16 Juni, 2018

Lagi-lagi Tahanan Illegal Fishing Kejari Natuna Kabur, Ini Reaksi Kapolres

Gambar penangkapan pelaku Illegal Fishing diperairan Natuna oleh TNI AL.
Gambar penangkapan pelaku Illegal Fishing diperairan Natuna oleh TNI AL.
Natuna, LintasKepri.com – Untuk kesekian kalinya, Kejaksaan Negeri (Kejari) Natuna kecolongan, dengan kaburnya tahanan pelaku illegal fishing yang ditanganinya.

Hal tersebut dibenarkan oleh Kepala Kejari Natuna, Juli Isnur Boy, SH.MH., bahwa terdapat sebanyak enam (6) orang terdakwa Warga Negara Asing (WNA) dengan dakwaan illegal fishing, yang menghilang dari pengawasan Kejari Natuna, pada Jumat (15/06/2018) petang.

Keseluruhan terdakwa asing dengan kasus Illegal fishing itu ditampung di komplek kantor Kejari Natuna. Mereka dikontrol secara berkala setiap hari oleh petugas Kejari.
“Tadi pas apel sore abis maghrib mereka diketahui tidak ada. Setelah dicek ternyata ada enam orang yang tidak ada,” kata Juli Isnur, melalui sambungan telepon, seperti dilansir dari medako.co.id.
img-20180616-wa0003
Kata Juli, jumlah terdakwa illegal fishing yang ditangani Kejari Natuna saat ini, sebanyak 42 orang termasuk terdakwa yang menghilang itu.
“Saat ini lagi proses pencarian. Dalam upaya ini kita berkoordinasi dengan instansi terkait, kita minta dukungan dari Lanal. InshaAllah akan melibatkan sarana dan personil dari TNI AL juga,” terang Juli.

Sementara tim keamanan Kejari Natuna, Anton, menuturkan kronologis menghilangnnya terdakwa itu, mengatakan, bahwa sebelumnya Jumat petang, mereka melaksanakan dua kali apel, apel pertama dilaksanakan pada pukul 17:00 WIB dan apel kedua dilaksanalan pada pukul 18:30 WIB dengan dikomandoi enam orang petugas Kejaksaan.

“Sesuai jadwal kita melaksanakan apel kedua setiap harinya pada pukul 20:00 WIB, tapi karena ada hujan lebat apelnya dipercepat. Pada apel kedua ini kami cek, ternyata tidak ada enam orang,” tutur Anton.

Tim Keamanan Kejari Natuna yang dibantu beberapa personil TNI AL langsung melakukan upaya pencarian ke sejumlah titik.
“Kita sudah dan sedang melakukan pencarian. Kita sudah melakukan pengecekan ke Rudenim, hotel-hotel, pelabuhan-pelabuhan dan tempat hiburan malam yang ada di Ranai. Saat ini tim lagi menyisir gang-gang dan pinggir pantai yang ada di Ranai. Dan kita akan terus mencari,” ujar Anton menjelaskan.

Enam orang terdakwa yang menghilang itu diketahui bernama Hoa, Khanh, Vuong, Tuan, Khaoi dan Cuc.
“Kami belum tahu dakwaan hukumnya berapa lama. Kita masih fokus melakukan pencarian,” katanya lagi.

Sementara itu, Kapolres Natuna AKBP Nugroho Dwi Karyanto, langsung memerintahkan jajarannya untuk membantu pihak Kajari Natuna melakukan pencarian terhadap enam orang warga Asing, pelaku Illegal Fishing yang hilang.
“Kepada jajaran Res Natuna, terutama para Kasat, Kapolsek dan Bhabinkamtibmas, agar back up Kejaksaan untuk mencari pelaku Ilegal Fishing yang melarikan diri. Perketat pelabuhan, koordinasikan dengan aparat desa dan pemilik pompong untuk bekerja sama. Berikan info terkini atas larinya pelaku Illegal Fishing dan Laporkan perkembanganya,” tulis Nugroho disebuah WhatsApp Group News Polres Natuna.
Editor : Erwin Prasetio

https://lintaskepri.com/lagi-lagi-tahanan-illegal-fishing-kejari-natuna-kabur-ini-reaksi-kapolres.html 

Tidak ada komentar: