25 September, 2014

Kuliah Umum Tentang Pemberantasan Illegal Fishing di Universitas Haluoleo Kendari

Kepala Stasiun Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan Tual Mukhtar, A.Pi, M.Si diselah selah cuti Besar melaksanakan Sosialisasi Pemberantasan IUU Fishing dan kegiatan Yang merusak sumber daya kelautan dan perikanan kepada Mahasiswa dan para dosen pada tanggal 24 September 2014 di Universitas Haluoleo Kendari.  Selain paparan masalah tersebut diatas dipaparkan juga Paparan Motivasi  Bagaimana Cara Mewujudkan Lulusan Sarjana Perikanan dan Kelautan yang profesional di masa depan.

Peserta yang hadir adalah mahasiswa dan dosen Fakultas Kelautan dan Perikanan Universitas Haluoleo Kendari sebanyak lebih kurang 250 orang peserta. Pada acara tersebut Kepala Stasiun Pengawasan SDKP Tual didampingin oleh Bapak Abdul Quddus, S.ST.Pi Kepala Satker Pengawasan SDKP Kendari.

Acara diawali sambutan Dekan Fakultas Kelautan dan Perikanan yang diwakili oleh Bapak DR. Muhaimin Hamzah Pembantu Dekan I didampingin oleh DR. Wellem H. Muskita Ketua Jurusan  Perikanan dan Bapak Romy Keijulan, S,Pi, M.Si Ketua Program Study Manajemen Sumberdaya Perairan. Selain itu hadir pula Bapak La Ode Alirman Afu, S.Pd, M.Si Ketua Program Study Ilmu Kelautan dan Ibu Haslianti, S.Pi, M.Si Ketua Program Study Tehnologi Hasil Perikanan. Lalu dilanjutkan paparan Bapak  Mukhtar, A.Pi, M.Si. Setelah selesai paparan dilanjutkan dengan tanya jawab dan diskusi.

Pada awal acara Bapak DR. Muhaimin Hamzah Pembantu Dekan I mengatakan kepada mahasiswa kenapa bapak Mukhtar, A.Pi, M.Si mau meluangkan waktu untuk memberikan kuliah umum kepada mahasiswa Fakultas Kelautan dan Perikanan Universitas Haluoleo Kendari, nanti dijawab sendiri oleh pak Mukhtar, A.Pi, M.Si selaku Kepala Stasiun Pengawasan SDKP Tual.

Pada paparannya Bapak Mukhtar, A.Pi, M.Si bahwa kenapa kami memberikan kuliah umum di sini dikarenakan pertama merupakan kewajiban aparat Direktorat Jenderal Pengawasan SDKP untuk menyebarluaskan info tentang pemberantasan illegal fishing yang merupakan tugas dan tanggung jawab kita semua, yang kedua karena kami adalah alumni Universitas Haluoleo Kendari pada program study pasca sarjana agribisnis.


Pada awal paparannya juga mengatakan bahwa Pendaftar Calon PNS Kementerian Kelautan dan perikanan sebanyak 17.500 orang yang akan diterima sebanyak 322 orang. Yang daftar dari Universitas Haluoleo Kendari sebanyak 17 orang yang lulus sebanyak 2 orang yaitu Hidayanti Sarira, S.Pi program study Manajemen Sumberdaya Perairan angkatan 2007 sebagai peneliti Rumput Laut di BPSDM Gorontalo dan Muhtar Pranoto, S.Pi Program Study Budidaya Perairan angkatan 2006 sebagai Pengawas Perikanan di Stasiun Pengawasan SDKP Tual. Kepada para dosen harus meningkatkan ualitas pendidikan sehingga para lulusan nanti dapat berkopentisi dengan yang lain sehingga unggul dimasa depan.
 






 
 
 Muhtar Pranoto, S.Pi Alumni Universitas Haluoleo Kendari bersama Kepala Stasiun Pengawasan SDKP Tual.
READ MORE - Kuliah Umum Tentang Pemberantasan Illegal Fishing di Universitas Haluoleo Kendari

Kuliah Umum Tentang Pemberantasan Illegal Fishing di Universitas Muhamaddiah Kendari

Kepala Stasiun Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan Tual Mukhtar, A.Pi, M.Si diselah selah cuti Besar melaksanakan Sosialisasi Pemberantasan IUU Fishing dan kegiatan Yang merusak sumber daya kelautan dan perikanan kepada Mahasiswa  pada tanggal 23 September 2014 di Universitas Muhamaddiah Kendari.  Selain paparan masalahtersebut diatas dipaparkan juga Paparan Motivasi   Bagaimana Cara Menjadi Lulusan yang profesional di masa depan.

Peserta yang hadir mendengarkan paparan sebanyak 100 orang Mahasiswa.  Fakultas Perikanan dan Kelautan, Fakultas Hukum dan Fakultas Lingkungan Hidup.  Pada acara tersebut Kepala Stasiun PSDKP Tual didampingin oleh Kepala Satker Pengawasan SDKP Kendari Bapak Abdul Quddus, S.ST.Pi.

Acara diawali Pembacaan Ayat Suci Alquran dilanjutkan sambutan Dekan Fakultas Perikanan dan Kelautan yang diwakili oleh Bapak Suharta Amijaya Husei Ketua Program Study Pengelolaan Sumberdaya Perairan selanjutnnya Paparan Kepala Stasiun Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan Tual Mukhtar, A.Pi, M.Si. Setelah selesai paparan dilanjutkan dengan tanya jawab dan diskusi.

Dekan Fakultas Perikanan dan Kelautan Universitas Muhamaddiah Kendari Bapak Amir Makmur mengatakan lewat pesan singkat kepada Bapak Mukhtar, A.Pi, M.Si selaku pemapar pada acara kuliah umum ini, "Assalamu Alaikum atas nama Pimpinan Fakultas Perikanan dan Kelautan Universitas Muhamaddiah Kendari mengucapkan banyak terima kasih atas partisipasi bapak memberikan kuliah umum kepada mahasiswa kami, semoga bermanfaat bagi pengembangan ilmu pengetahuan, salam"

Sedangkan Bapak Mukhtar, A.Pi, M.Si menjawab "sama sama ini merupakan kewajiban kami selaku aparat Direktorat Jenderal Pengawasan SDKP KKP selain itu kamipun merupakan dulu dosen di Universitas Muhamaddiah Kendari sejak tahun 2006 sampai 2010, semoga kita semua sukses, Amin.




 


READ MORE - Kuliah Umum Tentang Pemberantasan Illegal Fishing di Universitas Muhamaddiah Kendari

19 September, 2014

Kedapatan tangkap ikan dengan bom, dihukum sungkem ke 400 KK

MERDEKA.COM. Cara unik dilakukan oleh desa adat Kelan di Kecamatan Kuta Kabupaten Badung bila mendapati nelayan yang melakukan penangkapan ikan dengan bom. Mereka akan dikenakan sanksi adat dengan sungkem ke 400 KK warga adat.
Hasil gambar untuk pembom ikanSeringnya didapati adanya banyak ikan yang mengambang di perairan laut Kelan, Kedonganan dan Jimbaran, membuat warga nelayan asli penduduk setempat geram. Mereka menggelar parum adat nelayan, Selasa (16/9) di balai nelayan pantai Kelan.

Menurut Bendesa Adat Kelan, Made Sugita, masih ada nelayan yang menggunakan bom dalam menangkap biota laut. Ini justru kurang mendapat pengawasan yang intens dari pemerintah terkait. Sebab desa adat sendiri tidak bisa mengontrol hal tersebut secara maksimal.

"Kami di adat tentu lebih banyak ke persoalan adat. Di nelayan ini sudah ada manajemennya sendiri yang memang tetap di bawah desa adat. Tetapi secara 24 jam tidak mungkin pantau," Kata Sugita.

Dirinya berharap agar hal tersebut dapat dibantu oleh Instansi terkait dalam melakukan pemantauan, karena kebanyakan nelayan tersebut bukan warga adat Kelan. Sehingga nelayan di Kelan sendiri yang dirugikan atas imbas tersebut.

"Dari nelayan Kelan sendiri, tidak ada yang pakai bom ikan. Malah dari luar yang kebanyakan menggunakan," ungkap Sugita.

Dalam paruman adat, dikatakan Sugita bahwa sanksi bagi mereka yang kedapatan melakukan Bom Ikan, maka dipastikan selain diserahkan kepada pihak yang berwenang untuk diadili, desa adat juga mengenakan sanksi adat. "Kita suruh bersih-bersih di pura kahyangan serta meminta maaf kepada masing-masing warga adat dan diwajibkan mendapatkan tanda tangannya. Jumlah warga adat kami ada 400 KK," Ancam Sugita.
Sumber: Merdeka.com
READ MORE - Kedapatan tangkap ikan dengan bom, dihukum sungkem ke 400 KK

Staf Stasiun PSDKP Tual Melaksanakan Doa Keselamatan

Staf Stasiun Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan Tual melaksanakan doa keselamatan dalam rangka Naik Haji Bapak Mukhtar, A.Pi, M.Si  Kepala Stasiun PSDKP Tual  pada tahun ini yang dilaksanakan pada tanggal 18 September 2014 di Kantor Stasiun PSDKP Tual.

Kepala Stasiun Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan Tual mengatakan bahwa sangat berterima kasih kepada staf Stasiun PSDKP Tual yang menyelenggarakan acara ini dan harapan agar sepeninggalnnya kami menunaikan ibadah haji kantor bisa berjalan sebagaimana mestinnya dan tidak ada masalah dan staf yang bekerja mendapatkan kesehatan dan lipahan rejeki.









READ MORE - Staf Stasiun PSDKP Tual Melaksanakan Doa Keselamatan

Sosialisasi Pemberantasan IUU Fishing di Politeknik Perikanan Negeri Tual

Kepala Stasiun Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan Tual Mukhtar, A.Pi, M.Si melaksanakan Sosialisasi Pemberantasan IUU Fishing dan kegiatan Yang merusak sumber daya kelautan dan perikanan kepada Mahasiswa  pada tanggal 18 September 2014 paparan masalah penanganan dan pemberantasan illegal fishing dan Bagaimana Cara Menjadi Lulusan yang profesional di masa depan di Politeknik Perikanan Negeri Tual

Materi lain yang diberikan oleh Kepala Stasiun PSDKP Tual adalah bagaimana Cara Menjadi lulusan yang profesiona di masa depan.  Peserta yang hadir mendengarkan paparan sebanyak 150 orang Mahasiswa.  Pada acara tersebut Kepala Stasiun PSDKP Tual didampingin oleh Hakim Ad Hock Perikanan.
















 

READ MORE - Sosialisasi Pemberantasan IUU Fishing di Politeknik Perikanan Negeri Tual