.    Keomen Kelautan dan Perikanan No. MEN.01/KPTS/2002 Tentang Sistem Manajemen Mutu Terpadu

Bahan kimia berbahaya yang sering disalahgunakan dengan ditambahkannya bahan tersebut pada produk-produk pangan ada 3 jenis, yaitu:

1.   Rhodamin B dan Methanil Yellow
a.    Rhodamin B merupakan zat berwarna berbentuk kristal merah keunguan dan tidak berbau. Dalam industri non-pangan rhodamin B digunakan sebagai bahan pewarna tekstil, cat dan kertas. Rhodamin B dalam kemasan plastik kecil dan tidak berlabel biasanya dijual di pasar sehingga dapat diakses oleh industri kecil dalam pengolahan pangan. Rhodamin B sering disalahgunakan sebagai zat pewarna kekerangan yang tidak segar serta ditemukan pada terasi.
 Walaupun memilikitoksisistas yang rendah, namun penggunaan Rhodamin B dalam jangka panjang dan berulang-ulang menyebabkan sifat racunnya terakumulasi. Keracunan pewarna tekstil  ini akan menyebabkan iritasi saluran pernafasan, iritasi pada kulit, mata dan saluran pencernaan serta gangguan hati. Rhodamin B juga bersifat karsiogenik sehingga penggunaan jangka panjang dapat menyebabkan kanker. Oleh karenanya zat pewarna ini dilarang untuk digunakan sebagai bahan tambahan makanan.
 
b.     Metanil yellow merupakan zat warna sintetik berbentuk serbuk berwarna kuning kecoklatan , larut dalam air, agak larut dalam aseton. Methanil yellow dibuat dari asam metanilat dan  difenilamin yang keduanya bersifat racun.

 
Methanil yellow biasa digunakan untuk mewarnai wool, nilon, kulit, kertas, cat, aluminium, detergent, kayu, bulu dan kosmetik. Zat pewarna ini yang sering disalgunakan sebagai bahan pewarna makanan. Metanil yellow sebagai senyawa kimia azo aromatik amin yang dapat memicu kanker dalam berbagai jaringan hati, kandung kemih, saluran pencernaan atau jaringan kulit.

2.   Formalin
Formalin adalah senyawa formaldehyde dengan rumus kimia (HCOH atau HC2O). Senyawa formalin memiliki banyak nama lain atau sinonim yaitu formol, morbicid, methanal, formid aldehyde, methyl oxide, oxymethylene, methyl adelhyde, oxomethane, karsan, methylene glycol, paraforin, poly-oxymethylene, glycols, superlysoform, tetraoxymethylene dan trioxane.

Pada dasarnya formalin merupakan senyawa berbentuk gas yang mudah menguap dalam suhu kamar. Umumnya formalin diperdagangkan dan digunakan dalam bentuk larutan yang disebut ‘larutan formalin’ dengan konsentrsi maksimum 40%. Senyawa ini memiliki karakteristik tidak berwarna, memiliki bau yang sangat tajam (menyengat) dan mudah larut dalam air. Formalin bersifat sangat beracun  sehingga banyak digunakan sebagai pembunuh kuman (desinfektan).
 
Dalam kehidupan sehari-hari larutan formalin banyak digunakan sebagai bahan campuran obat pembasmi lalat dan serangga, perekat kayu lapis, zat pewarna cermin kaca, pencegah korosi pada sumur minyak dan bahan peledak. Dalam dunia kedokteran formalin biasanya digunakan sebagai bahan pengawet mayat dan hewan-hewan untuk keperluan penelitian dan bukan merupakan bahan pengawet untuk pangan. Karena karakteristiknya yang sangat beracun, maka formalin dilarang digunakan sebagai bahan tambahan pangan termasuk dijadikan bahan pengawet ikan dan produk olahannya.
 
Gejala yang ditimbulkan akibat keracunan formalin antara lain sukar menelan, mual, sakit perut yang akut, disertai muntah-muntah, mencret berdarah, timbulnya depresi susunan saraf, atau gangguan peredaran darah. Selain itu formalin bersifat karsiogenik menyebabkan perubahan fungsi sel/ jaringan pada manusia.
 


Ciri-ciri ikan segar:
1.    Warna kulit cemerlang, jika ditekan dengan jari maka bekasnya akan hilang dengan cepat, bau segar
2.    Jika ikan disayar maka dagingnya terlihat cerah
3.    Warna insang merah cerah
4.    Bila dipegang lemas, lunglai

Ciri-ciri ikan berformalin
1.    Warna kulit pucat kusam, jika ditekan dengan jari maka terasa keras dan padat, bau asam
2.    Jika ikan disayat maka daging terlihat pucat kusam, jaringan daging longgar
3.    Warna insang pucat kusam agak keputihan
4.    Bila dipegang, keras, kaku dan tegang
   
3.   Boraks
Boraks adalah garam natrium dengan rumus kimia Na2B4O7.10H2O. boraks berbentuk kristal lunak dan mudah larut dalam air serta dapat mengembang, memberi efek kenyal dan mampu membunuh mikroba. Karena karakteristiknya yang mampu  membunuh mikroba, boraks bersifat sangat beracun sehingga dilarang digunakan sebagai bahan tambahan makanan. Dalam dunia industri non-pangan boraks banyak dimanfaatkan sebagai bahan campuran pembuatan kertas, gelas, pengawet kayu dan keramik, detergen dan antiseptik lemah. Namun demikian penyalahgunaan boraks sebagai bahan makanan sering digunakan pada produk perikanan seperti pada bakso ikan, dan sosis ikan karena karakteristiknya yang mampu memberi efek kenyal.
 
     Asam borat yang masuk ke dalam tubuh dapat menyebabakan mual, muntah, diare, sakit perut, penyakit kuli, kerusakan ginjal, kegagalan sistem sirkulasi akut, dan bahakan kematian.


     Ciri-ciri visual bakso ikan yang mengandung boraks:
1.    Tekstur kenyal seperti karet
2.    Rasa tepung kecut
3.    Daya tahan lebih dari 1 minggu
4.    Warna cunderung putih mengkilap

     Ciri-ciri visual bakso ikan yang tidak mengandung boraks:
1.    Tekstur kenyal
2.    Rasa khas ikan
3.    Daya athan tidak lebih dari 3 hari
4.    Warna sesuai jenis ikan



Bahaya boraks:
a.    Boraks sangat berbahaya jika dihirup, mengenai kulit, mata dan tertelan dapat menyebabakan iritasi pada saluran pencernaan, iritasi pada kulit, dan mata, mual, sakit kepala, nyeri hebat pada bagian perut atas.
b.    Jika dikonsumsi dalam jangka panjang akan menyebabakan kerusakan gimjal, kegagalan sitem sirkulasi akut bahkan kematian
c.    Konsumsi boraks 5-10 gr oleh anak-anak dapat menyebabkan shock dan kematian

Sumber : Direktorat Pengolahan Hasil Ditjen P2HP

Email mukhtar_api@yahoo.co.id



Mau Sehat Minum Air Izaura
Bebas Finansial Di Masa Depan Gabung Dgn Jaringan Bisnis Air Sehat Izaura
 
Cari Kos Kosan di Kota Kendari ini tempat 
Kos Putri Salsabilla Kendari
 Hub 081342791003
 
 
Menerima pesanan Kanopi, Pagar Besi, Jendela
 dengan Harga Murah dengan Sistim Panggilan.
Topi Pegawai Ditjen Perikanan Tangkap
Berminat Hub 081342791003 
 
 
Miliki Kavling tanah di Pusat Pemerintahan Kabupaten Bima di GRIYA GODO PERMAI BIMA
Berminat Hub 081342791003
 

READ MORE - BAHAN TAMBAHAN BERBAHAYA