Tampilkan postingan dengan label Al-Qur'an. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Al-Qur'an. Tampilkan semua postingan

15 April, 2023

9 Rahasia REKENING GAIB Sepanjang Masa

 1. Rekening yang  pertama  belilah  sarung  atau  mukena.  

 Lalu  sedekahkanlah  di  masjid  yang  ramai  di sekitar  kota  Anda  yang  Anda  tahu.  Maka  setiap  kali  orang  memakai  sarung  atau  mukena  yang Anda  sedekahkan  ini,  maka  pahala  orang  yang  sholat  ini  pun  juga  akan  mengalir  kepada  Anda selama  sarung  dan  mukena  ini  dipakai.

2. Rekening yang  kedua,  berikanlah  sumbangan  kepada  masjid  yang  sedang  direnovasi  atau  dibangun.
 

Nggak  perlu  harus  besar,  kecil  pun  tak  masalah  yang  penting  Anda  menjadi  bagian  darinya.  Bisa nyumbang  biaya per  meternya, atau beliin  1  kardus keramiknya, 1  sak  semennya  bahkan 1  keran pun  tak  jadi soal.  Maka selama  masjid  ini  berdiri  dan  dipakai untuk sholat, pahala pun  akan  terus mengalir untuk  Anda.

Donasi Membangun Istana Kita di Surga ke rekening :
BSI :  7178066867 An : Mesjid Nurul Istiqomah di Kendari

https://www.youtube.com/shorts/1as-loQHUQA 


3. Rekening yang  ketiga,  belilah  Al  Quran.

  Lalu  letakkan  di  masjid-masjid  atau  di  rumah-rumah  tahfidz. Hadiahkan  Qur’an  ini.  Maka  selama  Qur’an  ini  terus  dibaca,  berharaplah  setiap  hurufnya  akan menjadi pahala  bagi Anda juga.

4. Rekening yang  keempat,  bersedekahlah  kepada  sekolah  atau  madrasah  yang  mengajarkan  Qur’an.
 

 Salah  satu  alasan  kenapa  saya  mendirikan  sebuah  TPA  dan  TK  adalah  karena  di dalamnya Qur’an diajarkan.  Dan  setiap  kali  Qur’an  dihapalkan  oleh  anak-anak,  hingga  nanti  dia  dewasa
menggunakannya  dalam  sholatnya,  insyaallah,  saya  pun  akan  mendapatkan  pahalanya.  Karena terhitung  sebagai pembuka  jalan  kebaikan.


5. Rekening yang  kelima,  tanggunglah  kehidupan  seorang  yatim. 


 Jika  Anda  berani  dan  mampu  maka tanggunglah  kehidupan  seorang  yatim.  Ini  seperti  membeli  nyawa  kedua.  Mungkin  kita  akan lebih  dulu  tua  dan  meninggal.  Maka  saat  itu  terjadi,  sementara  anak  yatim  yang  pernah  kita asuh  masih  tumbuh.  Seluruh  amal  kebaikannya  pun  akan  menjadi  wasilah  bagi  bertambahnya hitungan  amal  kita  pula.  Kalau  belum  punya  cukup  kemampuan,  minimal  bayarin  SPP bulanannya di  sekolah.


6. Rekening yang  keenam, tanggunglah  makan seorang  guru  atau  ustadz.  

Seorang  guru  yang  mengajar setiap  hari  dengan  ikhlas,  mengajarkan  kebaikan  ke  banyak  anak  sepanjang  hidupnya.  Jika  kita ikut  berbakti  menanggung  kehidupannya,  maka  kita  pun  akan  memiliki  rekening  amal  seperti yang  guru  tersebut  punya.  Karena  kita  adalah  yang  ikut  membantu  beliau  untu  terus  mampu memperpanjang  nafas  dakwahnya.

7. Rekening yang  ketujuh,  tanamlah  sebuah  pohon. 

 Menanam  pohon  akan  sangat  bermanfaat. Apalagi  jika  pohon  ini  mampu  hidup  ratusan  tahun.  Selain  membantu  menyediakan  oksigen, barang  siapa  yang  berteduh  di  bawahnya  pun  akan  terhitung  menjadi  catatan  amal  kebaikan kita. ini seperti  memiliki  pohon  amal yang  tiap  saat  bisa dipetik  tanpa mengenal  musiman.

8. Rekening yang  kedelapan,  belilah  kursi  roda. 

  Lalu  sedekahkanlah  ke  klinik  atau  rumah  sakit  atau panti  jompo.  Maka  setiap  kali  kursi  roda  ini  termanfaatkan.  Bisa  Anda  bisa  bayangkan  amalanamalan  baik  ini  pun  akan  terus mengalir untuk  Anda.

9. Rekening yang  kesembilan,  yang  paling  murah  diantara  semuanya.  Sebarkanlah tulisan ini  jika Anda merasa bahwa ini  bermanfaat.
Maka apapun  perbuatan baik yang  akan lahir setelah orang  membaca  artikel  ini,  semoga  itu  pun  menjadi  catatan  amal  kebaikan  Anda.  Karena  lewat membagikannya,  Anda  sudah  menjadi  pembuka  jalan  kebaikan  dan  menunjukkan  jalan  kebaikan kepada orang  lain. Itulah  bonus  terakhir  yang  bisa  saya  berikan  dan  semoga  bermanfaat.
Takabbalallahu minna wa minkum


Jika anda tergerak untuk mendapakan pertolongan Allah, maka lakukanlah


┅┅══✿❀📚❀✿══┅┅

*Bagi Yang Ikut Menyebarluaskan Tulisan Inspiratif Ini, Kami Doakan Agar ALLAH Menjadikan Dia & Anak Keturunannya "Pemimpin atau Pengusaha Muslim Yang Sukses Dunia Akhirat.Aamiinn 🤲🤲🤲

 


 

 

READ MORE - 9 Rahasia REKENING GAIB Sepanjang Masa

14 September, 2022

SABAR & SHOLAT", OBAT HADAPI MASALAH

 السلام عليكم ورحمة الله وبركاته


YAKIN DENGAN SABAR DAN SHOLAT, MASALAH ADA JALAN KELUARNYA

Siapapun yang namanya masih hidup di bumi ini pasti akan menghadapi masalah. Allah Ta’ala sebagai Pencipta Alam Semesta sudah mengetahui dan karena itu juga telah mempersiapkan metode terbaik dalam menghadapinya, yakni dengan sabar dan shalat.

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُواْ اسْتَعِينُواْ بِالصَّبْرِ وَالصَّلاَةِ إِنَّ اللّهَ مَعَ الصَّابِرِينَ

“Hai orang-orang yang beriman, jadikanlah sabar dan shalat sebagai penolongmu, sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang sabar.” (QS. Al-Baqarah 2: 153).

Syaih Aid Al-Qarni dalam buku fenomenalnya La Tahzan menuturkan bahwa jika Rasulullah ditimpa sebuah ketakutan, maka beliau akan segera melakukan shalat.

Lebih lanjut Syiah Aid Al-Qarni menjelaskan, Jika hati terasa menyesak, masalah yang dihadapi terasa sangat rumit dan tipu muslihat sangat banyak, maka bersegeralah datang ke tempat shalat dan shalatlah.

Sabar Beriringan dengan aktifitas shalat, dalam menghadapi masalah kita juga harus bersabar.

Menurut Syiah Aid Al-Qarni sabar adalah kemampuan jiwa untuk senantiasa berlapang dada, berkemauan keras, serta memiliki ketabahan yang besar dalam menghadapi masalah kehidupan.

Seberapa pun besar permasalahan yang kita hadapi, tetaplah bersabar. Karena kemenangan itu sesungguhnya akan datang bersama dengan kesabaran. Jalan keluar datang bersama kesulitan. Dan, dalam setiap kesulitan itu ada kemudahan.

Karena janji Allah adalah kabar gembira bagi orang-orang yang sabar.

 وَلَنَبْلُوَنَّكُمْ بِشَيْءٍ مِّنَ الْخَوفْ وَالْجُوعِ وَنَقْصٍ مِّنَ الأَمَوَالِ وَالأنفُسِ وَالثَّمَرَاتِ وَبَشِّرِ الصَّابِرِينَ

“Dan sungguh akan Kami berikan cobaan kepadamu, dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan. Dan berikanlah berita gembira kepada orang-orang yang sabar.” (QS. Al-Baqarah 2: 155).

Dengan demikian, usah sedih, apalagi putus asa. Biarlah masalah mewarnai hidup kita, apa pun dan sebesar apa pun. Semua itu pasti akan sirna seiring kita memohon solusi kepada Allah dengan sabar dan shalat.

Karena jika Allah sudah berjanji, mustahil Allah tidak menepatinya, yakinlah!


🤲🏼BAROKALLAHUFIKUM
🙏🏼*

والسلام عليكم ورحمة الله وبركاته


Kiriman WA Saudaraku / Abangku Chairul Budi Sasongko ( CBS ) 



 

Lihat Artikel Siraman Rohani Lainnya



Pegawai Kementerian Kelautan dan Perikanan



 
Cari Kos Kosan di Kota Kendari ini tempatnya


 

Topi KKP

Berminat Hub 081342791003 
 
 
  Menyediakan Batik Motif IKan
Untuk Melihat Klik
Yang Berminat Hub 081342791003



Miliki Kavling tanah di Pusat Pemerintahan Kabupaten Bima di 


Investasi Kavling Tanah Perumahan di Griya Godo Permai yang merupakan Daerah Pengembangan Ibu Kota Kabupaten Bima Nusa Tenggara Barat. Jarak hanya + 1 Kilo meter dari Kantor Bupati Kab. Bima dan dari jalan utama hanya + 500 Meter.
Berminat Hub 081342791003

 

READ MORE - SABAR & SHOLAT", OBAT HADAPI MASALAH

11 Juli, 2022

KEMENANGAN YANG HAKIKI


Syaikh Shalih Fauzan hafidzahullah (beliau merupakan salah satu ulama' di Saudi Arabia).
Suatu saat dimintai nasehat oleh seseorang, berkaitan dengan KESEDIHAN dan PENDERITAAN yang dialaminya secara beruntun.

Syaikh memberikan nasehat dengan menyampaikan beberapa ayat dan hadits.

Diantaranya;
firman Allah azza wa jalla:
 "Janganlah kalian merasa lemah dan janganlah kalian bersedih, kalian lebih mulia, jika kalian benar benar beriman."
(QS. Ali Imran : 139)

BELIAU juga menyampaikan ayat,
Apakah kamu mengira bahwa kamu akan masuk surga, padahal belum datang kepadamu (cobaan) seperti (yang dialami) orang-orang terdahulu sebelum kamu.

MEREKA ditimpa KEMELARATAN, PENDERITAAN, dan DIGUNCANG (dengan berbagai cobaan), sehingga Rasul dan orang-orang beriman bersamanya berkata,

"KAPANKAH datang pertolongan Allah ?"

INGATLAH
Sesungguhnya pertolongan Allah itu dekat.
(QS. Al baqarah : 214)

Kemudian BELIAU membaca hadits;
Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam bersabda:
"Ketahuilah bahwasannya KEMENANGAN itu bersama KESABARAN,
Dan......
JALAN KELUAR itu bersama KESULITAN,
Dan.....
Bahwasannya bersama KESULITAN ada KEMUDAHAN."
(HR. Tirmidzi)

*Keluargaku dan sahabatku,

JANGANLAH kalian berputus asa dari datangnya JALAN KELUAR,

Seseorang yang diuji dengan berbagai macam musibah TIDAK BOLEH PUTUS ASA dari rahmat Allah.

NABI Ya'qubalaihis salam, ketika BELIAU diuji kehilangan anaknya, maka BELIAU berkata kepada anaknya yang lain,
WAHAI anak-anakku hendaklah kalian mencari keberadaan Yusuf dan saudaraNya,
JANGANLAH kalian PUTUS ASA dari rahmat Allah, karena TIDAK ADA yang berputus asa dari rahmat Allah kecuali orang-orang kafir.

INILAH jalan para Nabi,
mereka TIDAK PUTUS ASA, mereka YAKIN akan datangnya pertolongan Allah.

Karena Allah TIDAK akan mengingkari janjiNya.

PELAJARAN YANG BISA KITA AMBIL:
1. Orang yang mengaku beriman dan ingin masuk surga,
PASTI mendapatkan UJIAN.

BERAT ringannya UJIAN sesuai dengan kualitas keimanan seorang hamba.

2. BERSAMA dengan UJIAN, KESULITAN PASTI ada KEMUDAHAN dan JALAN KELUAR.


Bagi yang rutin membaca Alquran akan menemukan banyak kata al-fauz (kemenangan, keberuntungan, dan ke ba hagia an), tapi hanya sedikit orang yang mau memahami maknanya. Seperti apa karakteristik orang yang akan meraih kemenangan yang hakiki itu?

Pertama, beriman kepada Allah SWT. Yaitu, orang-orang yang ber iman kepada Allah SWT dengan ke imanan yang kokoh. Maka, baginya dijanjikan dengan mendapatkan surga,dan inilah hakikat keberuntungan yang sesungguhnya (QS at-Taubah [9]: 72).

Kedua, beramal saleh. Yaitu, orang-orang yang dapat membukti kan keimanannya dengan amal saleh. Maka itu, baginya akan mendapatkan surga, dan inilah hakikat keber untung an yang sesungguhnya (QS al- Buruj [85]: 11).

Ketiga, mengikuti Rasulullah SAW. Maka, baginya akan mendapatkan surga,dan inilah hakikat kemenangan yang se sungguhnya (QS at-Taubah [9]: 100). Keempat, menjauhi kemaksiatan. Yaitu, orang-orang yang tidak ber maksiat kepada Allah dan Rasul-Nya, dan hanya taat kepada-Nya dan Ra sul-Nya. Maka, baginya akan menda patkan surga,daninilah kemenangan yang sesungguhnya (QS an-Nisa [4]: 13-14).

Kelima, benar dan jujur. Yaitu, orang-orang yang jujur dan istikamah dalam kebenaran. Maka, baginya akan mendapatkan surga, dan inilah hakikat keberuntungan yang sesungguhnya (QS al-Maidah [5]: 119). Keenam, orang-orang yang takut akan azab hari kiamat. Maka, baginya akan mendapatkan rahmat-Nya dan dijauhkan dari azab neraka. Inilah hakikat keberuntungan yang sesung guhnya (QS al-An'am [6]: 15-16).

Ketujuh, bertakwa. Yaitu, orangorang yang bertakwa kepada Allah, dengan menjalankan segala perin tah-Nya dan menjauhi larangan-Nya. Maka, baginya akan mendapatkan ba lasan surga, dan inilah hakikat kemenang an yang sesungguhnya. (QS an-Nur [24]: 52).

Kedelapan, orang-orang yang beriman dan berjihad dengan harta dan jiwa. Maka, baginya akan menda patkan balasan surga, dan inilah hakikat kemenangan yang sesung guhnya (QS at-Taubah [9]: 88-89). Kesembilan, menjauhkan diri dari jalan dan tipu daya setan. Yaitu, orang-orang yang tidak mau meng ikuti akan langkah-langkah setan. Maka, baginya dijauhkan dari siksa api neraka, dan inilah hakikat ke menangan yang sesungguhnya (QS ash-Shaffat [37]: 50-61).

Kesepuluh, bersabar. Yaitu, orang-orang yang mampu bersabar terhadap berbagai ejekan yang diala matkan kepadanya. Maka, baginya balasan surga, dan inilah hakikat kemenangan yang sesungguhnya (QS al-Mukminun [23]: 109-111).

Semoga kita tabah dan sabar menerima cobaan,  guna meraih kemenangan yang hakiki, Aamiin YRA 🤲🤲

Wassalamualaikum wr wb

🙏🙏

 

Kiriman WA Saudaraku / Abangku Chairul Budi Sasongko ( CBS ) 



 

Lihat Artikel Siraman Rohani Lainnya



Pegawai Kementerian Kelautan dan Perikanan



 
Cari Kos Kosan di Kota Kendari ini tempatnya


 

Topi KKP

Berminat Hub 081342791003 
 
 
  Menyediakan Batik Motif IKan
Untuk Melihat Klik
Yang Berminat Hub 081342791003



Miliki Kavling tanah di Pusat Pemerintahan Kabupaten Bima di 


Investasi Kavling Tanah Perumahan di Griya Godo Permai yang merupakan Daerah Pengembangan Ibu Kota Kabupaten Bima Nusa Tenggara Barat. Jarak hanya + 1 Kilo meter dari Kantor Bupati Kab. Bima dan dari jalan utama hanya + 500 Meter.
Berminat Hub 081342791003
READ MORE - KEMENANGAN YANG HAKIKI

29 Mei, 2022

Hidup Yang Barokah

Menurut Dr. Habib Salim Segaf Al Jufri, Barokah atau berkah adalah kondisi yang diinginkan oleh hampir semua hamba yang beriman, karenanya orang akan mendapat limpahan kebaikan dalam hidup.

Barokah bukanlah serba cukup dan mencukupi saja, akan tetapi barokah ialah bertambahnya ketaatanmu kepada الله dengan segala keadaan yang ada, baik  berlimpah atau sebaliknya.

Barokah itu:

البركة تزيدكم فى الطاعة
 "...albarokatu tuziidukum fii tha'ah."

Barokah itu menambah taatmu kepada الله

Hidup yang barokah itu bukan hanya sehat, tapi kadang sakit itu justru barokah sebagaimana Nabi Ayyub عليه السلام, sakitnya menambah taatnya kepada الله.

Umur yang Barokah itu tak selalu panjang umur, ada yang umurnya pendek tapi dahsyat taatnya layaknya Mush'ab ibn Umair.

Tanah yang barokah itu bukan karena subur dan panoramanya indah, karena tanah yang tandus seperti Makkah punya keutamaan di hadapan الله ...
Tiada banding....
Tiada tara.

Makanan barokah itu bukan yang komposisi gizinya lengkap, tapi makanan itu mampu mendorong pemakannya menjadi lebih taat setelah makan.

Ilmu yang barokah itu bukan yang banyak riwayat dan catatan kakinya, akan tetapi yang barokah ialah yang mampu menjadikan seorang meneteskan keringat dan darahnya dalam beramal & berjuang untuk agama الله.

Penghasilan barokah juga bukan gaji yg besar dan berlimpah, tetapi sejauh mana ia bisa jadi jalan rejeki bagi yang lainnya dan semakin banyak orang yang terbantu dengan penghasilan tersebut.

Anak² yang barokah bukanlah saat kecil mereka lucu dan imut atau setelah dewasa mereka sukses bergelar & mempunyai pekerjaan & jabatan hebat, tetapi anak yang barokah ialah yang senantiasa taat kepada Tuhan-Nya dan kelak di antara mereka ada yang lebih shalih & tak henti²nya mendo'akan kedua Orangtuanya

Jalan menuju hidup yang barokah :

Mengingat Allah di setiap waktu

Surat Al  A'raf ayat 205 :
"Dan  ingatlah Tuhanmu  dalam hatimu dengan rendah hati dan rasa takut, dan dengan tidak mengeraskan suara, pada waktu pagi dan petang dan janganlah kamu termasuk orang-orang yang lengah ".


Surat Thoha ayat 130 :
"Dan  bertasbihlah  dengan memuji Tuhanmu, sebelum matahari terbit dan sebelum terbenam. "


Surat Al Mu'min ayat 55 :
"Dan bertasbihlah  seraya memuji Tuhanmu pada waktu petang dan pagi ".


Surat An Nur ayat 36 - 37 :
"Cahaya itu di rumah-rumah yang disana telah diperintahkan untuk memuliakan dan menyebut namaNya , di sana bertasbih mensucikan namaNya pada waktu pagi dan petang , orang yang tidak dilalaikan oleh perdagangan dan jual beli dari mengingat Allah ."


Surat As Shad ayat 18 :
"Sungguh, Kamilah yang menundukkan gunung-gunung untuk bertasbih bersama Daud  pada waktu petang dan pagi. "

Mendirikan sholat

Ketika kita tidak mengetahui harus memulai dari mana untuk memperbaiki hidup kita, maka mulailah untuk memperbaiki shalat kita dan memperbaiki keadaan diri kita, karena saat kita mampu memperbaiki keduanya sudah pasti Allah akan memperbaiki hidup kita.
Karena di dalam diri kita mungkin masih banyak sekali kekurangan yang harus disempurnakan. Sebab, setiap manusia pasti tidak akan luput dari yang namanya dosa, hingga seakan dosa sudah melekat pada diri kita.

Musibah, bencana  maupun cobaan hidup yang menghampiri kita terkadang karena kita melakukan kesalahan-kesalahan dengan sengaja, sebab kekhilafan itu yang kadang membujuk nafsu untuk bermain dan melupakan peraturan Allah.
Begitu pula dengan tindakan yang tidak disengaja, karena terkadang kita melakukan dosa yang kita pun terkadang tidak sadar bahwa itu dosa, seperti halnya menyakiti hati orang lain dengan bahasa kita yang kasar.

Banyak kesalahan yang telah kita lakukan entah sengaja maupun tidak sengaja.
Hingga akhirnya kita akan bertanya “sampai kapan aku akan begini?”
Banyak kesalahan yang kita telah lakukan entah  sengaja maupun tidak sengaja, hingga akhirnya kita sampai pada titik dimana kita akan bertanya “Apa selamanya aku akan menjadi begini?
Hingga, akhirnya muncul kembali pertanyaan “Terus harus mulai dari mana?”.
Nah, disaat pertanyaan itu muncul dibenak kita maka perbaiki diri kita melalui shalat kita.

Jangan khawatir Allah tidak Mengijabah perbaikan diri kita.
Jika hati kita sudah benar-benar mengarah pada-Nya.
Maka sudah pasti Allah akan menyentuh kita melalui hidayahnya, sehingga kondisi kita pun akan menjadi lebih baik dalam menjalani kehidupan seperti yang kita butuhkan.

Mulailah dari memperbaiki sholat kita, karena shalat merupakan ibadah yang paling utama dalam Islam.
Dan mengapa kita harus memperbaiki shalat terlebih dahulu untuk menjadi lebih baik? Karena memulai perbaikan diri dengan memperbaiki shalat terlebih dahulu memang adalah hal yang tepat dan benar.
Karena shalat merupakan ibadah yang paling utama dalam menghamba kepada Allah, dan apabila shalatmu sudah baik menurut Allah, maka sudah jelas kehidupan kita juga akan membaik. Shalat juga merupakan tiang agama, maka jagalah shalat kita agar kehidupan kita tetap terjaga dengan baik.

Nah.....Apabila agama kita sudah kita jaga dengan baik, sudah tentu pula Allah akan menjaga kita, menjaga kehidupan kita, dan menjaga apa-apa yang kita butuhkan dalam hidup kita.

Rasulullah SAW. pun berwasiat kepada Ibnu Abbas agar menjaga Allah SWT.

عَنْ ابنِ عباسٍ رضي الله عنهما، قَالَ: كنت خلف النَّبيّ صلى الله عليه وسلم يوماً، فَقَالَ: "يَا غُلامُ، إنِّي أعلِّمُكَ كَلِمَاتٍ: احْفَظِ اللهَ يَحْفَظْكَ، احْفَظِ اللهَ تَجِدْهُ تُجَاهَكَ، إِذَا سَألْتَ فَاسأَلِ الله، وإِذَا اسْتَعَنْتَ فَاسْتَعِنْ باللهِ، وَاعْلَمْ أنَّ الأُمَّةَ لَوْ اجْتَمَعَتْ عَلَى أنْ يَنْفَعُوكَ بِشَيءٍ لَمْ يَنْفَعُوكَ إلاَّ بِشَيءٍ قَدْ كَتَبهُ اللهُ لَكَ، وَإِن اجتَمَعُوا عَلَى أنْ يَضُرُّوكَ بِشَيءٍ لَمْ يَضُرُّوكَ إلاَّ بِشَيءٍ قَدْ كَتَبَهُ اللهُ عَلَيْكَ، رُفِعَتِ الأَقْلاَمُ وَجَفَّتِ الصُّحفُ
   
Dari Abdullah bin Abbas RA, bahwa Rasulullah SAW bersabda, "Jagalah Allah, niscaya Dia menjagamu; jagalah Allah, niscaya kamu mendapati-Nya bersamamu; jika kamu mempunyai permintaan, mintalah kepada Allah; jika kamu membutuhkan pertolongan, minta tolonglah kepada Allah. Ketahuilah, seandainya seluruh manusia bersatu untuk memberi manfaat dengan sesuatu, mereka tidak akan dapat melakukannya kecuali dengan sesuatu yang telah Allah tetapkan untukmu; dan jika mereka bersatu untuk mencelakakanmu dengan sesuatu, mereka tidak akan dapat melakukannya kecuali dengan sesuatu yang telah Allah tetapkan untukmu. Pena telah diangkat dan lembaran-lembaran telah mengering"
(HR At Turmudzi).

Bila kita "menjaga Allah", maka Allah akan pula menjaga kita. Penjagaan Allah kepada kita, tentu berbeda dengan "penjagaan" kita pada-Nya. Penjagaan Allah sangat luas, sempurna, dan jangkauannya meliputi dunia akhirat.
Bentuk penjagaan Allah di dunia bermacam-macam.
Di antaranya, Allah akan menjaga kita dari hal-hal yang akan memudharatkan. Allah memberikan kita kesehatan, kesempurnaan fisik, ilmu, ataupun fasilitas untuk semakin mengenal-Nya.
Atau pun ditundukkannya alam semesta untuk kita.

Sedang penjagaan Allah di akhirat berbentuk terbebasnya kita dari azab neraka. Allah SWT berfirman:

مَنْ عَمِلَ صَالِحًا مِنْ ذَكَرٍ أَوْ أُنْثَىٰ وَهُوَ مُؤْمِنٌ فَلَنُحْيِيَنَّهُ حَيَاةً طَيِّبَةً ۖ وَلَنَجْزِيَنَّهُمْ أَجْرَهُمْ بِأَحْسَنِ مَا كَانُوا يَعْمَلُونَ

"Barang siapa yang mengerjakan amal saleh, baik laki-laki ataupun perempuan dalam keadaan beriman, maka akan Kami berikan kepadanya kehidupan yang baik"
(QS An-Nahl [16]: 97).

Kedua, keharusan bertawakal kepada Allah dalam segala hal. Adalah sesuatu yang wajar, tatkala kita hanya menyembah Allah, kita pun akan meminta hanya kepada Allah. Inilah prinsip akidah terpenting.
Tidak ada yang digantungi, dimintai, dan diharapkan, kecuali Allah.

إِيَّاكَ نَعْبُدُ وَإِيَّاكَ نَسْتَعِينُ

"Hanya kepada Engkaulah Kami menyembah, dan hanya kepada Engkaulah kami memohon pertolongan"
(QS Al Fatihah: 5).

Ketiga, keharusan untuk yakin bahwa tiada musibah dan kesenangan, melainkan atas kehendak Allah. Aplikasinya, kita harus optimis dalam hidup dan tidak takut dengan apapun dan siapapun, selain oleh Allah.
Rasul bersabda, "Seandainya seluruh manusia bersatu untuk memberi manfaat atau mudharat dengan sesuatu, mereka tidak akan dapat melakukannya kecuali dengan sesuatu yang telah Allah tetapkan untukmu"

Demikian pula bila kita menjaga Allah, maka Allah pun akan selalu menyertai kita. Syaratnya, kita selalu mengingat Allah dalam keadaan senang ataupun susah, maka Allah akan selalu mengingat kita dikala senang maupun susah.
Menurut sebuah hadis qudsi, bila Allah selalu bersama kita, maka apapun yang kita lakukan, hakikatnya Allah-lah yang "melakukan".

Semoga pasca puasa Ramadhan, ketaqwaan kita meningkat, sehingga kehidupan kita penuh barokah, Aamiin YRA 🤲🏻🤲🏻

Wassalam mualaikum wr wb

Kiriman WA Saudaraku / Abangku Chairul Budi Sasongko ( CBS ) 



 

Lihat Artikel Siraman Rohani Lainnya



Pegawai Kementerian Kelautan dan Perikanan



 
Cari Kos Kosan di Kota Kendari ini tempatnya


 

Topi KKP

Berminat Hub 081342791003 
 
 
  Menyediakan Batik Motif IKan
Untuk Melihat Klik
Yang Berminat Hub 081342791003



Miliki Kavling tanah di Pusat Pemerintahan Kabupaten Bima di 


Investasi Kavling Tanah Perumahan di Griya Godo Permai yang merupakan Daerah Pengembangan Ibu Kota Kabupaten Bima Nusa Tenggara Barat. Jarak hanya + 1 Kilo meter dari Kantor Bupati Kab. Bima dan dari jalan utama hanya + 500 Meter.
Berminat Hub 081342791003


READ MORE - Hidup Yang Barokah

16 Mei, 2022

Nasihat Rasulullah: Memperbanyak Ucapan Hauqalah

Oleh Abdul Gaffar Ruskhan

اَلسَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ

Apa kabar saudaraku? Ada kalimat zikir yang sangat dahsyat manfaat dan nilainya di sisi Alah Swt., yakni ucapan hauqalah atau Lā hawla wa lā quwwata illā billāhil-‘aliyyil-‘azhīm. Kedahsyatannya disebutkan di dalam hadis bahwa kalimat itu berasal dari harta karun yang tersimpan di bawah Arasy, bahkan di dalam hadis yang lain simpana di surga. Itulah salah satu nasihat Rasulullah saw. kepada   Abu Zarr al-Gifari yang juga nasihat bagi umat Nabi Muhammad saw.

أَمَرَنِي بِحُبِّ الْمَسَاكِينِ، وَالدُّنُوِّ مِنْهُمْ، وَأَمَرَنِي أَنْ أَنْظُرَ إِلَى مَنْ هُوَ دُونِي، وَلَا أَنْظُرَ إِلَى مَنْ هُوَ فَوْقِي، وَأَمَرَنِي أَنْ أَصِلَ الرَّحِمَ وَإِنْ أَدْبَرَتْ، وَأَمَرَنِي أَنْ لَا أَسْأَلَ أَحَدًا شَيْئًا، وَأَمَرَنِي أَنْ أَقُولَ بِالْحَقِّ وَإِنْ كَانَ مُرًّا، وَأَمَرَنِي أَنْ لَا أَخَافَ فِي اللهِ لَوْمَةَ لَائِمٍ، وَأَمَرَنِي أَنْ أُكْثِرَ مِنْ قَوْلِ: لَا حَوْلَ وَلَا قُوَّةَ إِلَّا بِاللهِ، فَإِنَّهُنَّ مِنْ كَنْزٍ تَحْتَ الْعَرْشِ

“Beliau (1) menyuruhku untuk mencintai orang orang miskin dan dekat dengan mereka, (2) menyuruhku untuk melihat kepada orang yang lebih susah dariku dan jangan melihat kepada orang yang lebih senang dariku, (3) menyuruhku untuk menyambung silaturahim walaupun diputus, (4) menyuruhku agar tidak meminta kepada siapa pun, (5) menyuruhku mengatakan kebenaran walaupun pahit, (6) menyuruhku agar tidak takut cercaan orang yang mencerca saat berada di jalan Allah, dan (7) menyuruhku untuk memperbanyak ucapan Lā hawla wa lā quwwata illā billāh karena ia berasal dari harta karun yang berada di bawah ‘Arasy.”  (HR Ahmad No. 21509 dan disahihkan oleh Syaikh Al-Bani)

Ucapan Lā haula wa lā quwwata illā billāh  merupakan kalimat zikir yang memiliki keutamaan. Rasulullah saw. menyebutkan bahwa kalimat zikir itu merupakan harta karun yang tersimpan di bawah Arasy. Di dalam hadis yang lain, Rasulullah saw. juga mewasiatkan kepada Abdullah bin Qais r.a. bahwa kalimat zikir itu merupakan simpanan surga dengan sabdanya,

  يَا عَبْدَ اللهِ بْنَ قَيْسٍ، أَلَا أَدُلُّكَ عَلَى كَنْزٍ مِنْ كُنُوْزِ الجَنَّةِ؟ قُلْتُ: بَلى يَا رَسُوْلَ الله، قَالَ: لَا حَوْلَ وَلَا قُوَّةَ إِلَّا بِاللهِ  

 “Wahai Abdullah bin Qais, maukah aku tunjukkan kepadamu suatu simpanan dari berbagai simpanan surga?” Aku menjawab, “Tentu, wahai Rasulullah.” Kemudian beliau bersabda: “Lā haula wa lā quwwata illā billāh  .” (HR Bukhari). Lengkapnya,

 لَا حَوْلَ وَلَا قُوَّةَ إِلَّا بِاللهِ العَلِيِّ العَظِيْمِ

“Tiada daya dan upaya kecuali dengan kekuatan Allah Yang Mahatinggi lagi Mahaagung.”
Menurut Syekh Muhammad Asyraf bin Amir Syaraful-Haq as-Siddiqi (wafat 1329 H), yang dimaksud simpanan (kanzun) pada hadis di atas adalah pahala yang disimpan Allah di dalam surga. Kelak di akhirat simpanan itu akan diberikan kepada orang-orang yang membaca kalimat Lā haula wa lā quwwata illā billāh. Dapat juga diartikan sebagai barang surga yang sangat indah yang sudah dipersiapkan oleh Allah Swt. untuk orang-orang yang membacanya. (As-Siddiqi IV, 2009:  271)

Ada beberapa keutamaan dan keistimewaan dari kalimat hauqalah yang dijelaskan oleh beberapa ulama sebagai berikut.

  1. Pendapat Syekh Abul ‘Ala al-Mubarakfuri  tentang Imam Nawawi

Syekh Abul ‘Ala al-Mubarakfuri dalam salah satu kitabnya, yakni Tuhfatul Ahwâdzi, menjelaskan penafsiran dari Imam Nawawi tentang kalimat hauqalah. Ia berkata, ‘Kalimat Lā hawla wa lā quwwata illā billāh atau hauqalah adalah kalimat yang penuh kepatuhan dan kepasrahan diri (kepada Allah) dan sungguh seorang hamba tidak memiliki urusannya sedikit pun, tidaklah ia memiliki daya untuk menolak keburukan, dan tidak memiliki kekuatan untuk menarik kebaikan, kecuali dengan kehendak Allah Swt.”

  • Pendapat Al-Hafidh Muhammad bin ‘Abdurrauf al-Munawi

Menurutnya, dalam kalimat hauqalah terdapat pengakuan orang yang melepas daya dan kekuatan diri dan menyandarkannya hanya kepada kehendak Allah Swt. “Ini merupakan prinsip tauhid yang sebenarnya, yaitu menyandarkan semua urusan kepada Allah Swt. semata.”

  • Pendapat Imam Ibnu Hajar al-Asqalani

Dalam penafsirannya, makna kalimat hauqalah adalah tidak ada yang memiliki daya untuk bisa menghindar dari maksiat, kecuali dengan adanya penjagaan dari Allah. Tidak ada yang memiliki kekuatan untuk melakukan ketaatan, kecuali mendapatkan taufiq dari Allah Swt.

  •  Pendapat Sayyid Muhammad bin ‘Ali Ba Alawi

Ia berpendapat bahwa maksud memasrahkan semua urusan kepada Allah Swt. ialah orang tidak lagi meragukan keadaannya dan percaya penuh bahwa semuanya menjadi kehendak Allah Swt. Ia juga percaya bahwa urusan rezekinya dan rezeki seluruh makhluk di dunia sudah diatur dan dijamin oleh Allah Swt.

Gambaran yang tepat menurutnya adalah seperti kepercayaan burung pada rezekinya. Dia menjalankan kesehariannya tanpa persiapan. Semua makanan yang dimiliki akan dihabiskan saat itu juga tanpa berpikir makanan selanjutnya. Artinya, sebisa mungkin tingkat kepercayaan manusia terhadap rezekinya bisa sama dengan kepercayaan burung yang tidak pernah mengkhawatirkan rezekinya. (Muhammad bin ‘Ali Ba Alawi al-Husaini at-Tarimi, al-Wasâ-ilusy Syâfi’ah fil Adzkârin Nâfi’ah wal Aurâdil Jâmi’ah)

Adanya nasihat Rasulullah saw. kepada Abu Zarr al-Gifari dan Abdullah bin Qais merupakan motivasi yang tinggi bagi umat Islam untuk meraih simpanan Allah yang ada di Arasy dan di dalam surga. Simpanan itu akan diberikan Allah nanti di akhirat.

Ada beberapa keistimewaan membaca kalimat hauqalah.

  1. Memberikan kekuatan
    Kalimat hauqalah akan memberikan kekuatan bagi yang melazimkannya. Di dalamnya terkandung makna bahwa manusia tidak memiliki daya dan upaya, kecuali pemiliknya adalah Allah Swt.  Di dalam kalimat itu terkandung adanya pertolongan dari Allah yang akan diberikan kepada orang yang senantiasa mengucapkan kalimat itu. Setiap orang yang memiliki masalah atau kebimbangan hati dianjurkan membaca kalimat hauqalah sebab akan menumbuhkan harapan datangnya pertolongan dari Allah Swt. Tiada kekuatan yang paling dahsyat selain kekuatan yang datang dari Allah Yang Mahakuasa.
  2. Meringankan beban hidup
    Manusia di muka bumi ini tidak ada yang tidak menghadapi masalah. Masalah itu bisa datang, seperti dari diri sendiri, keluarga, aktivitas di tempat bekerja.  Dari setiap masalah yang datang tentu ada jalan keluarnya. Jalan keluarnya dilakukan dengan memohon kepada Allah Swt. dengan melakukan salat, berdoa, dan lazimkan membaca zikir kalimat hauqalah. Kalimat itu memiliki makna yang luar biasa karena ada penyerahan total kepada Allah Yang Mahakuasa. Jika manusia itu bersungguh-sungguh berserah diri kepada Allah atas setiap masalah, Allah Swt. akan mencarikan jalan keluar dan memberikan kemudahan kepadanya.

وَمَنْ يَتَوَكَّلْ عَلَى اللَّهِ فَهُوَ حَسْبُهُ

“Siapa yang bertawakal kepada Allah niscaya Allah akan mencukupkan (keperluan)-nya”. (QS At-Talaq [65]: 3)

  • Menyejukkan hati
    Manusia memiliki emosi yang sering tidak terkendali. Ketika emosi memuncak, hati menjadi gundah dan pikiran menjadi kacau. Bahkan, ia akan melakukan dosa ikutan dengan mengeluarkan kata-kata yang tidak baik. Akibatnya, manusia terjerumus pada perbuatan yang tercela. Perbanyak berzikir karena berzikir akan dapat menenangkan batin manusia. Salah satunya adalah membaca kalimat hauqalah. Allah Swt. berfirman,

ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ وَتَطْمَئِنُّ قُلُوبُهُم بِذِكْرِ ٱللَّهِ ۗ أَلَا بِذِكْرِ ٱللَّهِ تَطْمَئِنُّ ٱلْقُلُوبُ

(yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka manjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah bahwa hanya dengan mengingat Allah hati akan selalu tenteram.” (QS Ar-Ra’d [13]: 28)

  • Dekat dengan Allah
    Cara manusia berinteraksi dengan sang Pencipta dapat dilakukan dengan berbagai cara, yaitu dengan salat, membaca Al-Qur’an, dan berzikir. Ada banyak kalimat zikir yang dapat dibaca oleh orang beriman. Salah satunya kalimat hauqalah. Memperbanyak ucapan kalimat tersebut dapat mendekatkan diri dengan Allah Swt. Hal itu membuat mukmin menjadi manusia yang beruntung karena dengan memiliki hubungan yang baik dengan sang Pencipta sungguh memiliki kenikmatan yang luar biasa.
  • Menghapuskan dosa

Manausia banyak yang melanggar aturan Allah Swt. Pelanggaran itu akan mendatangkan dosa. Jika manusia tidak menghapuskan dosanya, dosanya akan menumpuk. Salah satu sarana penghapus dosa adalah ucapan hauqalah. Rasulullah saw. bersabda,

مَا عَلَى الْأَرْضِ رَجُلٌ يَقُولُ: لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ، وَاللهُ أَكْبَرُ، وَسُبْحَانَ اللهِ، وَالْحَمْدُ لِلَّهِ، وَلَا حَوْلَ وَلَا قُوَّةَ إِلَّا بِاللهِ، إِلَّا كُفِّرَتْ عَنْهُ ذُنُوبُهُ، وَلَوْ كَانَتْ أَكْثَرَ مِنْ زَبَدِ الْبَحْرِ”

 “Tidaklah seorang di muka bumi mengucapkan  ilāha illallāhAllāhu akbarSubhānallahAlhamdulillāh, dan Lā hawla wa lā quwwata illā billāh, kecuali dosa-dosanya akan diampuni walaupun lebih banyak dibanding buih di lautan.” (HR Ahmad dari Abdullah bin ‘Amr r.a.)

  • Memenuhi tangan dengan kebaikan

Ibnu Abi Aufa r.a. berkata dari riwayat Imam Ahmad,

أَتَى رَجُلٌ النَّبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَ: “يَا رَسُولَ اللهِ، إِنِّي لَا أَقْرَأُ الْقُرْآنَ، فَمُرْنِي بِمَا يُجْزِئُنِي مِنْهُ!”، فَقَالَ لَهُ النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: “قُلْ: الْحَمْدُ لِلَّهِ، وَسُبْحَانَ اللهِ، وَلَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ، وَاللهُ أَكْبَرُ، وَلَا حَوْلَ وَلَا قُوَّةَ إِلَّا بِاللهِ”. قَالَ: فَقَالَهَا الرَّجُلُ: وَقَبَضَ كَفَّهُ، وَعَدَّ خَمْسًا مَعَ إِبْهَامِهِ، فَقَالَ: “يَا رَسُولَ اللهِ، هَذَا لِلَّهِ تَعَالَى فَمَا لِنَفْسِي؟” قَالَ: “قُلْ: “اللهُمَّ اغْفِرْ لِي، وَارْحَمْنِي، وَعَافِنِي، وَاهْدِنِي، وَارْزُقْنِي” . قَالَ: فَقَالَهَا وَقَبَضَ عَلَى كَفِّهِ الْأُخْرَى، وَعَدَّ خَمْسًا مَعَ إِبْهَامِهِ، فَانْطَلَقَ الرَّجُلُ وَقَدْ قَبَضَ كَفَّيْهِ جَمِيعًا، فَقَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: “لَقَدْ مَلَأَ كَفَّيْهِ مِنَ الْخَيْرِ”.

“Suatu hari ada seseorang datang kepada Rasulullah saw. dan berkata, ‘Wahai Rasulullah, saya tidak bisa membaca Al-Qur’an. Ajarkan padaku bacaan yang bisa menggantikan Al-Qur’an (saat aku salat)’. Maka Rasulullah saw. bersabda, ‘Bacalah AlhamdulillāhSubhānallah ilāha illallāhAllāhu akbar, dan Lā hawla wa lā quwwata illā billāh.’

Maka, lelaki itu mengucapkan kalimat tersebut sambil menggenggam telapak tangannya dan menghitung lima dengan jari-jarinya. Lalu, ia berkata, “Wahai Rasulullah, ini yang untuk Allah. Untuk diriku mana?”

Nabi menjawab, “Ucapkanlah, Allāhummagfirlî, warhamnî,  wa ‘âfinî, wahdinî, warzuqnî (Ya Allah, ampunilah aku, sayangilah aku, sehatkanlah aku, berilah aku petunjuk dan karuniakanlah padaku rizki).”

Maka, lelaki tersebut menggenggam telapak tangannya yang satunya sembari menghitung lima dengan jari-jarinya. Kemudian, ia pergi sambil menggenggam kedua telapak tangannya. Rasulullah saw. pun berkomentar, ‘Sungguh ia telah memenuhi kedua tangannya dengan kebaikan.” (HR Ahmad)

  • Menjadi amal saleh yang berpahala abadi

Allah Swt. berfirman,

الْمَالُ وَالْبَنُونَ زِينَةُ الْحَيَاةِ الدُّنْيَا وَالْبَاقِيَاتُ الصَّالِحَاتُ خَيْرٌ عِنْدَ رَبِّكَ ثَوَابًا وَخَيْرٌ أَمَلًا

“Harta dan anak-anak adalah perhiasan kehidupan dunia, tetapi  amal kebaikan yang abadi lebih baik di sisi Tuhanmu serta lebih baik untuk menjadi harapan.” (QS Al-Kahfi [18]: 46)

Berdasarkan ayat itu,  harta dan anak tidaklah kekal. Sesuatu yang akan bermanfaat dan kekal untuk manusia adalah kebaikan yang abadi (al-bâqiyât ash-shâlihât). Salah satunya adalah ucapan hauqalah.

  • Merupakan harta karun surga

Dalam sebuah hadis, Abu Musa al-Asy’ary r.a. berkata dalam riwayat Imam Bukhari dan Muslim yang berkaitan dengan nasihat Rasulullah saw. kepada Abdullah bin Qais. Lengkapnya adalah sebagai berikut.

كُنَّا مَعَ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فِي سَفَرٍ فَكُنَّا إِذَا عَلَوْنَا كَبَّرْنَا فَقَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: “أَيُّهَا النَّاسُ ارْبَعُوا عَلَى أَنْفُسِكُمْ فَإِنَّكُمْ لَا تَدْعُونَ أَصَمَّ وَلَا غَائِبًا وَلَكِنْ تَدْعُونَ سَمِيعًا بَصِيرًا”. ثُمَّ أَتَى عَلَيَّ وَأَنَا أَقُولُ فِي نَفْسِي لَا حَوْلَ وَلَا قُوَّةَ إِلَّا بِاللهِ فَقَالَ: “يَا عَبْدَ اللهِ بْنَ قَيْسٍ قُلْ لَا حَوْلَ وَلَا قُوَّةَ إِلَّا بِاللهِ فَإِنَّهَا كَنْزٌ مِنْ كُنُوزِ الْجَنَّةِ

“Pada suatu hari kami bepergian bersama dengan Rasulullah saw. Setiap kali melewati jalan menanjak, kami bertakbir (dengan suara keras). Maka, Rasulullah saw. bersabda, ‘Wahai manusia, kasihanilah diri kalian! Sungguh kalian tidaklah sedang memanggil zat yang tuli atau sesuatu yang tidak ada. Namun, kalian sedang memanggil zat Yang Maha Mendengar dan Maha Melihat!’ Kemudian, beliau mendatangiku dan saat itu aku sedang membaca dengan lirih, Lā hawla wa lā quwwata illā billāh.

Maka, beliaupun berkata, “Wahai Abdullah bin Qais, ucapkanlah La haula wa la quwwata illa billah. Sungguh ia merupakan salah satu harta karun surga” (HR Bukhari dan Muslim)

Banyak kalimat zikir yang memiliki keutamaan yang dapat diamalkan oleh mukmin. Salah satunya adalah kalimat hauqalah. Kalimat itu menyadarkan mukmin bahwa tidak ada kekuatan yang paling hebat di alam ini, kecuali kekuatan yang bersumber dari Allah Swt. Hal itu harus diyakini sehingga mukmin tidak perlu mencari penolong dan pelindung kapada makhluk, tetapi carilah penolong dan pelindung kepada pencipta makhluk itu sendiri. Dialah Allah Yang Mahakuasa atas segala sesuatu. Wallāhu a’lam biṣ-ṣawāb.

(Insyaallah, bersambung besok.)

‎والسَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ

Tangerang, 16 Mei 2022

http://www.agaffarruskhan.info/serial-ke-8-nasihat-rasulullah-memperbanyak-ucapan-hauqalah-759/ 

 



 

Lihat Artikel Siraman Rohani Lainnya



Pegawai Kementerian Kelautan dan Perikanan



 
Cari Kos Kosan di Kota Kendari ini tempatnya


 

Topi KKP

Berminat Hub 081342791003 
 
 
  Menyediakan Batik Motif IKan
Untuk Melihat Klik
Yang Berminat Hub 081342791003



Miliki Kavling tanah di Pusat Pemerintahan Kabupaten Bima di 


Investasi Kavling Tanah Perumahan di Griya Godo Permai yang merupakan Daerah Pengembangan Ibu Kota Kabupaten Bima Nusa Tenggara Barat. Jarak hanya + 1 Kilo meter dari Kantor Bupati Kab. Bima dan dari jalan utama hanya + 500 Meter.
Berminat Hub 081342791003

 

READ MORE - Nasihat Rasulullah: Memperbanyak Ucapan Hauqalah