22 November, 2016

KKP Kembali Tangkap 10 Kapal Ikan Ilegal

kapal1234567
JAKARTA (beritatrans.com) – Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) kembali menangkap 10 kapal ikan asing (KIA) ilegal yang beroperasi di kawasan perairan Indonesia.

“Penangkapan kesepuluh kapal tersebut dilakukan oleh empat KP berbeda, yaitu KP Orca 002, KP Orca 003, KP. HIU 007, dan KP Hiu 009,” kata Plt Dirjen Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan KKP Sjarief Widjaja di Jakarta, Senin (21/11/2016).

Sjarief menjelaskan, penangkapan pada tanggal 16 November 2016 dilakukan oleh KP Orca 003 terhadap empat KIA yang sedang beroperasi di Zona Ekonomi Eksklusif Indonesia (ZEEI) Laut Sulawesi.

Keempat kapal itu adalah FB/CA. JULEI JANE, FB/CA. ELYZA, FB/CA. IAN JANE, dan FB/CA. ALVINTROY. Mereka menggunakan alat tangkap pancing tuna (hand line) dan diawaki 37 orang berkewarganegaraan Filipina.
Sementara itu, pada tanggal dan lokasi yang sama KP. HIU 007 berhasil menangkap kapal FB/CA. JESSA, dan FB/CA. ROMEL.
“Keenam kapal tersebut diserahkan ke Pangkalan PSDKP Bitung,” katanya seperti dilanasir okezone.

Masih pada tanggal yang sama sekitar pukul 08.14 WIB di perairan Natuna Kepulauan Riau, KP. Orca 02 telah memeriksa dan menahan tiga KIA dengan 26 orang berkewarganegaraan Vietnam.
Kapal yang diawaki warga negara Vietnam yang ditangkap yaitu, BV 4667 TS, BV 0589 TS, dan BV 99688 TS, setelah itu kapal tersebut dikawal ke Satker PSDKP Tarempa untuk proses hukum lebih lanjut.

Tiga hari kemudian tepatnya pada tanggal 19 Nopember 2016, KP Hiu 009 berhasil menangkap satu KIA berbendera Malaysia KM. SLFA 4654 di perairan Selat Malaka. Kapal dikawal ke Pangkalan PSDKP Batam.
Sebelumnya, KKP juga telah menangkap lima KIA ilegal di wilayah pengelolaan perikanan Republik Indonesia di sekitar perairan Natuna, Provinsi Kepulauan Riau, 11-12 November 2016.

Kapal Pengawas (KP) Orca 02 menangkap empat KIA pada tanggal 11 November 2016 sekitar pukul 06.00 WIB. Keempat kapal yang ditangkap yaitu BV 0595 TS (63 GT), BV 5201 TS (63 GT), BV 92255 TS (42 GT) dan BV 0027 TS (42 GT 42).

Keempat kapal yang diawaki oleh 23 Anak Buah Kapal (ABK) berkewarganegaraan Vietnam ditangkap karena melakukan penangkapan ikan di WPP-RI tanpa ijin serta menggunakan alat tangkap terlarang pair trawl.
Sementara satu kapal ditangkap oleh KP Hiu 12 pada tanggal 12 November 2016 sekitar pukul 11.05 WIB. Kapal dengan nama lambung PAF 4767 (45 GT) berbendera Malaysia diawaki oleh 14 ABK berkewarganegaraan Vietnam. Kapal dan ABK dikawal ke Satuan Kerja PSDKP Batam, Kepulauan Riau.

Sebelumnya pada tanggal 8 November 2016, KP Hiu Macan 01 berhasil menangkap delapan kapal ikan asing ilegal berbendera Vietnam di WPPRI sekitar perairan Natuna Kepulauan Riau.

Ke delapan kapal yang diawaki oleh 53 orang berkewarganegaraan Vietnam ditangkap karena melakukan penangkapan ikan tanpa izin, serta menggunakan alat tangkap yang dilarang dan merusak sumber daya kelautan dan perikanan pair trawl. (aliy)

http://beritatrans.com/2016/11/21/kkp-kembali-tangkap-10-kapal-ikan-ilegal/
READ MORE - KKP Kembali Tangkap 10 Kapal Ikan Ilegal

17 November, 2016

Awak Kapal Pengawas KKP Dibekali Kemampuan Menembak

Pelatihan menemba bagi Awak Kapal Pengawas (AKP) Perikanan, Kementerian Kelautan dan Perikanan, di SPN Polda Metro Jaya, Lido Sukabumi, 14-17 November 2016
KKPNews, Jakarta – Awak Kapal Pengawas (AKP) Perikanan merupakan salah satu ujung tombak Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) dalam menjaga sumber daya kelautan dan perikanan dari ancaman illegal fishing, sehingga AKP dituntuk keberanian dan kapasitas yang mumpuni. Untuk itu, Direktorat Jenderal PSDKP membekali para AKP kemampuan menggunakan senjata api (menembak) untuk mendukung pelaksananaan operasi di laut sekaligus sebagai alat pengaman diri dari ancaman pelaku illegal fishing. Demikian diungkapkan Direktur Pengoperasian Kapal Pengawas, Direktorat Jenderal PSDKP Goenaryo dalam Pembukaan Pelatihan Menembak di Sekolah Polisi Negara (SPN) Polda Metro Jaya, Lido Sukabumi (15/11).

Selanjutnya Goenaryo menjelaskan bahwa pelatihan yang dilaksanakan dari tanggal 14 – 17 November 2016 bertujuan agar AKP mengenal karakteristik dari senjata termasuk prosedur yang harus dilakukan dalam penggunaan senjata dan perawatannya agar senjata selalu dalam kondisi siap untuk dipergunakan.

Pelatihan menembak ini kami pandang sebagai kegiatan yang sangat diperlukan dalam rangka pengamanan dan melindungi diri dalam pelaksanaan tugas pengawasan, mengingat tingkat kerawanan dan ancaman dari para pelaku illegal fishing yang dapat mengancam keselamatan para AKP, tambah Goenaryo.

Dalam kesempatan tersebut Goenaryo juga menghimbau kepada para peserta yang berjumlah 75 orang agar sungguh-sungguh dalam mengikuti pelatihan dan benar-benar memperhatikan keamanan dalam penggunaan senjata. (SBO)

READ MORE - Awak Kapal Pengawas KKP Dibekali Kemampuan Menembak

15 November, 2016

KKP Berhasil Menangkap 13 Kapal Illegal Fishing Awal Bulan November 2016

Awal bulan November 2016 ini Kapal Pengawas Perikanan Ditjen PSDKP  Kementerian Kelautan dan Perikanan telah menangkap 13 kapal illegal Fishing di perairan Natuna pada operasi mandiri dan operasi bersama Bakamla oleh KP. Hiu Macan 01 menangkap 8 kapal, KP. Orca 02 menangkap 4 dan KP. Hiu 12 menangkap 1 Kapal dengan total ABK keseluruhan berjumlah 90 (sembilan puluh) orang berkewargaan negara Viatnam.

Demikian diungkapkan Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Jenderal Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan (PSDKP) yang juga menjabat Sekretaris Jenderal KKP Sjarief Widjaja dalam keterangan tertulisnya di Jakarta (14/11/2016).
KP. Hiu Macan 01 dinahkodai Samson, A.Md melakukan operasi bersama Bakamla menangkap 8 kapal illegal fishing asing pada tanggal 8 November 2016 di perairan ZEEI Natuna yaitu : 
1)   KM. BD 95377 TS kapal Vietnam GT. 35 menggunakan alat tangkap Purse Seine dan para awak kapal yang berjumlah 7 (tujuh) orang berkebangsaan Vietnam.
2)   KM. BD 97583 TS kapal Vietnam GT. 35 menggunakan alat tangkap Purse Seine dan para awak kapal yang berjumlah 6 (enam) orang berkebangsaan Vietnam,
3)    KM. BV 4985 TS kapal Vietnam GT. 90 menggunakan alat tangkap Pair Trawl yang berpasangan dengan KM. BV 4984 TS dan para awak kapal yang berjumlah 11 (sebelas) orang berkebangsaan Vietnam, 
4)   KM. BV 4984 TS kapal Vietnam GT. 60 menggunakan alat tangkap Pair Trawl yang berpasangan dengan KM. BV 4985 TS dan para awak kapal yang berjumlah 3 (tiga) orang berkebangsaan Vietnam,
5)   KM. BV 92421 TS kapal Vietnam GT. 60 menggunakan alat tangkap Pair Trawl yang berpasangan dengan KM. BV 5424 TS dan para awak kapal yang berjumlah 3 (tiga) orang berkebangsaan Vietnam, 
6)   KM. BV 5424 TS kapal Vietnam GT. 90 menggunakan alat tangkap Pair Trawl yang berpasangan dengan KM. BV 92421 TS dan para awak kapal yang berjumlah 10 (sepuluh) orang berkebangsaan Vietnam,
7)   KM. BV 92458 TS kapal Vietnam GT. 90 menggunakan alat tangkap Pair Trawl yang berpasangan dengan KM. BV 92455 TS dan para awak kapal yang berjumlah 10 (sepuluh) orang berkebangsaan Vietnam dan 
8)   KM. BV 92458 TS kapal Vietnam GT. 90 menggunakan alat tangkap Pair Trawl yang berpasangan dengan KM. BV 92455 TS dan para awak kapal yang berjumlah 10 (sepuluh) orang berkebangsaan Vietnam.
Pada tanggal 10 November 2016 KP. HIU MACAN 01 Tiba di Stasiun PSDKP Pontianak  mendahului 8 (delapan) kapal tangkapan untuk pengamanan 53 (lima puluh tiga) Tahanan untuk proses lebih lanjut. Menurut Nahkoda KP. Hiu Macan 01 Jenis pelanggaran  Diduga melakukan pelanggaran Pasal 5 ayat (1) huruf  b, Pasal 9 ayat (1) Jo. Pasal 85, Pasal 26 ayat (1) Jo. Pasal 92, Pasal 27 ayat (2) Jo. Pasal 93 ayat (1) UU No. 45 tahun 2009 Tentang perubahan atas UU RI No. 31 Tahun 2004 tentang Perikanan (Kapal tersebut tanpa dokumen perijinan perikanan yang sah).

KP. Orca 02 dinahkodai Agung Tri Wibowo  melakukan operasi Mandiri menangkap 4 kapal illegal fishing asing pada tanggal 11 November 2016 di perairan ZEEI Natuna yaitu :
9)   KM. BV-0595 TS kapal Vietnam GT. 63 menggunakan alat tangkap Pair Trawl dan para awak kapal yang berjumlah 8 (delapan) orang berkebangsaan Vietnam.
10)   KM. BV-0027 TS kapal Vietnam GT. 42 menggunakan alat tangkap Pair Trawl dan para awak kapal yang berjumlah 3 (tiga) orang berkebangsaan Vietnam.
11)   KM. BV-5201 TS kapal Vietnam GT. 63 menggunakan alat tangkap Pair Trawl dan para awak kapal yang berjumlah 9 (sembilan) orang berkebangsaan Vietnam.
12)   KM. BV-92255 TS kapal Vietnam GT. 42 menggunakan alat tangkap Pair Trawl dan para awak kapal yang berjumlah 3 (tiga) orang berkebangsaan Vietnam.

Keempat kapal tersebut di Adhock ke Satker PSDKP Natuna untuk proses lebih lanjut serta  pengamanan 23 (dua puluh tiga) Tahanan untuk proses lebih lanjut. Menurut Nahkoda KP. Orca 02 Jenis pelanggaran  Diduga melakukan pelanggaran Pasal 93 ayat (2) jo pasal 27 ayat (2) pasal 85 jo pasal 9 UU No. 45 tahun 2009 Tentang perubahan atas UU RI No. 31 Tahun 2004 tentang Perikanan (Kapal tersebut tanpa dokumen perijinan perikanan yang sah dan menggunakan alat tangkap terlarang).

KP. Hiu 12 dinahkodai Lathalansyah Hade, A.Md  melakukan operasi Mandiri menangkap 1 kapal illegal fishing asing pada tanggal 12 November 2016 di perairan ZEEI Natuna yaitu :
13)        KM. PAF 4767 kapal Vietnam/Malaysia GT. 45,12 menggunakan alat tangkap Rawai dan para awak kapal yang berjumlah 14 (empat belas) orang berkebangsaan Vietnam.
 
Kapal tersebut di Adhock ke Satker PSDKP Batam untuk proses lebih lanjut serta  pengamanan 14 (empat belas) Tahanan untuk proses lebih lanjut. Menurut Nahkoda KP. Hiu 12 Jenis pelanggaran  Diduga melakukan pelanggaran Pasal 5 ayat (1) huruf  b, Pasal 9 ayat (1) Jo. Pasal 85, Pasal 26 ayat (1) Jo. Pasal 92, Pasal 27 ayat (2) Jo. Pasal 93 ayat (1) UU No. 45 tahun 2009 Tentang perubahan atas UU RI No. 31 Tahun 2004 tentang Perikanan (Kapal tersebut tanpa dokumen perijinan perikanan yang sah).
 
Menurut Bapak Goenaryo, A.Pi, M.Si Direktur Pengoperasian Kapal Pengawas Ditjen PSDKP KKP sejak bulan Januari 2016 sampai tanggal 12 November 2016 sudah menangkap 141 kapal illegal fishing yang terdiri dari kapal ikan asing sebanyak 118 kapal dan kapal ikan Indonesia sebanyak 23 kapal. Untuk KP. Hiu Macan 01 sampai sekarang jumlah tangkapan sebanyak 21 kapal, KP. Orca 02 sebanyak 6 kapal dan KP. Hiu 12 sebanyak 5 kapal.

Email mukhtarapi1@gmail.com
HP/WA. 081342791003
READ MORE - KKP Berhasil Menangkap 13 Kapal Illegal Fishing Awal Bulan November 2016

06 November, 2016

Saat Kamu Diberi Pinjaman Uang, Bukan Berarti Temanmu Banyak Uang. Jadi Jangan Lupa Menggantinya

Persahabatan yang sudah berjalan lama, kedekatan yang sudah terasa sangat erat terkadang membuat kita sangat mudah untuk merasa peduli pada teman ataupun sahabat yang selalu ada didekat kita. Tak jarang hal itu membuat kita tidak sungkan untuk berbagi banyak hal pada mereka yang kita sebut teman.

Sampai-sampai karena saking seringnya bersama, bermain bersama, dan kadang sama-sama mengalami masa-masa yang sulit membuat kita tidak sungkan untuk berbagi dalam hal materi walupun dia yang kita sebut sebagai teman itu adalah orang yang tidak ketahui dimana rumahnya. Perasaan persaudaraan ini akan semakin terasa jika orang yang kita sebut teman itu sama-sama merupakan anak rantau.

Namun apa yang kita dapatkan setelah kebaikan yang kita berikan, terkadang beberapa dari mereka membalasnya dengan kepahitan. Jika soal uang mereka bisa saja berubah dalam waktu seketika. Dari yang biasa-biasa saja menjadi sangat dekat dan itu hanya akan terjadi kalau lagi butuh uang.

Dan dari yang awalnya dekat mendadak menjauh hanya gara-gara kita menagih uang yang mereka pinjam. Hal itulah yang membuat kita kadang bertanya-taanya apa yang sedang mereka pikirkan? Apakah mereka teman atau penipu?

Meminjamkan Materi Pada Teman Yang Kesulitan Itu Bukan Karena Rejeki yang Berlebih

Meminjamkan Materi Pada Teman Yang Kesulitan Itu Bukan Karena Rejeki yang Berlebih
Bukankah kalian sudah tahu mengenai keuanganku, jika pun aku memberikan pinjaman uang kepadamu itu bukan berarti karena aku banyak memiliki uang tapi itu karena aku peduli padamu. Karena awalnya aku percaya kamu akan menggantinya bukankah seperti itu janjimu saat meminjam uang. Bahkan aku sampai rela berhemat agar bisa memberikanmu pinjaman karena kamu bilang sangat mendesak. Saat itu aku juga kekurangan karena aku mengerti dengan apa yang mendesakmu kupikir tidak masalah memberikanmu pinjaman meski diriku sebenarnya dalam keadaan kekurangan.

Uang yang Kamu Pinjam Jumlahnya Memang Tidak Banyak, Tapi Bukankah Seharusnya Kamu Segera Mengembalikan Uang Tersebut Disaat Aku Membutuhkan?

Uang yang Kamu Pinjam Jumlahnya Memang Tidak Banyak, Tapi Bukankah Seharusnya Kamu Segera Mengembalikan Uang Tersebut Disaat Aku Membutuhkan?
Jumalah uang yang kamu pinjam itu memang tidak seberapa, bagi sebagian orang kehilangan uang dengan jumlah tersebut mungkin tidak akan masaslah, tapi bagiku jumlah uang yang kamu pinjam itu sangat banyak, dan karena aku sangat membutuhkahnya nilainyapun menjadi semakin berkalilipat. Lagi pula keuanganku memang tidak banyak bukan, jadi sudah wajar kiranya jika jumlah yang kamu pinjam itu bernilai sangat besar bagi diriku.

Tanpa Ragu Aku Memberikanmu Pinjaman Uang Karna Kita Sama-sama Sebagai Perantau

Tanpa Ragu Aku Memberikanmu Pinjaman Uang Karna Kita Sama-sama Sebagai Perantau
tanpa berfikir panjang mengenai keadaanku sendiri aku langsung memberikanmu pinjaman materi, karena saat itu aku berfikir karena sesama teman jika nanti aku membutuhkan bantuanmu kamu akan membantuku juga. Saat itu aku mencoba membayangkan jika aku ada pada posisimu yang tidak memiliki jalan lain untuk menyelesaikan masalahmu itu.

 

Namun Apa yang Kamu Lakukan Saat Aku Mencoba Managihnya? Aku Malah Terlihat Seperti Pengemis

Maaf Ku Tak Bisa Memilih Dirimu
Saat aku mencoba meminta kembali uang yang kupinjamkan karena aku juga terdesak masalah keuangan, apa yang aku dapatkan hanyalah janji-janji yang tidak pernah ditepati. Kamu pura-pura lupa, saatku tagih langsung kamu bilangnya ada tapi sedang tidak dibawa lalu kamu kembali menjanjikan akan membayarnya esok hari. Janji-janji seperti terus saja kamu ucapkan sampai-sampai aku bosan menagihnya karena aku terlihat seperti orang yang mengemisnya.

Terkadang Kamu Terkesan Meremahkan Jumlah Uang yang Kupinjamkan Lalu Emosi Sendiri

Terkadang Kamu Terkesan Meremahkan Jumlah Uang yang Kupinjamkan Lalu Emosi Sendiri
Karena aku membutuhnya tentu saja aku terus-terusan managihnya padamu. Bahkan kamu sendiri sampai bosan dan menghindariku kan karena kamu malu. Lalu ditempat umum kamu akan berkata ‘akan aku bayar cuma uang segitu kok’. Kamu terkesan meremehkan, kalau memang jumlahnya tidak seberapa mengapa tidak membayarnya saja dengan sesegera mungkin. Jumlah yang kamu anggap tidak seberapa itu bagiku sangatlah penting.

Akhirnya Gara-gara Tak Mau Mengembalikan Pinjaman Kamu Menghindar Lalu Memutuskan Pertemanan

Akhirnya Gara-gara Tak Mau Mengembalikan Pinjaman Kamu Menghindar Lalu Memutuskan Pertemanan
Ini sangat sering terjadi, aku rasa bukan hanya temanku saja yang akan melakukan hal ini, banyak teman-teman orang di dunia ini habis pinjam uang lalu gak mau bayar kemudian memutuskan pertemanan, disms, telpon, imel serta akun sosmednya semua kalau dikirimi pesan mau meminta uang yang dulu dipinjam pesannya hanya dibaca saja paling buruk adalah sama sekali tidak dibaca karena sudah tau isi pesannyaberisi pesan mau menagih hutan. Dan pada akhirnya aku tidak memiliki pilihan lain selain mengiklaskannya saja, walau sebenarnya tidak ikhlas.

http://duapah.com/saat-kamu-diberi-pinjaman-uang-bukan-berarti-temanmu-banyak-uang-jadi-jangan-lupa-menggantinya/

READ MORE - Saat Kamu Diberi Pinjaman Uang, Bukan Berarti Temanmu Banyak Uang. Jadi Jangan Lupa Menggantinya

Cegah Illegal Fishing Indonesia-Australia Patroli Bersama di Perbatasan

KKPNews, Jakarta – Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) melakukan patroli bersama atau juga dikenal dengan patroli terkoordinasi (Patkor) dengan Australia dalam pengawasan kegiatan penangkapan ikan ilegal (illegal fishing). Patkor dilaksanakan selama empat hari mulai tanggal 23 hingga 26 Oktober 2016 di wilayah perbatasan Zona Ekonomi Eksklusif(ZEE) kedua negara, tepatnya di wilayah Laut Arafura. Demikian ungkap Direktur Pengoperasian Kapal Pengawas, Direktorat Jenderal Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan (PSDKP) Goenaryo di Jakarta (1/11).

Selanjutnya Goenaryo menjelaskan patroli bersama ini diselenggarakan sebagai implementasi dari kerjasama Indonesia dan Australia melalui Forum Pengawasan Perikanan Indonesia-Australia (Indonesia-Australia Fisheries Survelillance Forum /IAFSF). Patkor ini juga dilakukan tidak hanya untuk pengawasan kegiatan illegal fishing, namun Patkor kali ini juga bertujuan untuk pertukaran data dan informasi antar kedua negara guna mencegah illegal fishing. Selain itu, kegiatan ini juga diharapkan dapat mempererat hubungan kerjasama antrara Direktorat Jenderal PSDKP, Australian Marine Border Force (AMBF), serta Australian Fisheries Management Authority (AFMA).

Kegiatan melibatkan dua kapal pengawas perikanan KKP, yang terdiri dari KP Hiu Macan Tutul 001 dan KP Hiu Macan 006. Sementara itu, Australia juga menurunkan satu buah kapal Australian Customs Vessel (ACV Thaiyak) dan satu buah pesawat (Dash-8 Aircraft) yang berfungsi melakukan kegiatan pemantauan melalui udara.

Patkor yang sempat membuat kapal pengawas harus kembali ke pangkalan akibat gelombang tinggi yang mencapai empat meter ini berhasil melakukan pemeriksaan terhadap 35 unit kapal perikanan di wilayah peairan Laut Aru. Sebanyak 15 unit diperiksa oleh KP Hiu Macan Tutul 001, dan 20 unit oleh KP. Hiu Macan 006. Sejumlah kapal tersebut tidak ditemukan melakukan kegiatan illegal fishing.(SBO)


Sehubungan dengan surat penugasan Nomor: 10952/PSDKP.3/ TU.420/VIII/2016 tanggal 8 Agustus 2016, menindaklanjuti undangan First Secretary,  Australian Border Force (Indonesia, Timor Leste & Singapore) Australian Embassy Jakarta tertanggal  27 Juni 2016 perihal “Coordinated Activities between Marine Border Command (MBC) and the Ministry of Marine Affairs and Fisheries (MMAF) Directorate General of Surveillance of Marine Resources and Fisheries to Darwin, Australia from 23-25 August 2016, dengan ini dilaporkan beberapa hal, sebagai berikut: 
1.      Telah dilaksanakan kegiatan patrol terkoordinasi, antara kapal pengawas perikanan (KP. Hiu Macan Tutul 001 dan KP. Hiu Macan 006) dengan Australian Customs Vessels (ACV) pada tanggal 19-22 Agustus 2016 di wilayah perbatasan kedua Negara di Laut Arafura. Kegiatan ini melibatkan 6 (enam) orang Observer dari Direktorat Pengoperasian Kapal Pengawas, antara lain: a). Mukhtar, A.Pi, M.Si, b). Ikrom Bungsu, c). Reno Punggowo, S.Kom d). Levi Habibi Unzila, A.Md  e). Piet Jan Musak dan f). Deden Maulana. Oberserver ini  berfungsi dalam melakukan kegiatan pemantauan pada saat pelaksanaan kegiatan Patkor Ausindo dari tanggal 19-22 Agustus 2016, termasuk dengan kunjungan kapal pengawas ke Darwin, Australia dari tanggal 23-25 Agustus 2016.  
2.      Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kerjasama  Patroli Terkoordinasi (Coordinated Patrol)  antara Kapal Pengawas Perikanan RI dan Australia Customs Vessels (ACV) di  perbatasan kedua negara di Laut Arafura serta persiapan Forum Pengawasan Perikanan Australia-Indonesia (Australian-Indonesia Fisheries Surveillance Forum/AIFSF) yang akan dilaksanakan pada Tahun 2016 di Indonesia.
3.      Sarana yang digunakan pada kegiatan tersebut adalah KP. Hiu Macan Tutul 01 dan KP. Hiu Macan 06 dan Australian Customs Vessels (Cape St. George) dan pesawat Dash 8 Aircraft.
4.      Kegiatan Patroli Terkoordinasi (Patkor) antara Australia dan Indonesia dilaksanakan dengan beberapa tahapan persiapan antara lain :
a.  Bulan juli sampai dengan awal Agustus 2016 dilakukan persiapan berupa pengurusan paspor personil dan Maritime Crew Visa (MCV) dari Departemen Imigrasi Australia serta persetujuan masuk dari pemerintah Australia  (Entry Clearance) bagi KP. Hiu Macan Tutul 01 dan KP. Hiu Macan 06.
b.  Pada tanggal 17 Agustus 2016 bertempat di Swiss Bell Hotel Kupang, Nusa Tenggara Timur telah dilakukan briefing oleh Kepala Subdit. Patroli Kapal Pengawas Bpk. Ir. Rahman Arif, M.Si didampingi oleh Kepala Seksi Patroli Kapal Pengawas Wilayah Timur, dan Staf Senior Seksi Patroli Kapal Pengawas Wilayah Timur Bpk. Frans Ohoirat, S.Pi. Briefing tersebut dimaksudkan agar tim onboard yang berasal dari kantor pusat Direktorat Pengoperasian Kapal Pengawas dapat memastikan kegiatan Patkor  Ausindo tahun 2016 terlaksana dengan baik dan lancar. Beberapa hal yang disampaikan oleh Kasubdit. Patroli Kapal Pengawas meliputi; mekanisme persiapan dokumen keimigrasian, kesehatan personil, proses refuel bahan bakar, proses persiapan perbekalan logistik personil, cinderamata dan memastikan komunikasi dengan unsur dari pihak Australia terkait dengan waktu pertemuan di  meeting point yang telah disepakati bersama.
c.  Pada tanggal 18 Agustus 2016 KP.  Hiu Macan Tutul 01 dan KP. Hiu Macan 06 tiba di Pelabuhan Perikanan Tenau, Nusa Tenggara Timur setelah menempuh perjalanan laut dari Pangkalan PSDKP Bitung Sulawesi Utara.
d.  Pada tanggal 19 Agustus 2016 Kepala Seksi Patroli Kapal Pengawas Wilayah Timur mengumpulkan Nakhoda KP. Hiu Macan Tutul 01 dan KP. Hiu Macan 06 beserta seluruh AKP untuk memberikan briefing terkait misi patroli dan mekanisme yang akan dilalui serta sekaligus memeriksa kesiapan personil dan kapal untuk melaksanakan operasi bersama dengan Australia. Berdasarkan hasil pemeriksaan secara menyeluruh yang telah dilakukan oleh Kepala Seksi Patroli Kapal Pengawas Wilayah Timur diperoleh kesimpulan bahwa seluruh unsur baik kapal maupun personil, telah siap melaksanakan patroli bersama dengan Australia.
e.  Pada tanggal 20 Agustus 2016 setelah refuel dan pemenuhan logistik personil selesai dilakukan, unsur Kapal Pengawas Perikanan Republik Indonesia berangkat menuju meeting point pada koordinat 12.00’00”S 124 00’00”E at 04.00 Zulu,  dengan waktu tempuh 20 jam. KP. Hiu Macan Tutul 01 dan KP. Hiu Macan 06 tiba lebih awal dari Kapal Custome milik pemerintah Australia (Cape St. George) sehingga Kapal Pengawas Perikanan harus menunggu/drifting di titik yang telah ditentukan selama kurang lebih 40 menit.
5.    Hasil kegiatan selama Patroli Terkoordinasi (Coordinated Patrol) Australia-Indonesia (Ausindo) tahun 2016, selama di laut antara lain :
a)    Patroli dilakukan pada perairan masing-masing Negara dengan kecepatan yang ditentukan antara 10-11 knots.
b)    Pada hari pertama operasi tanggal 21 Agustus 2016 tidak ditemukan adanya pelanggaran maupun kapal yang melewati batas perairan Australia (overlap),
c)    Pada hari kedua operasi tanggal 22 Agustus 2016 setelah mendapat informasi dari pesawat Dash 8 Aircraft bahwa ada satu kapal ikan didepan KP. Hiu Macan Tutul 01 yang sedang melakukan penangkapan ikan, setelah dilakukan pengejaran didapati kapal tersebut merupakan kapal penangkap ikan KM. Cahaya Rezeki GT. 28 berbendera Indonesia dengan alat tangkap hand line. Sesuai prosedur nakhoda langsung memerintahkan perwira dan crew Kapal Pengawas untuk melakukan pemeriksaan kapal berupa dokumen perizinan kapal, daerah penangkapan dan pemeriksaan hasil tangkapan pada palkah kapal penangkap ikan tersebut, untuk melihat apakah ada spesies ikan yang masuk kategori dilindungi yang ditangkap oleh kapal ikan dimaksud.
d)    Pada tanggal 23 Agustus 2016 pukul 06.00 pagi KP. Hiu Macan Tutul 01 dan KP. Hiu Macan 06 melakukan kontak radio dengan Cape St. George terkait rencana bertemu kembali pada meeting point, dan pada pukul 09.00 petugas radio KP. Hiu Macan Tutul 01 mendapat info bahwa pada pukul 10.00 pagi ketiga kapal (KP. Hiu Macan Tutul 01, KP. Hiu Macan 06 dan Cape St. George) diminta untuk bertemu dan melakukan parade operasi bersama untuk diambil gambar melalui udara oleh pesawat Dash 8 Aircraft sambil menuju masuk ke perairan Australia untuk selanjutnya menuju Pelabuhan Darwin, Northern Territory, Australia.  Pukul 12.00 WITA Kedua kapal pengawas tiba di Stoke Hill Wharf, Darwin Nafal Base and Cullen Bay. Sorenya diadakan pertemuan antara utusan di Kementerian Kelautan dan Perikanan dengan Australia Bordee Force.
e)    Pada tanggal 24 Agustus 2016 Nahkoda, Perwiran dan Tim Direktorat PKP mengikuti trainning yang dilaksanakan oleh MMAF (Ministry of Marine Affair and Fisheries).
f)     Pada Tanggal 25 Agustus 2016 setelah pengisian BBM dan Air Tawar Kedua kapal pengawas perikanan bertolak dari Darwin pada jam 12.30 WITA dan tiba tanggal 27 Agustus 2016 di Kupang. Selama perjalanan pulang KP. Hiu Macan 05 telah memeriksa tiga kapal KM. Gemerlap Sinar Laut 03 GT. 21, KM. Karyaku I GT. 5 dan KM. Lautan Berlian – 5 GT. 84 berbendera Indonesia dan dilanjutkan berlayar karena dokumen lengkap.
6.    Pelaksanaan Patkor Ausindo XXII Agustus 2016 selama 7 (tujuh) hari berjalan lancar dan terkoordinasi dengan baik antar 4 (empat) unsur yaitu KP. Hiu Macan Tutul 01, KP. Hiu Macan 06 dan ABFC Cape St. George serta pesawat Dash 8 Aircraft. Begitu juga kegiatan training berjalan lancar yang memberikan manfaat tentang kerjasama keempat unsur dan peningkatan kemampuan dan kompetensi awak kapal pengawas dalam melaksanakan tugas   pengawasan sumber daya kelautan dan perikanan.
7.    Kegiatan Patkor Ausindo ini perlu ditindaklanjuti agar menjadi langkah yang nyata untuk dapat menghambat adanya aktivitas IUU Fishing yang menjadi kepentingan bersama antara Indonesia – Australia, sekaligus perencanaan yang detail dan akurat berkaitan dengan pelaksanaan Patkor Ausindo berikutnya.
READ MORE - Cegah Illegal Fishing Indonesia-Australia Patroli Bersama di Perbatasan