17 Desember, 2014

PEMERINTAH BENTUK SATGAS PEMBERANTASAN ILLEGAL FISHING

Pemerintah akan terus menindak tegas para pelaku illegal fishing yang telah merugikan negara hingga Rp 300 triliun setiap tahunnya. Keseriusan pemerintah itu ditunjukkan melalui pembentukan satuan tugas (satgas) pemberantasan Illegal, Unreported And Unregulated (IUU) Fishing. Satgas dibentuk dengan tujuan penyelidikan atas pelanggaran aturan penangkapan perikanan di wilayah perairan Indonesia. Demikian disampaikan oleh Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti dalam konferensi pers di kantor Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) Jakarta, Senin (8/12). 

Satgas beranggotakan 12 orang dan ditetapkan berdasarkan Keputusan Menteri Kelautan dan Perikanan. Selain dari KKP, juga berasal dari Unit Kerja Presiden Bidang Pengawasan dan Pengendalian Pembangunan (UKP4), Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK), Direktorat Jenderal Bea Cukai Kementerian Keuangan, Kementerian Perhubungan, Bank Indonesia serta Kepolisian. “Tim akan dipimpin Mas Achmad Santosa dari Deputi VI UKP4, sedangkan Inspektur Jenderal KKP Andha Fauzi Miraza sebagai Wakil Ketua I”, ungkap Susi.

Satgas tersebut memiliki tugas dan fungsi diantaranya, melakukan analisis penerbitan Surat Izin Usaha Perikanan Tangkap (SIUP), Surat Izin Penangkapan Ikan (SIPI), dan Surat Izin Kapal Pengangkut Ikan (SIKPI). Selanjutnya, melakukan penataan perizinan usaha perikanan tangkap di Wilayah Pengelolaan Perikanan (WPP). "Satgas ini nantinya akan memonitor penghentian sementara (moratorium) perizinan usaha perikanan tangkap yang sudah dikeluarkan, memverifikasi kapal perikanan yang pembangunannya dilakukan di luar negeri, serta menghitung kerugian negara/perekonomian negara yang diakibatkan penyimpangan terhadap SIPI dan SIKPI," jelas Susi.
 
AIS Deteksi 22 Kapal Tiongkok
Selain itu Susi menuturkan, Minggu (7/12) yang lalu sebanyak 22 kapal ikan asing asal Tiongkok diduga telah melakukan aktivitas illegal di sekitar perairan Arafura yakni Laut Papua Timur Bagian Selatan. Kapal itu masing-masing berukuran diatas 300 Gross Ton. Kapal-kapal tersebut diduga telah melanggar batas wilayah negara dan terdeteksi oleh Automatic Identification System (AIS) melakukan praktek illegal fishing. AIS merupakan sistem standar dari International Maritime Organization. Sistem tersebut dioperasikan untuk mendeteksi kapal-kapal besar berukuran di atas 200 GT. Kapal yang ditangkap itu memiliki modus double flagging, atau berbendera ganda yang tidak diperbolehkan.

Susi menjelaskan, pemerintah mengambil langkah persuasif terkait penangkapan kapal asal Tiongkok ini, yakni melayangkan nota resmi kepada pemerintah Tiongkok. Nota resmi tersebut telah diserahkan kepada Menteri Luar Negeri Retno Marsudi untuk dikirim kepada Kedutaan Besar Tiongkok di Indonesia. Hal ini dilakukan untuk menjaga persoalan pencurian ikan ini agar tidak menguap begitu saja. Hingga saat ini pemerintah belum menentukan apakah kapal-kapal yang terdeteksi akan ditenggelamkan atau tidak. "Kalau instruksi Presiden ditenggelamkan, ya, kami tenggelamkan. Tapi kalau tidak, ya, lebih baik kita sita untuk nelayan," ujar Susi.

Susi menambahkan, di wilayah perairan tersebut KKP juga telah menangkap 3 kapal yang beridentitas Manokwari I, II, dan III. Tiga kapal itu telah menyalahi aturan Surat Izin Penangkapan Ikan (SIPI) dan Surat Izin Kapal Pengangkut Ikan (SIKPI). Pemerintah akan menindak tegas kapal ikan Indonesia (KII) yang telah menyalahi aturan. “Saya minta pak Dirjen (Perikanan Tangkap) mencabut SIPI dan SKIPI karena tidak melaksanakan prosedur penangkapan ikan," tegas Susi.

Lebih lanjut Susi menjelaskan, kapal asing yang menangkap ikan di laut Indonesia kini terus berkurang jika dibandingkan sebelum ada kebijakan moratorium. Data satelit Vessel Monitoring System (VMS) dan AIS yang terbaca menyebutkan, hingga kemarin jumlah kapal asing yang beroperasi berkurang secara signifikan.  Jumlah itu terutama berasal dari hasil pantauan di Laut Natuna dan Arafura. Dari jumlah kapal eks asing di atas 30 GT yang beroperasi sebanyak 1.130 kapal berkurang menjadi 900 kapal pada pekan lalu, kemudian turun kembali menjadi 90 kapal, dan terakhir hanya 74 kapal.

Perlu diketahui, Laut Arafura termasuk Wilayah Pengelolaan Perikanan (WPP) 718. Kawasan ini merupakan salah satu daerah penangkapan udang, ikan demersal dan ikan plagis kecil yang paling produktif di Indonesia. Kontribusi kegiatan penangkapan di laut Arafuru terhadap produksi perikanan laut nasional rata-rata dapat mencapai 13 persen per-tahun. Semua jenis ikan tersebut sangat potensial memberikan kontribusi terhadap produksi perikanan laut nasional masing-masing sekitar 45 persen, 20 persen dan 13 persen. Selain itu, secara langsung berdampak pada peningkatan perekonomian masyarakat nelayan. Sumber daya ikan di WPP-NRI 718 sangat penting dalam perikanan Indonesia. Namun wilayah perairan Arafura telah lama menjadi sasaran utama kegiatan Illegal, Unreported and Unregulated (IUU) Fishing dengan intensitas cukup tinggi, yang dilakukan oleh kapal yang mempunyai izin maupun tanpa izin.

Sebagai informasi, konferensi pers yang dilaksanakan di Ruang Rapat Lantai GF Gedung Mina Bahari I kantor KKP ini, selain Menteri Kelautan dan Perikanan serta jajarannya juga dihadiri oleh perwakilan dari Menkopolhukam, AsOp KSAL, KSAD, KSAU serta POLRI. Selain itu hadir pula perwakilan Kemenlu, PPATK, UKP4, Panglima Armabar, Bakorkamla, Ditjen Bea Cukai Kementerian Keuangan, dan Ditjen Hubungan Laut, Kementerian Perhubungan.

Jakarta, 8 Desember 2014
Kepala Pusat Data Statistik dan Informasi
Lilly Aprilya Pregiwati

Narasumber :
1. Gellwynn Jusuf
    Direktur Jenderal Perikanan Tangkap (Telp. 021-3519070 ext 1204);
2. Asep Burhanudin
    Direktur Jenderal PSDKP (Telp. 021-3519070 ext 6050);

3.
READ MORE - PEMERINTAH BENTUK SATGAS PEMBERANTASAN ILLEGAL FISHING

Hanya untuk Yang Ingin Meraih Kebebasan Keuangan Saja

Selama beberapa waktu terakhir ini, saya dan tim sedang sibuk dan excited karena sedang mempersiapkan sesuatu yang Baru dan Luar Biasa yang ingin kami berikan pada Anda dalam beberapa hari ke depan.

Apa itu?
Kami akan memberikan sebuah Audio Series Baru yang kami sangat yakin akan bermanfaat besar bagi Anda, terutama jika Anda dan pasangan Anda tertarik untuk meraih kebebasan keuanganmenikmati gaya hidup yang Anda inginkan dan bebas dari kekhawatiran mengenai masalah uang.

Oh, apa saya sudah bilang bahwa kami akan memberikan Audio Series yang kami buat ini secara GRATIS untuk Anda?
Ya betul, Anda gak salah baca, kami akan memberikan Audio Series Baru ini secara FREE untuk Anda!

Apa isinya dan bagaimana cara mendapatkannya, tunggu penjelasan lebih detil besok Rabu 26 Nov 2014. Tapi, hari ini, saya ingin menjelaskan dulu mengapa saya membuat Free Audio Series ini.

Seperti yang Anda ketahui dari cerita saya di awal buku Property Cash Machine, saya sempat bangkrut total sehingga harus berangkat ke Amerika untuk kerja kasar disana, kerja sangat keras, lebih dari 18 jam per hari selama 7 hari seminggu dan berpisah dengan keluarga lebih dari 2,5 tahun.

Itu adalah masa-masa yang sangat berat bagi saya dan keluarga. Anak saya tumbuh sampai umur 3 tahun, tanpa mengenal sosok ayahnya yang kerja di tempat yang nun jauh disana.
Tetapi fast forward ke saat ini….

Saya dan istri saya, Wei-wei, sungguh sangat bersyukur karena  selama beberapa tahun terakhir ini, kami telah menikmati kebebasan keuangan dan waktu seperti yang kami impikan lebih dari 17 tahun yang lalu. Kami bersyukur bisa menikmati gaya hidup yang kami impikan, yang bagi sebagian besar orang, hanya merupakan sebuah impian di siang bolong.

Bekerja sudah bukan kewajiban dan keharusan, tetapi sebuah pilihan. Kami bekerja karena project yang dikerjakan menarik dan berharga, bukan karena harus kerja untuk menghasilkan sekedar uang saja.

Kami bisa memiliki banyak waktu berkualitas dengan anak kami, Nadya, sehingga bisa melihat perkembangannya dari kecil hingga saat ini sudah di SMP kelas 3. Sungguh pengalaman tak ternilai!

Kami telah travelling ke banyak negara, besok mau berangkat ke negara manapun yang kami mau juga bisa, terserah mau berapa lama dan pergi bersama dengan orang-orang yang kami cintai. Tetapi lebih dari sekedar travelling adalah memiliki perasaan aman secara keuangan atau bebas dari rasa khawatir mengenai masalah uang, sungguh sangat berharga dan luar biasa!!

Saya menceritakan ini semua, bukan untuk menyombongkan diri, sama sekali bukan! Hanya untuk memberikan gambaran apa yang mungkin terjadi pada hidup Anda saat mengerti apa yang harus dilakukan.

Hal ini bisa kami raih dalam usia relatif muda karena kami mengerti Mindset / Cara Berpikir, Rencana, Strategi dan Tindakan yang diperlukan untuk membangun pondasi keuangan yang kuat agar bisa meraih kebebasan keuangan dan waktu.

Tetapi sayangnya, setelah bertemu dan ngobrol dengan banyak peserta seminar, keluarga dan banyak orang diluar sana, kami menemukan SANGATLAH SEDIKIT orang yang benar-benar mengerti cara berpikir, memiliki knowledge, strategi dan rencana tindakan yang bisa membawa mereka meraih kebebasan keuangan dan waktu.
Kebanyakan orang tidak tahu apa yang mereka tidak tahu tentang cara meraih kebebasan keuangan dan waktu.

Melihat kondisi seperti itulah yang menyebabkan saya dan Wei-wei (istri saya) terpanggil untuk berbagi pengalaman, cara berpikir, pengetahuan dan wawasan yang kami miliki agar bisa membantu lebih banyak orang meraih kebebasan keuangan, bebas dari rasa khawatir mengenai masalah uang dan menikmati gaya hidup yang diinginkan.

Nah sebagai awal, kami akan memberikan Audio Series yang akan membahas beberapa hal yang kami yakin akan sangat bermanfaat dalam perjalanan Anda meraih kebebasan keuangan dan waktu.

Apa isi Audio Series dan bagaimana cara mendapatkannya secara Gratis, tunggu penjelasan lebih detil info dari kami besok Rabu 26 November.
Tetapi untuk memastikan bahwa yang kami buat ini adalah sesuatu yang Anda inginkan dan juga agar kami tahu bahwa hal yang kami lakukan ini tidak sia-sia, tolong kami dengan memberikan feedback atau respon tentang:

Apakah Audio Series tentang topik meraih kebebasan keuangan dan waktu adalah sesuatu yang menarik dan Anda inginkan?

Anda bisa memberi feedback atau respon Anda di bagian komentar di bawah ini.
Jika kami menerima banyak dukungan dan respon, hal ini akan semakin membuat kami semakin semangat untuk memberikan yang lebih luar biasa. Terimakasih banyak sebelumnya…

Salam Sukses Berkelimpahan buat Anda,
Joe Hartanto and Wei-wei

http://www.joehartanto.com/hanya-untuk-yang-ingin-meraih-kebebasan-keuangan-saja/
READ MORE - Hanya untuk Yang Ingin Meraih Kebebasan Keuangan Saja

Ingin Usaha Maju? Jauhi 10 Hal Ini!


Ada beberapa hal yang harus dihindari agar perusahaan tidak menuju kebangkrutan. Inilah 10 di antaranya…

Ada banyak cara untuk meraih sukses dalam berwirausaha. Tapi memang, tantangan pasti selalu saja menghadang. Bahkan, untuk perusahaan yang sudah sukses sekian lama pun, tantangan selalu ada. Tak jarang, yang kurang sigap dalam menanggapi terjadinya perubahan, harus siap mengalami kegagalan yang berujung pada kebangkrutan.

Tengok kisah bagaimana General Motors di Amerika Serikat yang sangat berjaya, tiba-tiba harus bersaing dengan Toyota dari Jepang. Atau, lihat pula persaingan di dunia teknologi informasi (TI) yang perkembangannya sangat cepat. Biaya komunikasi yang sangat murah membuat beberapa perusahaan telekomunikasi harus putar otak agar mampu terus bertahan. Dari mulai menurunkan harga, hingga terpaksa diakuisisi oleh perusahaan lain yang memiliki modal lebih besar. Coba lihat pula misalnya di industri rokok bernikotin rendah (mild) di Indonesia. Jika dulu hampir semua lini dikuasai oleh A Mild dari Sampoerna, kini persaingannya telah makin keras antarprodusen baru.

Maka, jangan heran, jika banyak merek legendaris yang kemudian hanya tinggal sejarah. Mereka bukannya tak berubah dan berusaha mempertahankan usahanya. Tapi, kemajuan zaman dan perkembangan teknologi serta pergeseran budaya, membuat merek dan produk yang tak bisa beradaptasi dengan cepat, akan langsung tergerus perputaran zaman.

Karena itulah, Donald R. Keough, mantan pimpinan sebuah produk minuman berkarbonasi, Coca Cola, sampai menuliskan hal-hal yang harus dijauhi agar produk kita bisa tetap bertahan. Keough yang juga pernah menjabat sebagai eksekutif di berbagai perusahaan, menulis sebuah buku berjudul The Ten Commandments for Business Failure. Dalam buku tersebut, ia mengemukakan 10 hal yang harus dijauhi agar bisnis bisa langgeng.

Berikut beberapa hal yang dituliskan Keough. Tentu, perlu kebijaksanaan kita juga untuk menelaah dan tidak menelan mentah-mentah. Karena, bisa jadi, konteks di sana (baca: Amerika Serikat) berbeda dengan yang berlaku di sini…


1. Takut untuk mengambil risiko

Banyak perusahaan yang kadang—setelah mencapai sukses yang didambakan—jadi takut untuk mengambil langkah maju yang cenderung berisiko. Sebab, kesuksesan kadang melenakan, sehingga akhirnya kita takut untuk melangkah lebih jauh. Analoginya, kapal yang bersandar di pelabuhan mungkin saja memang lebih aman dari gangguan badai. Tapi, bukankah “takdir” kapal seharusnya berlayar di tengah lautan? Karena itu, jika menghadapi kondisi zona nyaman, segeralah bergegas untuk mencari tantangan lain. Sebab jika tidak, tantangan tetap akan datang dan saat tidak siap, kita akan kalah oleh perputaran zaman.


2. Cenderung tidak fleksibel

Orang yang kaku, orang yang tak adaptif, cenderung akan mati. Sebab, kondisi di sekitar pasti selalu berubah. Maka, jika kita tidak mengantisipasi—atau bahkan terlalu yakin dengan apa yang kita percayai—maka kita akan mengalami kegagalan. Untuk itu, saat menjalankan sebuah perusahaan, kita harus terus belajar dan mencari inovasi terbaik yang bisa dilakukan guna mengembangkan produk yang kita miliki.
 

3. Mengisolasi diri sendiri

Ada orang-orang tertentu yang mengisolasi dirinya pada ruangan besar dan menutup rapat-rapat ruangannya. Ia seolah-olah mengatakan pada orang di sekelilingnya: “Jangan membuat bos marah. Jangan bawa kabar buruk.” Orang seperti ini hanya akan menjadi “katak dalam tempurung” yang tak tahu perkembangan yang terjadi di sekelilingnya. Akibatnya, ia pun tak bisa mendapat banyak masukan yang berguna untuk perkembangan usaha.
 

4. Beranggapan tidak terjadi kesalahan apa-apa

Sifat sering mencari kambing hitam kadang juga melanda sebuah perusahaan. Maka, ketika terjadi sesuatu yang mengguncangkan perusahaan—dan masih saja merasa itu adalah kondisi di luar perusahaan yang memengaruhi—siap-siap sajalah menerima kekalahan. Karena itu, jika tidak ingin hal tersebut melanda perusahaan kita, cobalah untuk lebih terbuka untuk mengevaluasi secara menyeluruh baik internal dan eksternal.
 

5. Bermain-main dengan “garis batas pelanggaran”

Ada beberapa pihak yang kadang menjadikan pelanggaran sebagai bagian—yang konon—akan mempermudah jalannya usaha. Untuk jangka waktu yang pendek, barangkali ini akan jalan. Tapi, seiring dengan penegakan hukum yang terus dilakukan, hal seperti ini tak akan langgeng. Untuk itu, etika dalam berbisnis sudah sepantasnya harus selalu dijaga sejak awal berdirinya usaha.
 

6. Tidak menyempatkan diri untuk berpikir

Kita memang berada pada zaman serbacepat yang menuntut untuk melakukan segala tindakan dengan cepat. Apalagi, perubahan teknologi menjadi kekuatan yang melipatgandakan kecepatan itu. Namun, menurut Keough, untuk memutuskan sesuatu tidak lantas harus gegabah. Perlu pemikiran matang langkah-langkahnya, agar bisa terus melanggengkan perusahaan.
 

7. Meletakkan semua keyakinan pada pendapat ahli dan konsultan

Memang, kita sering kali butuh pendapat pakar dan ahli untuk memajukan perusahaan. Tapi, tak semua harus dijalani dengan kaku. Sebab, yang mengerti kondisi perusahaan kita sepenuhnya sebenarnya adalah kita sendiri. Maka, ambil saja nilai positif dari pendapat mereka, tapi jangan bergantung sepenuhnya.
 

8. Terlalu birokratis

Sebuah sistem memang diperlukan untuk menjalankan usaha. Namun, saat birokrasi dalam sistem itu telah menjadi kaku, sudah saatnya perlu dilakukan perubahan. Sebab jika tidak, birokrasi—misalnya soal hubungan senior dan junior—bisa jadi membuat talenta terbaik perusahaan malah beralih ke perusahaan lain.
 

9. Mengirimkan pesan multitafsir

Komunikasi yang jelas adalah kunci yang memudahkan koordinasi dengan semua lapisan di perusahaan. Karena itu, jangan sampai membuat pesan-pesan atau perintah yang bisa menimbulkan banyak tafsiran.
 

10. Takut dengan masa depan

Masa depan tak bisa dihadapi oleh orang-orang yang punya mental pesimis. Karena itu, jangan pernah berkata: “Ini sudah cukup baik”. Sebab, kesuksesan tidak akan menghampiri perusahaan yang mengerjakan sesuatu setengah-setengah. Maka, hadapilah masa depan dengan keberanian.
Itulah sepuluh hal yang—menurut Keough—harus dijauhi agar perusahaan bisa maju. Selain itu, ia juga menyebutkan, ada satu hal utama yang SAMA SEKALI TAK BOLEH DILAKUKAN, yakni KEHILANGAN SEMANGAT (PASSION) dalam kerja yang kita lakukan.

Selamat mencoba! Sukses selalu untuk Anda!

http://www.andriewongso.com/articles/details/14106/Ingin-Usaha-Maju-3F-Jauhi-10-Hal-Ini-21 
READ MORE - Ingin Usaha Maju? Jauhi 10 Hal Ini!

Prinsip Utama Memasarkan Bisnis ke Social Media


 
Sebagai orang-orang yang bergelut dengan dunia bisnis, Anda pasti harus melakukan persiapan untuk memasarkan bisnis Anda. Salah satu pilihan media promosi yang terbaik saat ini adalah social media. Sebut saja Facebook, Twitter, Instagram, Youtube, Google Plus, LinkedIn, Pinterest, Path, dll. Kita dibanjiri begitu beragamnya platform dengan fungsi masing-masing.

Perusahaan mulai dari besar hingga kecil, bahkan yang belum buka pun, memanfaatkan social media. Mereka menyadari peran besar social media yang bisa membantu mempercepat proses brand awareness hingga berdampak juga pada penjualan.

Namun bagaimana jika kita tidak tahu apa yang harus dilakukan dengan social media? Anda sadar hal ini penting, tapi tidak tahu bagaimana memulainya. Di bawah ini saya sajikan 3 prinsip awal sebelum Anda benar-benar memasarkan produk/jasa Anda di social media.


1. Content is a King

Konten itu rajanya. Apa itu konten? Konten adalah “isi” dari apa yang ingin Anda sajikan. Jika Anda ingin memperkenalkan sebuah produk/jasa, maka bagaimana cara Anda menyampaikannya, kata-kata yang dipilih, hingga gambar apa yang digunakan, itulah konten.

Bagaimana cara menentukan konten yang bagus?
Pada dasarnya tergantung dari jenis bisnis yang dipasarkan dan tujuan yang ingin dicapai. Semakin spesifik tujuannya, semakin baik. Jika Anda adalah pemilik usaha makanan dan ingin agar brand/merk Anda dikenal puluhan ribu orang dalam waktu 3 bulan, maka Anda harus fokus pada pengenalan produk dengan memilih channel yang ramai.

Misal produknya adalah kripik, pesan apa yang Anda ingin orang tahu tentang kripik tersebut? Katakanlah kripiknya enak, renyah, sehat, gurih, manis, tanpa bahan pengawet. Maka tugas Anda berikutnya adalah memilih channel/media yang tepat digunakan. Sebagai awal, misal gunakan Facebook & Instagram untuk memasarkan video yang menggambarkan betapa enak, renyah, dan sehatnya kripik Anda.

Di sinilah kekuatan konten dijalankan. Buatlah cerita yang menarik, dengan konsep yang disukai; misal humor, cinta, perjuangan hidup. Perjuangan hidup? Kenapa tidak. Orang menyukai iklan yang bercerita, lalu masukkan kripik Anda ke dalamnya.


2. Design is Your WOW Factor

Jika Anda ingin punya branding yang baik melalui social media, manfaatkan kekuatan gambar! Pilihannya dua: buat yang sangat bagus atau sekalian jelek. Masyarakat cenderung “tidak menoleh” kepada gambar yang biasa-biasa saja. Jelek di sini artinya bukan menjelekkan brand Anda, tapi cara penyajiannya benar-benar melupakan tata cara desain profesional. Hal ini banyak dilakukan melalui meme pic. Pilih gambar yang menarik (lucu, terkenal, imut), taruh kata-kata lucu beserta nama brand Anda dengan huruf putih besar menonjol, save, sebarkan!

Namun sebagai awal, saya sarankan gunakan desain yang baik; apa lagi jika masih awal. Biarlah orang mengenal bisnis Anda melalui tampilan yang berkualitas. Jika Anda khawatir biaya desainnya mahal, Anda bisa cari jasa freelance designer yang tersebar banyak di Google.


3. Engagement is The Queen

Engagement di sini artinya keterikatan, antara Anda (brand) dan (calon) konsumen Anda. Anda harus tahu bahwa ketika konsumen Anda mencari produk/jasa Anda dan bergabung dengan social media yang ada, mereka berharap informasi yang berkualitas, dengan manusia sebagai penghubungnya, bukan robot.

Berbicaralah kepada konsumen Anda sebagai seorang manusia, bukan mesin. Gunakan bahasa yang “membumi”/mudah dipahami, ramah, hangat, dan personal. Anda bisa saja menggunakan susunan kalimat yang sama ketika menjawab pertanyaan yang sama, kepada beberapa orang berbeda. Namun jika Anda ingin meningkatkan “sense of belonging” dan kedekatan pada brand Anda, luangkan waktu untuk menyusun kalimat satu per satu demi membangun “engagement” dengan orang-orang yang berbeda.

Misal, bedakan cara sapaan Anda, sedangkan jawaban teknisnya sama karena langkah-langkahnya sama. Dengan demikian, Anda telah memberikan kesan yang berbeda-beda, pastikan saja itu positif. Konsumen Anda akan merasa diistimewakan, lebih dekat, dan brand Anda pun melekat di pikiran dan hati mereka.

Itulah 3 prinsip yang bisa Anda terapkan dalam social media marketing bisnis Anda. Semuanya perlu waktu dan proses. Asal dijalani dengan tekun dan konsisten, hasilnya pasti terlihat!



http://www.andriewongso.com/articles/details/14033/3-Prinsip-Utama-Memasarkan-Bisnis-ke-Social-Media?utm_source=AW+Newsletter+Subscribers&utm_campaign=a3b9600927-Jumat_21_November_201411_20_2014&utm_medium=email&utm_term=0_15a2554ef0-a3b9600927-93494149
                      

Christy Maria Sucahyo adalah Chief Digital Marketing Officer di Andrie Wongso Motivation Industry.
READ MORE - Prinsip Utama Memasarkan Bisnis ke Social Media

Dapatkan Harapan dan Semangat Baru


Sebagai manusia normal, kita semua pasti pernah mengalami saat-saat yang menyenangkan, penuh harapan dan keyakinan, percaya diri. Namun ada juga saat-saat kita mengalami masa yang tidak menyenangkan, sepertinya tidak ada harapan lagi, kita kehilangan pegangan dan percaya diri. Semua itu normal karena manusia memiliki emosi atau perasaan. Perasaan inilah yang naik turun. Emosi kita berubah-ubah.
Seorang teman pernah berkata, ”Saya kok merasa kosong, tidak ada harapan. Dari dulu begini-begini saja.” Saya jawab, ”Itu kan hanya perasaan. Perasaan itu naik turun. Besok kalau ada kejadian yang menggembirakan, perasaan kamu akan berubah."

Keesokan harinya, dia sudah malas berangkat kerja, tapi saya sarankan untuk tetap berangkat. Siangnya ketika keluar makan siang, tanpa sengaja dia bertemu teman yang sejak Sekolah Dasar tidak pernah ketemu. Mereka berdua senang sekali. Perasaannya berubah. Setelah berbincang-bincang saling menanyakan kabar masing-masing, ternyata teman itu memiliki ide untuk mengajaknya kerja sama. Harapan baru muncul. Perasaannya berubah.

Ketika dia bercerita kepada saya, saya berkata:”Seandainya tadi pagi kamu tidak berangkat kerja karena kamu merasa galau, tidak ada harapan, maka kamu tidak akan bertemu teman lama kamu.”

“Iya ya?” diapun tertawa. Kemarin dia manyun. Hahaha…. Betapa mudah perasaan berubah.

Apakah Anda merasa tidak ada harapan? Harapan selalu ada.
Mengapa? Karena kita tidak tahu masa depan. Kita tidak tahu hari esok. Kita tidak tahu apa yang akan terjadi sejam lagi. Kita tidak tahu apa yang akan terjadi sesaat lagi. Kita tidak tahu apa yang akan terjadi sedetik lagi. Jadi….. selalu ada harapan.

Kita tidak tahu apakah besok akan sama dengan hari ini. Selalu ada kemungkinan hal positif akan terjadi. Kita tidak tahu apakah yang kita lakukan akan berhasil atau gagal. Tapi selalu ada kemungkinan berhasil kan? Karena kita belum tahu apa yang akan terjadi.

Sebatang bunga yang berada di guci penjual bunga melihat teman-temannya dibeli orang. Ketika hari sudah senja, dia sudah kehilangan harapan. Dia mengira besok dia akan layu tiba-tiba datanglah seorang pemuda membelinya. Ternyata dia dipajang disebuah pesta pernikahan yang sangat indah.

Siapa bilang tidak mungkin?

Ketika dulu saya melamar kerja di PT Sandoz Biochemie Pharma Indonesia, saya boleh dibilang nekat. Iklan lowongan kerja yang dipasang di koran Kompas mencari lulusan MBA dari luar negeri. Waktu itu saya satu-satunya S1 yang melamar. Pelamar lain sangat keren, baik pria maupun wanitanya. Orang lain bilang, tidak mungkin saya diterima bekerja di sana. Kemungkinannya sangat tipis. Bahkan sepertinya tidak ada harapan. Dari kualifikasi saja, saya sudah tidak memenuhi syarat. Percuma. Tapi saya tetap maju dengan penuh semangat.

Ketika saya diwawancara oleh directornya, orang Swiss, saya ditanya oleh beliau, "Kamu bukan dari kedokteran. Kamu bukan dari farmasi. Kamu belum pernah bekerja sebagai medical representative di perusahaan farmasi. Kenapa kamu berani melamar kerja disini sebagai product manager yang kerjanya membuat strategi pemasaran untuk obat?"

Memang, pengetahuan saya tentang farmasi dan kedokteran nol besar. Latar belakang saya Teknik Arsitektur dan Bahasa Inggris, karena dulu saya kuliah di dua universitas secara bersamaan.

Jawaban saya hanya satu. Saya berkata, "I can learn!"

Saya menjelaskan, "Saya bisa belajar. Saya yakin bahwa semua ilmu bisa dipelajari. Dokter menguasai ilmu kedokteran karena dia kuliah kedokteran bertahun-tahun. Kalau saya kuliah kedokteran, saya juga bisa menguasai ilmu kedokteran. Berarti, ilmu kedokteran bisa dipelajari. Saya percaya SEMUA ilmu BISA dipelajari. Dan saya suka belajar." Saya menjawab dengan mantab karena saya memang berpendapat demikian. Dia langsung memutuskan untuk menerima saya.

Saya pun membuktikan ucapan saya. Saya mati-matian belajar. Ruangan saya penuh dengan buku manual dari Sandoz pusat, buku farmasi, buku kedokteran, dan semuanya saya baca dan pelajari. Saya datang paling pagi dan pulang paling malam. Bahkan seringkali buku-buku itu saya bawa pulang dan dipelajari di tempat kos sampai larut malam. Perusahaan kemudian mengirim saya mengikuti kursus Farmakologi di Universitas Indonesia.

Siapa bilang, saya tidak mungkin bekerja di perusahaan farmasi? Harapan selalu ada. Kemungkinan positif selalu ada.

Kiat mendapatkan semangat baru:
1. Berdoa
Percaya kepada Yang Maha Kuasa merupakan jalan utama untuk menumbuhkan harapan baru. Apapun agama kita, tidak menjadi masalah. Setiap orang bisa berdoa sesuai agama dan kepercayaan masing-masing.

2. Fokus kepada hal-hal positif
Masa depan mengandung berbagai kemungkinan. Kemungkinan berhasil atau gagal. Kemungkinan berubah atau tidak. Kemungkinan positif atau negatif. Jadi apa yang sebaiknya dilakukan? Berpikir positif! Dengan berpikir positif, kita akan menarik hal-hal yang positif, maka hal-hal positif akan datang. Tidak ada gunanya berpikir negatif. Tidak ada gunanya menarik hal-hal negatif. Untuk apa? Biasakanlah berpikir positif. Jika kita berpikir negatif, maka hasilnya adalah stres, takut, khawatir, bingung, ragu, galau, dan sebagainya. Tapi ketika kita berpiir positif, maka hati akan lebih tenang, pikiran lebih jernih, stres hilang, ketakutan dan kekhawatiran hilang.

3. Jangan ikuti perasaan
Perasaan atau emosi akan selalu berubah-ubah. Tiap detik juga bisa berubah. Jadi ketika merasa sesuatu yang negatif, santai saja. Rileks. Tarik napas panjang, lalu hembuskan sampai habis. Alihkan pikiran ke hal lain yang lebih positif.

4. Belajarlah
Belajarlah dari sekarang. Kejar kekurangan yang dirasakan. Misalnya Anda kurang lancar berbahasa Inggris, belajarlah. Jangan diam saja. Jangan menyerah. Anda kurang lancar berkomunikasi, belajarlah. Anda merasa kurang pandai berbicara didepan orang banyak, belajarlah. Berlatihlah. Pasti bisa.

Hope for the Best. And Just Do It!

http://www.andriewongso.com/articles/details/14142/Dapatkan-Harapan-dan-Semangat-Baru?utm_source=AW+Newsletter+Subscribers&utm_campaign=28bf9d0c51-Jumat_12_Desember_201412_11_2014&utm_medium=email&utm_term=0_15a2554ef0-28bf9d0c51-93494149

____

Lisa Nuryanti
Super Mindset Motivator & Professional Development Consultant
READ MORE - Dapatkan Harapan dan Semangat Baru

Kevin Systrom Membuktikan Keunggulan Suatu Fokus


Pemuda bernama Kevin Systrom ini menolak ajakan Facebook untuk bergabung dengannya pada tahun 2004. Ia yakin bisa membuat perusahaan sendiri. Tahun 2010 ia mendirikan Instagram dan tahun 2012 Facebook membelinya seharga Rp9,1 triliun!
Tiba-tiba saja nama Instagram menjadi pembicaraan dunia. Program berbagi foto dan gambar ini menyita perhatian seantero jagat tak hanya karena aplikasinya yang memudahkan pengguna smartphone dalam mengambil foto,  mengeditnya, dan membagikannya di jejaring sosial. Tapi juga bagaimana Facebook sampai sedemikian rela mengeluarkan US$1 miliar atau setara dengan Rp9,1 triliun untuk membeli Instagram.

Saat itu, Instagram hanyalah perusahaan yang dikelola oleh 13 orang. Dengan pengambilalihan ini, seorang pendirinya, Kevin Systrom (30 tahun), yang memiliki 40 persen saham Instagram akan mendapat kompensasi sebesar US$400 juta atau sekitar Rp3,6 triliun.

Fokus
Systrom sendiri sebenarnya sudah kenal pendiri Facebook, Mark Zuckerberg, sejak lama. Pada tahun 2004 ia sudah aktif di komunitas mahasiswa antaruniversitas bernama Sigma Nu. Mereka beberapa kali bertemu dan Mark tahu kalau Systrom mengelola layanan berbagi foto secara underground (bawah tanah). Mark menawari Systrom bekerja di Facebook yang baru ia dirikan Februari 2004. Saat itu Facebook belum memiliki layanan berbagi fotonya. Namun Systrom menolak karena ia ingin menekuni pendidikannya lebih dulu.

Systrom ketika itu sedang mengambil kursus kewirausahaan selama sembilan bulan di Stanford's Mayfield Fellows Program di samping kuliah di Stanford University bidang Management Science & Engineering. Di program pendidikan untuk menciptakan para start-up itu, Systrom bersama Evan Williams, Biz Stone dan Jack Dorsey membuat Odeo, direktori link audio dan video melalui RSS (Really Simple Syndication) sebagai salah satu tugas belajarnya. Belakangan Dorsey mengembangkan Odeo hingga menjadi Twitter yang sukses sejak ia luncurkan Juli 2006. Sedangkan Systrom memilih bekerja di Google.

Meski begitu, niat Systrom untuk menjadi pengusaha tak pupus. “Sejak pertama saya masuk program pendidikan kewirausahaan itu saya sudah memutuskan untuk jadi entrepreneur,” katanya.

Di Google sebenarnya ia bekerja di bidang pemasaran. Ia pertama menjadi staf yang menangani Gmail kemudian Google Reader, dan layanan Google lainnya. Lalu menjadi tim Corporate Development. Pada saat itulah ia sudah mulai mencoba mendesain aplikasi mobile. Meski latar belakangnya bukan programer ia belajar secara otodidak.

Ketertarikan belajar programming makin menggebu sejak ia bekerja di Nextstop.com, situs yang menyediakan layanan berbagi infomasi tujuan wisata, yang didirikan mantan staf Google, sebagai product manager. “Siang hari saya bekerja di bidang pemasaran, sedangkan malamnya saya coba mempelajari programing meski saya tak punya background di bidang itu,” katanya.  “Salah satu ide yang saya dapatkan adalah menggabungkan unsur-unsur Foursquare dengan salah satu unsur di Mafia Wars (bernama Burbn).” Foursquare adalah layanan berbasis lokasi seperti berbagi info tentang lokasi, review singkat, dan sebagainya. Sedangkan Mafia Wars adalah game yang populer di Facebook, Yahoo, dan situs lainnya.

Pada suatu kali, dalam sebuah pesta ia membawa prototipenya. Kebetulan saat itu ada perwakilan dari dua perusahaan modal ventura yaitu Baseline Ventures dan Andreessen Horowitz. Setelah pertemuan pertama itu Systrom makin yakin bahwa idenya mewujudkan Burbn merupakan peluang bisnis yang besar. Dua minggu kemudian ia mendapatkan modal dari Baseline Ventures dan Andreessen Horowitz sebesar US$500.000. Setelah mendapatkan modal itu pada tahun 2010 ia mencari tim. Tak jauh-jauh Systrom menghubungi rekannya yang dulu sama-sama di program Stanford's Mayfield, yaitu Mike Krieger.

Dari pengamatan mereka berdua, ditemukan bahwa makin banyak orang yang gemar mem-posting foto ke jejaring sosial. Menurut mereka, akan lebih menarik jika kebiasaan itu juga diberikan sarana memfilter foto sehingga foto-foto mereka lebih barvairasi, lucu, dan keren. “Kita bisa membuat foto lebih keren dengan Photoshop. Kita bisa ubah warna, atau hal lainnya,” katanya tentang idenya itu.

Berdasarkan ini Systrom dan Krieger memfokuskan diri membuat aplikasi khusus mengenai foto. “Kami melihat mobile photo sebagai kesempatan untuk mencoba ide-ide baru. Akhirnya kami bisa membuat Burbn versi beta yang bisa beroperasi di iPhone,” paparnya. Mereka terus memperbaikinya hingga benar-benar bisa diaplikasikan dengan baik. Setelah itu nama Burbn yang sulit dieja dicarikan nama lain. “Kami menggantinya menjadi Instagram karena kedengarannya seperti kamera. Instagram itu adalah Instant Telegram,” katanya. Ini juga cocok dengan idenya: ambil foto terus kirim ke jejaring sosial.

Delapan minggu kemudian mereka melakukan langkah penting. Prototif yang lebih baik mereka perkenalkan pada teman-temannya dan diminta mencobanya. Ada sekitar 100-an orang yang mencobanya. Mereka juga meminta masukan teman-temannya itu. Namun saat itu jumlah fiturnya masih begitu banyak. Systrom dan Krieger kemudian mencoba menguranginya sehingga akhirnya fiturnya lebih sedikit tetapi lebih fokus pada peran fotonya seperti fitur filter itu. Dengan fitur-fitur inilah Systrom dan Krieger meluncurkan Instagram pada 6 Oktober 2010.

Akuisisi Facebook
Kini Instagram dikenal sebagai aplikasi berbagi foto yang memungkinkan penggunanya mengambil foto, menerapkan filter digital, dan membagikannya ke berbagai layanan jejaring sosial (Facebook, Twitter, dll), di samping layanan di website Instagram sendiri. Yang membedakannya dengan layanan sejenis, fitur filternya lebih kaya. Inilah yang disukai para pengguna.

Hingga kini jumlah pengguna Instagram mencapai 30 juta orang di seluruh dunia dan menjadi aplikasi berbagi foto yang paling banyak digunakan. Selain itu, jika dulu hanya beroperasi di iOS kini bisa beroperasi juga di smartphone dengan platform Android. Facebook tertarik mengajak Instagram menjadi bagian dari kesuksesannya menjelang Facebook go public, sampai-sampai Mark Zuckerberg terus mengejar Kevin Systrom. Systrom berkali-kali menolak tawaran akuisisi Facebook.

Facebook tak berhenti memburunya. Entah seperti apa perburuan Zuckerberg selama dua hari penting di hari libur itu (Sabtu dan Minggu). Namun pada Senin (9 April 2012) Facebook mengumumkan telah mengakuisisi Instagram dengan nilai dua kali lipat dari kapitalisasi Instagram sendiri, yaitu US$1 miliar atau Rp9,1 triliun, akuisisi terbesar yang dilakukan Facebook. Zuckerberg sendiri menganggap ini langkah penting bagi perkembangan Facebook.

Peristiwa menakjubkan ini tak pelak lagi menunjukkan kejeniusan Kevin Systrom sebagai pendiri Instagram. Ia begitu tinggi semangatnya tatkala ide mewujudkan aplikasi berbagi fotonya muncul. Ia bahkan bersedia menghabiskan waktunya untuk belajar pengkodean secara otodidak meski tak memiliki latar belakang pendidikan di bidang itu.

Semangat itu, kata Systrom, ia dapatkan dari pendidikan start-up di Standford. Ia berhasil mengubah hobi menjadi produksi. “Pelajaran yang saya ambil dari ini semua adalah bahwa, pertama, jangan menyerah begitu cepat jika apa yang kita lakukan sebenarnya kita sukai. Kedua, 99 persen dari apa yang saya kerjakan setiap hari saya pelajari dari pekerjaan. Sekolah memang memberikan kita pendidikan untuk bekerja. Tetapi menjalani pekerjaan kita mengajarkan sesuatu yang akan kita gunakan setiap hari,” paparnya.

Nah, kita semua bisa melakukan hal seperti itu. Jika tujuan sudah jelas, gairah kerja akan berlipat. Dan hasilnya pun bisa jauh di atas perkiraan seperti yang dialami Kevin Systrom dengan Instagram-nya. Luar biasa!

http://www.andriewongso.com/articles/details/14128/Kevin-Systrom-Membuktikan-Keunggulan-Suatu-Fokus
READ MORE - Kevin Systrom Membuktikan Keunggulan Suatu Fokus

Target adalah Kekuatan untuk Berjuang



Ini adalah sebuah kisah nyata. Ada seorang anak miskin yang tumbuh di San Fransisco. Sejak kecil, ia menderita radang sendi karena kekurangan gizi. Ketika dia berusia 6 tahun, kedua kakinya berubah membentuk huruf “O”. Kaki kecilnyapun mengecil semakin parah. Akan tetapi di dalam lubuk hatinya yang terdalam, tersimpan sebuah mimpi yang bahkan ia tidak yakin bisa terwujud. Ia ingin menjadi seorang atlet football profesional.
Ia adalah penggemar atlet legendaris Jim Brown. Setiap kali NFL Cleverland Brown bertanding melawan San Fransisco 49ers, anak ini berjalan langkah demi langkah menuju arena pertandingan untuk mendukung idolanya, tanpa mempedulikan kakinya yang sakit. Karena ia sangat miskin dan tidak mampu membeli tiket pertandingan, maka ia hanya bisa menungu di luar stadion hingga pertandingan selesai. Ia menikmati menit-menit terakhir pertandingan melalui celah kecil pintu stadion yang dibuka oleh staf pertandingan.

Ketika ia berumur 13 tahun, akhirnya di sebuah toko es krim, ia bertemu dengan idolanya. Ia bergegas berjalan menuju bintang besar tersebut dan berkata, “ Tuan Brown, saya adalah fans berat Anda!”

Jim Brown mengucapkan terima kasih dengan ramah kepada anak itu. Anak tersebut kemudian berkata lagi, “Tuan Brown, apakah Anda mengetahui satu hal?”

Jim berbalik badan dan bertanya, “Hal tentang apa, nak?”

Anak tersebut mejawab dengan penuh ekspresi, “Saya mengingat semua rekor yang telah Anda capai.”

Jim Brown tertawa dengan sangat riang, dan berkata, “Itu bukan hal yang mudah.”

Kali ini, anak tersebut membusungkan dadanya, matanya memancarkan sinar, dan berkata dengan penuh percaya diri, “Tuan Brown, suatu hari nanti, saya akan memecahkan semua rekor yang telah Anda capai!”

Setelah mendengar perkataan anak itu, atlet bintang football tersebut tersenyum dan berkata kepada sang anak kecil, “Sungguh impian yang besar. Anak kecil, siapa namamu?”

Anak tersebut dengan bangga tersenyum dan berkata, “Nama saya adalah Orenthal J. Simpson.”

Orenthal J. Simpson kemudian berhasil membuktikan semua hal yang ia ucapkan ketika masih kecil. Ia berhasil memecahkan semua rekor Jim Brown di dunia football. Pada waktu yang sama, ia juga membuat sebuah rekor baru.

Netter yang Bijaksana,
Orang seperti apakah kita, prestasi apa yang akan kita capai, bergantung pada apakah impian kita sendiri. Impian akan menjadi sebuah target ketika kita berjuang dalam kehidupan.

Dari kisah diatas, kita bisa melakukan sesuatu dengan lebih terencana, lebih punya prinsip, dan pada waktu yang bersamaan, target bisa memberikan kita kekuatan. Sehingga membuat kita melakukan hal-hal dengan lebih percaya diri dan penuh semangat.

http://www.andriewongso.com/articles/details/14121/Target-adalah-Kekuatan-untuk-Berjuang
READ MORE - Target adalah Kekuatan untuk Berjuang

Memberi dengan Ikhlas


Untuk menjadikan anak-anak menjadi individu yang diterima oleh lingkungan, tentu orangtua harus mengajarkan banyak hal. Salah satu diantaranya adalah membiasakan mereka memberi atau berbagi.
Memberi bisa dilakukan dari hal yang paling kecil, misalnya memberi makanan, hingga hal seperti menyisihkan uang saku untuk diberikan pada orang lain yang lebih membutuhkan.

Memberi menjadi mudah bila orangtua sudah membiasakan diri melakukan hal ini sebagai contoh untuk anak. Jika memberi sudah jadi bagian dari kehidupan sehari-hari, maka selanjutnya yang diperlukan adalah memberi dengan penuh keikhlasan. Sebab, jika itu berhasil ditanamkan, maka hidup akan makin terasa membahagiakan.

Lalu, bagaimana mengajarkan anak untuk ikhlas dalam memberi? Berikut beberapa hal yang bisa diajarkan pada mereka.
 

1. Memberi Hadiah

Pelajaran memberi yang paling mudah adalah dengan mengajarkan memberi hadiah. Hadiah bukan karena buah hati kita menghadiri undangan. Hadiah ini untuk melekatkan nilai pertemanan. Misal, mereka punya dua buah pulpen yang sama warnanya. Kita bisa mengajarkan mereka untuk memberikan satu pulpen itu pada teman terdekatnya.
Memberi pada teman dekat ini tentunya akan menyenangkan untuk mereka, karena mereka masih bisa melihat ke mana perginya barang kesayangan mereka.
 

2. Memberi Bukan Karena Diminta

Mengajarkan pemberian pada peminta-minta tentu bukan hal yang baik. Apalagi banyak dari sosok peminta-minta itu adalah orang manusia sehat yang lengkap jasmaninya dan hanya berpura-pura susah agar dikasihani. Memberi pada peminta-minta hanya akan membuat anak-anak belajar memberi jika ada yang meminta.
Maka yang terbaik adalah mengajarkan untuk memberi dengan mendatangi orang-orang yang memang membutuhkan. Ajarkan pada anak bagaimana kita sebagai orangtua mengumpulkan barang untuk diberikan pada orang. Dan kita mendatangi orang itu hingga buah hati kita paham bagaimana proses memberi yang baik.
 

3. Beri yang Masih Layak

Memberi itu menyisihkan sesuatu. Bukan membuangnya. Itu artinya kita harus mengajarkan anak untuk memberikan barang mereka yang masih layak pakai, bukan yang sudah tidak bisa terpakai.
Memberi dengan sesuatu yang masih baik akan membuat anak-anak sadar juga untuk menjaga segala benda miliknya, karena pasti kelak akan masih bisa bermanfaaat untuk orang lain.
 

4. Ajarkan Maaf

Memberi memang bukan berbuat kesalahan. Tapi banyak orang yang ketika kita rasa pantas diberi tapi ia tidak mau diberi. Maka ajarkan pada anak-anak untuk bertanya lebih dulu ketika akan memberi. “Maaf, kalau aku kasih barang yang ini, kamu mau tidak?”
Pertanyaan kecil seperti itu akan membuat orang tidak merasa direndahkan ketika menerima dan kita tidak sakit hati ketika ditolak.

Ucapkan terima kasih ketika ia mau menerima barang yang kita beri. Karena sesungguhnya kita yang terbantu karena barang milik kita yang sudah jarang digunakan jadi bermanfaat lagi di tangan mereka.
 

5. Ikhlaskan

Rangkaian panjang proses memberi di atas pada akhirnya menggiring anak-anak kita untuk memberi yang terbaik dan mengikhlaskan. Salah satu yang bisa dilakukan adalah dengan mencoba melupakan apa yang sudah diberikan.
Melupakan pemberian tentu hal yang sulit bagi orang yang tidak biasa memberi. Tapi untuk anak yang sudah terbiasa diberi rangkaian panjang awal memberi dan bahagianya memberi, proses ini justru menjadi sangat mudah. Tentu, semua butuh proses dan pembiasaan. Maka, jadi tanggung jawab kita sebagai orangtua untuk mendampingi buah hati untuk mengajarkan dari sekarang agar memberi itu akan terasa jauh lebih indah dan penuh makna.

http://www.andriewongso.com/articles/details/14148/Memberi-dengan-Ikhlas?utm_source=AW+Newsletter+Subscribers&utm_campaign=7543ed3341-Selasa_16_Desember_201412_15_2014&utm_medium=email&utm_term=0_15a2554ef0-7543ed3341-93494149
READ MORE - Memberi dengan Ikhlas

PESAN UNTUK SUAMI

Yang merasa menjadi SUAMi yuk Di Baca,di mengerti,di pahami!!

1. Hargai isterimu sebagaimana engkau menghargai ibumu,sebab isterimu juga seorang ibu dari anak-anakmu.

2. Jika marah,boleh tidak berbicara dengan isterimu,tapi jangan bertengkar dengannya (membentaknya, mengatainya, memukulnya).

3. Kantung rumah adalah seorang isteri, jika hati isterimu tidak bahagia, maka seisi rumah akan tampak seperti neraka (tidak ada canda tawa, manja, perhatian),maka sayangi isterimu agar dia bahagia dan kau akan merasa seperti disurga.

4. Besar atau kecil gajimu, seorang isteri tetap ingin diperhatikan. dengan begitu, maka isterimu akan selalu menyambutmu pulang dengan kasih sayang.

5. 2 orang yang tinggal 1 atap (menikah) tidak perlu gengsi, bertingkah, siapa menang siapa kalah. karena keduanya bukan untuk bertanding melainkan teman hidup selamanya.

6. Di luar banyak wanita idaman melebihi isterimu,namun mereka mencintaimu atas dasar apa yang kamu punya sekarang, bukan apa adanya dirimu,saat kamu menemukan masa sulit, maka wanita tersebut akan meninggalkanmu dan punya pria idaman lain dibelakangmu.

7. Banyak isteri yang baik,tapi diluar sana banyak pria yang ingin mempunyai isteri yang baik dan mereka tidak mendapatkannya. mereka akan menawarkan perlindungan terhadap isterimu,maka jangan biarkan isterimu meninggalkan rumah karena kesedihan, sebab ia akan sulit sekali untuk kembali.

8. Ajarkan anak laki-lakimu bagaimana berlaku terhadap ibunya, sehingga kelak mereka tahu bagaimana memperlakukan isterinya.
READ MORE - PESAN UNTUK SUAMI

14 Desember, 2014

KRI Sutlan Hasanuddin Tangkap 2 Kapal Thailand Sedang Curi Ikan

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Pemerintah terus meneguhkan sepak terjangnya memberantas illegal fishing di tanah air. Itu dibuktikan dengan langkah KRI Sultan Hasanuddin-366 menangkap dua kapal yang dioperatori nelayan Thailand. Kapal-kapal itu tertangkap di perairan Natuna, Kepulauan Riau. Penemuan ini bermula ketika KRI Sultan Hasanuddin sedang melaksanakan Operasi Rakata Jaya di perairan Kepri. Salah satu kapal jenis Sigma Class di Bawah Kendali Operasi (BKO) Komando Armada Laut Barat (Koarmabar) itu mendeteksi kontak mencurigakan di radar kapal pada Kamis (11/12/2014) lalu. Setelah didekati lebih kurang jarak satu mil kontak tersebut berhasil diidentifikasi sebagai kapal ikan.

Ketika itu, KRI kebanggaan Indonesia ini tengah beroperasi di wilayah Laut Natuna. Perairan perbatasan antara Indonesia-Malaysia sekitar  60 mil sebelah barat Tarempa. Bereaksi cepat, Komandan KRI Sultan Hasanuddin-366 Letkol Laut Heri Tri Wibowo memerintahkan bawahannya untuk turun. Sebelumnya ia berhasil memaksa kapal asing itu merapat ke KRI. Ditemukan dalam kapal berukuran sedang itu ada dua palka penuh ikan hasil rampokan. Secara posisi melaut, kapal itu jelas melanggar daerah perbatasan karena berada di perairan pulau milik Indonesia.

"Saat itu posisi kapal ikan tersebut berada di 03 39 54 U-104 58 27 T, tepatnya  di perairan barat Pulau Jemaja," kata Heri melalui keterangannya diterima Tribun, Minggu (13/12/2014).
Usai penggeledahan, ternyata dokumen kapal ternyata tidak lengkap. Keasliannya juga patut diragukan. Selain itu Anak Buah Kapal bernama KM Tanjung Pura 02 itupun seluruhnya warga negara Thailand. Ditemukan juga dua palka tempat penyimpanan ikan di kapal itu sudah penuh terisi ikan. Yang lebih parah, di tiang tertinggi KM Tanjung Pura 02 berkibar bendera Indonesia. Diyakini lambang negara itu digunakan untuk mengelabuhi petugas.

Armada laut pencari ikan itu kini sudah diamankan di Lanal Tarempa. Para nelayan terbukti sedang mencuri ikan di perairan Indonesia lantara tak bisa menunjukkan kelengkapan dokumen dan seluruh ABK nya adalah WNA. Tak menunggu lama, selang 1 jam 40 menit setelah penangkapan pertama, Heri dan krunya menemukan keganjilan di radar kapal. Sekitar dua mil dari posisi pemeriksaan kapal pertama ada kontak mencurigakan. KRI Sultan Hasanuddin segera mengejar dan mengidentifikasi objek yang ternyata kapal ikan.

Mengetahui ditarget TNI AL, kapal itu berusaha kabur. Terjadi aksi kejar mengejar, namun usaha kapal nelayan itu sia-sia. KRI Sultan Hasanuddin berhasil menghentikannya pada koordinat 03 32 48 U-104 49 36 T. Heri memerintah kapal asing segera merapat ke KRI untuk proses pemeriksaan. ABK KRI turun untuk menggeledah dan ditemukan ternyata dokumen kelengkapan kapal ikan itu tidak ada, alias bodong. Kapal kedua berhasil diringkus dan dikawal menuju Lanal Tarempa. Kapal bernama KIA Tawatesai (bahasa Thailand) berisi sembilan orang dari negara gajah putih. Sama seperti kapal sebelumnya, di dua palka penyimpanan ikan terisi penuh oleh hasil laut Indonesia.

Sekedar info, Perairan Kepulauan Riau memang tempat favorit bagi pencuri ikan. Pasalnya, ada pertemuan air hangat dan air dingin di wilayah itu. Percampuran dua jenis air ini menyebabkan banyaknya organisme laut kecil atau yang biasa disebut plankton. Populasinya yang banyak menarik ikan-ikan untuk berburu di perairan itu sehingga jumlah ikan juga sangat melimpah.
READ MORE - KRI Sutlan Hasanuddin Tangkap 2 Kapal Thailand Sedang Curi Ikan