Tampilkan postingan dengan label Menteri Kelautan dan Perikanan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Menteri Kelautan dan Perikanan. Tampilkan semua postingan

23 Agustus, 2026

🎧 MENTERI KKP KUNJUNGI PPS KENDARI (DJ Remix Dangdut Koplo)

 ðŸŽ§ MENTERI KKP KUNJUNGI PPS KENDARI

(DJ Remix Dangdut Koplo)

Intro
Yo... Yo... PPS Kendari...!!
Menteri KKP... datang berkunjung...!!
Untuk nelayan... untuk Indonesia...!!

Verse 1
Tujuh belas Agustus hari yang bersejarah
Menteri KKP datang membawa berkah
Sakti Wahyu Trenggono hadir di Kendari
Bersama nelayan membangun negeri

PPS Kendari menjadi tempat tujuan
Pelabuhan perikanan pusat kegiatan
Melihat ikan dibongkar di TPI Higienis
Semangat nelayan semakin optimis

Build Up
Nelayan... ayo semangat...!!
Ikan melimpah... rezeki meningkat...!!
PPS Kendari... luar biasa...!!
Perikanan maju... Indonesia jaya...!!

Drop / Chorus
Hey... Hey... Menteri KKP...!!
Datang ke PPS Kendari...!!
Berdialog bersama nelayan
Mendengar harapan masa depan...!!

Ayo... Ayo... Semangat Berkarya...!!
Laut lestari... nelayan sejahtera...
Ikan berkualitas... ekonomi berjaya...
Untuk Indonesia tercinta...!!

Verse 2
Melihat dermaga tempat kapal bersandar
Aktivitas perikanan terus berputar
Nelayan bekerja penuh semangat
Mencari rezeki dengan tekad kuat

TPI Higienis menjadi perhatian
Ikan segar hasil tangkapan nelayan
Dengan sarana yang semakin baik
Perikanan maju semakin menarik

Rap Break
Yo... Yo... PPS Kendari...!!
Nelayan... jangan berhenti...!!
Kerja keras... penuh dedikasi...
Bangun perikanan negeri...!!

Menteri hadir berdialog bersama
Mendengar cerita dan harapan mereka
Laut dijaga... ikan melimpah...
Nelayan sejahtera... Indonesia berjaya...!!

Verse 3
Kapal Pengawas Orca siap berlayar
Membawa bantuan dengan penuh sabar
Sekitar lima puluh ton bantuan kemanusiaan
Menuju NTT membawa harapan

Dari Kendari menuju Labuan Bajo
Membawa kepedulian untuk saudara
Doa dan bantuan terus disampaikan
Semoga meringankan beban dan cobaan

Bridge
Kampung Nelayan Merah Putih dikunjungi
Di Kelurahan Pudai Kota Kendari
Bersama masyarakat pesisir tercinta
Membangun kampung penuh harapan

Nelayan kuat... kampung berkembang
Perikanan maju... ekonomi gemilang
Laut terjaga... masa depan cerah
Nelayan maju... semakin berkah...!!

Final Drop / Chorus
Hey... Hey... PPS Kendari...!!
Menteri KKP... luar biasa...!!
TPI Higienis... dermaga... nelayan...
Semua bergerak untuk kemajuan...!!

Ayo... Ayo... Bergoyang Semua...!!
Kampung Nelayan Merah Putih berjaya...
Laut lestari... nelayan sejahtera...
Perikanan maju... Perikanan jaya...!!

Outro
PPS Kendari...!!
TPI Higienis...!!
Nelayan Kendari...!!
Kampung Nelayan Merah Putih...!!
Bantuan menuju NTT...!!
Laut lestari...!!
Nelayan sejahtera...!!

Ending Chant
KKP...!!
PPS Kendari...!!
Nelayan...!!
Sejahtera...!!
Laut Lestari Sepanjang Masa...!!

Lihat Lirik Lagu Lainnya

https://www.youtube.com/@MUSIK_SEHAT_HAPPY_SELALU

https://www.youtube.com/@mukhtarapi

READ MORE - 🎧 MENTERI KKP KUNJUNGI PPS KENDARI (DJ Remix Dangdut Koplo)

20 Agustus, 2026

NELAYAN SEJAHTERA, LAUT LESTARI (DJ Remix Dangdut Koplo – HUT ke-81 RI di KNMP Sorue Jaya)

 NELAYAN SEJAHTERA, LAUT LESTARI

(DJ Remix Dangdut Koplo – HUT ke-81 RI di KNMP Sorue Jaya)

Intro
Kampung Nelayan Merah Putih...!!
HUT Kemerdekaan RI ke-81 ...!!
Berdaulat... Adil... Makmur...!!
Ayo... Ayo... Bergoyang...!!

Verse 1
Tujuh belas Agustus hari bersejarah
Merah Putih berkibar penuh berkah
Menteri KKP bersama nelayan
Upacara khidmat penuh kebanggaan

Di Sorue Jaya Konawe tercinta
Kampung Nelayan Merah Putih namanya
Bersama masyarakat dan keluarga
Membangun perikanan untuk Indonesia

Build Up
Nelayan... terus melaut...!!
Laut... harus terjaga...!!
Ikan melimpah...!!
Rakyat sejahtera...!!

Drop / Chorus
Hey... Hey... Nelayan Sorue Jaya...!!
Kampung Nelayan... luar biasa...!!
Nelayan sejahtera... laut lestari...
Indonesia maju... setiap hari...!!

Ayo... Ayo... Bergoyang Semua...!!
Berdaulat... adil dan makmur...
Merah Putih di dalam dada
Indonesia jaya... sepanjang masa...!!

Verse 2
Dermaga layak menjadi harapan
Tempat pendaratan hasil tangkapan
Pabrik es dan cold storage tersedia
Membantu nelayan meningkatkan usaha

Ikan berkualitas hasil tangkapan
Delapan ton dikirim keluar daerah
Kualitas ekspor menjadi kebanggaan
Hasil laut membawa kesejahteraan

Rap Break
Yo... Yo... Sorue Jaya...!!
Nelayan naik kelas...!!
Ikan melimpah...!!
Pasar semakin luas...!!

Jaga laut... jangan dirusak...
Tangkap ikan sesuai aturan...
Laut adalah sumber kehidupan...
Untuk anak cucu masa depan...!!

Bridge
Mari bersama menjaga lautan
Laut bersih menjadi kekuatan
Ikan menjadi sumber kehidupan
Nelayan makmur menjadi harapan

Kampung nelayan pusat pertumbuhan
Ekonomi pesisir terus dikembangkan
Dengan kerja nyata dan kebersamaan
Indonesia maju penuh kemakmuran

Final Drop / Chorus
Hey... Hey... Sorue Jaya...!!
KNMP... luar biasa...!!
Nelayan sejahtera... laut terjaga...
Perikanan maju... Indonesia jaya...!!

Ayo... Ayo... Bergoyang Semua...!!
Merah Putih terus berkibar
Dari pesisir untuk Indonesia
Berdaulat... Adil... dan Makmur...!!

Outro
Sorue Jaya...!!
Kampung Nelayan Merah Putih...!!
Nelayan sejahtera...!!
Laut lestari...!!
Ikan melimpah...!!
Indonesia maju...!!
HUT ke-81...!!
Indonesia... Jaya... Jaya... Jaya...!!

Ending Chant
Nelayan...!!
Sejahtera...!!
Laut...!!
Lestari...!!
Sorue Jaya...!!
KNMP...!!
Merah Putih...!!
Indonesia... Jaya... Jaya... Jaya...!! 🇮🇩

Lihat Lirik Lagu Lainnya

https://www.youtube.com/@MUSIK_SEHAT_HAPPY_SELALU

https://www.youtube.com/@mukhtarapi

READ MORE - NELAYAN SEJAHTERA, LAUT LESTARI (DJ Remix Dangdut Koplo – HUT ke-81 RI di KNMP Sorue Jaya)

18 Agustus, 2026

Dirjen PSDKP Dampingi Menteri KKP Lepas Bantuan Kemanusiaan untuk Korban Gempa NTT dari PPS Kendari

Kendari, 17 Agustus 2026 — Direktur Jenderal Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan (Dirjen PSDKP) Dr. Pung Nugroho Saksono, A.Pi., M.M turut mendampingi Menteri Kelautan dan Perikanan (KKP) Sakti Wahyu Trenggono dalam kunjungan kerja ke Pelabuhan Perikanan Samudera (PPS) Kendari, Sulawesi Tenggara, Senin (17/8/2026).

Kunjungan tersebut bertepatan dengan momentum peringatan Hari Ulang Tahun ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia dan dirangkaikan dengan aksi kemanusiaan berupa pelepasan bantuan bagi masyarakat terdampak gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT).

Dalam kegiatan tersebut, Menteri KKP bersama jajaran KKP dan Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara melepas pengiriman bantuan kemanusiaan dengan total sekitar 50 ton. Bantuan tersebut diperuntukkan bagi masyarakat yang terdampak bencana gempa bumi di wilayah NTT.

Bantuan yang dikirimkan terdiri atas berbagai kebutuhan pokok dan kebutuhan masyarakat terdampak bencana, antara lain beras, mi instan, minyak goreng, gula, biskuit, ikan kaleng, popok bayi, pembalut wanita, selimut, serta obat-obatan.


Kapal Orca 06 Dikerahkan Mengangkut Bantuan

Untuk mendukung kelancaran distribusi bantuan, KKP mengerahkan Kapal Pengawas PSDKP Orca 06 sebagai sarana transportasi laut. Kapal tersebut membawa bantuan dari PPS Kendari menuju Labuan Bajo, NTT.

Pengerahan armada pengawas PSDKP menunjukkan peran strategis KKP dalam mendukung penanganan bencana sekaligus memastikan bantuan dapat didistribusikan melalui jalur laut.

Dr. Pung Nugroho Saksono, A.Pi., M.M Dirjen PSDKP bersama Menteri KKP juga meninjau kesiapan logistik yang telah dimuat di atas kapal sebelum bantuan diberangkatkan.

Wujud Kepedulian KKP bagi Masyarakat Terdampak Bencana

Aksi kemanusiaan ini menjadi bagian dari kepedulian KKP terhadap masyarakat yang terdampak bencana, khususnya masyarakat pesisir dan sektor kelautan dan perikanan.

Selain mendukung pengiriman bantuan, jajaran KKP juga terus melakukan pemantauan terhadap kondisi masyarakat kelautan dan perikanan yang terdampak bencana serta mendukung upaya penanganan dan pemulihan.

Momentum HUT ke-81 Kemerdekaan RI menjadi pengingat bahwa semangat kemerdekaan tidak hanya diwujudkan melalui pembangunan, tetapi juga melalui kepedulian, gotong royong, dan kehadiran negara bagi masyarakat yang membutuhkan.

Dari PPS Kendari, bantuan kemanusiaan diberangkatkan menuju NTT dengan membawa harapan dan semangat solidaritas untuk masyarakat terdampak gempa.

KKP Peduli, Laut Terjaga, Masyarakat Sejahtera.






READ MORE - Dirjen PSDKP Dampingi Menteri KKP Lepas Bantuan Kemanusiaan untuk Korban Gempa NTT dari PPS Kendari

Menteri KKP dan Gubernur Sultra Lepas 50 Ton Bantuan Kemanusiaan dari PPS Kendari untuk Korban Gempa NTT

 

KENDARI, 17 Agustus 2026 — Menteri Kelautan dan Perikanan (KKP) Sakti Wahyu Trenggono bersama Gubernur Sulawesi Tenggara Andi Sumangerukka mengunjungi Pelabuhan Perikanan Samudera (PPS) Kendari, Senin (17/8/2026). Kunjungan tersebut merupakan bagian dari rangkaian kegiatan kemanusiaan dalam rangka membantu masyarakat terdampak gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT).

Dalam kegiatan tersebut, Menteri KKP Sakti Wahyu Trenggono bersama Gubernur Sulawesi Tenggara memimpin pelepasan bantuan kemanusiaan dengan total sekitar 50 ton yang diberangkatkan dari PPS Kendari menuju NTT.

Bantuan tersebut merupakan hasil kolaborasi Kementerian Kelautan dan Perikanan bersama Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara sebagai wujud kepedulian dan solidaritas terhadap masyarakat yang terdampak bencana.

Menteri dan Gubernur Cek Langsung Bantuan

Sebelum pelepasan, Menteri KKP dan Gubernur Sultra melakukan pengecekan langsung terhadap berbagai bantuan yang telah dipersiapkan untuk diberangkatkan melalui jalur laut.

Logistik yang disiapkan antara lain berupa beras, mi instan, minyak goreng, gula, biskuit, ikan kaleng, popok bayi, pembalut wanita, selimut, serta obat-obatan dan berbagai kebutuhan lainnya bagi masyarakat terdampak bencana.

Pengecekan dilakukan untuk memastikan bantuan telah siap dan dapat dikirimkan kepada masyarakat yang membutuhkan.

Diangkut Kapal Orca 06

Bantuan kemanusiaan tersebut diberangkatkan dari kawasan PPS Kendari menggunakan Kapal Orca 06, kapal pengawas milik Direktorat Jenderal Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan (PSDKP).

Penggunaan kapal pengawas sebagai sarana pengiriman bantuan menunjukkan dukungan Kementerian Kelautan dan Perikanan dalam membantu penanganan kondisi darurat sekaligus memperkuat semangat gotong royong antardaerah.

Menteri KKP Sakti Wahyu Trenggono menyampaikan bahwa bantuan tersebut merupakan bentuk kepedulian bersama kepada masyarakat NTT yang sedang menghadapi kondisi sulit akibat bencana gempa bumi.

PPS Kendari Menjadi Titik Pengiriman Bantuan

Pelabuhan Perikanan Samudera Kendari memiliki peran strategis sebagai salah satu pusat aktivitas kelautan dan perikanan di Sulawesi Tenggara. Pada momentum tersebut, PPS Kendari juga menjadi titik pemberangkatan bantuan kemanusiaan menuju NTT.

Kegiatan ini menjadi bagian dari semangat gotong royong dan kepedulian sosial dalam memperingati Hari Ulang Tahun ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.

Dari Kendari untuk NTT, bantuan diberangkatkan dengan harapan dapat meringankan beban masyarakat terdampak bencana dan menjadi wujud nyata solidaritas serta persaudaraan sesama anak bangsa.

PPS Kendari berkomitmen terus mendukung program Kementerian Kelautan dan Perikanan serta berperan aktif dalam pelayanan masyarakat, kegiatan sosial, dan penguatan sektor kelautan dan perikanan untuk Indonesia.




READ MORE - Menteri KKP dan Gubernur Sultra Lepas 50 Ton Bantuan Kemanusiaan dari PPS Kendari untuk Korban Gempa NTT

Menteri KKP Kunjungi PPS Kendari, Lepas 50 Ton Bantuan Kemanusiaan untuk Korban Gempa NTT


KENDARI, 17 Agustus 2026 — Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono melakukan kunjungan kerja ke Pelabuhan Perikanan Samudera (PPS) Kendari, Senin (17/8/2026). Kunjungan tersebut menjadi bagian dari rangkaian kegiatan peringatan Hari Ulang Tahun ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Sulawesi Tenggara.

Dalam kunjungan tersebut, Menteri Kelautan dan Perikanan bersama Gubernur Sulawesi Tenggara Andi Sumangerukka dan unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) melepas bantuan kemanusiaan sekitar 50 ton untuk masyarakat terdampak gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT).

Bantuan yang diberangkatkan melalui PPS Kendari merupakan bentuk kepedulian dan solidaritas kemanusiaan. Bantuan tersebut terdiri atas berbagai kebutuhan masyarakat, antara lain beras, mi instan, minyak goreng, gula, biskuit, ikan kaleng, popok bayi, pembalut wanita, selimut, serta obat-obatan.

Pelepasan bantuan dilakukan dari kawasan PPS Kendari dengan menggunakan Kapal Pengawas PSDKP Orca 06 yang membawa bantuan menuju wilayah NTT. Kegiatan tersebut sekaligus menunjukkan peran pelabuhan perikanan tidak hanya sebagai pusat aktivitas perikanan, tetapi juga sebagai bagian dari dukungan terhadap kegiatan sosial dan kemanusiaan.

Meninjau Aktivitas Perikanan di PPS Kendari

Selain melepas bantuan kemanusiaan, Menteri Trenggono juga melakukan peninjauan sejumlah aktivitas di kawasan PPS Kendari. Menteri melihat secara langsung kegiatan pembongkaran ikan di TPI Higienis serta berdialog dengan para nelayan mengenai aktivitas penangkapan ikan dan kondisi usaha perikanan.

Dialog dengan nelayan menjadi kesempatan untuk mendengarkan secara langsung berbagai aspirasi dan kondisi masyarakat perikanan di lapangan. Kegiatan tersebut juga memperlihatkan komitmen pemerintah dalam mendorong peningkatan produktivitas serta kesejahteraan nelayan.

Menteri juga meninjau fasilitas dermaga PPS Kendari dan melihat aktivitas pelayanan kepelabuhanan perikanan yang berlangsung di kawasan tersebut.

Sekretaris Direktorat Jenderal Perikanan Tangkap (Sesditjen DJPT) Dr. Ir. Ridwan Mulyana, M.T. bersama Kepala PPS Kendari Andi Mannojengi, S.St.Pi., M.Si. mendampingi serta berdialog langsung dengan Menteri Kelautan dan Perikanan (MKP) Sakti Wahyu Trenggono dalam rangkaian kunjungan kerja di Pelabuhan Perikanan Samudera (PPS) Kendari.

Kunjungi Kampung Nelayan Merah Putih

Dalam rangkaian kunjungan, Menteri Kelautan dan Perikanan turut mengunjungi Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) Kelurahan Pudai, Kota Kendari.

Kunjungan tersebut menjadi bagian dari upaya melihat perkembangan kawasan kampung nelayan serta pemanfaatan fasilitas yang dibangun untuk mendukung kegiatan masyarakat pesisir. KNMP diharapkan dapat menjadi pusat pertumbuhan ekonomi masyarakat nelayan melalui dukungan sarana dan prasarana perikanan yang terintegrasi.

Kehadiran Menteri Kelautan dan Perikanan di PPS Kendari dan kawasan KNMP juga memberikan semangat bagi masyarakat perikanan di Sulawesi Tenggara untuk terus menjaga laut, meningkatkan produktivitas, serta membangun sektor perikanan yang berkelanjutan.

Momentum Kemerdekaan untuk Memperkuat Kepedulian

Kunjungan kerja Menteri Kelautan dan Perikanan di Kendari pada momentum HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia menjadi pengingat bahwa semangat kemerdekaan tidak hanya diwujudkan melalui pembangunan ekonomi, tetapi juga melalui kepedulian dan gotong royong membantu masyarakat yang membutuhkan.

Dari PPS Kendari, semangat tersebut diwujudkan melalui pengiriman bantuan kemanusiaan ke NTT sekaligus penguatan sektor kelautan dan perikanan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat pesisir.

PPS Kendari terus berkomitmen memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat perikanan, mendukung kesejahteraan nelayan, serta menjaga sumber daya kelautan dan perikanan untuk Indonesia yang maju dan berkelanjutan.

READ MORE - Menteri KKP Kunjungi PPS Kendari, Lepas 50 Ton Bantuan Kemanusiaan untuk Korban Gempa NTT

10 Agustus, 2024

KKP Lantik Mantan Kapolda Maluku sebagai Dirjen Perikanan Tangkap Hari Ini

Menteri Kementerian Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono melantik mantan Kapolda Maluku Irjen Pol Lotharia Latif sebagai Direktur Jenderal Perikanan Tangkap, Jumat 9 Agustus 2024. Istimewa
Menteri Kementerian Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono melantik mantan Kapolda Maluku Irjen Pol Lotharia Latif sebagai Direktur Jenderal Perikanan Tangkap, Jumat 9 Agustus 2024. Istimewa
Iklan

TEMPO.CO, Jakarta - Kementerian Kelautan dan Perikanan melantik Direktur Jenderal Perikanan Tangkap yang baru. KKP menunjuk mantan Kepala Kepolisian Daerah Maluku Inspektur Jenderal Lotharia Latif menduduki jabatan Dirjen itu.

"Menteri Keluatan dan Perikanan telah melantik Direktur Jenderal Perikanan Tangkap, Irjen Polisi Lotharia Latief, pada Jumat, 9 Agustus 2024," kata Asisten Khusus Menteri Kelautan dan Perikanan Bidang Media dan Komunikasi Publik, Doni Ismanto, melalui aplikasi perpesanan, Jumat, 9 Agustus 2024.

Lotharia menjabat sebagai Kapolda Maluku pada 17 Desember 2021. Pria kelahiran Surabaya, Jawa Timur, pada Juni 1967 itu meninggalkan jabatannya sebagai Kapolda setelah Kapolri Listyo Sigit Prabowo melakukan rotasi dan mutasi terhadap sejumlah perwira tinggi hingga perwira menengah Polri, di antaranya Lotharia dimutasi menjadi Pati Badan Reserse Kriminal Polri.

Adapun posisi Lotharia diganti oleh Irjen Eddy Sumitro Tambunan. Mutasi pejabat Polri ini tertuang dalam Surat Telegram Kapolri Nomor ST/1552/VII/KEP/2024 tanggal 26 Juli 2024, ditandatangani oleh Asisten Bidang Sumber Daya Manusia Polri Irjen Dedi Prasetyo.

Doni menerangkan penunjukkan Lotharia sebagai Dirjen Perikanan Tangkap sudah sesuai Undang-Undang tentang Aparatur Sipil Negara dan Keputusan Presiden Nomor 88/TPA Tahun 2024.

Sumber https://bisnis.tempo.co/read/1901841/kkp-lantik-mantan-kapolda-maluku-sebagai-dirjen-perikanan-tangkap-hari-ini 

 

 

READ MORE - KKP Lantik Mantan Kapolda Maluku sebagai Dirjen Perikanan Tangkap Hari Ini

14 Desember, 2023

Trenggono Ungkap Maling Ikan di Laut RI: Rumah di PIK Punya 80 Kapal

 Menteri Kelautan dan Perikanan (KKP) Sakti Wahyu Trenggono mengakui bahwa saat ini masih banyak kapal Indonesia yang melakukan penangkapan ilegal alias illegal fishing. Ia mengaku geleng-geleng kepala melihat fenomena tersebut.

"Dari sekian banyak jumlahnya, lebih dari 80 ribu kapal, yang izin hanya 6 ribu. Yang izin ke kementerian ini hanya 6 ribu, selebihnya izinnya daerah, selebihnya tidak ada izin, jadi korupsi semua ini," ucap Sakti dalam agenda Pemberian Award dan Bincang-bincang: Sinergi Berantas Korupsi untuk Mewujudkan Ekonomi Biru, di Kantor Kementerian dan Kelautan Perikanan, Merdeka Timur, Senin (11/12/2023).

Sakti kemudian mengungkap, berbagai kapal Indonesia yang melakukan ilegal fishing itu mencari ikan berbagai negara. Di antaranya, Australia, Malaysia, Thailand, bahkan hingga Madagaskar. Menurutnya, berbagai negara seperti Australia harusnya sudah komplen terhadap Indonesia soal hal tersebut.

Selain itu, Sakti juga mengatakan berbagai pelaku penangkapan ilegal itu adalah 'pemain besar' karena mempunyai kapal yang berukuran di atas 30 Gross Ton (GT). Berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor (PP) 11 Tahun 2023 tentang Penangkapan Ikan Terukur (PIT) dan Surat Edaran (SE) Menteri Kelautan dan Perikanan B.1090/MEN-KP/VII/2023 tentang Migrasi Perizinan Berusaha Subsektor Penangkapan Ikan dan Pengangkutan Ikan.

Ia menjelaskan pemerintah pun tidak memperbolehkan kapal di atas 30 GT untuk melewati wilayah zona maritim, yakni di atas 12 mil laut yang merupakan zona ekonomi eksklusif Indonesia (ZEEI) yang menjadi kewenangan KKP. Jika lebih maka harus seizin pihaknya.

Namun ia melihat para pemancing ilegal masih melakukan hal tersebut karena tahu bahwa KKP tidak mempunyai kapasitas sumber daya manusia untuk mengawasi seluruh perairan Indonesia.

"30 GT itu beroperasinya hanya di 12 mil, dia tau KKP tidak mungkin bisa mengawasi sejauh itu. Rumahnya di Pondok Indah, di PIK, tapi punya 80 kapal di Ambon, punya 70 kapal di Biak. Izinnya izin daerah, murah meriah, BBM-nya disubsidi pemerintah (padahal) itu haknya nelayan lokal yang pakai 3 GT dan 5 GT," sindirnya.
Advertisements

Oleh sebab itu, Sakti pun mengatakan bahwa pemerintah saat ini mencoba menyelesaikan hal tersebut. Salah satunya dengan merancang PP 11 Tahun 2023 tentang PIT. Regulasi itu bertujuan untuk mengatur hak dan membagi wilayah tangkapan berdasarkan kemampuan para nelayan lokal dan para nelayan besar.

Sakti pun mengatakan bahwa Hari Anti Korupsi seharusnya menjadi momentum bagi semua pihak untuk berbenah. Menurutnya, rencana besar Ekonomi Biru tidak akan bisa terwujud sepenuhnya jika sifat-sifat korupsi masih melekat di KKP dan seluruh stakeholdernya.

"Korupsi bukan hanya penyelenggara negara, tetapi juga audiens kita atau masyarakat yang kita kelola, yang kita tata kelola. Mudah-mudahan an semua kita bisa perbaiki tata kelolanya sehingga tidak hanya kementerian saja seluruh stakeholdernya baik, sehingga seperti disuarakan Pak Nurul Ghufron (Wakil Pimpinan KPK) tadi. Kita wujudkan KKP berintegritas dan mewujudkan ekonomi biru dalam sektor perikanan serta menyeimbangkan ekologi Indonesia," pungkasnya


Baca artikel detikfinance, "Trenggono Ungkap Maling Ikan di Laut RI: Rumah di PIK Punya 80 Kapal" selengkapnya https://finance.detik.com/berita-ekonomi-bisnis/d-7084082/trenggono-ungkap-maling-ikan-di-laut-ri-rumah-di-pik-punya-80-kapal.

 

Ingin Pakai Batik Motif Ikan  

Batik Motif Ikan Berminat Hub 081342791003

 

Mau Sehat dan Dikejar-Kejar Uang Tidak Henti-Hentinya dan dapat diwariskan Lihat Vidionnya

 

Hub 081342791003



 
Cari Kos Kosan di Kota Kendari ini tempat 
 Kos Putri Salsabilla Kendari
 Hub 081342791003
 
Berminat Hub 081342791003 
 
Miliki Kavling tanah di Pusat Pemerintahan Kabupaten Bima di 
GRIYA GODO PERMAI
Investasi Kavling Tanah Perumahan di Griya Godo Permai yang merupakan Daerah Pengembangan Ibu Kota Kabupaten Bima Nusa Tenggara Barat. Jarak hanya + 1 Kilo meter dari Kantor Bupati Kab. Bima dan dari jalan utama hanya + 500 Meter.

Berminat Hub 081342791003 

 

ut RI: Rumah di PIK Punya 80 Kapal
Samuel Gading - detikFinance
Senin, 11 Des 2023 18:45 WIB
Wahyu Sakti Trenggono
Foto: dok. KKP
Jakarta -

Menteri Kelautan dan Perikanan (KKP) Sakti Wahyu Trenggono mengakui bahwa saat ini masih banyak kapal Indonesia yang melakukan penangkapan ilegal alias illegal fishing. Ia mengaku geleng-geleng kepala melihat fenomena tersebut.

"Dari sekian banyak jumlahnya, lebih dari 80 ribu kapal, yang izin hanya 6 ribu. Yang izin ke kementerian ini hanya 6 ribu, selebihnya izinnya daerah, selebihnya tidak ada izin, jadi korupsi semua ini," ucap Sakti dalam agenda Pemberian Award dan Bincang-bincang: Sinergi Berantas Korupsi untuk Mewujudkan Ekonomi Biru, di Kantor Kementerian dan Kelautan Perikanan, Merdeka Timur, Senin (11/12/2023).

Sakti kemudian mengungkap, berbagai kapal Indonesia yang melakukan ilegal fishing itu mencari ikan berbagai negara. Di antaranya, Australia, Malaysia, Thailand, bahkan hingga Madagaskar. Menurutnya, berbagai negara seperti Australia harusnya sudah komplen terhadap Indonesia soal hal tersebut.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Baca juga:
KKP Amankan 6 Kapal Maling Ikan di Selat Malaka dan Laut Sulawesi

Selain itu, Sakti juga mengatakan berbagai pelaku penangkapan ilegal itu adalah 'pemain besar' karena mempunyai kapal yang berukuran di atas 30 Gross Ton (GT). Berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor (PP) 11 Tahun 2023 tentang Penangkapan Ikan Terukur (PIT) dan Surat Edaran (SE) Menteri Kelautan dan Perikanan B.1090/MEN-KP/VII/2023 tentang Migrasi Perizinan Berusaha Subsektor Penangkapan Ikan dan Pengangkutan Ikan.

Ia menjelaskan pemerintah pun tidak memperbolehkan kapal di atas 30 GT untuk melewati wilayah zona maritim, yakni di atas 12 mil laut yang merupakan zona ekonomi eksklusif Indonesia (ZEEI) yang menjadi kewenangan KKP. Jika lebih maka harus seizin pihaknya.

Namun ia melihat para pemancing ilegal masih melakukan hal tersebut karena tahu bahwa KKP tidak mempunyai kapasitas sumber daya manusia untuk mengawasi seluruh perairan Indonesia.

"30 GT itu beroperasinya hanya di 12 mil, dia tau KKP tidak mungkin bisa mengawasi sejauh itu. Rumahnya di Pondok Indah, di PIK, tapi punya 80 kapal di Ambon, punya 70 kapal di Biak. Izinnya izin daerah, murah meriah, BBM-nya disubsidi pemerintah (padahal) itu haknya nelayan lokal yang pakai 3 GT dan 5 GT," sindirnya.
Advertisements

Oleh sebab itu, Sakti pun mengatakan bahwa pemerintah saat ini mencoba menyelesaikan hal tersebut. Salah satunya dengan merancang PP 11 Tahun 2023 tentang PIT. Regulasi itu bertujuan untuk mengatur hak dan membagi wilayah tangkapan berdasarkan kemampuan para nelayan lokal dan para nelayan besar.

Sakti pun mengatakan bahwa Hari Anti Korupsi seharusnya menjadi momentum bagi semua pihak untuk berbenah. Menurutnya, rencana besar Ekonomi Biru tidak akan bisa terwujud sepenuhnya jika sifat-sifat korupsi masih melekat di KKP dan seluruh stakeholdernya.

"Korupsi bukan hanya penyelenggara negara, tetapi juga audiens kita atau masyarakat yang kita kelola, yang kita tata kelola. Mudah-mudahan an semua kita bisa perbaiki tata kelolanya sehingga tidak hanya kementerian saja seluruh stakeholdernya baik, sehingga seperti disuarakan Pak Nurul Ghufron (Wakil Pimpinan KPK) tadi. Kita wujudkan KKP berintegritas dan mewujudkan ekonomi biru dalam sektor perikanan serta menyeimbangkan ekologi Indonesia," pungkasnya

Baca artikel detikfinance, "Trenggono Ungkap Maling Ikan di Laut RI: Rumah di PIK Punya 80 Kapal" selengkapnya https://finance.detik.com/berita-ekonomi-bisnis/d-7084082/trenggono-ungkap-maling-ikan-di-laut-ri-rumah-di-pik-punya-80-kapal.

Download Apps Detikcom Sekarang https://apps.detik.com/detik/
READ MORE - Trenggono Ungkap Maling Ikan di Laut RI: Rumah di PIK Punya 80 Kapal