27 Juli, 2026

"Demi Masa"



Allah bersumpah dalam Al-‘Ashr:  

"Demi masa. Sesungguhnya manusia benar-benar dalam kerugian."

Rugi... karena waktu terus berjalan dan tak pernah kembali.  

Rugi... karena nafas yang terbuang tanpa amal.  

Rugi... karena sehat yang disia-siakan, dan sakit yang dilupakan hikmahnya.


Lalu datanglah sakit.  

Tubuh melemah. Langkah tertahan. 

Di titik itulah kita sadar: sehat itu bukan biasa. Sehat itu hadiah.


Dan ketika Allah kembalikan kesehatan itu pada kita,  

itu bukan kebetulan. 

Itu adalah undangan kedua.  

Undangan untuk memperbaiki yang kemarin tertunda.  

Undangan untuk menanam kebaikan yang dulu kita tunda-tunda.


Kesehatan yang kembali adalah cara Allah berbisik lembut:  

"Hamba-Ku... Aku beri kamu waktu lagi. Gunakan untuk Aku. Gunakan untuk sesama."


Gunakan tangan ini untuk menolong, bukan menyakiti.  

Gunakan lisan ini untuk mendoakan, bukan melukai.  

Gunakan kaki ini untuk melangkah ke masjid, ke majelis ilmu, ke rumah orang yang butuh.  

Gunakan rezeki dan tenaga ini untuk meringankan beban makhluk-Nya.


Karena setiap sujud setelah sembuh,  

setiap sedekah setelah sembuh,  

setiap senyum dan sabar setelah sembuh...  

adalah bukti syukur kita atas "kesempatan kedua" itu.


Jangan sampai kita termasuk orang yang merugi.  

Yang baru ingat Allah saat sakit,  

tapi lupa lagi saat sehat.


Mumpung masih diberi waktu.  

Mumpung masih diberi sehat.  

Mari kita balas kepercayaan Allah itu...  

dengan taat kepada-Nya, dan berbuat baik seluas-luasnya.


"Kecuali orang-orang yang beriman, beramal shalih, saling menasihati dalam kebenaran dan saling menasihati dalam kesabaran."  QS. Al-‘Ashr: 3

Tidak ada komentar: