11 Desember, 2018

Air Izaura Hadir Di Kecamatan Poasia Kendari

iZaura Mengemban Misi Untuk Menjadi Mitra Terbaik

Bagi Para Anggota Kami, Menuju Sukses Berkah Berlimpah
Agen Izaura di Kecamatan Poasia Kota Kendari
MUKHTAR, A.Pi  HP. 081342791003 / 04013198559
Komplek Griya Mahkota Permai Blok A4 No. 2 Kelurahan Rahandaouna Kecamtan Poasia Kota Kendari Sulawesi Tenggara
 Silakan datang untuk order Air untuk member seputaran Kecamatan Poasia
dengan harga 80 ribu dengan menyebutkan Nama dan Nomor Membernya
Bagi yang Non Member Harga 120 Ribu

Untuk Pesanan 4 Dos kami siap antar di seputaran Kec Poasia dan Abeli
 Para Member Izaura di PPS Kendari

Seminar Wirausaha Izaura di Kota Kendari 

 Tanggal 11 November 2018 di Aula Dinas Perdagangan Prov Sultra

Bpk Mukhtar, A.Pi Agen Izaura Kecamatan Poasia dan Bpk Tri Wahyu Widoyartono Member Izaura di Kel. Rahandaouna Poasia
 

 Member Izaura Kota Kendari
 iZaura adalah perusahaan Bisnis Kemitraan Bersistem atau disingkat menjadi BKB yangdidirikan oleh Bapak Robby Sugianto.

Dengan memiliki pabrik sendiri yang menghasilkan air alkali bermutu tinggi menjadikan iZaura lebih siapa bersaing didalam dunia BKB. 

Dengan antusiame, kejujuran, disiplin tinggi dan visi besars beliau, iZaura siap menjadi salah satu perusahaan BTB terbaik dan terbesar yang ada di Indonesia.







Calon Member di Bitung 


 

 

 

 

 

 

READ MORE - Air Izaura Hadir Di Kecamatan Poasia Kendari

26 November, 2018

Aparat Gabungan TPI Mangar Menyelamatkan 2 Ekor Penyu


Aparat gabungan menyelamatkan 2 penyu pada hari   Minggu, tgl 25 Nopember 2018 setelah menerima laporan dr Pak Moh. Tosim (nelayan KUB Cahaya Madura), tim bergerak ke lokasi/tkp.

Ada 2 ekor penyu laut/marine turtle yg tertangkap secara tidak sengaja dijaring/alat tangkap nelayan mereka.

Dg data sbb :
- Jenis : Penyu Lekang (Olive Ridley Turtle/Lepidochelys olivacea)
- Kelamin : betina (female)
- Panjang kerapas : 46 cm & 57 cm
- Panjang smp kepala : 61 cm & 78 cm
- Lebar kerapas : 47 cm & 67 cm.
- Titik koordinat release :
- Latitude : - 01.21334
- Longitude : 116.96825.

Tim yg terlibat penanganan penyu laut/marine turtle :
#1. Pak Taufik (Polair Polda Kaltim)
#2. Donny (DP3/Perikanan/BBI Teritip)
#3. Hery (DP3/Perikanan/TPI Manggar).

Demikian terima kasih...

Hery Seputro

Koordinator TPI Manggar

 
Cari Kos Kosan di Kota Kendari ini tempat 
 
Menerima pesanan Kanopi, Pagar Besi, Jendela
 dengan Harga Murah dengan Sistim Panggilan.
 
 
Miliki Kavling tanah di Pusat Pemerintahan Kabupaten Bima di GRIYA GODO PERMAI BIMA
READ MORE - Aparat Gabungan TPI Mangar Menyelamatkan 2 Ekor Penyu

2 Penyeludup Kepiting Indonesia Ditangkap Polisi Malaysia

TAWAU BERSAMA JABATAN PERIKANAN TAHAN 2 JURAGAN TEMPATAN DISYAKI CUBA SELUDUP KETAM HIDUP DARI NEGARA JIRAN

TAWAU (25 Nov) - Pasukan Polis Marin dengan kerjasama Jabatan Perikanan di sini ketika melaksanakan op Inter agensi telah menahan 2 juragan tempatan kerana disyaki menyeludup masu hasil laut  bernilai lebih RM  41,340.00 yang di syaki diseludup dari negara jiran.

Kedua-dua suspek berumur 38 tahun - 52 tahun yang menaiki dua bot jenis jongkong secara berasingan ditahan ketika cuba membawa masuk 158 kotak ketam hidup di kawasan laut dan di jeti Syarikat Haiki, batu 3 kira-kira pukul 5.30 pagi - 5.40 pagi pada sabtu.

Kedua-dua suspek ditahan kerana gagal mengemukakan sebarang dokumen atau lesen daripada Jabatan Perikanan untuk membawa masuk barang-barang daripada negara Jiran Indonesia.

Turut dirampas 2 buah bot bersama jongkong 3  unit enjin sangkut 40 hp dengan nilai keseluruhan rampasan berjumlah RM 91,340.00.
Kesemua tahanan dan barang rampasan telah dibawa ke pangkalan polis marin Tawau untu diproses lebih lanjut.

Sumber : Wira Hadi Santoso Nunukan Prop. Kalimantan Utara


 
Cari Kos Kosan di Kota Kendari ini tempat 
 
Menerima pesanan Kanopi, Pagar Besi, Jendela
 dengan Harga Murah dengan Sistim Panggilan.
 
 
Miliki Kavling tanah di Pusat Pemerintahan Kabupaten Bima di GRIYA GODO PERMAI BIMA

 
READ MORE - 2 Penyeludup Kepiting Indonesia Ditangkap Polisi Malaysia

09 November, 2018

PPS Kendari Menyerahkan 13 Kontrak Lahan Kepada Pihak Industri Lingkup PPS Kendari

PPS Kendari (06/11) Pelabuhan Perikanan Samudera (PPS) Kendari melakukan penyerahan Kontrak Lahan Industri kepada 13 Direksi/Pimpinan perusahaan lingkup PPS Kendari. 13 Kontrak lahan antara lain 12 Kontrak industri perpanjangan lahan dan 1 industri pemohon baru. Penyerahan kontrak lahan diserahkan langsung oleh Plt. Kepala PPS Kendari, Antonius Budi Utomo, A.Pi bertempat di Kantor PPS Kendari yang dihadiri oleh Pimpinan/pejabat lingkup PPS Kendari.

Kontrak lahan ini berisikan Hak-hak dan kewajiban pihak perusahaan yang harus dipenuhi selama beroperasi di lingkungan PPS Kendari. Masa kontrak lahan berlaku selama 5 Tahun sejak ditandatangani.

Daftar perusahaan yang melakukan perpanjangan kontrak (1) Fa. Sanu; (2) PT. Ade Sultra Persada; (3) PT. Abadi Makmur Ocean; (4) PD. Utama Sultra; (5) PT. Bersatu Untuk Maju; (6) PT. Berkah Hasil Nusantara; (7) CV. Ome Trending Coy; (8) PT. Jaya Antero Bahari; (9) PT. Trobos Benua; (10) Mina Jaya Lestari; (11) PT. Kelola Mina Laut; dan (12) PT. Tiara Deli Samudera. Sedangkan untuk Industri yang melakukan kontrak baru adalah Perusahaan Rudi Sumarto. (Fin).
 
PPS Kendari Tekankan Kepedulian Lingkungan Kepada Stakeholder saat Penyerahan Kontrak Penggunaan Tanah
 
Sebagai Salah Satu Unit Pelaksana Teknis (UPT) Direktorat Jenderal Perikanan Tangkap (DJPT), Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) yang mengedepankan Kegiatan berbasis Lingkungan, Pelabuhan Perikanan Samudera atau dikenal dengan PPS Kendari menyelenggarakan berbagai upaya dalam menjaga lingkungan sekitarnya yang tertuang dalam K5 (Keamanan, Ketertiban, Kenyamanan, Keselamatan dan Kesehatan Kerja) serta ISO 14001:2015 tentang Sistem Mananjemen Lingkungan yang Salah satu upayanya adalah penghijauan, penghematan energi, pencegahan serta pengendalian dampak lingkungan.

Memperhatikan hal tersebut, Plt. Kepala Pelabuhan, Antonius Budi Utomo mengarahkan seluruh pimpinan/perwakilan industri untuk kiranya peduli terhadap lingkungan dengan berbagai upaya seperti penanaman pohon/peghijauan, peningkatan keselamatan kerja dan Higienis Industri. Kami mengharapkan kepedulian bapak dan ibu untuk senantiasa memperhatikan lingkungan industrinya, saya mengharapkan penanaman pohon disekitar industri, Kebersihan industri dan keselamatan pekerja kiranya juga jadi prioritas. Ungkap Plt. Kepala Pelabuhan saat penyerahan Kontrak Penggunaan Tanah di Kantor PPS Kendari pada Selasa (6/11). Space  3 meter disetiap kontrak kirannya diperuntukan untuk penanaman pohon atau penghijauan, Tambahnya.

Selain itu juga, melalui seksi sarana prasarana, Kartono menambahkan, perusahaan/industri disisi barat PPS Kendari untuk sementara membuat Instalasi Air Limbah (IPAL) mini untuk mengantisipasi pencemaran/bau yang ditimbulkan dari hasil pengolahan. Saat ini Instalasi Air Limbah PPS Kendari belum ada, kiranya untuk sementara Industri/perusahaan dilahan sisi barat membuat IPAL mini untuk mengatasi pencemaran/bau yang ditimbulkan dari proses pengolahan. Ungkapnya saat memberikan arahan.

Kepala Bagian Tata Usaha, Dra. Radiah Yustiari dalam arahannya mengungkapkan bahwa demi menjaga keamanan dalam kawasan industri tidak diperkenankan mengkonsumsi minuman beralkohol/minuman memabukan, masing-masing perusahaan memperhatikan kebersihannya, tidak membuang sampah di Got/Drainase dan diwajibkan setiap perusahaan menyediakan tabung pemadam kebakaran. Memberikan perlindungan terhadap para karyawan dengan Memperhatikan keselamatan dan kesehatan kerja di lingkup perusahaannya dan memeberikan hak-hak karyawan sesusai peraturan yang berlaku.

Dengan ketegasan kita dalam menerapkan aturan-aturan yang berlaku kiranya ada perhatian dari pihak industri/perusahaan untuk mentaati aturan apalagi aturan tersebut jelas dalam kontrak penggunaan tanah yang telah dibagikan. Saat ini juga PPS Kendari didukung dengan aturan dalam penerapan ISO 14001:2015 tentang Manajemen Lingkungan. Dalam kontrak jelas juga aturannya mana hak dan kewajiban pihak perusahaan/industri sehingga apabila tidak mentaati aturan dan arahan tersebut, pihak industri bisa kita kenakan sanksi. (Fin).

https://kkp.go.id/djpt/ppskendari/artikel/7295-pps-kendari-tekankan-kepedulian-lingkungan-kepada-stakeholder-saat-penyerahan-kontrak-penggunaan-tanah


 
Cari Kos Kosan di Kota Kendari ini tempat 
Menerima pesanan Kanopi, Pagar Besi, Jendela
 dengan Harga Murah dengan Sistim Panggilan.
Miliki Kavling tanah di Pusat Pemerintahan Kabupaten Bima di GRIYA GODO PERMAI BIMA

READ MORE - PPS Kendari Menyerahkan 13 Kontrak Lahan Kepada Pihak Industri Lingkup PPS Kendari

02 November, 2018

Lewati Perbatasan, Boat Nelayan Batam di Kejar Marine Police Singapura dan Ditabrak

Lewati Perbatasan, Boat Nelayan Batam di Kejar Marine Police Singapura dan Ditabrak
TRIBUNBATAM/ISTIMEWA
Boat Marine Police Singapura yang menabrak boat nelayan Pulau Lengkang 
TRIBUNBATAM.id, BATAM-Marine Police Singapura mengejar boat nelayan yang melewati perbatasan Indonesia dengan Singapura tepatnya di depan Pulau Sekijang atau yang dikenal dengan Pulau Dua, Rabu (31/10/2018).

"Berdasarkan keterangan korban (Dian Marzuki bin Muhammad) pada saat mancing bersama nelayan lain di depan Pulau Sekijang (Pulau Dua) yang sudah masuk perairan Singapura. Korban melihat Kapal Marine Police Singapura melakukan pengejaran kepada nelayan yang sedang mancing," kata Kapolsek Belakangpadang AKP Ulil Rahim, Rabu (31/10/2018).

AKP Ulil Rahim mengetakan pada saat kapal Marine Police Singapura mengejar, para nelayan lari menuju perairan internasional (OPL). Setelah masuk perairan internasioanal, boat korban berhenti karena merasa sudah aman.
"Pada saat boat korban berhenti kapal Marine Singapura menabrak bagian samping kiri kapal korban kemudian kapal korban tenggelam. Akan tetapi korban masih bisa manyelamatkan diri dan kemudian korban ditolong oleh nelayan," ujarnya.

Berdasarkan kejadian tersebut korban mengalami patah kaki kiri dan luka robek dibagian pinggang belakang. Kerugian material di perkirakan lebih kurang Rp 45 juta.(bur)


Artikel ini telah tayang di tribunbatam.id dengan judul Lewati Perbatasan, Boat Nelayan Batam di Kejar Marine Police Singapura dan Ditabrak, http://batam.tribunnews.com/2018/10/31/lewati-perbatasan-boat-nelayan-di-kejar-marine-police-singapura-dan-ditabrak.
Penulis: Zabur Anjasfianto
Editor: Zabur Anjasfianto
READ MORE - Lewati Perbatasan, Boat Nelayan Batam di Kejar Marine Police Singapura dan Ditabrak

Pangkalan PSDKP Jakarta Turut Serta Mencari Korban Pesawat Lion Air JT 610

Pangkalan PSDKP Jakarta turut serta melakukan pencarian korban Pesawat Lion Air JT 610 yang jatuh di tanjung karawang dengan mengunakan KP. Hiu 10 tanggal 31 Oktober 2018.
Pencarian dipimpin langsung oleh Kepala Pangkalan PSDKP Jakarta Bapak Pung Nugroho
Kepala Pangkalan PSDKP Jakarta bersama Awak Kapal Pengawas mengerahkan KP HIU-010 turut membantu pencarian korban pesawat LION AIR JT610 yang mengalami kecelakaan di perairan karawang


5 Kisah Saksi Mata Jatuhnya Lion Air JT 610, Bocah Lihat Pesawat Seram hingga Menukik Jatuh ke Laut

5 Kisah Saksi Mata Jatuhnya Lion Air JT 610, Bocah Lihat Pesawat Seram hingga Menukik Jatuh ke Laut
Warta Kota/Angga Bhagya Nugraha
Tim Penyelam TNI AL, bersiap mengangkat serpihan badan pesawat Lion Air PK-LQP nomor penerbangan JT-610 di Perairan Kawarang, Jawa Barat, Kamis (01/11/2018). Tim penyelam juga menemukan sejumlah barang-barang bawaan penumpang. 

BANGKAPOS.COM - Telah terhitung lima hari sejak jatuhnya pesawat Lion Air JT 610 di perairan Karawang, Jawa Barat, pada Senin (29/10/2018) lalu.

Pesawat itu membawa 189 orang, yang terdiri dari 178 penumpang dewasa, 1 penumpang anak-anak dan 2 bayi dengan 2 Pilot dan 5 pramugari.

Diketahui Pesawat Lion Air JT610 lepas landas pukul 06.20 WIB, Senin (29/10/2018).

Sekitar pukul 06.31 WIB, Pilot Pesawat Lion Air menghubungi ATC Soekarno-Hatta menyatakan mengalami kendala dan meminta kembali ke Bandara Soekarno-Hatta.

Tepat pukul 06.33 WIB, Air NAV menyatakan hilang kontak dengan Pesawat Lion Air JT 610.


Sejumlah saksi mata memberikan penuturan mengenai kesaksiannya melihat penampakan pesawat tersebut hingga mendengar suara ledakan.

Berikut lima kesaksian yang TribunWow rangkum dari Kompas.com, saluran YouTube MetroTVnews, Tribunnews.com, dan Bangkapos, Jumat (2/11/2018).


Posisi pesawat miring

Dilansir TribunWow.com dari Kompas.com, Selasa (30/10/2018), Samin (38), nelayan di Dusun Pakis II, RT 002 RW 006, Desa Tanjungpakis, Kecamatan Pakisjaya, Kabupaten Karawang melaut pada Senin (29/10/2018) subuh.

Ia menuturkan tiba-tiba melihat pesawat dengan posisi miring melewati perahunya.

"Saya sering lihat pesawat lewat sini. Tetapi yang ini posisi pesawatnya miring sampai sayapnya ke bawah," ungkap Samin saat ditemui di rumahnya, Selasa (30/10/2018).

Hanya saja, Samin tak sempat menyaksikan pesawat itu terjun ke laut.

Lantaran, saat itu posisinya membelakangi lokasi terjunnya pesawat itu.


Dia hanya mendengar suara keras seperti masuk ke laut kemudian meledak.

"Bunyinya keras sekali. Terus tiba-tiba perahu saya terdorong kencang oleh gelombang. Padahal saat itu cuaca tidak ada gelombang kencang," ungkapnya.

Samin menyaksikan ada asap hitam keluar dari dalam laut.

Akan tetapi, lantaran takut, Samin meninggalkan lokasi jatuhnya pesawat, dan melanjutkan perjalanan ke titik lain untuk menjaring udang.


Mendengar Ledakan

Nelayan lainnya, Wahidin (45) juga mengaku menjadi saksi atas kejadian Lion Air JT 610 itu.

Wahidin menuturkan mendengar suara seperti suara ledakan.

"Saat itu sekitar jam 06.30 terdengar suara 'gleger' layaknya ledakan," ungkap Wahidin di Muara Tanjungpakis setelah menebar jaring, Selasa (30/10/2018).


Beberapa menit setelah terdengar suara seperti ledakan, lanjut dia, ombak laut bergetar.

Namun saat itu, Wahidin tak menyangka bahwa itu suara pesawat yang meledak.

"Ombak tidak seperti biasanya. Cuaca cukup bagus, hanya sedikit berkabut," ujarnya.

Setelah sampai di daratan, barulah dia mendengar bahwa ada pesawat yang jatuh di perairan Karawang.


Kapten Tugboat lihat ekor pesawat

Kapten Tugboat AS Jaya II, Rahmat Slamet, juga menjadi saksi mata jatuhnya pesawat Lion Air JT 610.

Rahmat mengaku mendengar suara ledakan setelah pesawat masuk ke air.

"Kami dalam pelayaran pagi hari dari Tanjung Karawang menuju Marunda, posisi pesawat itu sudah jatuh jadi kelihatan seperti ekor pesawat masuk ke air," kata Rahmat Slamet seperti dilansir TribunWow dari saluran Youtube Metrotvnews, Selasa (30/10/2018).

"Habis itu air naik ke atas dan terdengar suara ledakan," lanjutnya.

Rahmat menuturkan bahwa jarak kapalnya dengan lokasi jatuhnya pesawat sekitar satu mil atau 1,6 km.

"Pesawat posisi masuk ke air kelihatan ekornya jadi kami lihat seperti itu," katanya.

"Ledakan itu terjadi setelah (benda) yang kami duga sebagai pesawat itu masuk ke air," jelasnya.


Artikel ini telah tayang di bangkapos.com dengan judul 5 Kisah Saksi Mata Jatuhnya Lion Air JT 610, Bocah Lihat Pesawat Seram hingga Menukik Jatuh ke Laut, http://bangka.tribunnews.com/2018/11/02/5-kisah-saksi-mata-jatuhnya-lion-air-jt-610-bocah-lihat-pesawat-seram-hingga-menukik-jatuh-ke-laut?page=4.

Editor: fitriadi
READ MORE - Pangkalan PSDKP Jakarta Turut Serta Mencari Korban Pesawat Lion Air JT 610

22 Oktober, 2018

Jaga Terumbu Karang Tetap Sehat WWF Tual Laksanakan Workshop

 Pangkalan PSKP Tual pada tgl 18 - 19 Oktober 2018, mengikuti kegiatan  Workshop Pengamatan Kesehatan Terumbu Karang Untuk Evaluasi Dampak Ekologi dalam rangka Penetapan Taman Pulau Kecil di Pulau Kei dan Pulau-pulau Perairan Sekitarnya.
 Workshop ini diselenggarakan oleh WWF-IBas dan diikuti oleh Perwakilan Cabang DKP Gugus Pulau Delapan Prov Maluku, Kadis LH Kab. Malra, Kadis DKP Kab. Malra, Balitbang Kab. Malra, FDC IPB, Politeknik Perikanan Tual dan Pangkalan PSDKP Tual.



 
Cari Kos Kosan di Kota Kendari ini tempat 
 
Menerima pesanan Kanopi, Pagar Besi, Jendela
 dengan Harga Murah dengan Sistim Panggilan.
 
 
Miliki Kavling tanah di Pusat Pemerintahan Kabupaten Bima di GRIYA GODO PERMAI BIMA

READ MORE - Jaga Terumbu Karang Tetap Sehat WWF Tual Laksanakan Workshop

Cegah jaring ikan dapat sampah plastik, Menteri Susi minta nelayan setop pakai kresek

Cegah jaring ikan dapat sampah plastik, Menteri Susi minta nelayan setop pakai kresek
Menteri Kelautan dan Perikanan, Susi Pudjiastuti mengimbau semua nelayan Kota Semarang untuk tidak membuang sampah plastik ke laut. Sebab, perilaku tersebut tidak dihentikan sejak dini diperkirakan tahun 2030 menjaring ikan di laut bukannya dapat ikan justru plastik. BERITA TERKAIT Jawab amarah Susi, Sandi bilang 'Nanti dibicarakan selama saya belum ditenggelamkan' Menteri Susi ke Sandiaga: Jangan asal ngomong, baca dulu UU perikanan soal perizinan Di era Jokowi, neraca dagang perikanan RI diklaim terbaik se-Asia Pasifik 

"Indonesia negara bank sampah terbesar kedua di dunia. Jika tidak dihentikan perilaku buang sampah di laut, ekosistem laut terancam punah," kata Susi Pudjiastuti saat bertemu dengan nelayan tambak Lorok di Semarang, Sabtu (20/10).

Susi menyebut, plastik merupakan komponen sampah membahayakan ekosistem bawah laut. Di mana jika perilaku buang sampah di laut akan menimbun puluhan tahun ke depan.
"Nanti kalau begini terus, kita buang plastik 9 juta sampai 10 juta ton tiap tahun diperkirakan 2030 nelayan menjaring ikan di laut justru dapatnya sampah plastik," ujarnya.

Lebih lanjut untuk upaya mereduksi sampah plastik bisa dilakukan dengan memperbaiki gaya hidup setiap hari. Bagi nelayan yang hidupnya berada di tepi pantai diminta untuk menghentikan pemakaian plastik.

"Ya upayakan jangan pakai kresek. Polanya berubah, misal kalau minum pakai muk, dan gelas. Jangan sedikit-sedikit beli barang, pakai plastik ujungnya nanti dibuang ke laut," ungkapnya.

Dia mengingatkan kepada nelayan bila plastik memiliki senyawa yang tidak bisa diurai saat mengapung dilautan. Bahkan sampah plastik baru bisa hancur dalam air laut selama 450 tahun.
"Kresek itu dilaut 450 tahun baru bisa hancur bayangkan. Gimana kalau laut kita banyak sampah plastik," jelasnya.

Untuk mengatasi aksi pembuangan sampah plastik di laut, nantinya mengajak masyarakat dan sejumlah instansi untuk mencanangkan gerakan bersih-bersih sampah disepanjang harus pantai Semarang.

"Jadi setiap warga diminta turut terlibat turun langsung ke pantai guna pungut plastik. Kalau ada tempat pembuangan ya di buang ke TPA. Kalau tidak ada, cari lokasi terbuka lalu dibakar," ungkap Susi Pudjiastuti. [gil]

http://id.news.hi.gt/peristiwa/125988



 
Cari Kos Kosan di Kota Kendari ini tempat 
 
Menerima pesanan Kanopi, Pagar Besi, Jendela
 dengan Harga Murah dengan Sistim Panggilan.
 
 
Miliki Kavling tanah di Pusat Pemerintahan Kabupaten Bima di GRIYA GODO PERMAI BIMA

READ MORE - Cegah jaring ikan dapat sampah plastik, Menteri Susi minta nelayan setop pakai kresek