29 Juli, 2014

Kepala Stasiun PSDKP Tual Gelar Open House

 Keluarga Besar Kepala Stasiun Pengawasan SDKP Tual mengelar open house tanggal 28 Juli 2014 di kediamannya Kompleks Perumahan Stasiun PSDKP Tual Jalan Bukit Dumar No. 1 Tual setelah sholat Idul Fitri 1435 H di lapangan Lodarel Tual.
 Kelauarga Besar Stasiun PSDKP Tual

 Keluarga Mukhtar, A.Pi, M.Si ( Biandri Mukti Putra - Larantika Angriati Putri - Kerismiaty - Salsabilla Rahmadani Putri) 






 Bersama Keluarga Besar Pelabuhan Perikanan Nusantara Tual







READ MORE - Kepala Stasiun PSDKP Tual Gelar Open House

Kepala Stasiun PSDKP Tual Melaksanakan Sholat Idul Fitri 1435 H di Tual

 Kepala Stasiun PSDKP Tual melaksnakan Sholat Idul Fitri  1435 H di lapangan Lodarel  Tual Tanggal 28 Juli 2014 bersama Pegawai Stasiun PSDKP Tual
 Kepala Stasiun PSDKP Tual Mukhtar, A.Pi bersama Biandri Mukti Putra - Agung


Suasana Umat Muslim Kota Tual yang melaksnakan Sholat Idul Fitri 1435 H di lapangan Lodarel  Tual Tanggal 28 Juli 2014 yang dihadiri Bapak Wali Kota Tual Drs. H. M.M. TAMHER





READ MORE - Kepala Stasiun PSDKP Tual Melaksanakan Sholat Idul Fitri 1435 H di Tual

27 Juli, 2014

HUKUM TAKBIR HARI RAYA BERJAMA’AH

 
Oleh : Buya Yahya (Pengasuh LPD Al-Bahjah Cirebon)
بسم الله الرحمن الرحيم
الحمد لله رب العالمين و الصلاة و السلام على رسول الله سيدنا محمد بن عبد الله و على أله و صحبه و من والاه. أما بعد

1. Takbir di Malam Hari Raya
Bertakbir di malam hari raya adalah merupakan sunnah Nabi Muhammad yang amat perlu untuk di lestarikan dalam menampakkan dan mengangkat syi’ar Islam.Para ulama dari masa kemasa sudah biasa mengajak ummat untuk melakukan takbir baik setelah sholat (takbir muqoyyad) atau di luar sholat (takbir mursal).

Lebih lagi takbir dengan mengangkat suara secara kompak yang bisa menjadikan suara semakin bergema dan berwibawa adalah yang biasa dilakukan ulama dan ummat dari masa ke masa.
 

Akan tetapi ada sekelompok kecil dari orang yang hidup di akhir zaman ini begitu berani mencaci dan membid’ahkan takbir bersama-sama. Dan sungguh pembid’ahan ini tidak pernah keluar dari mulut para salaf (ulama terdahulu).

Mari kita cermati riwayat-riwayat berikut ini yang menjadi sandaran para ulama dalam mengajak bertakbir secara kompak dan bersama-sama.
A. Berdasarkan Hadits dalam Shohih Imam Bukhori No 971 yang diriwayatkan oleh Ummi Athiyah, beliau berkata :

كُنَّا نُؤْمَرُ أَنْ نَخْرُجَ يَوْمَ الْعِيدِ، حَتَّى نُخْرِجَ الْبِكْرَ مِنْ خِدْرِهَا، حَتَّى نُخْرِجَ الْحُيّاَضَ، فَيَكُنَّ خَلْفَ النَّاسِ فَيُكَبِّرْنَ بِتَكْبِيرِهِمْ، وَيَدْعُونَ 
بِدُعَائِهِمْ يَرْجُونَ بَرَكَةَ ذَلِكَ الْيَوْمِ وَطُهْرَتَهُ.(رواه البخاري

Artinya : “Kami diperintahkan untuk keluar pada hari raya sehingga para wanita-wanita yang masih gadispun diperintah keluar dari rumahnya, begitu juga wanita-wanita yang sedang haid dan mereka berjalan dibelakang para manusia (kaum pria) kemudian para wanita tersebut mengumandangkan takbir bersama takbirnya manusia (kaum pria)dan berdoa dengan doanya para manusia serta mereka semua mengharap keberkahan dan kesucian hari raya tersebut”.

Di sebutkan dalam hadits tersebut
فَيُكَبِّرْنَ بِتَكْبِيرِهِمْ
Para wanita tersebut mengumandangkan takbir bersama takbirnya manusia. Itu menunjukan takbir terjadi secara berjamaah atau bersamaan.
Bahkan dalam riwayat imam Muslim dengan kalimat”para wanita bertakbir bersama-sama orang-orang yang bertakbir”
يُكَبِّرْنَ مَعَ النَّاس

B. Yang diriwayatkan oleh Imam Bukhori dari sayyidina Umar bin Khottob dalam bab takbir saat di mina
وَكَانَ عُمَرُ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ يُكَبِّرُ فِي قُبَّتِهِ بِمِنًى فَيَسْمَعُهُ أَهْلُ الْمَسْجِدِ فَيُكَبِّرُونَ وَيُكَبِّرُ أَهْلُ الْأَسْوَاقِ حَتَّى تَرْتَجَّ مِنًى تَكْبِيرًا
Artinya : “Sahabat umar bertakbir di qubahnya yang berada di tanah mina lalu penduduk masjid mendengarnya dan kemudian mereka bertakbir begitu penduduk pasar bertakbir sehingga tanah mina bergema dengan suara takbir”

Ibnu Hajar Al Asqolani (pensyarah besar kitab shohih buhkori) mengomentari kalimat :

حَتَّى تَرْتَجَّ مِنًى تَكْبِيرًا
Dengan

"أي يَضْطَرِّبُ وَتَتَحَرَّكُ, وَهِيَ مُبَالَغَةٌ فِي اجْتِمَاعِ رَفْعِ الصَّوْتِ"
Bergoncang dan bergerak, bergetar yaitu menunjukan kuatnya suara yang bersama-sama .

C. Berdasarkan apa yang dikatakan oleh Imam Syafi’i ra dalam kitab Al’um 1/264 :
أَحْبَبْتُ أَنْ يَكُبِّرَ النَّاسُ جَمَاعَةً وَفُرَادًى فِي المَسْجِدِ وَالْأَسْوَاقِ وَالْطُرُقِ وَالْمَنَازِلِ والْمُسَافِرِيْنَ والْمُقِيْمِيْنَ فِي كُلِّ حَالٍ وَأَيْنَ كَانُوْا وَأَنَ يَظْهَرُوْا الْتَكْبِيْرَ "
Artinya : “Aku senang(maksudnya adalah sunnah) orang-orang pada bertakbir secara bersama dan sendiri-sendiri, baik di masjid, pasar, rumah, saat bepergian atau rmukim dan setiap keadaan dan di manapun mereka berada agar mereka menampakkan(syi’ar) takbir”.

D. Tidak pernah ada dari ulama terdahulu yang mengatakan takbir secara berjamaah adalah bid’ah. Bahkan yang ada adalah justru sebaliknya anjuran dan contoh takbir bersama-sama dari ulama terdahulu .

Kesimpulan tentang takbir bersama-sama:
1. Pernah terjadi takbir barsama-sama pada zaman Rasulullah dan para sahabat
2. Anjuran dari Imam Syafi’i ra mewakili ulama salaf .
3. Tidak pernah ada larangan takbir bersam-sama dan juga tidak ada perintah takbir harus sendiri-sendiri.Yang ada adalah anjuran takbir dan dzikir secara mutlaq baik secara sendirian atau berjamaah.
4. Adanya pembid’ahan dan larangan takbir bersama-sama hanya terjadi pada orang-orang akhir zaman yang sangat bertentangan dengan salaf.


2. Menghidupkan malam hari raya dengan ibadah
Hukum menghidupkan malam hari raya dengan amal ibadah. Sudah disepakati oleh para ulama 4 madzhab bahwa disunnahkan untuk kita menghidupkan malam hari raya dengan memperbanyak ibadah. Imam nawawi dalam kitab majmu’ berkata sudah disepakati oleh ulama bahwa dianjurkan untuk menghidupkan malam hari raya dengan ibadah dan pendapat seperti ini juga yang ada dalam semua kitab fiqh 4 madzhab. Artinya kita dianjurkan untuk menghidupkan malam hari raya dengan sholat, berdzikir, dan membaca Al-Quran khususnya bertakbir. Karena malam hari raya adalah malam bergembira, banyak sekali hamba-hamba yang lalai pada saat itu maka sungguh sangat mulia yang bisa mengingat Allah di saat hamba-hamba pada lalai.

3. Yang dilakukan Santri dan Jama’ah Al Bahjah
1. Takbir keliling dalam upaya membesarkan syi’ar takbir.
2. Kunjung dari masjid ke masjid untuk melakukan sholat sunnah.
3. Menyimak tausyiah di beberapa masjid yang dikunjungi.


Yang semua itu dalam upaya menjalankan sunnah yang dijelaskan oleh para ‘ulama tersebut di atas. Wallahu a’lam Bishshowaab.
READ MORE - HUKUM TAKBIR HARI RAYA BERJAMA’AH

3 WAKTU DILARANG MANDI :


A. 30 Minit Setelah Solat Asar.
B. Setelah Maghrib.
C. Setelah Isya' sehingga pukul 12 malam.

Penjelasan :
A. 30 minit setelah solat asar itu adalah waktu dimana darah didalam diri kita ketika itu sedang panas, jika kita mandi ketika itu, akan menyebabkan badan menjadi lelah dan penat untuk melakukan perkerjaan.

B. Jantung kita setelah maghrib sudah mulai lemah untuk melakukan perkerjaan. Jadi, kajian menunjukkan bahwa ketika ini jika kita mandi akan menyebabkan paru-paru boleh dimasuki air dan boleh menyebabkan paru-paru basah.

C. Setelah solat isya, ini saatnya jantung kita berhenti dan melakukan istirahat, jika mandi ketika ini akan menyebabkan kerosakan jantung akibat kemasukan air.

Sebaiknya mandi setelah 1 jam dari jam 12 malam. Antara pukul 2 - 3 pagi, itu akan lebih memberikan energy kepada badan seperti mana bateri yang telah lemah di cas semula.


Dikatakan :- ۞ Surah Al-Fatihah dapat memadam kemurkaan Allah SWT. ۞ Surah Yasin dapat menghilangkan rasa dahaga atau kehausan pada hari Kiamat. ۞ Surah Dukhan dapat membantu kita ketika menghadapi ujian Allah SWT pada hari kiamat. ۞ Surah Al-Waqi’ah dapat melindungi kita daripada ditimpa kesusahan atau fakir. ۞ Surah Al-Mulk dapat meringankan azab di dalam kubur. ۞ Surah Al-Kauthar dapat merelaikan segala perbalahan. ۞ Surah Al-Kafirun dapat menghalang kita daripada menjadi kafir ketika menghadapi kematian. ۞ Surah Al-Ikhlas dapat melindungi kita daripada menjadi golongan munafiq. ۞ Surah Al-Falq dapat menghapuskan perasaan hasad dengki. ۞ Surah An-Nas dapat melindungi kita daripada ditimpa penyakit was-was. Seterusnya, bagi menangani Syaitan Durjana, Dikatakan juga:- ۞ Ketika anda membawa AL-QURAN, respon syaitan ialah biasa saja, tengok je... ۞ Ketika anda membukanya, syaitan mula curiga. ۞ Ketika anda membacanya, syaitan mula gelisah. ۞ Ketika anda memahaminya, dia mula kejang. ۞ Ketika anda mengamalkan AL-QURAN, dalam kehidupan setiap hari, dia stroke.... Teruskan membaca AL-QURAN dan mengamalkannya agar syaitan terus stroke.
۞ Ketika anda ingin menyebarkan pesanan ini, syaitan pun mencegahnya.

۞ Syaitan kata, "JANGAN SEBARKANNYA, KERANA IA TIDAK PENTING LANGSUNG" Sebarkan biar umat islam mngetahui

READ MORE - 3 WAKTU DILARANG MANDI :

26 Juli, 2014

Dibekukan 10 SIPI Kapal Perikanan di Merauke Karena Menggunakan ABK Asing

 Pelabuhan Perikanan Merauke

Sesuai dengan Pasal 19 ayat (3) Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan bahwa dalam hal kapal penangkap ikan yang telah memiliki SIPI dan tidak memenuhi kesanggupan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf g dikenakan sanksi administrasi berupa pembekuan SIPI atau pencabutan SIPI. Adapun kapal-kapal yang SIPI nya dibekukan umumnya menggunakan ABK Asing.
 
Pembekuan 10 SIPI kapal perikanan milik PT. Sino Indonesia Shunlida Fishing yang berdomisili di Merauke Papua. Adapun nama kapal tersebut adalah KM. Sino-9, KM. Sino-10, KM. Sino-11, KM. Sino-12,  KM. Sino-30, KM. Sino-31, KM. Sino-32, KM. Sino-33, KM. Sino-35, KM. Sino-36.
 
Pembekuan 10 SIPI ini berdasarkan Surat yang ditanda tangani Bapak Dr. Gellwynn Jusuf Direktur Jenderal Perikanan Tangkap No. B.4371/DJPT.4/PI.440.D4/VII/2014 tanggal 15 Juli 2014.  Dasar Pembekuan ini berdarkan rekomendasi Dirjen PSDKP sebagaimana tercantum dalam nota dinas No. 5/DJPSDKP/VII/2014 tanggal 2 Juni 2014 yang merupakan hasil pengawasan Satker Pengawasan SDKP Merauke terdapat 10 kapal perikanan milik PT. Sino Indonesia Shunlida Fishing yang menggunakan + 86,21% nahkoda dan ABK berkewarganegaraan asing.
 
Untuk mengembalikan pembekuan ini pihak perusahaan diwajibkan menyampaikan klarifikasi/penjelasan atas pelanggaran yang dilakukan oleh 10 kapal tersebut. Klarifikasi penjelasan disertai dengan pernyataan penggunaan tenaga kerja Indonesia sesuai data factual yang diketahui oleh Kepala Satker Pengawasan SDKP dan Syahbandar Pelabuhan. Klarifikasi/penjelasan tersebut akan menjadi bahan pertimbangan untuk pengaktifan kembali SIPI-nya.

Menurut laporan kepala Satker Pengawasan SDKP Merauke Bapak Herwin Salurante, ST kepada Kepala Stasiun Pengawasan SDKP Tual Bapak Mukhtar, A.Pi bahwa ke 10 kapal perikanan tersebut sudah diizinkan berangkat dengan sudah mengeluarkan SLO berdasarkan Surat Direktur Pengawasan Sumber Daya Perikanan No. 479/PSDKP.1/TU.210/VII/2014 tanggal 25 Juli 2014 perihal Pengaktifan kembali SIPI milik PT. Sino Indonesia Shunlida Fishing. Surat ini keluar berdasarkan Surat Dirjen Perikanan Tangkap No. B.4680/DJPT.4/PI.440.04/VII/2014 perihal Pengaktifan kembali SIPI milik PT. Sino Indonesia Shunlida Fishing.

Pertimbangan Dirjen Perikanan Tangkap Pengaktifan kembali SIPI milik PT. Sino Indonesia Shunlida Fishing yaitu
1. Surat Keputusan Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi tentang Pemberian Izin Mempekerjakan Tenaga Kerja Asing Pemegang Visa Dahsuskim kepada PT. Sino Indonesia Shunlida Fishing.
2. Surat Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Merauke No. 523.3/1381 tanggal 25 Juli 2014 perihal permohonan kemudahan sanksi administrasi pembekuan SIPI PT. Sino Indonesia Shunlida Fishing.
3. Klarifikasi perusahaan dan surat pernyataan yang diketahuai oleh Kepala Satker PSDKP Merauke dan Kepala Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan Merauke.

Terkait tersebut diatas Direktur Pengawasan Sumber Daya Perikanan memerintahkan kepada Kepala Satker PSDKP Merauke untuk menerbitkan Surat Laik Operasi sesuai ketentuan yang berlaku dan tetap memeriksa kelengkapan administrasi dan kesesuain / kelayakan teknis penangkapan ikannya.

Penulis  : Mukhtar, A.Pi, M.Si
Kepala Stasiun Pengawasan SDKP Tual
READ MORE - Dibekukan 10 SIPI Kapal Perikanan di Merauke Karena Menggunakan ABK Asing

Pola Pikir Pemenang

Oleh Andrie Wongso
Dalam berbagai kesempatan, saya selalu menekankan pentingnya berbuat, bekerja, dan bertindak dengan baik, benar, jujur, dan halal. Sebab, bagi saya, inilah sumber kebahagiaan sebenarnya. Yakni, berbuat yang bermanfaat untuk diri sendiri, namun juga memberi keberkahan bagi orang lain. Dengan pola pikir yang semacam ini, apa pun yang kita dapat, apa pun yang kita capai, kita sudah menjadi “pemenang”. Kita sudah menjadi orang yang sukses dan menyukseskan. Sehingga, setiap karya, akan selalu penuh makna. Setiap kerja, akan selalu memberi ketenangan pikiran dan jiwa.

Bisa dibayangkan, jika kita semua mampu berkarya dengan pola pikir dan tindakan semacam itu, betapa harmonis dan indahnya kehidupan. Dan saya pun yakin, hal yang dihasilkan pun tak akan lekang dimakan zaman. Perhatikan karya-karya besar dari berbagai penemu, pekerja seni, hingga tokoh bangsa. Mereka yang bekerja dengan baik, benar, jujur, dan halal, meninggalkan nama harum yang terus dikenang sepanjang masa.

Saya teringat sebuah ungkapan dalam bahasa Jawa: leres, laras, liris, lurus, laris. Secara arti harfiah, ini berarti benar, serasi, penuh perasaan, lurus, dan cepat laku. Dalam berbagai konteks kehidupan, serangkaian kata tersebut adalah “satu kesatuan” yang akan mengantarkan seseorang menjadi manusia seutuhnya.

Leres atau benar akan menjadikan seseorang mampu bertindak dan berbuat berdasarkan etika dan norma yang berlaku. Dengan cara tersebut, ia akan menjadi orang yang disegani dan dihormati, namun sekaligus mampu pula memanusiakan insan lainnya.

Laras atau serasi, akan membuat orang selalu berusaha menemukan titik keseimbangan dalam hidupnya. Ia akan menjadi orang yang menjaga harmonisasi dengan orang lain agar selalu menjadikan hidupnya penuh keberkahan.

Liris atau penuh perasaan akan membuat orang yang menjalaninya selalu memiliki multi sudut pandang. Dalam bersikap dan bertindak, ia akan memiliki empati yang tinggi sekaligus simpati yang membuat hidup diri dan sekelilingnya berjalan dengan penuh kebaikan.

Lurus adalah sikap taat pada apa yang menjadi nilai kebenaran. Jiwa, pikiran, sekaligus tindakan yang lurus akan membuat seseorang menjadi orang yang bermartabat serta dapat menjaga integritasnya.

Laris atau cepat laku adalah nilai “sebab akibat” yang timbul dari perbuatan baik, benar, jujur, dan halal yang dilakukannya. Semakin terpercaya, semakin mampu menjadi insan yang leres, laras, liris, dan lurus, biasanya orang ini akan menjadi “tumpuan” bagi banyak orang. Ia akan selalu diandalkan dalam berbagai segi kehidupan. Sehingga, hidupnya pun—secara otomatis—akan penuh keberkahan.

Inilah nilai-nilai adiluhung yang sudah sepantasnya menjadi “bekal” bagi kita semua untuk meraih kebahagiaan yang “sempurna”. Yakni, kebahagiaan yang bisa dirasakan oleh diri sendiri, dan sekaligus kebahagiaan yang mampu membuat banyak orang turut merasakan kegembiraan di dalamnya.

Pertanyaannya, nilai seperti apakah yang sedang kita junjung dan lihat belakangan ini? Memang, tak ada manusia yang 100% sempurna alias 100% hidupnya tanpa cela. Tapi, sebenarnya, justru dari ketidaksempurnaan tersebut, kalau kita mau terus “berkaca”, kita akan selalu mampu menjadi manusia pembelajar yang dapat membawa perubahan menuju kebaikan. Kalau bukan diri kita sendiri, siapa lagi yang harus memulainya? Mari, daripada mencela berbagai keburukan yang terjadi, lebih baik “menyalakan lilin terang” untuk memperbaiki diri. Sehingga, pelan tapi pasti, harapan perbaikan untuk kehidupan akan menjadi kenyataan. Dan ketika saatnya tiba, kebahagiaan akan jadi milik kita semua.

Salam sukses luar biasa!

http://www.andriewongso.com/articles/details/13526/Pola-Pikir-Pemenang 
READ MORE - Pola Pikir Pemenang

Merkuri Cemari Sungai Batanghari

JAMBI, KOMPAS — Penambangan emas liar diduga sebagai sumber utama
pencemaran di Sungai Batanghari, Jambi. Aktivis lingkungan mendesak
pemerintah segera menguji kandungan merkuri dalam sungai yang selama ini
dimanfaatkan sebagai bahan baku kebutuhan air minum masyarakat.

Koordinator Gerakan Cinta Desa Eko Waskito mengatakan, aktivitas tambang
emas liar kian marak di kawasan hulu Sungai Batanghari. Di Kecamatan
Limun, Kabupaten Sarolangun, saja ada sekitar 400 dompeng dan hampir
3.000 petambang beroperasi. Penambangan yang semula dilakukan secara
tradisional secara turun-temurun mulai beralih pada mesin dompeng sejak
10 tahun terakhir. Penambangan meluas tidak hanya di Sarolangun, tetapi
juga di Kabupaten Merangin, Tebo, Bungo, dan Batanghari.

Pemurnian emas menggunakan air raksa ini mengakumulasi racun merkuri di
sungai ataupun daratan setempat. Penambangan bahkan didukung para
pemodal besar, yang menggunakan alat- alat berat untuk mengeruk pasir
dan tanah sehingga dengan cepat menimbulkan kerusakan di sepanjang
daerah aliran sungai. Petambang menggunakan air raksa untuk memurnikan
emas, lalu membuang limbahnya langsung ke sungai. ”Pembuangan racun
merkuri sudah sangat parah di kawasan hulu Batanghari,” tutur Eko, Kamis
(19/6).

Kadar tinggi

Direktur Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi) Jambi Musri Nauli
memperkirakan kadar merkuri dalam Sungai Batanghari tinggi akibat
maraknya penambangan emas. Terkait itu, pihaknya mendesak Pemerintah
Provinsi Jambi untuk menguji kadar merkuri air sungai. Ini mengingat air
Sungai Batanghari dikonsumsi masyarakat untuk kebutuhan air minum.
Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Mayang yang memenuhi 66 persen
kebutuhan air minum di Kota Jambi juga memanfaatkan air Batanghari.

Dari penelusuran Kompas, PDAM dan Badan Lingkungan Hidup Daerah Provinsi
Jambi belum pernah menguji kadar merkuri air sungai itu. Kepala Bagian
Produksi PDAM Erwin Zuchri mengatakan, butuh biaya Rp 400 juta-Rp 450
juta untuk membeli alat penguji kadar merkuri.

Dana sebesar itu, menurut dia, lebih penting dialokasikan untuk membeli
mesin pompa atau memperbaiki pipa distribusi air PDAM yang sebagian
telah berusia lebih dari 30 tahun.

Kepala Bidang Pengendalian Kerusakan dan Pencemaran Lingkungan Badan
Lingkungan Hidup Daerah Provinsi Jambi Ardi mengatakan, pencemaran air
Batanghari lebih disebabkan oleh limbah domestik. (ITA)


http://print.kompas.com/KOMPAS_ART0000000000000000007338563
READ MORE - Merkuri Cemari Sungai Batanghari

Siasat Budaya Menjaga Toba

Oleh: : Ahmad Arif

KOMPAS/AHMAD ARIF

Penambangan batuan karst di kaki Gunung Pusuk Buhit, Kecamatan
Pangururan, Kabupaten Samosir, Sumatera Utara, Senin (19/5). Penetapan
Toba sebagai Geopark Nasional, dan rencana untuk mengusulkannya sebagai
Taman Bumi atau Geopark Global, seharusnya diikuti dengan pengembangan
ekonomi yang ramah lingkungan.

TAMAN bumi merupakan pengakuan UNESCO atas bentang alam terpilih. Danau
Toba di Sumatera Utara, kini dalam daftar yang akan diusulkan, setelah
Kaldera Batur di Bali diakui dunia. Namun, taman bumi sebenarnya proses.
Tujuan akhirnya menjaga mutu alam Toba dan kemakmuran masyarakatnya.

Setelah Kaldera Batur ditetapkan sebagai anggota Jaringan Taman Bumi
Global (Global Geopark Network) oleh Organisasi Pendidikan, Ilmu
Pengetahuan, dan Kebudayaan Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNESCO) pada 20
September 2012, Pemerintah Indonesia seperti demam taman bumi atau geopark.

Menurut situs resmi UNESCO, sejak 1999 hingga Maret 2014, taman bumi di
dunia terdapat di 100 lokasi di 32 negara. Indonesia baru memiliki satu
taman bumi yang diakui UNESCO sejak 2012, yaitu Batur Global Geopark
(BGG), taman bumi kedua di Asia Tenggara setelah Langkawi di Malaysia.

Taman bumi merupakan konsep konservasi kawasan yang digagas UNESCO di
bawah koordinasi The International Network of Geoparks (INoG). Kawasan
dikonservasi untuk alasan geologi, nilai arkeologi, ekologi, ataupun
budayanya.

Kini, sejumlah kawasan di Indonesia diusulkan mendapat pengakuan serupa.
Tahun ini yang diusulkan adalah hutan fosil Merangin (Jambi), Gunung
Sewu (Jawa Timur) dan tahun berikut diusulkan Danau Toba. Sebelumnya,
Toba ditetapkan sebagai Taman Bumi Nasional oleh Presiden Susilo Bambang
Yudhoyono, beberapa bulan lalu.

Tak seorang pun bisa mengingkari, Nusantara diberkahi sederet bentang
alam menawan. Para penjelajah dan penjajah dari Barat telah lama
mengakui keelokan alam Nusantara itu dengan menyematkan berbagai istilah
seperti ”mooi indie” hingga zamrud khatulistiwa. Selain pemandangannya,
bentang alam itu punya riwayat menarik dan kaya dengan keragaman budaya.

Namun, belajar dari Geopark Batur, penetapan oleh UNESCO tak membawa
dampak berarti. Bahkan penambangan batuan lava dan pasir, yang merupakan
kekhasan Kaldera Batur, sulit diatasi.

”Kita sering salah memahami geopark sebagai tujuan akhir, sehingga
begitu suatu kawasan ditetapkan sebagai geopark, mengira otomatis akan
dapat untung banyak. Tak ada dana yang digelontorkan UNESCO terhadap
geopark. Mereka hanya memasukkan bentang alam kita dalam jaringan
global,” kata Indyo Pratomo, geolog dari Museum Geologi-Bandung.

Taman bumi, menurut Indyo, merupakan proses agar kita lebih menjaga
alam. ”Perusakan kawasan yang telah ditetapkan sebagai Geopark Global
justru bisa jadi kampanye negatif. ”Bayangkan, jika ada turis datang
dari negara lain karena mendapat informasi dari UNESCO soal keindahan
Kaldera Batur, lalu saat di sana dia menemukan bentang alam yang
dirusak,” kata dia.

Karena itu, rencana mengusulkan Kaldera Toba sebagai Geopark Global,
harus diikuti penyiapan masyarakat. Hal terpenting dari taman bumi
adalah, membangun kesiapan rakyat untuk terlibat aktif menggali kekayaan
budaya, menjaga alam, dan mempromosikan Kaldera Toba. ”Kalau dari segi
keunikan bentang alam geologinya, Toba tak perlu diragukan lagi. Namun,
bagaimana dengan manusianya?” kata Indyo.

Alam dan budaya

Dengan panjang 100 kilometer dan lebar 30 kilometer, Toba merupakan
danau vulkanik terluas di dunia. Danau itu terbentuk dari letusan
raksasa (supervolcano) sekitar 74.000 tahun lampau. Dampak letusan
gunung api terkuat dalam 2 juta tahun terakhir ini disebut banyak ahli
nyaris menamatkan umat manusia, salah satunya oleh antropolog Stanley H
Ambrose dari University of Illinois.

Letusan hebat itu juga mengosongkan dapur magma di perut Toba. Kubah
gunung itu runtuh, menciptakan lubang dalam. Batuan lalu menutup lubang
itu di dasar dan tebing pejal mengelilinginya, menjebak air hujan. Danau
Toba pun terbentuk.

Namun, magma yang tersisa di bawah Danau Toba mendesak naik perlahan,
mendorong bebatuan padat yang menyumbat jalan ke atas. Melalui proses
ribuan tahun, penyumbat itu terdorong ke atas. Penyumbat itulah Pulau
Samosir.

Bukti-bukti pengangkatan Pulau Samosir itu tercetak pada fosil ganggang
(diatomae) yang bisa ditemui nyaris di seluruh pulau itu. Bebatuan di
tepi Danau Sidihoni, danau di atas danau di ketinggian 1.314 mdpl atau
919 meter dari ketinggian permukaan Danau Toba, juga mengandung lapisan
endapan yang menguatkan dugaan Samosir pernah ada di dasar kaldera.

”Riwayat geologi Toba yang ajaib dan keindahan bentang alam luar biasa
itu tak ada artinya kalau warga sekitar tak paham dan merusaknya,” kata
Indyo. Setelah ditetapkan sebagai taman bumi nasional, pengembangan
ekonomi kawasan itu harus lebih ramah lingkungan.

Sebagai bentang alam kaya sumber daya, Toba lama dipadati penduduk.
Sebagaimana juga dialami bentang alam lain di Nusantara, tantangan
terbesar Toba adalah dominannya pendekatan pembangunan ekstraktif.
”Penurunan mutu lingkungan Toba jadi masalah utama danau ini,” kata
Mangaliat Simarmata, Ketua Earth Society for Danau Toba.

Pembabatan hutan terus dilakukan. Sisa vegetasi sekitar Toba, menurut
Badan Lingkungan Hidup Sumut, tinggal 12 persen. Kerusakan ekologi
sekitar Toba terjadi seiring penurunan mutu air danau. Bahkan, air Danau
Toba tak layak konsumsi karena pencemaran limbah domestik, perikanan
berupa keramba jaring apung dan limbah peternakan.

Upaya menjadikan Toba sebagai Taman Bumi Global harus jadi titik balik
memahami danau itu. Jika warga memahami Toba lebih baik, kesadaran
menjaga lingkungan akan menguat. ”Kedahsyatan Toba sudah dikenal para
geolog atau vulkanolog luar negeri, tetapi belum banyak dimengerti
masyarakat kita. Tantangan kini adalah menarasikan Toba agar dimengerti
masyarakat,” kata Irwansyah Harahap, antropolog dari Universitas
Sumatera Utara, yang turut aktif berkampanye konservasi alam dan budaya
Toba.

Keberadaan taman bumi juga bisa menjadi titik balik untuk lebih memahami
dan menghargai kebudayaan yang ribuan tahun berkembang di Toba. Jadi,
taman bumi bisa menjadi strategi kebudayaan demi menghidupkan lagi
kesadaran masyarakat Toba agar menjaga kekayaan alam dan budaya yang
terabaikan.

http://print.kompas.com/KOMPAS_ART0000000000000000007411020
READ MORE - Siasat Budaya Menjaga Toba

Menjadi Pemimpin yang Peduli

Alkisah, pada suatu hari di sebuah sekolah, dalam sebulan minimal sekali, pasti diadakan pemeriksaan tas para siswa. Pihak sekolah menertibkan dan merazia barang-barang yang dianggap tidak mendukung kelancaran belajar mengajar di sekolah.

Semua ruangan kelas, tanpa terkecuali diperiksa satu persatu. Saat tim pemeriksa masuk ke dalam kelas terakhir, tiba-tiba ada seorang siswi yang tampak gelisah. Tangannya berkeringat dan wajahnya pun memerah. Padahal di kelas dia dikenal sebagai siswi yang rajin, baik, cerdas, walaupun sedikit pendiam dan terkesan pemalu. 

Siswi itu, tidak seperti biasanya, membawa tas yang ukurannya cukup besar. Ia mati-matian menjaga tasnya sambil memohon dengan terisak dan suara memelas, “Tolong, Pak, Bu. Jangan buka tas saya. Di dalam tidak ada benda yang melanggar peraturan. Sumpah. Please...” Dan seketika, hebohlah kelas itu. Mereka saling berpandangan sambil curiga, pasti ada sesuatu yang rahasia di balik tas itu. 

Menanggapi situasi tersebut, siswi itu pun dipanggil ke ruangan kepala sekolah. Dengan kepala tertunduk dan tas di pelukan, ia pun digelandang keluar kelas.  

Bersama semua tim pemeriksa, mereka ke ruang kepala sekolah. Setelah mendengarkan laporan dari tim pemeriksa, dengan lemah lembut kepala sekolah berkata, “Anakku, sebenarnya apa isi tas itu? Ibu tidak memaksa, hanya ingin kejujuranmu." Wajah cantik itu kembali memerah.

Dengan diam dan perlahan, siswi itu membuka dan mengeluarkan isi tasnya. Selain perlengkapan sekolah, tampak kue-kue kecil terbungkus rapi di dalam suatu kotak. “Maafkan saya Bu. Saya bukannya ingin membangkang perintah dengan tidak membuka tas, tetapi saya tidak berani menanggung malu di depan teman-teman sekelas. Kebetulan ini hari pertama saya berjualan kue, sepulang sekolah nanti, untuk membantu ekonomi keluarga. Ayah kami sedang sakit....” ujar remaja putri itu dengan nada lirih dan berlinang air mata.

Seisi ruangan itu tercekat. Mereka menyesali,  justru di lingkungan terdekat mereka, ada siswa yang berada dalam kondisi memerlukan bantuan, namun mereka tidak mengetahui apalagi membantunya.

“Nak, tidak perlu merasa malu untuk hal ini... justru kamu bisa menjadi teladan karena niat, usaha, dan kepedulianmu untuk membantu keluarga. Maafkan Ibu dan sekolah karena baru menyadari kondisimu ini,” ujar Ibu Kepala Sekolah.

Netter yang Luar Biasa,

Sesungguhnya, peduli dan niat untuk memberi, bukan karena kita telah kaya, punya harta berlebih, baru bisa peduli dan membantu orang lain.

Peduli dan memberi, terutama kepada orang-orang di sekeliling kita adalah sikap terpuji yang mendekatkan jarak antar manusia.Tak peduli seberapa kadarnya, entah banyak atau sedikit, kepedulian akan membawa dampak kebaikan pada lingkungan dan akan membukakan lebih banyak pintu sukses bagi si pemberi.

Mari, lebih peduli!
Salam hangat luar biasa!

http://andriewongso.com/articles/details/13602/Kepedulian?utm_source=AW+Newsletter+Subscribers&utm_campaign=bf4340adc0-Jumat_27_June_20146_24_2014&utm_medium=email&utm_term=0_15a2554ef0-bf4340adc0-93494149 
READ MORE - Menjadi Pemimpin yang Peduli

Efek Bola Salju - Negatif dan Positif

Tahukah Anda dengan apa yang disebut efek bola salju?
 
Ceritanya begini:

Jika Anda menggelindingkan bola salju kecil dari atas bukit, maka semakin lama akan semakin membesar. Mungkin, bagai Anda yang belum pernah keluar negeri, pernah melihat di TV.

Hal ini bisa terjadi dalam diri kita, pada percaya diri dan rendah diri. Rendah diri, jika dibiarkan akan terus semakin parah.

Jika Anda rendah diri, terus tidak melakukan apa-apa, terus tidak mendapatkan prestasi dan pencapaian apa-apa, akhirnya Anda tambah rendah diri. DAN seterusnya.

Semakin rendah diri semakin SEDIKIT yang Anda lakukan, dan semakin SEDIKIT prestasi. Karena prestasi yang SEDIKIT, tak ada yang bisa dibanggakan sehingga nambah rendah diri.

BAHAYA bukan?

Sebaliknya terjadi dengan percaya diri. Semakin lama akan semakin membesar. Semakin banyak peluang, semakin besar kemungkinan sukses.

Sebagai contoh, jika Anda percaya diri, Anda akan mendapatkan prestasi yang hebat. Prestasi hebat akan menambah kepercayaan diri.

Karena kepercayaan diri Anda hebat, maka prestasi Anda semakin hebat. Dan Anda makin makin percaya diri. DAN seterusnya ...

Luar biasa bukan?

Akhirnya, semua pilihan Anda

1. Menjadi orang yang rendah diri dan semakin lama semakin rendah diri.
2. Menjadi orang stagnan, tidak ada perubahan berarti.
3. Menjadi orang percaya diri, semakin lama akan semakin baik.

Jika Anda memilih nomor 2, maka tingkatkan kepercayaan diri Anda sekarang juga.


Rahmat Mr. Power
READ MORE - Efek Bola Salju - Negatif dan Positif