19 April, 2015

Kisah KP. Hiu Macan Tutul Memburu Pencuri Ikan di Perairan Natuna

Liputan6.com, Natuna - Butuh waktu sekitar 30 jam bagi Kapal Pengawas (KP) Hiu Macan Tutul 002 untuk menjelajahi perairan dari Batam ke Pulau Natuna, Kepulauan Riau. Di pulau yang langsung berhadapan dengan Laut China Selatan itu harta karun tersimpan di bawah genangan air bergaram.
Butuh waktu sekitar 30 jam bagi Kapal Pengawas (KP) Hiu Macan Tutul 002 untuk menjelajahi perairan dari Batam ke Pulau Natuna, Kepri. (Richo Pramono/Liputan6.com)
Ikan-ikan berprotein tinggi terkandung di lautan itu. Tak heran banyak nelayan-nelayan dari negeri tetangga mencuri ikan di dekat pulau tersebut. 

Maka ke perairan itulah Kapal Hiu Macan Tutul 002 meluncur. Berharap bisa menemukan para pencuri saat tengah beraksi dan langsung mengeksekusi mereka.

"Natuna itu lokasinya sangat dekat dengan kejadian berbagai pencurian ikan. Di sana lebih efektif untuk eksekusi," tutur nakhoda KP Hiu Macan Tutul 002 Kapten Samuel Sandi, Jumat (10/4/2015).

Samuel mengatakan, para pasukan Pengawas Sumber Daya Kelautan dan Perikanan (PSDKP) nantinya akan membawa kapal-kapal pencuri ikan bersandar di Batam dan Pontianak. Ini karena tak mudah membawa kapal-kapal itu kembali ke Batam.

"Kapal Hiu Macan Tutul 002 ini kan kecepatan maksimunnya bisa sampai 17 knot. Waktu tempuhnya dari Batam ke Natuna hanya kurang dari 30 jam. Sedangkan kalau kapal asing itu maksimal hanya 7 knot, bisa 3 atau 4 hari baru sampai di Batam," jelas dia.

Selain jarak yang sangat jauh, kondisi beberapa kapal asing yang sudah memprihatinkan juga menjadi bahan pertimbangan. Pontianak dipilih karena kota pelabuhan itu jaraknya lebih dekat dibandingkan kembali ke Batam.

Namun jika sudah tak sangat tak memungkinkan untuk dibawa berlayar, maka kapal pencuri bakal langsung ditenggelamkan.

"Jadi biasanya kalau kapal bagus, itu ditarik ke Batam. Kalau sudah nggak memungkinkan atau kondisinya buruk biasanya ke Pontianak. Tapi kalau sudah tidak tertolong, misalnya ada kebocoran dan kerusakan mesin, mau tidak mau langsung ditenggelamkan," papar nahkoda asal Makassar, Sulawesi Selatan itu.

Bangkai-bangkai kapal yang ditenggelamkan akan menjadi tempat berkembangnya bagi kerumbu karang, kerang, dan ikan-ikan.

"Kayu kapal itu bisa jadi rumpon tempat karang. Arahnya ke sana, makanya kita tenggelamkan. Beberapa prosedur tetap kita lakukan seperti sterilisasi dari oli dan zat berbahaya," pungkas Samuel. (Ndy/Ans)
READ MORE - Kisah KP. Hiu Macan Tutul Memburu Pencuri Ikan di Perairan Natuna

17 April, 2015

Ilmuwan Buktikan Kebenaran Quran: Ada `Mawar Merah` di Angkasa

Ilmuwan Buktikan Kebenaran Quran: Ada Mawar Merah di AngkasaDream - Apabila sebuah bintang telah habis masanya kemudian meledak dan mati, maka sisa ledakan bintang tersebut akan berevolusi menjadi kumpulan gas yang disebut nebula.

Belum lama ini Badan Antariksa Amerika Serikat, NASA mengambil gambar nebula menggunakan teleskop Hubble. Dan ini adalah salah satu nebula paling kompleks yang pernah dilihat, NGC 6543, yang dijuluki 'Nebula Mata Kucing (cat eye nebula).

Nebula ini diperkirakan baru berusia 1.000 tahun. Apabila perhatikan lebih lanjut, nebula ini lebih cocok disebut sebagai nebula mawar merah dari pada mata kucing karena bentuknya menyerupai bunga mawar merah.
14 abad yang lalu, sebelum para ilmuwan NASA menemukan fenomena ini, Allah telah berfirman pada surah Ar-Rahman;

"Maka ketika langit (bintang/tata surya) terbelah (meledak) lalu menjadilah ia mawar merah yang berkilat seperti minyak" (Ar-Rahman: 37)
Apa tanggapan kalian tentang hal ini?

(Ism, Sumber: Facebook One Day One Juz) 

READ MORE - Ilmuwan Buktikan Kebenaran Quran: Ada `Mawar Merah` di Angkasa

WNI jadi budak kapal di Antartika, tak ada yang peduli

WNI jadi budak kapal di Antartika, tak ada yang peduli
Kapal Viking diduga memperjakan WNI secara ilegal. (c) seasheperd.org

Merdeka.com - Lembaga Konservasi Sea Shepherd menyelamatkan 40 anak buah kapal (ABK) kapal pencari ikan ilegal, mayoritas asal Indonesia di perairan Antartika. Mereka kemungkinan besar menjadi korban perbudakan kapal asing, seperti diungkapkan Kapten Kapal Penyelamat Bob Barker, Peter Hammarstedt, yang dilansir ABC News, Selasa (7/4).
Menurut Hammarstedt, kapal itu dikendalikan nahkoda warga negara Spanyol. "Para awak Indonesia merasa lega karena telah dijemput, namun petugas kapal yang berasal dari Spanyol terlihat tidak senang," katanya.
"Kapal itu tadinya berharap akan tiba di Teluk Guinea, Ghana hari ini," kata Baker.
Merdeka.com berusaha menghubungi Direktorat Perlindungan Warga Negara Indonesia Kementerian Luar Negeri tentang dugaan perbudakan ini, tapi belum ada jawaban.
Baker sejauh ini sebatas melakukan kontak dengan otoritas pelabuhan di Ghana dan belum menghubungi perwakilan Indonesia. Kapal penyelamat itu ditargetkan bisa berlabuh secepat mungkin.
Kapal Thunder merupakan salah satu kapal yang dicari oleh Interpol lantaran kasus pencurian ikan langka. Kapal ini menenggelamkan diri 19 mil laut Sao Tome, Afrika.
Peter Hammarstedt mengatakan, lembaga nirlaba tempatnya bekerja ikut memburu kapal penangkap ikan ilegal yang beroperasi tanpa izin di Antartika. Pada Mei 2014 lalu, kapal Thunder sebenarnya telah berhasil diamankan oleh angkatan laut Malaysia.
Kendati dinyatakan bersalah karena aktivitas pencurian ikan, kapal itu dilepaskan dengan hanya dikenakan denda dalam jumlah kecil.
"Tujuh bulan kemudian, saya dan kru berhasil mencegat kapal Thunder di Banzare Bank di Antarctica kembali melakukan aktivitas pencurian ikan," kata Hammarstedt.
Sea Sheperd adalah organisasi yang memiliki visi untuk melindungi satwa-satwa laut dari kepunahan termasuk di Antartika. Bukan sekali ini ada kasus kapal mempekerjakan WNI tanpa dokumen.
Sebelumnya, Kapal Kunlun ditahan di Phuket Thailand pada 17 Maret 2015. Saat ditahan, diketahui ada 36 ABK. 31 Di antaranya berkewarganegaraan Indonesia. 4 ABK berasal dari Peru, dan 1 ABK dari Spanyol. Kondisi mereka sangat menyedihkan.
Sementara Sea Sheperd berhasil menghentikan kapal Viking pada tanggal 30 Maret 2015. Kapal itu ditahan di Kuala Lumpur, Malaysia. Dari total 18 ABK, 15 berasal dari Indonesia, 1 dari Chile, dan 2 ABK dari Peru. Kondisi para pekerja itu sangat menyedihkan.
READ MORE - WNI jadi budak kapal di Antartika, tak ada yang peduli

DEKIN Didorong untuk Tindaklanjuti Visi "Poros Maritim Dunia"

Jakarta. Menteri Kelautan dan Perikanan selaku Ketua Harian Dewan Kelautan Indonesia (DEKIN), Susi Pudjiastuti membentuk Pokja (Kelompok Kerja) Kelautan melalui Kepmen KP Nomor 1 Tahun 2015 tentang Penunjukan Ketua dan anggota Tim Kelompok Kerja di lingkungan DEKIN. Pokja tersebut terdiri dari Pokja Budaya Bahari, Pokja Tata Kelola Laut, Pokja Ekonomi Kelautan, Pokja Pertahanan, Keamanan dan Keselamatan di Laut, dan Pokja Lingkungan Laut.
Menurut Sekretaris DEKIN, Dedy H. Sutisna, Pokja yang dibentuk akan bekerja untuk merumuskan kebijakan bidang kelautan. “Ada beberapa isu yang bisa diangkat oleh Pokja, yaitu merumuskan kebijakan yang terkait dengan amanat UU 32 tahun 2014 tentang Kelautan, merumuskan INPRES tentang IUU Fishing, merumuskan kebijakan tentang Poros Maritim dan merancang Perpres tentang Kebijakan Kelautan Indonesia” urai Sekretaris DEKIN saat memimpin rapat Pokja DEKIN di Kementerian Kelautan dan Perikanan, Selasa (24/3).
Lebih lanjut Dedy menjelaskan, bahwa untuk mengimplementasikan amanat UU 32 Tahun 2014 tentang Kelautan, ada sekitar 10 PP (Peraturan Pemerintah) yang perlu ditindaklanjuti kementerian dan lembaga. Walaupun secara operasional kelembagaan, DEKIN tidak bisa membuat PP, namun DEKIN sesuai tugasnya yang membantu Presiden dalam menetapkan kebijakan umum di bidang kelautan bisa merekomendasikan kebijakan kelautan tersebut.
Prof. Hasjim Djalal, Pakar Kelautan yang juga anggota DEKIN pada kesempatan itu mendorong DEKIN agar segera merumuskan Kebijakan Kelautan Indonesia (Ocean Policy) yang mengacu pada pemanfaatan sumberdaya kelautan hingga ke laut lepas (high seas). “Isi Ocean Policyharus lebih banyak yang bersifat outward looking dari pada inward looking” pesannya.
Sementara itu, Anggota Pokja Pertahanan, Keamanan dan Keselamatan di Laut, Heriyanto Marwoto menegaskan agar DEKIN dapat membuat kebijakan yang lebih luas dan menyeluruh tidak terkait hanya satu kementerian saja. “Pemahaman tentang Poros Maritim masih simpang siur karena itu DEKIN perlu menindaklanjuti visi pemerintah tersebut untuk menjadikan Indonesia menjadi Poros Maritim Dunia”, usul Marwoto yang juga Staf Ahli MenKP bidang Ekonomi, Sosial dan Budaya ini.
Hal tersebut, juga diamini oleh anggota Pokja lainnya, Riza Damanik (Ketua Kesatuan Nelayan Tradisional Indonesia), menurutnya DEKIN sangat relevan membahas tentang poros maritim, karena sampai saat ini belum ada indikator untuk mencapai poros maritim tersebut, sehingga perlu ada konsep kebijakan yang bisa menjadi cetak biru Poros Maritim.
Rapat Pokja DEKIN dihadiri para anggota tim Pokja, diantaranya Prof. Etty R. Agoes (UNPAD), Dr. Elly Rasdiani (Anggota DEKIN), Prof. Suhendar (BPPT), Dr. Sugeng H. Wisudo (IPB), Dr. Subandono (KKP), Dr. Amran (KKP), Dr. Awal Subandar (Kemenko PMK), Dr. Nyoman Setiasa (STP), Laksma TNI Pranyoto (TNI AL), Dr. Sugianto Halim, Asrul. M.Si (Kepala Sekretariat DEKIN, Dr. Anton Leonard (HNSI). Tim Pokja ini akan bekerja selama 1 (satu)  tahun untuk merumuskan kebijakan kelautan sebagai bahan rekomendasi kepada Presiden dan kementerian lembaga terkait dalam penetapan kebijakan umum di bidang kelautan(yp).

READ MORE - DEKIN Didorong untuk Tindaklanjuti Visi "Poros Maritim Dunia"

KKP TANGKAP 7 KAPAL ILEGAL VIETNAM

KKPNews-Jakarta. Laut Nusantara masih menjadi magnet bagi para pencuri ikan. Minggu lalu (12/04) sekitar pukul 04.30-06.25 WIB, Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) melalui Kapal Pengawas (KP) Hiu Macan 001 kembali menangkap tujuh kapal perikanan asing (KIA) berbendera Vietnam.
“Semuanya ditangkap di perairan Zona Ekonomi Ekslusif Indonesia (ZEEI), sebelah barat Pulau Laut, Natuna, Kepulauan Riau”, ungkap Direktur Jenderal Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan (PSDKP), Asep Burhanudin saat konferensi pers di kantor KKP Jakarta, Senin (13/04).
Asep mengatakan kapal-kapal yang ditangkap seluruhnya diawaki oleh warga Vietnam. Kapal-kapal itu adalah KM BD 955820 TS berkapasitas 35 GT dan berjumlah ABK 12 orang, KM BD 96797 TS berkapasitas 35 GT dan jumlah ABK 13 orang, KM BD 95980 TS berkapasitas 35 GT dan jumlah ABK 12 orang.
Ada pula KM BD 95443 TS berkapasitas 35 GT dan jumlah ABK 13 orang, KM BD 96884 TS berkapasitas 35 GT dan jumlah ABK 12 orang, KM TG 92429 TS berkapasitas 45 GT jumlah ABK 11 orang dan merupakan kapal penampung, serta KM BD 95159 TS berkapasitas 35 GT dan jumlah ABK 11 orang.
“Ketujuh kapal tersebut tertangkap tangan saat sedang melakukan penangkapan ikan tanpa dilengkapi dokumen yang sah dari pemerintah RI. Diduga melanggar Pasal 93 ayat (2) jo Pasal 27 (2) UU No. 45 tahun 2009 tentang perubahan atas UU RI No. 31 tahun 2004 tentang perikanan. Dengan ancaman pidana penjara paling lama enam tahun dan denda paling banyak Rp 20 miliar,” tambahnya.
Sedangkan kapal pengangkut ikan diduga melanggar Pasal 94 jo Pasal 28 UU No. 45 tahun 2009 tentang perubahan atas UU RI No. 31 tahun 2004 tentang Perikanan, dengan ancaman pidana penjara paling lama 5 (lima) tahun dan denda paling banyak Rp. 1.5 milyar.
“ABK ketujuh kapal yang berjumlah total 84 orang tersebut telah tiba di stasiun PSDKP Pontianak dibawa oleh KP Hiu Macan 001, sedangkan ketujuh kapal berbendera Vietnam diperkirakan tiba di stasiun PSDKP Pontianak, Kalimantan Barat, tanggal 15 April 2016, untuk menjalani proses hukum oleh penyidik pegawai negeri sipil perikanan,” katanya. (IN/DS)



READ MORE - KKP TANGKAP 7 KAPAL ILEGAL VIETNAM

16 April, 2015

Kapal Nelayan Filipina Ditangkap, Kelabui dengan Pasang Bendera Indonesia

Kapal Nelayan Filipina Ditangkap, Kelabui dengan Pasang Bendera IndonesiaTRIBUNMANADO.CO.ID, BITUNG - Seakan tidak pernah ada rasa kapoknya para nelayan asing asal Filipina beserta kapalnya mencuri ikan di laut Indonesia.
Pangkalan Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan (PSDKP) Bitung kembali menangkap kapal yang tidak memiliki dokumen untuk belayar dan mencari ikan di laut Indonesia.
"Jadi benar kami kembali lagi melakukan penangkapan terhadap kapal pamboat KM Tuna Jaya 03 7 GT (gross tonnage) pada hari Minggu siang sekitar pukul 12.45 WITA, di perairan dekat Kabupaten Talaud," tutur Kepala Pangkalan PSDKP Bitung Pung Nugroho Saksono APi MM kepada awak media Selasa (14/04).
Lanjutnya, pasca dilakukan penangkapan kapal yang memiliki 10 orang kru langsung digiring ke Dermaga Pangkalan PSDKP Bitung di Kelurahan Aertembaga, Kecamatan Aertembaga Bitung untuk diamankan dan dilakukan pemeriksaan lanjut oleh penyidik PSDKP.
"Yang tangkap KM Macan Tutul 001, tiba di pangkalan PSDKP Selasa (14/4) siang," tukasnya.
Sementara itu Priyo Kurniawan selaku Kapten KM Macan Tutul 001 menjelaskan proses penangkapan yang dilakukan saat kapal patroli sedang melakukan patroli beberapa mil dari Pulau Miangas lalu menemukan kapal itu sedang mencari lokasi untuk memancing ikan, mereka ditangkap tanpa perlawanan apa-apa.
"Mereka sempat coba mengelabui kami dengan mengaku kapal itu dari Indonesia karena kapten kapalnya orang Talaud, jadi tahu Bahasa Indonesia. Kapal itu juga ternyata setelah diperiksa memiliki dua bendera, yakni Indonesia dan Filipina. Saat dekati mereka pasang Bendera Indonesia dan sama sekali belum memperoleh seekor ikan pun jenis tuna," terangnya.

Melihat masih maraknya aksi kapal asing mencuri ikan di wilayah Perairan Indonesia pihak PSDKP tetap komitmen memperketat pengawasan serta penegakan hukum kasus serupa akan benar-benar dibuat sekeras mungkin.
"Selain kesiapan armada untuk terus mengawasi, dalam penyelidikan dan penyidikan kami akan kenakan pasal yang terberat sesuai pelanggaran yang dilakukan. Makanya, kami juga berharap dalam proses persidangan nanti, jaksa dan hakim bisa mempertimbangkan kondisi ini. Hukuman yang setimpal perlu ditegakan agar warga asing benar-benar takut mencuri ikan kita," pungkasnya.
Ditempat terpisah Kapten Kapal KM Tuna Jaya 03, Abadi Laitoma bersikeras kapalnya tidak masuk dalam kategori kapal asing, dia menyakinkan kapal itu milik Indonesia dengan berdalih milik seorang polisi yang bertugas di Kabupaten Talaud. "Kapal ini punya komandan polisi di Melonguane Ibu kota Kabupaten Talaud," kilah Abadi.
Dirinya mengklaim pelanggaran yang dilakukan pihaknya hanyalah soal kelengkapan dokumen saja, sementara mengenai illegal fishing kata dia tidak benar," tepisnya.(Tribun Manado/Christian Wayongkere)

READ MORE - Kapal Nelayan Filipina Ditangkap, Kelabui dengan Pasang Bendera Indonesia

12 April, 2015

Pelajaran Tentang Tata Krama


Suatu pagi, terlihat seorang wanita berpenampilan menarik berusia 40-an membawa anaknya memasuki area perkantoran sebuah perusahaan terkenal. Karena masih sepi, mereka pun duduk di taman samping gedung untuk sarapan sambil menikmari hamparan hijau nan asri.

Selesai makan, dengan santai si wanita membuang sembarangan tisu bekas pakai. Tidak jauh dari situ, ada seorang kakek tua berpakaian sederhana memegang gunting untuk memotong ranting. Dengan diam, kakek itu menghampiri, memungut sampah tisu dan membuangnya ke tempat sampah.

Beberapa waktu kemudian, kembali wanita itu membuang bekas makanan tanpa rasa sungkan. Kakek itu pun dengan sabar memungut dan membuangnya ke tempat sampah.

Sambil menunjuk ke arah sang kakek, si wanita itu lantang berkata ke anaknya,”Nak, kamu lihat kan, jika tidak sekolah dengan benar, nanti masa depan kamu cuma seperti kakek itu. Kerjanya mungutin dan buang sampah! Kotor, kasar, dan rendah seperti dia. Jelas, ya?”

Si kakek meletakkan gunting dan menyapa ke wanita itu, “Permisi, ini adalah taman pribadi, bagaimana Anda bisa masuk ke sini?”

Wanita itu dengan sombong menjawab, “Aku adalah calon manager yang dipanggil oleh perusahaan ini.”

Di waktu yang bersamaan, seorang pria dengan sikap sopan dan hormat menghampiri sambil berkata,”Pak Presdir, mau mengingatkan saja, rapat sebentar lagi akan segera dimulai.”

Sang kakek mengangguk. Lalu sambil mengarahkan matanya ke wanita di situ, dia berkata tegas, “Manager, tolong untuk wanita ini, saya usulkan tidak cocok untuk mengisi posisi apa pun di perusahaan ini.” Sambil melirik ke arah si wanita, si manager menjawab cepat, “Baik Pak Presdir, kami segera atur sesuai perintah Bapak.”

Setelah itu, sambil berjongkok, sang kakek mengulurkan tangan membelai kepala si anak yang dari tadi memperhatikannya. “Nak, di dunia ini, yang penting adalah belajar untuk menghormati setiap orang, siapa pun dia, entah direktur atau tukang sampah dan menghargai hasil kerja mereka. Ngerti, ya?”

Si wanita terbelalak dangan wajah nyaris merah padam karena malu. Ternyata presiden direktur perusahaan yang sangat terkenal itu begitu rendah hati dan santun. Tetapi sayang, dia telah memperlakukan dengan hina layaknya tukang sampah hanya karena penampilan luarnya yang sederhana. Dengan tertunduk lesu, dia harus menerima keputusan Presdir perusahaan itu, karena kesalahannya sendiri.  

Netter yang berbahagia,

Menghargai orang janganlah dilihat dari penampilan luar atau tinggi rendahnya posisi seseorang. Pribadi unggul bukan karena kepintaran matematis tetapi lebih karena kemampuan berkomunikasi dengan menjujung tinggi etika moral dalam bergaul dengan siapa saja. Karena sejatinya, menghargai orang lain adalah juga menghargai diri kita sendiri, cerminan bahwa siapa diri kita sesungguhnya.

Salam Sukses Luar Biasa!!!



READ MORE - Pelajaran Tentang Tata Krama

5 Tips Menulis Rencana Bulanan Bisnis Anda

Setiap pemilik bisnis membutuhkan rencana bisnis, akan banyak kesalahan yang terjadi jika kamu menunda-nunda perencanaan yang seharusnya kamu kerjakan. Semua pekerjan akan tidak terkontrol dan terjadwal dengan baik, dan itu akan mempengaruhi waktu serta target tugasmu. Maka kamu wajib menulis semua rencana bisnismu dibulan berikutnya. Apakah kamu bingung bagaimana untuk mengatur perencanaan yang ditulis setiap bulannya? Dan inilah lima tips untuk menulis rencana bulanan pada bisnis kamu :
1. Fokus dengan pekerjaan terbaik
2. Memperkirakan hasil pekerjaanmu
3. Meluncurkan produk baru
4. Memikirkan ketika bisnis berkembang
5. Perencanaan pajak
Ayo kita cari tahu pembahasan tips-tipsnya secara rinci, agar kamu bisa memprioritaskan apa yang harus kamu kerjakan lebih dulu.
1. Fokus dengan pekerjaan terbaik
Salah satu cara termudah untuk memulai proses perencanaan tentang apa yang harus kamu kerjakan dengan baik, berdasarkan jobdesk yang sudah  kamu tulis. Fokus untuk melakukan tugas-tugas sesuai sechedule, menyelesaikannya secara tepat waktu, mengikuti aturan yang sudah kamu rencanakan, dan harus bisa memperkirakan semua konsekuensinya. Fokus adalah hal yang benar-benar kamu tulis diurutan pertama. Karena saat kamu memulai rencana bisnis dibulan berikutnya kamu harus sudah meninggalkan semua beban dibulan sebelumnya.
Pembahasan selengkapnya bisa kamu klik ke halaman selanjutnya.
2. Memperkirakan hasil pekerjaanmuYang kamu tulis selanjutnya ialah kamu harus punya target hasil yang sudah kamu perkirakan, dan sebelum memperkirakan hasil tersebut kamu sudah harus menganalisis semuanya. Kenapa kamu mengerjakan itu, keuntungan apa yang akan kamu dapatkan, bagaimana jenis pekerjaannya, dan  pasar yang seperti apa yang ingin kamu kuasai, serta bagaimana hasil dari pekerjaan itu.
3. Meluncurkan produk baru
Rencana selanjutnya adalah kamu harus bisa menulis dan menyusun produk baru di awal bulan. Kamu harus memikirkan ide-ide bisnis apa yang akan kamu kerjakan dibulan-bulan selanjutnya sehingga tidak ada titik kejenuhan untuk para pelanggan. Perkembangan bisnis semakin aktif maka dari itu kamu harus menjadi seseorang yang jauh lebih produktif lagi. Inovasi baru sangat diperlukan dalam sebuah rencana bisnis, itulah pekerjaan yang harus kamu fikiran secara kritis.
4. Memikirkan ketika bisnis berkembang
Jika dibulan sebelumnya bisnismu berkembang pada tingkat tertinggi, maka kamu harus sudah memikirkan hal-hal yang membuat kamu bisa bertahan pada posisi itu dan semua hal yang bisa membuat kamu jatuh seketika, kamu pun harus sudah memikirkan konsekuensi dan hasil dari apa yang kamu kerjakan. Jangan sampai kamu memikirkan semua konsekuensi itu saat kamu memang sudah berada diposisi bisnis terbawah. Hal ini merupakan hal pencegahan agar membuat bisnismu selalu berada pada posisi diatas atau standart.
5. Perencanaan pajak
Perhitungan pembayaran pajak seharusnya memang dilakukan pada saat awal bulan bukan akhir bulan. Karena dengan begitu kamu memang sudah benar-benar menargetkan hasil minimal yang memang harus kamu dapatkan pada bulan itu. Perencanaan pembayaran pajak sangat berpengaruh, karena kamu sudah menggambarkan semua rencana, proses, dan hasil didalam otak kerjamu.
Dan itulah beberapa hal yang memang harus kamu tulis untuk rencana bisnis disetiap bulannya. Perincian-perincian akan mempermudah semua pekerjaanmu disetiap harinya. Kamu tidak akan kesusahan untuk melihat hasil rekapan pekerjaanmu setiap harinya.
Ingin tahu bagaimana cara yang menarik dalam mengatur waktu. Baca 5 steps menarik bagaimana cara mengatur waktu.
READ MORE - 5 Tips Menulis Rencana Bulanan Bisnis Anda

Pemerintah Buleleng Ajak Nelayan Ikan Karang Untuk Memperhatikan Aspek Keberlanjutan Sumberdaya

Desa Pacung, Kabupaten Buleleng
10981208_10152710265130877_2834812384513353181_nSemakin meningkatnya permintaan pasar terhadap produk laut (seafood) maka semakin diperlukannya nelayan hingga konsumen untuk memperhatikan aspek-aspek keberlanjutan perikanan. Keberlanjutan perikanan dapat dipastikan dengan melihat aspek terkait biologi dan ekologi ikan karang, cara dan alat tangkap, lingkungan disekitarnya, hingga kesejahteraan nelayan.
Dalam memenuhi kebutuhan perikanan lestari, pemerintah Kabupaten Buleleng didampingi oleh Yayasan Reef Check Indonesia dan didukung oleh Yayasan WWF-Indonesia melakukan pelatihan inisiasi perbaikan praktik perikanan ikan karang. Kegiatan yang dilaksanakan di Desa Pacung, Kabupaten Buleleng – Provinsi Bali ini dihadiri kurang lebih 20 nelayan ikan karang dari 4 kelompok.
Kepala Dinas Kelautan Perikanan, kabupaten Buleleng, Ir. Nyoman Sutrisna, MM dalam sambutannya menyampaikan perlunya kerjasama berbagai pihak dalam mendukung keberlanjutan sumberdaya perikanan.
“Kegiatan pengelolaan sumberdaya perikanan membutuhkan dukungan dari berbagai pihak dari tingkat pemanfaat (nelayan), dinas, LSM, swasta, hingga konsumen (masyarakat luas) sehingga adanya integrasi baik dalam upaya mendukung perikanan berkelanjutan.” Ujarnya.
Lebih lanjut, Kepala Dinas yang sangat aktif blusukan ke wilayah pesisir ini memberikan arahan untuk tetap diperlukan sinergitas antara program perikanan dengan kawasan Konservasi laut yang ada.
“Inisiasi perbaikan ikan karang ini sangat tepat guna sebagai upaya mendukung kawasan konservasi laut daerah yang saat ini dalam proses menuju penetapan, sehingga nelayan mendapatkan peningkatan kapasitas dalam memberikan kualitas serta nilai jual yang lebih tinggi untuk kesejahteraannya yang diikuti dengan tetap memperhatikan peraturan-peraturan pemerintah yang sudah disepakati bersama, khusunya terkait alat tangkap dan zonasi.”Lanjutnya.
11150304_10152710265125877_5972282556007142146_nDalam kegiatan ini, juga dilakukan simulasi sistem dan manfaat zonasi yang memberikan pemahaman yang lebih kongkrit dan mudah dipahami oleh masyarakat nelayan.
Inisiasi perbaikan ikan karang ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman terkait konsep perikanan berkelanjutan yang mencakup pemahaman terkait menjaga kelestarian sumberdaya perikanan dan ekosistem laut, peningkatan pemahaman penangkapan kerapu dan kakap yang ramah lingkungan, serta menjamin sustainable livelihood atau mata pencaharian nelayan yang berkelanjutan melalui praktik penangkapan yang berkelanjutan dan penanganan yang baik.
11150388_10152710265140877_6106793551898605292_nKeberlanjutan perikanan tidak lepas dari sisi ekonomi nelayan, harga tawar yang lebih tinggi akan mensejahterakan nelayan dan meminimalisir praktik penangkapan yang tidak bertanggungjawab. Seperti yang diungkapkan oleh bapak Gede Hindu Gosa, “Nelayan di Desa Pacung menyambut baik program inisiasi perbaikan ikan karang, program ini memberikan pemahaman yang baru terkait menjaga kelestarian sumberdaya perikanan karang dan ekosistemnnya. Kendala yang selama ini terjadi di masyarakat nelayan desa kami adalah kurang jaringan ke luar. Sehingga, selama ini ikan hasil tangkapan nelayan hanya dipasarkan di wilayah sekitar baik ke pengepul atau tetangga dengan harga jual yang rendah. Harapannya setelah kami masuk dalam kelompok binaan jaring nusantara kami dapat meningkatkan kualitas ikan dan pengelolaannya sehingga harga ikan bisa menjadi lebih tinggi dan mendapatkan pasar yang tetap.”
Program inisiasi perbaikan ikan karang ini merupakan kegiatan yang cukup panjang, dimana goal yang ingin dicapai adalah teridentifikasinya jenis (spesies) ikan kerapu dan kakap hingga diketahui status stoknya yang terdapat di Desa Pacung melalui penelitian-penelitian terkait, serta meningkatkan kualitas ikan dan pemahaman terkait keberlanjutannya yang berdampak pada meningkatnya kesejahteraan nelayan tradisionan ikan karang yang juga dapat mewariskan sumberdaya lautnya ke generasi selanjutnya.

Mochamad Iqbal Herwata Putra

READ MORE - Pemerintah Buleleng Ajak Nelayan Ikan Karang Untuk Memperhatikan Aspek Keberlanjutan Sumberdaya

5 Cara Menyalakan Inovasi dalam Bisnis


Di saat persaingan bisnis makin ketat, akses internet makin mudah, pasar global makin menggila, apa yang bisa dilakukan agar bisnis tetap unggul? Inovasi adalah kunci keberhasilan.

Sayangnya tak semua orang bisa mudah melakukan inovasi di dalam bisnis. Menurut Carol Tice, penulis bisnis, ada lima langkah yang bisa ditempuh agar bisa melakukan inovasi di bisnis skala kecil dan menengah:

1) Maju selangkah. Di saat semua pebisnis melakukan hal yang nyaris seragam, majulah selangkah untuk melakukan sesuatu yang berbeda. Misalnya, di saat orang lain masih bergulat dengan produk industri yang tradisional, konsentrasikan untuk memberikan produk-produk yang ramah lingkungan. Atau jika bergerak di bidang makanan, tawarkan produk-produk sehat atau produk-produk organik.

2) Jangan takut menghadapi perubahan. Sebagai konsumen kita sering menyenangi hal-hal baru, namun sebagai pengusaha kita justru takut menghadapi ide baru meskipun itu menjanjikan keuntungan berlipat. Karena itu ciptakan budaya di dalam perusahaan yang mendorong inisiatif untuk berinovasi.

3) Dengarkan konsumen. Jika energi kreasi sedang menurun, lakukan polling lewat internet atau adakan focus group.

4) Berikan layanan yang tak biasa. Menjadi inovatif tak selalu harus jadi pencipta sesuatu hal yang baru. Dengan memberikan layanan yang berbeda, bisa jadi pebisnis yang inovatif. Misalnya, membuka layanan kesehatan di gedung perkantoran, khususnya untuk orang-orang yang tengah berada dalam tekanan tinggi dan jadwal yang padat.

5) Menjaga momentum. Jika ide inovasi sudah didapat, segera beritahukan ke lingkungan dalam (staf) agar menemukan gairah dan masukan untuk merealisasikannya.

Nah, sudah diapkan menyalakan inovasi di dalam bisnis Anda?

READ MORE - 5 Cara Menyalakan Inovasi dalam Bisnis

08 April, 2015

Kasus Perbudakan di Benjina Maluku, Jokowi Bentuk Tim Gabungan

JAKARTA, KOMPAS.com - Presiden Joko Widodo memutuskan membentuk tim gabungan untuk menangani kasus dugaan perbudakan yang terjadi di Benjina, Kabupaten Kepulauan Aru, Maluku. Tim ini diharapkan membongkar praktek illegal fishinghingga perbudakan yang terjadi di sana.
"Presiden membentuk tim khusus menangani Benjina dan semua sepakat, presiden dan wapres, semua sepakat harus menghentikan praktek illegal fishing apalagi Benjina ini sekarang ada isu perbudakan," ujar Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti di Istana Kepresidenan, Selasa (7/4/2015).
Tim gabungan itu terdiri dari Tentara Nasional Indonesia, Bea Cukai, kepolisian, dan Badan Keamanan Laut (Bakamla). Dia mengatakan, kasus Benjina ini diharapakan segera selesai karena Indonesia menjadi sorotan dunia karena isu perbudakan itu. Apalagi,lanjutnya, Indonesia telah meratifikasi konvensi dari International Labor Organization (ILO).
Menurut Susi, kejadian Benjina yang menimpa ABK Myanmar ternyata juga terjadi pada ABK asal Indonesia yang bekerja untuk kapal asing di perairan Angola.
"Jadi apa yang terjadi dengan orang Myanmar, sebetulnya pencurian ikan ini kejahatan yang tidak bisa dianggap enteng. Kejahatan luar biasa kemanusiaan," ucap dia.
Dunia internasional tengah menyoroti kasus perbudakan ABK di sebuah tempat terpencil bernama Benjina, Kabupaten Kepulauan Aru, Maluku. Di wilayah itu, terjadi perbudakan terhadap ABK asal Myanmar yang diduga dilakukan oleh pemilik kapal eks asing milik Thailand dan beroperasi di Indonesia.
Kapal itu dimiliki PT Pusaka Benjina Resources (PBR), yang mengolah ikan-ikan hasil tangkapannya dan disinyalir dilakukan secara ilegal. Produk ikan olahan itu kemudian didistribusikan ke supermarket-supermarket di negara maju, seperti Amerika Serikat.
Atas temuan kasus ini, Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti langsung memerintahkan menghentikan sementara pengiriman produk perikanan yang dihasilkan PBR, termasuk larangan ekspor.
Susi menyebutkan, pemerintah harus bertindak cepat dan tegas karena dugaan perbudakan itu dapat berdampak besar bagi produk-produk perikanan asal Indonesia. Hal itu karena Uni Eropa dan Amerika Serikat mengancam akan memboikot produk-produk perikanan Indonesia yang dihasilkan dari kegiatan perbudakan. Saat ini, AS telah memboikot produk-produk PBR yang dikirim ke Thailand untuk diekspor ke AS.


Penulis: Sabrina Asril
Editor: Bayu Galih
READ MORE - Kasus Perbudakan di Benjina Maluku, Jokowi Bentuk Tim Gabungan

07 April, 2015

Pujian Jokowi Buat Menteri Susi: Dalam 6 Bulan, Ikan Sudah Gede-gede


Jakarta -Presiden Joko Widodo (Jokowi) lagi-lagi melontarkan pujian buat Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti. Menurut Jokowi, prestasi Susi sudah terlihat dengan perbaikan di sektor perikanan.
Pujian Jokowi Buat Menteri Susi: Dalam 6 Bulan, Ikan Sudah Gede-gede
Salah satu hal yang disoroti Jokowi adalah ketegasan Susi terhadap para pelaku pencurian ikan alias illegal fishing. Sudah cukup banyak kapal-kapal asing pelaku illegal fishing uang ditenggelamkan.

"Untungnya ini ditenggelamkan semuanya sama Bu Susi," ujar Jokowi kala pertemuan dengan para pengurus Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi) di komplek Istana Negara, Jakarta, Senin (6/4/2015).

Dampaknya, menurut Jokowi, sudah mulai terasa. Aksi illegal fishing sudah berkurang, sehingga populasi ikan di laut bisa tumbuh lebih baik.

"Saya tanya ke Bu Susi, gimana ikannya? Masih ada nggak? Katanya 6 bulan ikannya sudah gede-gede lagi," kata Jokowi.

Menurut Jokowi, apa yang dilakukan Susi merupakan salah satu langkah untuk mengembangkan industri di Indonesia. Ikan jangan lagi dijual mentah, melainkan diolah sehingga punya nilai tambah.

"Ikan ini masuk ke pengalengan, storage," katanya.

Hal serupa tidak hanya berlaku untuk produk perikanan. Jokowi ingin agar Indonesia tidak lagi mengandalkan penjualan barang mentah, tetapi harus membangun industri pengolahan sumber daya alam.

"Punya batu bara mau punya industri, silakan datang ke Kalimantan. Kalau coklat, sudah dalam bentuk permen lah," sebut Jokowi.

(hds/hen) 
http://finance.detik.com/read/2015/04/06/191515/2879541/4/pujian-jokowi-buat-menteri-susi-dalam-6-bulan-ikan-sudah-gede-gede?991101mainnews
READ MORE - Pujian Jokowi Buat Menteri Susi: Dalam 6 Bulan, Ikan Sudah Gede-gede

06 April, 2015

Ditjen PSDKP KKP Mengevakuasi 319 ABK Yang Diperbudak di Benjina

 Direktorat Jenderal Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan Kementerian Kelautan dan Perikanan mengevakuasi sebanyak 319 orang ABK Asing yang bekerja dikapal-kapal ikan milik PT. Pusaka Benjina Resources di Benjina.  Evakuasi ini dilakukan atas Perintah Dirjen Pengawasan SDKP KKP Bapak Asep Burhanudin dengan menggunakan kapal ikan milik  PT. Pusaka Benjina Resources yaitu KM. Antasena 330 mengevakuasi 52 orang, KM. Antasena 341 mengevakuasi 52 orang, KM. Antasena 106 mengevakuasi 53 orang, KM. Antasena 323 mengevakuasi 52 orang, KM. Antasena 836 mengevakuasi 52 orang, dan KM. Antasena 310 mengevakuasi 58 orang.
 
Dari Keenam kapal tersebut dievakuasi sebanyak 319 orang ABK yang terdiri dari 253 orang ABK asal Myanmar, 8 orang ABK asal Laos dan 58 orang ABK asal Kamboja. Evakuasi ABK Asing ini setelah Tim Satuan Tugas Pencegahan dan Pemberantasan Illegal, Undregulated Fishing KKP melakukan verifikasi lapangan terhadap kapal-kapal milik PT. Pusaka Benjina Resources di Benjina. Pertimbangan kenapa ABK ini dievakuasi ke TUal dari Benjina karena Jiwa mereka terancam oleh raja-raja kecil/tekong diatas kapal yang banyak berasal dari Thailan, Keinginan dan permintaan ABK asal Myanmar, Laos dan Kamboja untuk dikembalikan ke negarannya, Tidak tersediannya aparat pengawasan dan aparat keamanan untuk menjaga keselamatan dan keamanan ABK diluar Thailan yaitu Myanmar, Laos dan Kamboja yang diperkerjakan oleh tekong-tekong diatas kapal-kapal milik PT. Pusaka Benjina Resources di Benjina dan terakhir Delegasi Myanmar akan datang hari selasa untuk menjemput dan berkoordinasi untuk pemulangan ke Negara Myanmar.

Jumlah ABK Asing yang masih tertahan di Benjina sebanyak 806 orang yang terdiri dari 746 ABK asal Thailan dan 60 orang ABK Asal Myanmar.

Evakuasi ini dilakukan dengan menggunakan 6 kapal ikan milik PT. Pusaka Benjina Resources dari Benjina ke Kota Tual di kawal oleh Kapal Pengawas Hiu Macan 004 Milik KKP dan KRI Pulau Rengat 711. Keberangkatan kapal tanggal 3 April 2015 pukul 22.00 WIT dengan formasi KP. Hiu Macan 004 didepan lalu kapal-kapal ikan dan dibelakang KRI Pulau Rengat 711. Formasi ini supaya kapal-kapal ini dapat dipantau dari depan dan belakang.  Tiba di pelabuhan Perikanan Nusantara Tual pada tanggal 4 April 2015 jam 16.00 WIT. Disambut oleh Dan Lanal Tual, Kepala Pelabuhan Perikanan Nusantara Tual, Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Kota Tual, Imigrasi Tual, para medis dan media cetak dan elektronik.

Ketika sandar ABK-ABK asing ini terlihat sangat ceriah dan senang karena sudah terbebas dari perbudakan yang dilakukan tekong-tekong, mereka turun lalu diikatkan pita ditangan mereka masing-masing setiap kapal dengan warna sama untuk mempermudah pengawasan, mereka berbari menuju aula penampungan milik Pelabuhan Perikanan Nusantara Tual. Setelah mereka makan lalu difoto satu persatu untuk mendata mereka.
Menurut Kepala Stasiun PSDKP Tual Mukhtar, A,Pi ketika diwawancarai oleh Metro TV dengan reporter Aladin menanyakan kronologis pemulangan.  Kronologis pemulangan ini setelah Tim Satgas Pencegahan dan Pemberantasan IUU Fishing melakukan verifikasi selama 2 hari, lalu ditemukan berbagai pelanggaran yang dilakukan oleh kapal-kapal milik PT. Pusaka Benjina Resources dari Benjina yaitu memperkerjakan tenaga kerja asing dari Myanmar, Laos dan kamboja sedangkan didokumennya berkewarganegaraan Thailan, adannya Perbudakan yang dilakukan oleh tekong-tekong. Ini bisa terlihat dengan adannya sel tahanan dan kuburan masal di Benjina, serta pengakuan para ABK yang pernah disiksa. 

Penjelasan ini sekaligus meluruskan atas berita yang ditulis oleh Rahman Patty Kontributor Kompas.com di Maluku yang mewawancarai kami via telpon ketika masih kami dilaut dengan judul Pemulangan 319 ABK Asing tidak terkait isu Perbudakan di Benjina. Pada wawancara itu kami mengatakan bahwa ABK-ABK ini bekerja dengan Tekong-Tekong diatas kapal jadi mereka tidak berhubungan langsung dengan perusahaan, mereka digaji oleh tekong-tekong sehingga menjadikan tekong-tekong tersebut raja kecil diatas kapal.  Ketika kami menelpon kembali beliau mau meralat pemberitaan itu, tapi sampai kami menulis berita ini belum diralat dan saat sekarang ini HPnnya dinonaktifkan ketika kami menghubungin.


30 Orang ABK Myanmar di Dobo

Menurut Koordinator Pos Pengawasan SDKP Dobo Bapak Daut bahwa sejak mendengar teman-temannya akan dipulangkan, berbondong bondong ABK asal Myanmar ini  melaporkan diri di Kantor Pos Pengawasan SDKP Dobo. Dan yang melaporkan baru 12 orang ABK asal Myanmar, merekapun juga melaporkan ada teman-temannya di pulau sebelah total semuannya ada 30 orang ABK Myanmar. Rencana besok mereka sudah sampai di Dobo.  Perintah Bapak Asep Burhanudin Dirjen Pengawasan untuk mengumpulkan mereka karena akan angkut dengan dengan dua Kapal Pengawas yang dikirim dari Tual. Semalam beliau memerintah Kepada Kepala Stasiun Pengawasan SDKP Tual untuk segera mengumpulkan mereka dan dapat meminta bantua dari Dan Lanal Aru.

Rencana Besok tanggal 6 April 2015Jm 13.00 WIT  akan dilakukan Rapat Koordinasi Terkait Pemulangan ABK asing ini di Aula Kantor PPN Tual yang mengundang DanGuskamlahtim, Lanal TUal, Lanul Tual, Kodim, Kejaksaan, Pengadilan, Dinas Kelautan dan Perikanan, Dinas Kesehatan, Imigrasi, Syahbandar Pelabuhan Umum, Polres dan Karantina ikan yang dipimpin langsung oleh Dirjen Pengawasan SDKP KKP.

Pemberitaan tentang perbudakan di Benjina di liput secara langsung oleh aljazeera.   http://www.aljazeera.com/news/2015/04/indonesia-slavery-fishermen-150404074236914.html   


READ MORE - Ditjen PSDKP KKP Mengevakuasi 319 ABK Yang Diperbudak di Benjina