09 April, 2024

BUBUR TAJILKU UNTUK MASJID DIHARI PERTAMA DIBAYAR CASH ALLAH 145 JUTA

 Ada seorang staf PNS bernama Ahmad yg tak pernah diikutkan dalam tim proyek di kantornya. Karena dia memang tidak mau menikmati rezeki dari hasil mark up anggaran, shg tidak pernah masuk dalam anggota tim proyek.
Dia santai saja, yg penting tidak makan dari hasil uang haram katanya.

Padahal sebenarnya saat ini dia sedang mengalami kesulitan ekonomi, sehingga dia berniat nyambi jualan 80 bungkus ta'jil bubur manis buatan istrinya dikantor.
Sampai di kantor dengan membawa ta'jil dia semangat promosikan ke ruangan² teman² kantornya, dari satu ruang ke ruang lain dia tawarkan ta'jil buatan istrinya, tapi tak ada yang membelinya.

Sampai sore waktunya pulang tak ada satupun yg membeli ta'jilnya.
Ahmad menghela nafas dan tidak terasa menitikkan air mata. Terbayang bagaimana istrinya dari pagi² sekali sejak sebelum sahur menyiapkan bubur ta'jil yang dibawanya.
Setelah beres-beres dan bersiap pulang, Ahmad segera melangkah keluar ruang sambil menenteng bawaan ta'jilnya yg tidak laku terjual.

Di luar dia lihat ada 5 orang satpam, maka dikasihkannyalah 5 bungkus ta'jil.
Kemudian dia mampir di masjid dekat kantornya untuk salat ashar. Selesai salat dia serahkan seluruh sisa ta'jil 75 bungkus ke pengurus masjid biar manfaat bisa untuk tambahan buka puasa bersama di masjid tsb.

Kemudian pengurus masjid mencatat nama, no telpon dan alamat Ahmad. Hanya satu pesan Ahmad ke pengurus masjid, dia tidak mau diumumkan namanya.

Sesampai dirumah dia disambut oleh istri yg terlihat girang melihat Ahmad tidak membawa pulang ta'jil, dlm hati istrinya pasti semua ta'jilnya terjual habis. Tetapi istrinya heran melihat suaminya tampak lesu.

"Kenapa bang...kan ta'jilnya habis."
"Iya habis...tapi tidak ada duitnya, kata Ahmad
"Lho kok bisa? Pada ngutang ya ?"
"Bukan...tidak ada satupun yg beli di kantor, sehingga 5 bungkus kukasih ke satpam dan 75 bungkus kuserahkan pengurus mesjid biar buat takjil bersama" kata Ahmad

Raut muka istrinya terlihat kecewa...tapi tak lama kemudian istrinya bilang
"Gak apa² bang belum rejekinya. Mungkin kita diminta menjamu tamu² Allah di masjid. Yuk... siap² bentar lagi magrib" kata istrinya.

Subhanallah…bersyukur Ahmad melihat keikhlasan istrinya...merekapun kemudian berbuka bersama dalam kesederhanaan.

Setelah selesai salat tarawih tiba² ada telepon masuk dari nomor yg tidak dikenal.

"Assalamualaikum..." Ucap Ahmad menyambut si penelepon.
"Waalaikumsalam warahmatullahi Wabarakatuh." Apa benar ini bapak yang tadi ngasih ta'jil ke mesjid ya...?
"Benar pak ada yg bisa saya bantu?" Jawab Ahmad
"Tadi kebetulan kami mampir masjid, tidak kekejar waktunya buka di rumah. Saya makan bubur sumsum dan istri makan bubur ketan hitamnya. Enaaaak banget.."
"Alhamdulillaah pak.. Terimakasih" jawab Ahmad
"Kalau mulai besok sampai hari ramadhan terakhir saya pesen 1.000 bungkus ta'jil tiap hari bisa?"
Ahmad terkejut, dan berteriak Allahu Akbar dalam hati. Gemetar dirinya…Ta'jil yg dianggap tidak laku malah mendatangkan customer yg dahsyat.

"Bi… bisa pak. Tapi maaf, keuangan saya lagi terpuruk. Modal untuk 1.000 ta'jil untuk hari pertama saja tidak ada".
"Tenang pak… tolong kalkulasi semua, dan minta no rekeningnya nanti saya bayar cash untuk 29 hari"
"Ya Allah, ini saya tidak mimpi kan pak."
Bapak diseberang telepon malah ketawa...
"Oya, nanti ta'jil akan dijemput supir dan pegawai saya, kalian cuma buatkan saja tak usah ngantar"
"Terima kasih yang tak terhingga pak. Semoga bapak mendapatkan balasan yg terbaik dari Allah" kata Ahmad

Telepon ditutup. Dan dia menghitung semua kebutuhan 1.000 bungkus ta'jil X 29 hari, setiap ta'jil dihargai Rp 5.000, kemudian hitungan itu di foto, dan kemudian dia kirim ke nomor bapak diseberang telepon tadi berikut nomor rekeningnya.

10 menit kemudian ada tanda masuk notifikasi dari e-banking nya. Masya Allah… sudah masuk uang transfer sebesar 145.000.000 rupiah sesuai yg dia hitung tadi...
"Allahu Akbar" teriak Ahmad.

Matematika Allah memang misteri & kita tidak permah tahu, daya nalar kita seringkali tidak mampu menjangkaunya...
Sebagaimana dijelaskan dalam firman Allah SWT dalam Surat Al-Baqarah, ayat 245 :

مَّن ذَا الَّذِي يُقْرِضُ اللَّهَ قَرْضًا حَسَنًا فَيُضَاعِفَهُ لَهُ أَضْعَافًا كَثِيرَةً وَاللَّهُ يَقْبِضُ وَيَبْسُطُ وَإِلَيْهِ تُرْجَعُونَ

"Siapakah yang mau memberi pinjaman kepada Allah, pinjaman yang baik, maka Allah akan melipat gandakan balasannya kepada orang tsb. Allah menyempitkan dan melapangkan (rezeki) dan kepada-Nya-lah kamu dikembalikan."

"Barangsiapa yang bertakwa kepada Allah, niscaya Allah akan mengadakan baginya jalan keluar. Dan memberinya rezeki dari arah yang tiada disangka-sangkanya dan Allah akan mencukupkan kebutuhannya" (At-Talaq 2-3).

MARHABAN YA RAMADHAN 1445H....Selamat menunaikan ibadah puasa, semoga Allah SWT menerima amal ibadah kita...
Judul Ceramah :


Tidak ada komentar: