Tampilkan postingan dengan label Bisnis. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Bisnis. Tampilkan semua postingan

24 Maret, 2019

Pengusaha Kerapu Mulai Bangkrut

Akses Kapal Pembeli Dibatasi


Foto/Net
RMOL. Asosiasi Budidaya Ikan Laut Indonesia (Abilindo) menilai pembatasan akses kapal pembeli ikan kerapu hidup justru merugikan. Tercatat 85 persen pelaku usaha budidaya ikan kerapu gulung tikar.

Ketua Abilindo Wajan Sudja mengatakan, sebagian besar pembudidaya kerapu dari Aceh sampai Tual bangkrut. Padahal semua pembudi daya merupakan Usaha Mikro Kecil dan Menen­gah (UMKM).

Menurut dia, biang keladi ke­bangkrutan ini adalah Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan (Permen KP) Nomor 32 Tahun 2016 tentang Perubahan atas Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan Nomor 15 Tahun 2016 tentang Kapal Pengangkut Ikan Hidup. Aturan ini membatasi akses pasar pembeli ikan kerapu hidup dari Hong Kong.

"Permen itu membatasi jum­lah titik muat, hanya boleh satu titik per trip. Kapal buyer hanya boleh muat di empat titik per izin SIKPI (Surat Izin Kapal Pengangkut Ikan). Padahal ada 200 kabupaten penghasil ikan kerapu hidup," ujarnya kepada Rakyat Merdeka, kemarin.

Kebijakan itu juga membuat bantuan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KPP) sekitar Rp 1 triliun untuk membeli 15 ribu Keramba Jaring Apung High Density Polythylene (KJAHDPE) untuk dibagikan ke 200 kabupaten se-Indonesia. Begitu juga dana triliunan rupiah dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) untuk riset dan pengem­bangan teknologi budi daya ikan kerapu sejak 1985.

Permen KP 32 menabrak be­berapa aturan. Misalnya Pasal 11 Undang-Undang No 17 Tahun 2018 tentang Pelayaran, Peraturan Pemerintah (PP) No 20 Tahun 2010 tentang Angkutan Di Perairan yang membolehkan kapal asing muat di lebih dari 1.200 pelabuhan dan terminal khusus. Permen ini juga bertentangan dengan Pasal 3 UU Perikanan yang mengamanatkan kesejahteraan rakyat.

"Usaha rakyat yang mem­buka lapangan kerja bagi 220 ribu kepala keluarga dan menghasil­kan 90 juta dolar AS devisa bagi negara kenapa dibangkrutkan Pe­merintah Jokowi," tutur Wajan.

Dia menegaskan, sampai saat ini permintaan kerapu dari China masih tinggi. Sayangnya, ekspor justru anjlok dari 6.500 ton di 2014 menjadi 1.000 ton di 2017. Penurunan itu lantaran Permen tersebut.

Saat ini, total daya angkut ar­mada kapal khusus pengangkut ikan hidup berukuran 270-500 gross tonnage (GT) milik buyer dari Hong Kong yang berizin dari KKP hanya ada 13 unit. Setahun hanya ada 10 trip dan satu kali trip hanya 30 ton. Sangat sedikit sekali yang bisa diekspor.

Sementara yang bisa dikirim melalui pesawat hanya 3 persen saja. Itu hanya untuk ikan kerapu tikus, sunu, dan napoleon yang har­ganya di atas 40 dolar AS per kg. Biaya kirim ikan dengan pesawat itu sekitar 7,5 dolar AS per kg, sedangkan dengan kapal hanya 20 persennya, 1,5 dolar AS per kg.

Menurut Wajan, ikan kerapu murah, seperti jenis macan, cantang, maupun cantik hanya 7-12 dolar AS. Kerapu jenis tersebut tidak ekonomis dikirim dengan pesawat. "Karena akses dibatasi, kapal buyer tidak bisa datang lagi untuk berbelanja ikan kerapu hidup di 85 persen lokasi budidaya. Akibatnya pembudi daya ikan kerapu bang­krut," tegasnya.

Dirjen Sumber Daya Peri­kanan KKP Slamet Subiyakto mengatakan, dibentuknya Per­men KP 32 semata-mata untuk mendongkrak perekonomian. Apalagi aturan ini sangat pro ter­hadap pelaku usaha lokal dalam mengembangkan bisnisnya.

"Tujuannya untuk memper­lancar perdagangan kerapu. Juga mendorong usaha cargo dalam negeri, mendorong produsen kapal dalam negeri untuk mem­produksi galangan kapal angkut ikan hidup," tuturnya.

Slamet menjelaskan, Permen KP 32 merupakan perubahan dari Permen KP 15 Tahun 2016. Setiap poin perubahannya san­gat jelas untuk menggenjot perdagangan kerapu. Sebut saja ukuran kapal yang dirombak lebih besar.

Saat ini bobot kapal angkut ikan hidup mencapai 500 gross tonnage (GT) dari semula 300 GT. Frekuensi kapal asing yang masuk ke perairan Indonesia juga ditambah menjadi 12, dari semula 6 kali dalam setahun.

Bukan hanya itu, buyer ikan kerapu hidup lebih dimanjakan dengan beragam pelabuhan. Sehingga akan lebih banyak produksi pembudi daya ikan kerapu yang terangkut untuk dijual. ***
 
Baca Berita Budidaya Ikan Lainnya 
 

Untuk kebutuhan Air Minum yang menyehatkan  coba konsumsi Air Izaura Air yang terbukti dapat membantu proses penyembuhan Kegemukan, Migran, Alergi, Sakit Maag, ASam Urat, Nyeri Sendi, Sambelit, Saking Pinggang, Osteiporosis, Reumatk, Kanker, Vertigo, Ashma, Brinchitis, Darah Tinggi, Kencing Batu, Kolestrol, DIABetes, Jantung, Darah Rendah, Jerawat', WAsir dan Batu Ginzal. Dan menghilangkan racun dalam tubuh.

Mau Sehat dan Menyehatkan Minum Air Izaura
 Mau Meraih Penghasilan Besar, Membantu Kesehatan Semua Orang dan Memiliki Bisnis Yang Mudah Anda Jalankan dengan Modal 350 ribu s.d 500 ribu.

Berminat Hub Mukhtar, A.Pi  HP. 081342791003 


Cari Kos Kosan di Kota Kendari ini tempat 
Kos Putri Salsabilla Kendari
 Hub 081342791003
Menerima pesanan Kanopi, Pagar Besi, Jendela
 dengan Harga Murah dengan Sistim Panggilan.
Topi Pegawai Ditjen Perikanan Tangkap
Berminat Hub 081342791003 


Miliki Kavling tanah di Pusat Pemerintahan Kabupaten Bima di GRIYA GODO PERMAI
Investasi Kavling Tanah Perumahan di Griya Godo Permai yang merupakan Daerah Pengembangan Ibu Kota Kabupaten Bima Nusa Tenggara Barat. Jarak hanya + 1 Kilo meter dari Kantor Bupati Kab. Bima dan dari jalan utama hanya + 500 Meter.
Berminat Hub 081342791003 
 
READ MORE - Pengusaha Kerapu Mulai Bangkrut

17 Agustus, 2018

Menjaga Dari Terik Matahari Hujan Sarana Anda

 CV. Mukti Putra menyediakan Kanopi, Pintu dan pagar besi, Tralis Jendela dengan harga murah beralamat di Komplek Griya Mahkota Permai Kel. rahandouna Kec. Poasia dan Dekat Bundaran Pesawat Tempur Kel. Lepo Lepo Kec. Baruga Kota Kendari.
Sistem Panggilan Yang Berminat Hub HP/WA 081342791003 atas nama Mukhtar, A.Pi

Kanopi di Griya Mahkota Permai Kel. Rahandaouna


Pagar dan Pintu di Jl. Tunggala BTN 1000


Menerima pesanan Kanopi, Pagar Besi, Jendela
 dengan Harga Murah dengan Sistim Panggilan.

Cari Kos Kosan di Kota Kendari ini tempat
READ MORE - Menjaga Dari Terik Matahari Hujan Sarana Anda

03 Agustus, 2017

G A R A M


Status agak serius tentang GARAM.

Mosok garagara ada pilihan import garam, lalu mengeluh,  “Luas wilayah Indonesia 2/3 nya adalah laut, kenapa import garam?”

Apa hubungannya produksi garam dengan luas laut? Memangnya menambang garam itu di laut?

Kalau hubungannya dengan panjang pesisir pantai, masih diterima logika.

Industri garam di Australia.
Di Western Australia, setidaknya ada 6 pertambangan garam yang semuanya justru berlokasi sedikit jauh dari pesisir dan dibentuk alam selama jutaan tahun. Salah satunya berlokasi di Dampier sebelah utara Carnarvon tempat pelabuhan perikanan dimana kapal perusahaan saya berada.  Pertambangan tersebut saja memiliki kandungan garam dgn produksi rata rata 4,2 juta ton pertahun dan habis dalam sekian ratus tahun kedepan. 

Tidak heran jika Australia merupakan 10 negara produsen garam terbesar di dunia. Dikarenakan sumber garam tersebut sudah  terbentuk oleh alam, maka biaya penambangannya jauh lebih murah dibanding seperti yang dilakukan Indonesia, yaitu dengan menambang garam dipesisir pantai  melalui cara penguapan air laut. Bagaimana jika di musim penghujan dan kurangnya intensitas cahaya matahari untuk penguapannya? Tentu produksi garam akan jatuh drastis.

Dilema ketersediaan garam di Indonesia sudah berlangsung dari dulu. Dan pilihan import garam akhirnya menjadi pilihan pahit untuk menjaga ketersediaan garam dalam negeri baik untuk kebutuhan industri maupun konsumsi.

GARAM (1). Kalau kita menyebut garam, haruslah merujuk pada 2 kata : Garam konsumsi atau garam Industri.
Mengapa kita selama ini import garam, padahal mempunyai pantai terpanjang di dunia? Karena kualitas garam produksi petani garam kita sejauh ini baru memenuhi kualitas garam konsumsi, belum memenuhi kualitas garam industri. Jadi garam yg diimport oleh pemerintah Indonesia sejak jaman Belanda adalah garam industri bukan garam konsumsi.

Garam industri adalah garam yang diperlukan untuk industri kimia  (industri obat, pangan, kosmetik, dll)  yang mana mensyaratkan garam yang bagus dan sangat bersih, dengan NaCl di atas 97 dan magnesium yang lebih rendah. Dan sayangnya air laut dan petani garam kita belum bisa memenuhi standart garam kualitas industri tersebut. Hanya daerah pantai tertentu saja yang punya potensi mampu menghasilkan garam dengan NaCl di atas 97 persen dan ini murni faktor alam. Demi keamanan produk pangan, industri juga mensyaratkan garam industri memiliki batas maksimal kandungan logam berat seperti kalsium dan magnesium yang tidak boleh melebihi 400 ppm untuk industri aneka pangan.

Jadi sekalipun garis pantai kita terpanjang di dunia tidak serta merta mampu menghasilkan garam yg di butuhkan oleh industri baik secara kualitas maupun kuantitas. Supaya industri dalam negeri bisa terus berjalan maka mau tidak mau pemerintah harus selalu mengimport garam industri ini. Seiring peningkatan produksi industri dalam negeri maka otomatis import garam industri akan meningkat.

Selama ini, 80% produksi garam konsumsi yang dihasilkan di dalam negeri berasal dari petani garam. Kualitas produk yang dihasilkan masih belum maksimal karena tingkat kekotorannya masih tinggi. Bila diproses lagi, akan terjadi penyusutan hingga 30%. Belum lagi kegagalan petani garam karena faktor cuaca. Maka dlm kondisi tertentu pemerintah mau tidak mau harus mengimport garam konsumsi juga.

Nah yang menjadi masalah adalah, ketika import garam industri tapi peruntukannya di gunakan untuk garam konsumsi maka otomatis akan mematikan petani garam. Inilah yg terjadi ketika dirut PT Garam di tangkap polisi karena menyalahgunakan peruntukan garam industri untuk garam konsumsi.

Bukan hanya rakyat awam yang mempertanyakan hubungan antara panjang pantai Indonesia dengan produksi garam. Bahkan ex menteri sekelas Prof Emil Salim dan politikus senior yg malang melintang HNW pun mempertanyakannya (Aneh saja kalau mereka baru menanyakan sekarang tp gapapa).

Kalau kita hanya berpatokan pada panjang garis pantai, bagaimana dengan negara Austria dan Belarus yang masuk 20 besar pengekspor garam tapi tidak memiliki garis pantai satu inci pun (0km)? Bagaimana dengan Belanda yg hanya punya panjang pantai 1/45 panjang pantai Indonesia tapi jadi pengekspor utama garam dunia?. Kenapa bukan Canada yg memiliki panjang pantai terpanjang yg menjadi eksporter utama garam dunia?. Sama spt Indonesia, Canada juga paham bahwa tdk semua pantainya bisa dijadikan ladang garam.

Negara2 pengekspor garam rata2 mempunyai tambang garam yang akan habis dalam ratusan tahun kedepan, biaya yang mereka pakai untuk menambang jauh lebih murah dan garamnya lebih bagus. Sedangkan pola penguapan air laut seperti yg di lakukan Indonesia yang sangat tergantung dengan cuaca, menghasilkan garam yang jelek. kalaupun Indonesia memaksakan harus pakai rekayasa teknologi utk penguapan garam akan memakan biaya sangat besar.
Garam dr tambang sdh dikeringkan alam selama jutaan tahun, sementara garam hasil penguapan baru dikeringkan selama 1 bulan, itupun kalau cuaca baik, maka hasilnya akan beda jauh.

Selama bertahun tahun, mengapa produksi garam di Indonesia tidak juga bertumbuh? Jadi apa yang salah? yang salah adalah kita berusaha melawan hukum Demand Suply dan Harga. Harga garam import Rp 500/kg sdh sampai Indonesia, harga garam lokal Rp 750-1200/kg. NTT adalah penghasil garam terbesar di Indonesia, tapi dengan harga Rp 750 - 1200/kg, maka berapa ongkir yg ditanggung jika harus dikirim keluar NTT? Ongkos logistiknya terlalu besar. Usaha yang sia-sia dan akan selalu menjadi dilema.

In my opinion, lebih baik maritim Indonesia di fokuskan ke perikanan, pariwisata, rumput laut dll dan tidak terlalu memaksakan untuk swasembada garam. Kalau bisa ya syukur kalau tidak ya import. Import tidak selalu jelek asal memang menjadi kebutuhan dan tidak diselewengkan. Kita harus menyadari bahwa kita bukanlah negara terlalu sempurna seperti lagu "tongkat kayu jadi tanaman, kolam susu.." sama seperti manusia, negara juga butuh negara lain.

Nasionalis juga harus realistis.

Oleh: Santanu Muliawidi;
31 Juli, Bogor Indonesia
READ MORE - G A R A M

Ini Keunggulan Rumah Garam Prisma yang Tak Bergantung Musim

Ini Keunggulan Rumah Garam Prisma yang Tak Bergantung Musim

Ini Keunggulan Rumah Garam Prisma yang Tak Bergantung Musim  
Inovasi petani Lamongan memakai rumah garam prisma/Foto: Eko Sudjarwo
Lamongan - Ada beberapa keunggulan dan manfaat bagi petani yang melakukan inovasi dengan 'Rumah Garam Prisma'. Selain lebih irit, hasil garam yang didapat melimpah. Samian Arifin, warga Desa Sedayulawas, Kecamatan Brondong, ini memberikan pemaparannya.

Petani garam selalu bergantung pada musim. Saat musim hujan atau kemarau basah, bisa dipastikan hasil garam akan menurun. Sedangkan dengan inovasi rumah garam prisma, petani garam tak lagi harus bergantung pada musim. Petani garam bisa panen garam setiap hari tanpa harus menunggu musim berpihak pada petani.

"Dengan prisma kita bisa tetap produksi di musim hujan," kata Samian Arifin di lokasi r rumah garam prisma, Senin (31/7/2017).

Selain itu, jelas Samian Arifin, keunggulan lain rumah garam prisma ini adalah panas yang dihasilkan oleh plastik geotermal lebih fokus dan tahan angin. "Ini juga irit bahan baku," tambahnya.

Rumah garam prisma di Lamongan/ 
Rumah garam prisma di Lamongan/ Foto: Eko Sudjarwo

Garam prisma yang dibuat, menurut Samian Arifin, bisa tahan terhadap hujan ataupun embun, yang bisa membuat proses pembuatan garam berlangsung lebih lama. "Musuh petani garam itu hujan, sekali saja kena hujan, maka proses penggaraman akan hilang," tegasnya.

Arifin memaparkan, untuk satu rumah garam prisma membutuhkan uang sebesar Rp 4,5 juta. Jika bisa berproduksi setiap hari akan bisa kembali modal. "Tiap bertani garam dengan modal Rp 4,5 juta untuk rumah garam prisma, bisa kembali modal," tambahnya.

Menurutnya, perbedaan mendasar dari rumah garam prisma dengan tambak garam konvensional, adalah hasil garamnya. Jika di tambak garam konvensional hanya menghasilkan 60-80 ton garam per hektar pada musim normal.

"Tapi menggunakan metode rumah garam prisma ini bisa menghasilkan 120-125 ton per hektar atau bahkan 400 ton per hektar setahun di musim normal karena bisa terus produksi selama 1 tahun," kata Samian Arifin panjang lebar. 


(fat/fat)  Eko Sudjarwo - detikNews    https://news.detik.com/jawatimur/3579884/ini-keunggulan-rumah-garam-prisma-yang-tak-bergantung-musim
READ MORE - Ini Keunggulan Rumah Garam Prisma yang Tak Bergantung Musim

05 Mei, 2017

Cara Memulai Usaha Perikanan Tangkap Mulai dari Produksi Sampai Pemasaran

Tahukah Anda Indonesia merupakan salah satu negara kepulauan terbesar di Dunia? Dan tahu kah Anda luas wilayah Indonesia cenderung didominasi oleh wilayah perairan? Ya, Indonesia memang merupakan salah satu negara kepulauan terbesar di dunia, dan sekitar 2/3 dari wilayah Indonesia adalah wilayah perairan.

Jika merujuk pada fakta di atas, maka dapat dipastikan, Indonesia memiliki potensi yang sangat besar untuk dijadikan sebagai sentra bisnis perikanan. Dengan memanfaatkan luas wilayah perairan Indonesia, kita dapat mengeruk keuntungan yang tidak terhingga jumlahnya, baik melalui usaha perikanan tangkap, usaha perikanan budidaya, usaha wisata perairan, dan berbagai macam usaha perairan lainnya.

Nah, dari sekian banyak jenis bisnis sektor perikanan yang bisa dijalankan di Indonesia, menurut pengamatan kami, salah satu usaha yang paling potensial adalah bisnis perikanan tangkap.

Untuk Anda yang tertarik untuk menjalan usaha perikanan tangap, berikut merupakan sedikit panduan cara memulai usaha perikanan tangkap mulai dari produksi sampai pemasaran.

Panduan Cara Memulai Usaha Perikanan Tangkap

Beginilah memulai usaha perikanan tangkap

Produksi

Sejatinya dalam usaha perikanan tangkap aktivitas produksi pada dasarnya hanya berupa aktivitas penangkapan ikan di alam saja, yaitu bisa di sungai, atau di laut. Meski pun terlihat sepele, aktivitas penangkapan ikan diperhatikan dan juga direncanakan dengan sebaik – baiknya. Dalam hal ini, Anda harus bisa merencanakan dan juga menetapkan beberapa hal berikut ini:
  • Ukuran Kapal yang akan Digunakan
  • Jumlah Bekal yang Dibutuhkan
  • Jumlah ABK yang Diperlukan (Dalam Skala Menengah – Besar)
  • Lama Aktivitas Pelayaran
  • Metode Penangkapan yang Akan Digunakan
  • Metode Penanganan Hasil Tangkapan di Kapal
  • dll

Penanganan Pasca Tangkap

Untuk meningkatkan nilai tambah, Anda sebaiknya melakukan penanganan pasca tangkap dengan baik, yaitu dengan menerapkan berbagai macam teknik dan metode pengolahan ikan yang ada pada saat ini, seperti pendinginan, pembekuan, atau bahkan pengalengan (bergantung pada skala usaha dan juga jangka waktu per fase pelayaran). Hal ini perlu dilakukan agar kesegaran ikan hasil tangkapan Anda bisa tetap terjaga, sehingga harga jual ikan hasil tangkapan Anda pun bisa lebih tinggi.

Khusus untuk Anda yang ingin mendapatkan nilai tambah yang lebih besar, disamping melakukan tindak penanganan pasca panen di atas, Anda juga bisa melakukan tindakan pengolahan hasil ikan tangkapan Anda menjadi ikan olahan dengan jalan pengasapan, penggaraman, dan upaya pengolahan lainnya.

Dengan menjalankan upaya pengolahan dengan baik, dapat dipastikan harga ikan hasil tangkapan Anda akan menjadi lebih besar, sehingga keuntungan Anda pun pada akhirnya akan mengalami peningkatan.

Pemasaran

Dalam aktivitas pemasaran, ada beberapa alternatif yang bisa digunakan, yaitu dengan memasarkan sendiri ke konsumen akhir, dengan menjual ikan tangkapan ke pengepul atau pun juragan ikan yang ada di sentra tempat pengumpulan ikan, dan dengan menjual ikan hasil tangkapan ke para pengusaha pengolahan ikan.

Normalnya, jika dikaji dari segi besaran keuntungan, metode pemasaran langsung ke konsumen cenderung jauh lebih menguntungkan. Hanya saja, untuk menerapkan metode pemasaran ini, dibutuhkan upaya yang tidak sedikit dan tidak mudah, terutama jika ikan hasil tangkapan yang dipasarkan sangat banyak.

Khusus untuk Anda yang benar – benar pemula dalam usaha ini, penulis cenderung lebih merekomendasikan untuk memasarkan ikan hasil tangkapan ke pengepul ikan yang ada di TPI (Tempat Penampungan Ikan).

Nah, itulah sedikit panduan mengenai cara memulai usaha perikanan tangkap mulai dari produksi sampai pemasaran yang bisa kami sampaikan kepada Anda. Semoga bermanfaat ya!
 
READ MORE - Cara Memulai Usaha Perikanan Tangkap Mulai dari Produksi Sampai Pemasaran

Kisah Sukses Pemulung Jadi Juragan Ikan

Ilustrasi
Tak cuma pemulung, profesi pedagang pulsa dan penjual gorengan pernah dijalaninya.
Dream - Hari bergeser sore. Rifan Ardiansah belum beranjak dari kampus Universitas Pendidikan Indonesia, Bandung. Mahasiswa asal Cianjur ini sengaja pulang terakhir dari kampusnya.

Ketika suasana dianggap aman, Rifan baru berani beranjak dari kampusnya. Tas atau kantong besar dikeluarkan dari tempat penyimpanannya. Botol-botol plastik bekas di jalan, kelas, dan tempat kost jadi incarannya.

Mahasiswa UPI ini memang berprofesi ganda. Kala sore atau malam menyapa, mahasiswa ini berubah menjadi pemulung botol plastik bekas.
Siapa sangka, pekerjaan yang dianggap hina ini justru jembatan bagi Rifan menuju kehidupan lebih baik. Rifan menjelma menjadi juragan sukses bisnis ikan.

Luas tambak garapannya tak hanya 100 atau 200 meter. Tak kurang dari 1,5 hektare tanah dimilikinya saat ini. Aset ini belum ditambah 3,5 Ha lahan milik mitra kerjanya.

Rifan, si pemulung botol plastik telah menjelma menjadi pengusaha muda. CV Rifan Guna Semesta menjadi kendaraan bisnisnya saat ini.

Laman mruf.org, seperti dikutip Dream, Selasa, 8 oktober 2014, bakat wirausaha memang sudah mengakar dalam diri Rifan. Menolak halus keinginan orang tua menjadi abdi negara, Rifan memilih menjadi wirausahawan.
Awal kiprah Rifan di dunia bisnis sudah dimulai kala masih duduk di bangku sekolah. Menjadi penjual pulsa adalah profesi ganda pertamanya sebagai siswa kelas tiga semester akhir.

Bisnis pertamanya ini berjalan tak semulus dalam bayanganya. Selain pesaing yang mulai banyak, Rifan harus membagi waktunya untuk fokus menghadapi ujian nasional.
Namun bangkrutnya bisnis pulsa Rifan menjadi pengalaman berharga bagi Rifan. " Bisnis yang mudah dijalankan, mudah juga ditiru," catat Rifan seperti dikutip Dream dari laman mruf.org.

Memasuki dunia mahasiswa, Rifan mencoba berbagai jenis usaha sebelum menjadi pengusaha tambak. Menjadi penjual gorengan adalah ladang bisnis barunya sebagai mahasiswa UPI.

Lagi-lagi, Rifan harus menelan pil pahit. Keegoisan mitra kerja membuat bisnis gorengan Rifan yang dibuatnya bersama rekan-rekannya bubar jalan.

Kapok membangun bisnis patungan, Rifan memilih merintis usaha sendiri. Pilihan inilah yang membuatnya menjadi pemulung botol platik bekas.

Dalam merintis bisnis barunya ini, Rifan tak ragu berguru pada orang-orang sukses di bisnis rongsokan. CV Majestic Buana di bekasi menjadi tempatnya belajar cara mengolah dan memasarkan hasil daur ulang sampah plastik.

Keputusan menjadi pemulung terpaksa ditempuh Rifan karena modal membangun bisnis rongsokan yang cukup besar. Hanya bermodal Rp 10 juta, Rifan harus membeli mesin dan sewa lahan dengan anggaran Rp 100 juta.
Aneka cara sudah ditempuh Rifan untuk mendapatkan modal.

https://www.dream.co.id/dinar/kisah-sukses-pemulung-jadi-juragan-ikan-141006b.html
READ MORE - Kisah Sukses Pemulung Jadi Juragan Ikan

Kisah sukses Ardi, dari nol kini juragan 29 kapal nelayan!

Ketika sedang meniti karir, orangtua Ardi memintanya kembali ke kampung halaman.

Brilio.net - Zaman sekarang ini mendapatkan pekerjaan yang sesuai bukan perkara mudah. Perlu kesabaran dan perjuangan tekun untuk mendapatkan hasil yang diinginkan, seperti yang dialami oleh Ardi (26).

Lelaki asal Sulawesi Selatan tersebut, mengalami perjalanan karir yang cukup panjang sebelum menjadi pengusaha sukses seperti saat ini.

Cerita diawali saat Ardi merantau ke Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur untuk bekerja sebagai staf administrasi di salah satu perusahaan kepala sawit. Awal bekerja Ardi mengaku hampir tidak tahu menahu tentang administrasi kantor. Namun dirinya terus berusaha walaupun sering kena marah atasannya.

"Dari sana saya ingin lebih maju lagi makanya saya coba cari kerjaan lain. Saya pun akhirnya diterima di Telkom juga sebagai admin. Saya sebenarnya ingin bekerja di lapangan makanya saya coba pekerjaan lain dan akhirnya keterima di perusahaan galangan kapal sebagai supervisor," ujar Ardi kepada brilio.net melalui layanan story telling bebas pulsa ke 0-800-1-555-999, Jumat (18/3)

Bekerja di galangan kapal membuat Ardi merasa benar-benar menemukan passionnya. Namun sayangnya orangtuanya menyuruh Ardi pulang ke daerah asalnya, Sulawesi Selatan untuk menikah.

"Awalnya saya enggan pulang karena kerjaan di sini sudah enak. Tapi ya mau nggak mau harus pulang," lanjut Ardi

Ardi kemudian menikah dengan wanita yang berprofesi sebagai bidan. Orangtuanya pun melarang Ardi kembali ke perantauan. Dengan berat hati Ardi harus meninggalkan pekerjaannya di Kalimantan.

Perlahan tapi pasti pun Ardi mencoba menekuni usaha di bidang perikanan. Tidak disangka ternyata usahanya maju dengan sangat pesat. Bahkan dirinya telah memiliki 29 kapal nelayan dengan pegawai lebih dari 100 orang. Ardi bersyukur karena menuruti orangtua maka pintu rezeki akan terbuka.

Cerita ini disampaikan oleh Ardi melalui telepon bebas pulsa brilio.net di nomor 0-800-1-555-999. Semua orang punya cerita. Ya, siapapun termasuk kamu punya kisah tersembunyi baik cerita sukses, lucu, sedih, inspiratif, misteri, petualangan menyaksikan keindahan alam, ketidak beruntungan, atau perjuangan hidup yang selama ini hanya kamu simpan sendiri. Kamu tentu juga punya cerita menarik untuk dibagikan kepada kami. Telepon kami, bagikan ceritamu!

https://www.brilio.net/sosok/kisah-sukses-ardi-dari-nol-kini-juragan-29-kapal-nelayan--160318j.html 

Adi Lington, Juragan Kapal Bermodal Rp9 Juta

  Bisnis.com, JAKARTA - Siapa bilang untuk menjadi juragan kapal harus menunggu usia ma tang atau mengenyam pen didikan hingga menjadi profesor?
Adi Lington, 22, berhasil membuktikan pada usia yang masih be lia, dia mampu menciptakan tek nologi kapal pelat datar di bawah bendera PT Juragan Kapal Indonesia.

Kapal plat datar ini dirancang sebagai kapal berkecepatan rendah dengan volume angkut yang tinggi. Biasanya jenis kapal ini banyak dibentuk menjadi kapal tan ker, tetapi Adi berhasil menciptakannya menjadi kapal yang berukuran lebih kecil sehingga produksinya lebih cepat dan murah.

Lulusan Sarjana Teknik Per kapalan UI angkatan 2008 ini mengakui sejak semester IV, dia memang memiliki keinginan menjadi pengusaha kapal, sehingga dapat membantu para nelayan Indonesia memiliki kapal canggih dengan harga yang terjangkau.

Hingga akhirnya, pada akhir 2011 ketika duduk di Semester VII, dosennya memberi tantangan ke pada para mahasiswa untuk menciptakan kapal sederhana berlambung datar. Adi bersama tiga orang temannya memberanikan diri menjawab tantangan itu.

Dengan modal sekitar Rp9 juta keempat kawan yang membentuk grup bernama Juragan Kapal ini membuat prototipe kapal dari multiplex (kayu) sepanjang 4 meter. Dana tersebut ternyata tidak cukup.

Bertekad untuk menyelesaikan proyek pertamanya, mereka pun mengikuti UI Smart Entrepreneur Program dan berhasil menggondol hadiah Rp24 juta. Dana tersebut digunakan untuk menyempurnakan kapal dengan berbagai inovasi.
Kapal yang dibuat tersebut diuji coba di danau UI dan berhasil membuat sejumlah pihak tercengang, sehingga memanen permintaan.

Permintaan juga mulai datang dari koperasi nelayan Cirebon, Balongan, yang membeli satu kapal nelayan sepanjang 7 meter seharga Rp70 juta.
Terakhir, Juragan Kapal membuat terobosan baru dengan menginovasikan kapal pariwisata untuk wisata bahari di Pulau Tidung. Bagian bawah kapal tersebut didesain berupa kaca sehingga wisatawan dapat langsung melihat terumbu karang tanpa harus snorkling.

Berkat inovasi kapal wisata tersebut, anak sulung dari lima bersaudara ini berhasil menyabet jua ra I Kompetisi Technopreneurship Pemuda 2012 yang diselenggarakan oleh Kementerian Riset dan Teknologi.

Saat ini, dia sedang mem persiapkan pem buatan satu kapal nelayan pesanan Dompet Dhua faun tuk memberdayakan masyarakat Karang Antu, Serang, Banten yang dibanderol seharga Rp68 juta.

http://entrepreneur.bisnis.com/read/20130717/88/151318/adi-lington-juragan-kapal-bermodal-rp9-juta 
READ MORE - Kisah sukses Ardi, dari nol kini juragan 29 kapal nelayan!

03 Mei, 2017

Kisah Sukses pendiri ZARA, Amancio Ortega. Dulu miskin dan putus sekolah, sekarang jadi orang terkaya

Sobat Bangun Inspirasi, mungkin sobat yang amat mementingkan fashion atau dekat dengan dunia fashion kenal dengan produk Zara. Produk fashion ini amat terkenal di seluruh dunia sebagai produk fashion yang berkualitas.

Sobat, ternyata pemilik brand Zara saat artikel ini dibuat adalah orang terkaya ke dua di dunia, setelah Bill Gates. Mungkin, sobat tau Amancio Ortega. Ya, dialah orangnya. Bukan Ortega mantan pemain sepakbola Argentina pastinya.

Amancio Ortega memang tidak begitu terkenal dibandingkan pengusaha dunia yang sukses lainnya. Tetapi melalui brand Zara ia mampu menduduki posisi orang terkaya ke dua. Lalu, bagaimana kisah suksesnya bisa mencapai hal tersebut? 

Amancio Ortega berhasil membangun kerajaan bisnis fashionnya melalui brand Zara yang menjangkau lebih dari 80 negara. Kekayaannya diperkirakan mencapai $ 67 miliar. Hitung sendiri berapa kalau dirupiahkan.

Miskin dan putus sekolah

Tapi siapa sangka, kesuksesan yang luar biasa tersebut rupanya ibarat bumi dan langit jika dibandingkan dengan masa lalunya. Ya, ternyata ia berasal dari keluarga yang amat miskin. Ia lahir di Busdongo de Arbas, sebuah dusun berpopulasi 60 orang di Spanyol. Ayahnya bekerja sebagai pekerja kereta api, sementara ibunya bekerja sebagai pembantu rumah tangga. Rumahnya hanyalah sebuah rumah petak yang berbatasan dengan rel kereta api.

Kemiskinan itu pula yang membuatnya harus berhenti sekolah di usia 13 tahun. Tak ada pilihan lain baginya saat itu selain berhenti sekolah dan bekerja untuk meringankan beban hidup orang tuanya.

Maka selepas berhenti sekolah, ia pun bekerja di sebuah produsen pakaian mewah. Ia bertugas mengantarkan pesanan pakaian. Tak lama setelah itu, ia dipercaya menjadi asisten penjahit. Dia pun mulai belajar menjahit pakaian. Dari pengalaman bekerja di perusahaan tersebut ia bisa mempelajari bagaimana pakaian diproduksi hingga didistribusikan secara langsung ke konsumen. 

Setelah bekerja di perusahaan fashion tersebut, kemudian ia bersama saudaranya bekerja di sebuah toko baju sebagai salesman. Kemudian di awal tahun 1960-an Ortega menjadi manajer di toko pakaian lokal. Kemudian setelah bekerja di produsen pakaian dan toko pakaian, ia pun bersama Rosalia Mera yang kemudian menjadi istrinya, dan bersama kedua saudara kandungnya, memproduksi pakian-pakaian yang dijual dengan harga murah.

Zara dimulai dari ruang tamu hingga menjadi toko di seluruh dunia


Ortega bersama istrinya mulai menjahit pakaian sendiri di ruang tamu rumahnya. Kemudian dia mulai mempekerjakan orang lain untuk menjahit seluruh desainnya dan mendirikan toko pertamanya di tahun 1975. Toko itu dinamakan Zara dan didirikan di depan toko perbelanjaan paling penting di Spanyol. Dia tetap menjualnya dengan harga lebih murah namun dengan kualitas yang mewah. 

Tempat toko pertamanya berdiri merupakan tempat yang strategis. Bisnisnya pun semakin maju. Sepuluh tahun kemudian Ortega mendirikan perusahaan induk, Inditex, dan membuka gerai internasional pertamanya di Portugal, yang biaya sumber daya manusianya lebih murah daripada Spanyol. Pada 1989, Ortega tercatat telah membuka hampir 100 toko Zara di Spanyol. Dan sekarang, ada 46 toko Zara di Amerika Serikat, 347 di Cina, dan 1.938 di Spanyol.

Kaya, namun terlihat sederhana

Dengan kekayaan yang diraihnya, ia bisa membeli pencakar langit tertinggi di Madrid, Spanyol, yaitu Torre Picasso. Bangunan itu memiliki tinggi 515 kaki, dan dibeli seharga US$ 536 juta. Dia juga memiliki The Epic Residences & Hotel di Miami, Florida yang merupakan salah satu hotel terbaik di Amerika Serikat (AS). Selain itu dia memiliki pesawat jet pribadi The Global Express BD-700 yang dirancang Bombardier, salah satu perusahaan yang memproduksi pesawat jet mewah paling unggul. Pesawat tersebut dibeli seharga US$ 45 juta.

Tapi di sisi lain penampilannya amat sederhana. Ortega selalu berpakaian sangat sederhana. Dia selalu mengenakan blazer biru, kemeja putih dan celana abu-abu. Sebagai bos dia memang terkenal sangat ramah. Dia sering mendekati dan bicara dengan karyawannya. Dia memperhatikan bahkan untuk urusan hal terkecil di kantornya.

Nah, Sobat Bangun Inspirasi, itulah kisah sukses seorang Amancio Ortega. Siapa sangka, seorang yang tadinya miskin, putus sekolah, dan memulai usaha dari ruang tamu, ternyata bisa sukses menjadi salah satu orang terkaya di dunia. Namun tentu semua itu tidak diraih dengan mudah. Butuh perjuangan, disiplin, dan memberikan pelayanan yang terbaik pada konsumen.

Prinsipnya adalah berikan pelanggan apa yang mereka inginkan, dan berikan lebih cepat daripada orang lain. Maka tak heran ia dan seluruh karyawannya dituntut untuk bisa bekerja cepat dan efisien. 

READ MORE - Kisah Sukses pendiri ZARA, Amancio Ortega. Dulu miskin dan putus sekolah, sekarang jadi orang terkaya

12 April, 2015

5 Tips Menulis Rencana Bulanan Bisnis Anda

Setiap pemilik bisnis membutuhkan rencana bisnis, akan banyak kesalahan yang terjadi jika kamu menunda-nunda perencanaan yang seharusnya kamu kerjakan. Semua pekerjan akan tidak terkontrol dan terjadwal dengan baik, dan itu akan mempengaruhi waktu serta target tugasmu. Maka kamu wajib menulis semua rencana bisnismu dibulan berikutnya. Apakah kamu bingung bagaimana untuk mengatur perencanaan yang ditulis setiap bulannya? Dan inilah lima tips untuk menulis rencana bulanan pada bisnis kamu :
1. Fokus dengan pekerjaan terbaik
2. Memperkirakan hasil pekerjaanmu
3. Meluncurkan produk baru
4. Memikirkan ketika bisnis berkembang
5. Perencanaan pajak
Ayo kita cari tahu pembahasan tips-tipsnya secara rinci, agar kamu bisa memprioritaskan apa yang harus kamu kerjakan lebih dulu.
1. Fokus dengan pekerjaan terbaik
Salah satu cara termudah untuk memulai proses perencanaan tentang apa yang harus kamu kerjakan dengan baik, berdasarkan jobdesk yang sudah  kamu tulis. Fokus untuk melakukan tugas-tugas sesuai sechedule, menyelesaikannya secara tepat waktu, mengikuti aturan yang sudah kamu rencanakan, dan harus bisa memperkirakan semua konsekuensinya. Fokus adalah hal yang benar-benar kamu tulis diurutan pertama. Karena saat kamu memulai rencana bisnis dibulan berikutnya kamu harus sudah meninggalkan semua beban dibulan sebelumnya.
Pembahasan selengkapnya bisa kamu klik ke halaman selanjutnya.
2. Memperkirakan hasil pekerjaanmuYang kamu tulis selanjutnya ialah kamu harus punya target hasil yang sudah kamu perkirakan, dan sebelum memperkirakan hasil tersebut kamu sudah harus menganalisis semuanya. Kenapa kamu mengerjakan itu, keuntungan apa yang akan kamu dapatkan, bagaimana jenis pekerjaannya, dan  pasar yang seperti apa yang ingin kamu kuasai, serta bagaimana hasil dari pekerjaan itu.
3. Meluncurkan produk baru
Rencana selanjutnya adalah kamu harus bisa menulis dan menyusun produk baru di awal bulan. Kamu harus memikirkan ide-ide bisnis apa yang akan kamu kerjakan dibulan-bulan selanjutnya sehingga tidak ada titik kejenuhan untuk para pelanggan. Perkembangan bisnis semakin aktif maka dari itu kamu harus menjadi seseorang yang jauh lebih produktif lagi. Inovasi baru sangat diperlukan dalam sebuah rencana bisnis, itulah pekerjaan yang harus kamu fikiran secara kritis.
4. Memikirkan ketika bisnis berkembang
Jika dibulan sebelumnya bisnismu berkembang pada tingkat tertinggi, maka kamu harus sudah memikirkan hal-hal yang membuat kamu bisa bertahan pada posisi itu dan semua hal yang bisa membuat kamu jatuh seketika, kamu pun harus sudah memikirkan konsekuensi dan hasil dari apa yang kamu kerjakan. Jangan sampai kamu memikirkan semua konsekuensi itu saat kamu memang sudah berada diposisi bisnis terbawah. Hal ini merupakan hal pencegahan agar membuat bisnismu selalu berada pada posisi diatas atau standart.
5. Perencanaan pajak
Perhitungan pembayaran pajak seharusnya memang dilakukan pada saat awal bulan bukan akhir bulan. Karena dengan begitu kamu memang sudah benar-benar menargetkan hasil minimal yang memang harus kamu dapatkan pada bulan itu. Perencanaan pembayaran pajak sangat berpengaruh, karena kamu sudah menggambarkan semua rencana, proses, dan hasil didalam otak kerjamu.
Dan itulah beberapa hal yang memang harus kamu tulis untuk rencana bisnis disetiap bulannya. Perincian-perincian akan mempermudah semua pekerjaanmu disetiap harinya. Kamu tidak akan kesusahan untuk melihat hasil rekapan pekerjaanmu setiap harinya.
Ingin tahu bagaimana cara yang menarik dalam mengatur waktu. Baca 5 steps menarik bagaimana cara mengatur waktu.
READ MORE - 5 Tips Menulis Rencana Bulanan Bisnis Anda

5 Cara Menyalakan Inovasi dalam Bisnis


Di saat persaingan bisnis makin ketat, akses internet makin mudah, pasar global makin menggila, apa yang bisa dilakukan agar bisnis tetap unggul? Inovasi adalah kunci keberhasilan.

Sayangnya tak semua orang bisa mudah melakukan inovasi di dalam bisnis. Menurut Carol Tice, penulis bisnis, ada lima langkah yang bisa ditempuh agar bisa melakukan inovasi di bisnis skala kecil dan menengah:

1) Maju selangkah. Di saat semua pebisnis melakukan hal yang nyaris seragam, majulah selangkah untuk melakukan sesuatu yang berbeda. Misalnya, di saat orang lain masih bergulat dengan produk industri yang tradisional, konsentrasikan untuk memberikan produk-produk yang ramah lingkungan. Atau jika bergerak di bidang makanan, tawarkan produk-produk sehat atau produk-produk organik.

2) Jangan takut menghadapi perubahan. Sebagai konsumen kita sering menyenangi hal-hal baru, namun sebagai pengusaha kita justru takut menghadapi ide baru meskipun itu menjanjikan keuntungan berlipat. Karena itu ciptakan budaya di dalam perusahaan yang mendorong inisiatif untuk berinovasi.

3) Dengarkan konsumen. Jika energi kreasi sedang menurun, lakukan polling lewat internet atau adakan focus group.

4) Berikan layanan yang tak biasa. Menjadi inovatif tak selalu harus jadi pencipta sesuatu hal yang baru. Dengan memberikan layanan yang berbeda, bisa jadi pebisnis yang inovatif. Misalnya, membuka layanan kesehatan di gedung perkantoran, khususnya untuk orang-orang yang tengah berada dalam tekanan tinggi dan jadwal yang padat.

5) Menjaga momentum. Jika ide inovasi sudah didapat, segera beritahukan ke lingkungan dalam (staf) agar menemukan gairah dan masukan untuk merealisasikannya.

Nah, sudah diapkan menyalakan inovasi di dalam bisnis Anda?

READ MORE - 5 Cara Menyalakan Inovasi dalam Bisnis

17 Desember, 2014

Ingin Usaha Maju? Jauhi 10 Hal Ini!


Ada beberapa hal yang harus dihindari agar perusahaan tidak menuju kebangkrutan. Inilah 10 di antaranya…

Ada banyak cara untuk meraih sukses dalam berwirausaha. Tapi memang, tantangan pasti selalu saja menghadang. Bahkan, untuk perusahaan yang sudah sukses sekian lama pun, tantangan selalu ada. Tak jarang, yang kurang sigap dalam menanggapi terjadinya perubahan, harus siap mengalami kegagalan yang berujung pada kebangkrutan.

Tengok kisah bagaimana General Motors di Amerika Serikat yang sangat berjaya, tiba-tiba harus bersaing dengan Toyota dari Jepang. Atau, lihat pula persaingan di dunia teknologi informasi (TI) yang perkembangannya sangat cepat. Biaya komunikasi yang sangat murah membuat beberapa perusahaan telekomunikasi harus putar otak agar mampu terus bertahan. Dari mulai menurunkan harga, hingga terpaksa diakuisisi oleh perusahaan lain yang memiliki modal lebih besar. Coba lihat pula misalnya di industri rokok bernikotin rendah (mild) di Indonesia. Jika dulu hampir semua lini dikuasai oleh A Mild dari Sampoerna, kini persaingannya telah makin keras antarprodusen baru.

Maka, jangan heran, jika banyak merek legendaris yang kemudian hanya tinggal sejarah. Mereka bukannya tak berubah dan berusaha mempertahankan usahanya. Tapi, kemajuan zaman dan perkembangan teknologi serta pergeseran budaya, membuat merek dan produk yang tak bisa beradaptasi dengan cepat, akan langsung tergerus perputaran zaman.

Karena itulah, Donald R. Keough, mantan pimpinan sebuah produk minuman berkarbonasi, Coca Cola, sampai menuliskan hal-hal yang harus dijauhi agar produk kita bisa tetap bertahan. Keough yang juga pernah menjabat sebagai eksekutif di berbagai perusahaan, menulis sebuah buku berjudul The Ten Commandments for Business Failure. Dalam buku tersebut, ia mengemukakan 10 hal yang harus dijauhi agar bisnis bisa langgeng.

Berikut beberapa hal yang dituliskan Keough. Tentu, perlu kebijaksanaan kita juga untuk menelaah dan tidak menelan mentah-mentah. Karena, bisa jadi, konteks di sana (baca: Amerika Serikat) berbeda dengan yang berlaku di sini…


1. Takut untuk mengambil risiko

Banyak perusahaan yang kadang—setelah mencapai sukses yang didambakan—jadi takut untuk mengambil langkah maju yang cenderung berisiko. Sebab, kesuksesan kadang melenakan, sehingga akhirnya kita takut untuk melangkah lebih jauh. Analoginya, kapal yang bersandar di pelabuhan mungkin saja memang lebih aman dari gangguan badai. Tapi, bukankah “takdir” kapal seharusnya berlayar di tengah lautan? Karena itu, jika menghadapi kondisi zona nyaman, segeralah bergegas untuk mencari tantangan lain. Sebab jika tidak, tantangan tetap akan datang dan saat tidak siap, kita akan kalah oleh perputaran zaman.


2. Cenderung tidak fleksibel

Orang yang kaku, orang yang tak adaptif, cenderung akan mati. Sebab, kondisi di sekitar pasti selalu berubah. Maka, jika kita tidak mengantisipasi—atau bahkan terlalu yakin dengan apa yang kita percayai—maka kita akan mengalami kegagalan. Untuk itu, saat menjalankan sebuah perusahaan, kita harus terus belajar dan mencari inovasi terbaik yang bisa dilakukan guna mengembangkan produk yang kita miliki.
 

3. Mengisolasi diri sendiri

Ada orang-orang tertentu yang mengisolasi dirinya pada ruangan besar dan menutup rapat-rapat ruangannya. Ia seolah-olah mengatakan pada orang di sekelilingnya: “Jangan membuat bos marah. Jangan bawa kabar buruk.” Orang seperti ini hanya akan menjadi “katak dalam tempurung” yang tak tahu perkembangan yang terjadi di sekelilingnya. Akibatnya, ia pun tak bisa mendapat banyak masukan yang berguna untuk perkembangan usaha.
 

4. Beranggapan tidak terjadi kesalahan apa-apa

Sifat sering mencari kambing hitam kadang juga melanda sebuah perusahaan. Maka, ketika terjadi sesuatu yang mengguncangkan perusahaan—dan masih saja merasa itu adalah kondisi di luar perusahaan yang memengaruhi—siap-siap sajalah menerima kekalahan. Karena itu, jika tidak ingin hal tersebut melanda perusahaan kita, cobalah untuk lebih terbuka untuk mengevaluasi secara menyeluruh baik internal dan eksternal.
 

5. Bermain-main dengan “garis batas pelanggaran”

Ada beberapa pihak yang kadang menjadikan pelanggaran sebagai bagian—yang konon—akan mempermudah jalannya usaha. Untuk jangka waktu yang pendek, barangkali ini akan jalan. Tapi, seiring dengan penegakan hukum yang terus dilakukan, hal seperti ini tak akan langgeng. Untuk itu, etika dalam berbisnis sudah sepantasnya harus selalu dijaga sejak awal berdirinya usaha.
 

6. Tidak menyempatkan diri untuk berpikir

Kita memang berada pada zaman serbacepat yang menuntut untuk melakukan segala tindakan dengan cepat. Apalagi, perubahan teknologi menjadi kekuatan yang melipatgandakan kecepatan itu. Namun, menurut Keough, untuk memutuskan sesuatu tidak lantas harus gegabah. Perlu pemikiran matang langkah-langkahnya, agar bisa terus melanggengkan perusahaan.
 

7. Meletakkan semua keyakinan pada pendapat ahli dan konsultan

Memang, kita sering kali butuh pendapat pakar dan ahli untuk memajukan perusahaan. Tapi, tak semua harus dijalani dengan kaku. Sebab, yang mengerti kondisi perusahaan kita sepenuhnya sebenarnya adalah kita sendiri. Maka, ambil saja nilai positif dari pendapat mereka, tapi jangan bergantung sepenuhnya.
 

8. Terlalu birokratis

Sebuah sistem memang diperlukan untuk menjalankan usaha. Namun, saat birokrasi dalam sistem itu telah menjadi kaku, sudah saatnya perlu dilakukan perubahan. Sebab jika tidak, birokrasi—misalnya soal hubungan senior dan junior—bisa jadi membuat talenta terbaik perusahaan malah beralih ke perusahaan lain.
 

9. Mengirimkan pesan multitafsir

Komunikasi yang jelas adalah kunci yang memudahkan koordinasi dengan semua lapisan di perusahaan. Karena itu, jangan sampai membuat pesan-pesan atau perintah yang bisa menimbulkan banyak tafsiran.
 

10. Takut dengan masa depan

Masa depan tak bisa dihadapi oleh orang-orang yang punya mental pesimis. Karena itu, jangan pernah berkata: “Ini sudah cukup baik”. Sebab, kesuksesan tidak akan menghampiri perusahaan yang mengerjakan sesuatu setengah-setengah. Maka, hadapilah masa depan dengan keberanian.
Itulah sepuluh hal yang—menurut Keough—harus dijauhi agar perusahaan bisa maju. Selain itu, ia juga menyebutkan, ada satu hal utama yang SAMA SEKALI TAK BOLEH DILAKUKAN, yakni KEHILANGAN SEMANGAT (PASSION) dalam kerja yang kita lakukan.

Selamat mencoba! Sukses selalu untuk Anda!

http://www.andriewongso.com/articles/details/14106/Ingin-Usaha-Maju-3F-Jauhi-10-Hal-Ini-21 
READ MORE - Ingin Usaha Maju? Jauhi 10 Hal Ini!