Tampilkan postingan dengan label Kelautan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kelautan. Tampilkan semua postingan

12 Juni, 2023

Belum Berizin, KKP Hentikan Sementara Pengerukan Muara Sungai Tulang Bawang

 

Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) menghentikan sementara aktivitas pengerukan muara sungai Tulang Bawang di Provinsi Lampung. Hal itu dilakukan karena pihak perusahaan ditengarai melakukan pengerukan untuk proyek pendalaman alur muara sungai Tulang Bawang tanpa memiliki izin Persetujuan Kesesuaian Kegiatan Pemanfaatan Ruang Laut (PKKPRL).

"Tim Polisi Khusus PWP3K telah terjun langsung ke lokasi dan menghentikan kegiatan pengerukan yang dilakukan oleh PT STTP per Kamis (8/6)," kata Direktur Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan (PSDKP) Laksda TNI Adin Nurawaluddin dalam keterangan tertulis, Minggu (11/6/2023).


Selain tidak memiliki dokumen izin PKKPRL, tim Polisi Khusus Pengelolaan Wilayah Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil (PWP3K) juga mendapati bawa keberadaan Izin Usaha Pertambangan (IUP) bertentangan dengan Perda Lampung Nomor 1 Tahun 2018 tentang Rencana Zonasi Wilayah Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil (RZWP3K) Provinsi Lampung yang mengatur bahwa lokasi tersebut bukan termasuk lokasi penambangan.


Sebelumnya PT STTP menyebut telah mengantongi Izin Pemanfaatan Ruang, Persetujuan Kegiatan Kerja Keruk (SPK3), Surat Persetujuan Kerja dan IUP, namun belum mengurus izin PKKPRL sejak dimulainya pelaksanaan pengerukan di 2021 hingga Mei 2023.


Meski telah dimulai sejak 2 tahun lalu, PT STTP mengaku pengerukan hanya dilakukan sebanyak 7 kali, yakni 6 kali di 2022 dan 1 kali di 2023 karena ada kendala pada alat penyedot pasir.

"Kasus ini menjadi salah satu contoh akan pentingnya pengaturan pengelolaan hasil sedimentasi sebagaimana diatur dalam PP Nomor 26 Tahun 2023. Bahwa lokasi sedimentasi yang boleh dikeruk itu harus ditentukan oleh tim ahli, tidak boleh pihak tertentu saja yang menentukan," jelas Adin.


Usai penghentian sementara kegiatan pengerukan, tim Polisi Khusus PWP3K akan segera menindaklanjutinya dengan melakukan pemeriksaan lebih lanjut serta meninjau kembali IUP dan Perda RZWP3K Provinsi Lampung terkait proyek tersebut. Hal ini merupakan perintah langsung Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono yang turut menyaksikan langsung proses penindakan melalui video teleconference.


"Pihak perusahaan sudah setuju untuk menerima sanksi administratif yang akan dikenakan atas pelanggaran yang dilakukan dan akan segera mengajukan permohonan PKKPRL secara bertahap menyesuaikan area yang dikerjakan", kata Adin.
(aid/das)


Baca artikel detikfinance, "Belum Berizin, KKP Hentikan Sementara Pengerukan Muara Sungai Tulang Bawang" selengkapnya https://finance.detik.com/berita-ekonomi-bisnis/d-6766584/belum-berizin-kkp-hentikan-sementara-pengerukan-muara-sungai-tulang-bawang.

 


 

 

Lihat Berita Pesisir dan Pula Pulau Kecil Lainnya

Pegawai Pelabuhan Perikanan



 
Cari Kos Kosan di Kota Kendari ini tempatnya

 

Berminat Hub 081342791003 
  Menyediakan Batik Motif IKan
Yang Berminat Hub 081342791003
 
 


Miliki Kavling tanah di Pusat Pemerintahan Kabupaten Bima di 
Investasi Kavling Tanah Perumahan di Griya Godo Permai yang merupakan Daerah Pengembangan Ibu Kota Kabupaten Bima Nusa Tenggara Barat. Jarak hanya + 1 Kilo meter dari Kantor Bupati Kab. Bima dan dari jalan utama hanya + 500 Meter.
Berminat Hub 081342791003 

 

READ MORE - Belum Berizin, KKP Hentikan Sementara Pengerukan Muara Sungai Tulang Bawang

07 Juni, 2023

Trenggono: Kalau Pintar tak Akan Menolak Soal Ekspor Pasir Laut

Menteri Kelautan dan Perikanan, Sakti Wahyu Trenggono.
Foto: Republika/Dadang Kurnia
Menteri Kelautan dan Perikanan, Sakti Wahyu Trenggono.

 REPUBLIKA.CO.ID, KEBUMEN -- Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono ajak organisasi penggiat lingkungan bergabung dalam tim kajian yang dibentuk Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) sebagai tindak lanjut terbitnya peraturan pemerintah (PP) Nomor 26 Tahun 2023 tentang Pengelolaan Hasil Sedimentasi di Laut.

"Kalau dia pintar tidak akan menolak, masuk saja. Masuk, kemudian dia kaji. Kalau menurut dia (eksplorasi dan pengerukan hasil sedimentasi laut) ini merusak lingkungan, dia hentikan, tidak bisa, selesai," kata Trenggono saat ditemui di tambak udang budidaya berbasis kawasan (BUBK) Kebumen, Jawa Tengah, Selasa (6/6/2023).

Hal tersebut disampaikan Trenggono menanggapi beberapa organisasi penggiat lingkungan hidup yang menolak bergabung dalam tim kajian yang terdiri dari Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral, Kementerian Perhubungan, Pusat Hidro-Oseanografi, para akademisi serta praktisi. Trenggono menekankan bahwa hasil sedimentasi laut hanya bisa dilakukan dan diambil serta digunakan untuk kepentingan reklamasi baik di dalam negeri maupun luar negeri jika tim kajian menyetujui permintaan itu.

"Hati-hati ya, sedimentasi hanya bisa dilakukan, diambil, digunakan untuk kepentingan reklamasi baik di dalam negeri maupun luar negeri, hanya kalau tim kajian mengatakan itu bisa dilakukan. Kalau tidak, tidak bisa," ujarnya.

Trenggono menambahkan, organisasi penggiat lingkungan tidak bisa hanya melarang saja, perlu solusi bersama terkait masalah ekonomi yang menyangkut banyak orang. Dengan demikian, Trenggono melanjutkan, PP Nomor 26 Tahun 2023 tentang Pengelolaan Hasil Sedimentasi di Laut merupakan sebuah langkah tepat pemerintah untuk mengatur adanya pengerukan pasir laut ilegal di Indonesia menjadi sebuah langkah strategis yang lebih baik.

Diberitakan sebelumnya, Trenggono menuturkan, ekspor pasir laut bisa dilakukan dengan syarat pasir tersebut merupakan hasil sedimentasi dan kebutuhan dalam negeri telah terpenuhi.

"Ini peraturan pemerintah (PP) Nomor 26 Tahun 2023 tentang Pengelolaan Hasil Sedimentasi di Laut tujuannya untuk memenuhi kebutuhan reklamasi di dalam negeri, bahwa ada sisa untuk dibawa ke luar negeri, silahkan saja kalau tim kajian mengatakan sedimentasi ini boleh (ekspor) ya silakan," ujarnya.

 

 https://ekonomi.republika.co.id/berita/rvubgm457/soal-ekspor-pasir-laut-trenggono-kalau-pintar-tak-akan-menolak

 

 


 

 

Lihat Berita Pesisir dan Pula Pulau Kecil Lainnya

Pegawai Pelabuhan Perikanan



 
Cari Kos Kosan di Kota Kendari ini tempatnya

 

Berminat Hub 081342791003 
  Menyediakan Batik Motif IKan
Yang Berminat Hub 081342791003
 
 


Miliki Kavling tanah di Pusat Pemerintahan Kabupaten Bima di 
Investasi Kavling Tanah Perumahan di Griya Godo Permai yang merupakan Daerah Pengembangan Ibu Kota Kabupaten Bima Nusa Tenggara Barat. Jarak hanya + 1 Kilo meter dari Kantor Bupati Kab. Bima dan dari jalan utama hanya + 500 Meter.
Berminat Hub 081342791003 

 

 

 

 

READ MORE - Trenggono: Kalau Pintar tak Akan Menolak Soal Ekspor Pasir Laut

05 Juni, 2023

Ini Alasan Air Laut Terlihat Berwarna Biru

 Ini Alasan Air Laut Terlihat Berwarna Biru

Sebenarnya air laut tidak selalu terlihat biru. Kadang-kadang justru tampak lebih biru dari pada di waktu lain. Misalnya, laut yang lebih dalam airnya. Foto: Kumparan.com

KENDARI, TELISIK.ID - Banyak orang berspekulasi atau meyakini bahwa lautan berwarna biru karena pantulan dari langit. Padahal hal tersebut tidaklah benar.

 Mengutip dari Okezone.com, menurut National Oceanic and Atmospheric Administration (NOAA), lautan berwarna biru karena cara menyerap sinar matahari.

NOAA menjelaskan, ketika sinar matahari mengenai lautan, air dengan kuat menyerap warna dengan gelombang panjang di ujung warna merah spektrum cahaya, serta cahaya dengan panjang gelombang pendek.

Ini termasuk warna ungu dan ultraviolet. Dan NOAA menyebut sisa cahaya yang kita lihat sebagian besar terdiri dari panjang gelombang berwarna biru.

Namun, NOAA mencatat lautan dapat mengambil rona lain, termasuk merah dan hijau, jika cahaya memantul dari benda yang mengambang di dekat permukaan air, seperti sedimen dan ganggang.

Seberapa biru air laut tergantung pada seberapa banyak perairan yang ada untuk menyerap cahaya. Itu artinya semakin dalam lautan, tentunya juga akan semakin biru warna airnya.

Dikutip dari Detik.com, Hal ini karena, semakin banyak air, semakin banyak cahaya yang diserap. Itu sebabnya perairan laut dalam mungkin tampak biru tua gelap.

Kondisi lain bisa juga berwarna biru muda atau hijau yakni di perairan dangkal yang lebih dekat ke pantai. Warna-warna ini mungkin hasil dari pantulan cahaya yang memantul dari dasar laut, sedimen mengambang, atau kehidupan tanaman, seperti ganggang dan fitoplankton.

Sementara itu, jika diperhatikan lagi badan air lain, seperti sungai dan kolam, bisa tampak berwarna selain biru. Beberapa sungai, misalnya, mungkin tampak berwarna cokelat keruh dari pada biru yang indah.

Warna coklat pada beberapa badan air sering kali disebabkan oleh adanya sedimen di dalam air, terutama setelah air diaduk oleh badai atau hujan lebat.

Perairan bisa sangat jernih oleh beberapa hal. Contohnya, melihat kondisi perairan Karibia yang sebening kristal, yang biasanya berwarna hijau muda daripada jernih.

Perairan Karibia dipercaya sangat jernih karena lebih bersih dan mengandung lebih sedikit polusi. Namun, warna-warna tersebut lebih mungkin disebabkan oleh karakteristik khusus dari badan air yang bersangkutan.

Selain itu, kehidupan tanaman yang ada di banyak perairan Karibia dapat berkontribusi pada lebih banyak cahaya hijau yang dipantulkan kembali.

Beberapa perairan Karibia yang sangat indah juga cenderung lebih dangkal. Komposisi dasar laut yang mengandung karang juga turut memengaruhi kejernihan perairannya. (C)

Penulis: Nurdian Pratiwi

Editor: Kardin

 https://telisik.id/news/ini-alasan-air-laut-terlihat-berwarna-biru

 


 

 

Lihat Artikel Kesehatan Lainnya

Pegawai Pelabuhan Perikanan



 
Cari Kos Kosan di Kota Kendari ini tempatnya

 

Berminat Hub 081342791003 
  Menyediakan Batik Motif IKan
Yang Berminat Hub 081342791003
 
 


Miliki Kavling tanah di Pusat Pemerintahan Kabupaten Bima di 
Investasi Kavling Tanah Perumahan di Griya Godo Permai yang merupakan Daerah Pengembangan Ibu Kota Kabupaten Bima Nusa Tenggara Barat. Jarak hanya + 1 Kilo meter dari Kantor Bupati Kab. Bima dan dari jalan utama hanya + 500 Meter.
Berminat Hub 081342791003 

 

 

READ MORE - Ini Alasan Air Laut Terlihat Berwarna Biru