14 April, 2014

4 Kapal Thailand Ditangkap di Aceh

BANDA ACEH - Baru lima hari lalu, personel TNI Pangkalan Angkatan Laut (Lanal) Lhokseumawe menangkap lima kapal asal Thailand yang masuk perairan Aceh Timur secara ilegal, kemarin giliran tim Polres Aceh Barat dipimpin Kapolres setempat, AKBP Faisal Rivai menangkap empat kapal asal negara yang sama itu di perairan Aceh Barat. 

Informasi ini awalnya diperoleh Serambi dari Wakil Sekjen Panglima Laot Aceh, Miftach Cut Adek. Dihubungi terpisah pukul 20.30 WIB malam tadi, Sekjen Panglima Laot Aceh Barat, Nanda Ferdiansyah membenarkan informasi ini, bahkan ia mengatakan dirinya bersama para pejabat di Aceh Barat sedang menunggu kedatangan empat kapal itu bersama 60 ABK tersebut di Pelabuhan Meulaboh, Aceh Barat.

“Penangkapan sekitar pukul 16.00 WIB dipimpin Kapolres. Posisi saat ditangkap kira-kira 20 mil dari Perairan Aceh Barat. Jumlah ABK dari keempat kapal 60 orang atau 15 ABK dalam satu kapal, namun saya belum mengetahui identitas karena saat ini mereka bersama empat kapal itu sedang dibawa oleh personel Aceh Barat ke Pelabuhan Meulaboh,” kata Nanda Ferdiansyah. 

Menurut Nanda, sebelum penangkapan itu, kemarin pagi nelayan melapor ke Bupati Aceh Barat, Tito bahwa ada kapal Thailand menggunakan trawl atau pukat harimau untuk menjaring ikan di perairan kabupaten tersebut.
Kemudian Bupati meneruskan laporan ini ke Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Aceh Barat dan Panglima Laot Aceh Barat, hingga kemudian pihak Panglima Laot melapor hal ini ke Polres setempat.

“Sepertinya mereka memanfaatkan situasi pemilu ini untuk masuk ke Perairan Aceh Barat karena memprediksi petugas keamanan sibuk dengan pemilu, begitu juga para nelayan. Soalnya sekitar sehari setelah pemilu, juga ada informasi dari pihak Panglima Laot Aceh Jaya bahwa ada sekitar 20 kapal Thailand berbendera Indonesia di perairan Aceh Jaya. Tapi kita tak tahu apakah yang ditangkap ini, termasuk di antara yang 20 itu,” ujar Nanda.
 
Seperti diberitakan Jumat (11/4), Personel TNI Lanal Lhokseumawe, Kamis (10/4) subuh menangkap lima kapal pukat asal Thailand yang masuk ke perairan Timur Aceh secara ilegal. Bersama kapal tersebut, TNI-AL juga mengamankan 56 ABK berkebangsaan Thailand dan Myanmar. Kelima kapal yang menggunakan bendera Indonesia tersebut bernama Bintang Laut IX, Kakap IV, Ikan IX, Bintang Laut VII, dan Kakap II.
 
Panglima Laot Aceh, Teuku Bustamam malam tadi secara khusus menghubungi Serambi untuk mengucapkan terimakasih ke Kapolres dan anggotanya yang telah melakukan penangkapan itu, serta ke pihak DKP Aceh Barat dan pihak Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), HNSI Aceh, serta semua pihak yang juga ikut membantu proses penagkaopan itu. Begit juga terhadap pihak Lanal Lhokseumawe yang telah menangkap lima kapal Thailand lima hari lalu.  

Menurut Bustamam, sudah sering kapal Thailand menjarah ikan di perairan Aceh Jaya, Aceh Barat, serta perairan Aceh di Selat Malaka karena di laut Aceh ini banyak ikan dan udang. “Selain melanggar karena masuk wilayah Indonesia, kehadiran mereka meresahkan nelayan lokal lantaran para pihak Thailand ini menggunakan trawl yang juga dapat menjaring bibit ikan serta merusak terumbu karang. Kami harap petugas dapat meningkatkan pengamanan di laut, di samping berharap proses hukum terhadap yang sudah ditangkap,” harap Bustamam.(sal)

http://aceh.tribunnews.com/2014/04/14/lagi-4-kapal-thailand-ditangkap 

Tidak ada komentar: