19 Oktober, 2017

Penyerahan bantuan Alat Penangkapan Ikan Ramah Lingkungan se Propinsi Jawa Barat

Direktorat Jenderal Perikanan Tangkap Menyerahkan bantuan Alat Penangkapan Ikan Ramah Lingkungan kepada nelayan  se Propinsi Jawa Barat pada tanggal 12 Oktober 2017.
Penyerahan Bantuan dilakukan oleh Bapak Agus Suherman Direktur Kapal dan Alat Penangkapan Ikan Ditjen Perikanan Tangkap langsung kepada Bapak Deddy Mizwar Wakil Gubernur Propinsi Jawa Barat.
Bapak Agus Suherman Direktur KAPI DJPT


Sumber : 12 Okt
READ MORE - Penyerahan bantuan Alat Penangkapan Ikan Ramah Lingkungan se Propinsi Jawa Barat

Ratusan Tempurung Penyu Diamankan di Kijang



Penyu merupakan satwa yang dilindungi. Keberadaannya hampir punah, mari sama-sama melindunginya.
Apresiate, salah satu upaya pencegahan punahnya Penyu, satwa yang dilindungi (Koran Sindo Batam, hal 18 (2/10)
READ MORE - Ratusan Tempurung Penyu Diamankan di Kijang

Menutupi Aib

Red: Agung Sasongko
Bisikan aib (Ilustrasi)
Bisikan aib (Ilustrasi)

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Manusia adalah produsen aib yang ajaib. Kini aib bukan lagi dilakukan dalam ruang-ruang gelap agar tak tercium baunya. Aib kini diproduksi secara massal tanpa mengindahkan lagi rasa malu. Kita, yang katanya makhluk sempurna itulah yang secara sadar menyebar sendiri aib-aib kita.

Padahal, Allah SWT sejatinya yang menutupi aib manusia. Seseorang, kata Nabi SAW suatu kali, melakukan perbuatan maksiat pada malam hari. Kemudian pada pagi harinya ia berkata kepada manusia telah melakukan ini dan itu semalam. "Padahal Allah telah menutupinya dan pagi harinya ia membuka tutupan Allah atas dirinya," terang Nabi SAW dalam hadis riwayat Imam Bukhari dan Imam Muslim.

Dengan gagahnya, manusia pada era yang disebutnya modern ini menjadikan aib sebagai barang dagangan. Aib ia tukar dengan popularitas. Kadang jua aib digunakan sebagai alat barter dengan aib orang lain.

Islam menuntun manusia untuk saling menutupi aib saudaranya. Bukan justru dijadikan bahan ancaman demi mengeruk kepentingan hawa nafsunya. Tidak ada manusia yang luput dari kesalahan selain Rasulullah SAW.

Maka mengumbar aib yang pasti ada dalam diri seseorang amatlah dibenci dan harus ditinggalkan.Allah SWT meminta kita untuk menjauhkan diri dari bahaya prasangka. Lewat hal yang baru sebatas diduga saja kita diminta menjauhinya. Allah SWT berfirman, "Wahai orang-orang yang beriman! Jauhilah kebanyakan dari prasangka, karena sesungguhnya sebagian dari prasangka itu adalah dosa dan janganlah kamu mengintip atau mencari-cari kesalahan dan aib orang lain; dan janganlah kamu mengumpat sebagian yang lain. Apakah seseorang dari kamu suka memakan daging saudaranya yang telah mati? Maka sudah tentu kamu jijik kepadanya. (Oleh itu, jauhilah larangan-larangan yang tersebut) dan bertakwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah Maha Penerima taubat lagi Maha Penyayang." (QS al-Hujurat [49] :12)

Kita sekuat tenaga dianjurkan untuk menutupi aib saudara seiman. Cara paling mudah untuk mengerti kaidah itu adalah dengan mempertanyakan hal yang sama kepada diri kita. Maukah aib kita yang segunung itu diekspose menjadi omongan publik?


http://www.republika.co.id/berita/dunia-islam/islam-nusantara/17/10/19/oy17y6313-menutupi-aib
READ MORE - Menutupi Aib

Gemar Mengumbar Aib

Red: Agung Sasongko
johnprattbooker.com
Mengumbar aib(ilustrasi)
Mengumbar aib(ilustrasi)
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Jika hari nurani kita masih merasakan, tentu kita tak ingin aib kita diumbar. Fitrah manusia merasa tidak nyaman saat melakukan perbuatan tercela. Apalagi jika aib kita tersebar luas. Entah perasaan campur aduk seperti apa yang terjadi.

Jika kita dengan sadar enggan aib kita diketahui orang, maka mulai sekarang tutuplah rapat-rapat aib orang lain. Perbuatan menutupi aib orang lain dijanjikan Rasulullah akan berdampak juga pada diri kita. 

Rasulullah SAW bersabda, "Dan barangsiapa yang menutup aib seorang Muslim, niscaya Allah menutup aibnya di dunia dan akhirat." (HR Muslim).
Hal yang sama juga akan terjadi saat seseorang amat gemar mengumbar aib saudaranya. Seolah sudah tidak ada lagi rasa kemanusiaan dan persaudaraan. Allah SWT menjanjikan, siapa saja yang mengumbar aib saudaranya, maka Allah SWT akan membuka aib orang tersebut. Dalam hadis riwayat Imam Tirmidzi dijelaskan rinci, Allah akan membuka aib orang tersebut meskipun aib itu dirahasiakan di lubang kendaraannya. 

Apa kuasa kita atas Allah SWT yang Maha Mengetahui. Perbuatan setitik zarrah pun pasti diketahui oleh-Nya. Jika Allah sudah menjanjikan akan membuka aib seseorang jika orang tersebut membuka aib saudaranya, maka akan kemanakah kita bersembunyi?

Godaan kepentingan, keinginan untuk menjatuhkan, tersengat rasa iri atau bahkan faktor lingkungan kadang membuat kita menjadi berani menjadi penyebar aib seseorang. Bahaya lisan memang amat besar. meskipun ia juga bisa menjadi sarana hidayah seseorang. Di sisi lain, ia bisa menjadi pisau yang amat tajam menusuk perasaan saudara seiman.

Jika seseorang kita lihat melakukan perbuatan maksiat, maka hak dia untuk mendapatkan nasihat dari kita. Secara otomatis, nasihat untuk menghentikan perbuatan maksiat tersebut menjadi kewajiban yang harus kita tunaikan.  Kita nasihati agar tidak lagi melakukan perbuatan nista. Hanya itu. Sementara menutup rapat aib orang tersebut adalah hak orang itu dan menjadi kewajiban yang melekat pada kita.
Mari kita simak ungkapan Imam Syafii yang indah ini. "Siapa yang menasehati saudaranya dengan tetap menjaga kerahasiaannya berarti dia benar-benar menasihatinya dan memperbaikinya. Sedang yang menasihati tanpa menjaga kerahasiaannya, berarti telah mengungkap aibnya  dan mengkhianatinya."  
Mari kita niatkan untuk saling menjaga dan menasihati dalam ketakwaan. Lantas memberikan hak saudara kita sesuai porsinya. Dengan saling menutupi aib dan membiasakan saling menasihati semoga tercipta ukhuwah yang jauh amat kuat. 

Sumber republika.co.id
READ MORE - Gemar Mengumbar Aib

Perbedaan Katak dan Kodok

Setidaknya Inilah Perbedaan Katak dan Kodok
Katak dan kodok (Foto Capture dari Info Hewan - pinterest.com)  

Di hutan hujan, terlebih di Indonesia dari Sabang hingga Merauke hampir dipastikan kita akan menjumpai kedua hewan Amfibi ini  (hewan yang hidup di air dan  darat). Baik katak atau pun kodok sangat sering kita jumpai saat kita berada di hutan, di tepian sungai ataupun di jalan. Katak dan Kodok dilihat sepintas terlihat sama, tetapi ternyata keduanya memiliki perbedaan.  Apa saja perbedaan Katak dan kodok yang dimaksud?.

Margie Surahman, Mahasiswa FMIPA Universitas Tanjungpura mempresentasi hasil penelitian skripsinya tentang Katak di Stasiun Penelitian Cabang Panti (SPCP) Kalimantan Barat, pada Kamis  (5/1/2017), pekan lalu.
Saat Margie Surahman, Mahasiswa FMIPA Universitas Tanjungpura mempresentasi hasil penelitian skripsinya tentang Katak di Stasiun Penelitian Cabang Panti (SPCP) Kalimantan Barat. Foto dok. Mayi, Yayasan Palung
Saat Margie Surahman, Mahasiswa FMIPA Universitas Tanjungpura mempresentasi hasil penelitian skripsinya tentang Katak di Stasiun Penelitian Cabang Panti (SPCP) Kalimantan Barat. Foto dok. Mayi, Yayasan Palung

Margie memaparkan persentasinya di Kantor Yayasan Palung. Margie menjelaskan, segala sesuatu tentang mahluk ciptaan Tuhan Yang Maha Kuasa, tidak terkecuali Katak dan kodok dapat dilihat dari Morfologi (tampak fisik) dan Morfometri (ukuran dan bentuk) dari hasil analisis dan penelitiannya.
Adapun ciri-ciri katak seperti memiliki kulit halus, berlendir, memiliki kaki yang panjang dan kuat serta berselaput. Dengan memiliki kaki yang panjang terlihat mempermudah katak dalam melompat ataupun memanjat, tutur Margie.
Alur Penelitian untuk skripsi Margie tentang Katak. Sumber data Margie
Alur Penelitian untuk skripsi Margie tentang Katak. Sumber data Margie
Jenis Kodok, yang diperkirakan jenis Leptolalax sp . Sumber data Margie
Jenis Kodok, yang diperkirakan jenis Leptolalax sp . Sumber data Margie
Sedangkan ciri-ciri khusus kodok antara lain adalah memiliki kulit yang kasar, bintik-bintik (bentol-bentol) timbul, lanjutnya lagi. Ukurannya Katak dengan nama latin Paedophryne amauensis merupakan katak terkecil dengan ukuran 7 mm ditemukan di Papua Nugini oleh para ilmuwan,
(sumber data: BBC Indonesia). 
Habitat kodok terkecil di dunia ini di daun-daun gugur di hutan Papua Nugini. Foto dok. BBC Indonesia
Habitat kodok terkecil di dunia ini di daun-daun gugur di hutan Papua Nugini. Foto dok. BBC Indonesia
Untuk Kodok ukuran terbesar di dunia bisa wisatawan jumpai di Kamerun dan sekitarnya. Namanya Goliath Frog dengan panjang 30 cm dan berat 3 kg, (Sumber: Travel Detik).
Kodok terbesar di dunia, ukurannya 30 cm dengan berat 3 kg. Foto dok. Global Wildlife Conservation
Kodok terbesar di dunia, ukurannya 30 cm dengan berat 3 kg. Foto dok. Global Wildlife Conservation
Makanan kesukaan dari kodok dan katak adalah jenis serangga seperti belalang kecil (jangkrik), kunang-kunang dan nyamuk. 
 
Edward Tang, selaku Koordinator Pendidikan Lingkungan Yayasan Palung, mengatakan; Katak dan kodok merupakan salah satu bio indikator (indikasi/tanda) yang terdapat di alam. Sehigga bila disalah satu ekosistem masih banyak ditemukan jenis jenis kodok maupun katak, bisa dipastikan bahwa kondisi ekosistem tersebut masih baik alias belum tercemar.

Menurut data dari Info Hewan menyebutkan; Dari segi klasifikasinya, Katak termasuk ke dalam famili Ranidae (ada sekitar 400 spesies), sementara Kodok termasuk ke dalam famili Bufonidae (ada sekitar 300 spesies). Katak memiliki mata yang menonjol, bulat dan berada pada posisi yang tinggi. Sedangkan mata kodok berada pada posisi yang rendah, serta tidak menonjol layaknya Katak.

Petrus Kanisius-Yayasan Palung
https://www.kompasiana.com/pit_kanisius/setidaknya-inilah-perbedaan-katak-dan-kodok_5878b4b9537a61440917cd79 
READ MORE - Perbedaan Katak dan Kodok

UU Konservasi Dianggap Perlu Segera Direvisi

UU Konservasi Dianggap Perlu Segera Direvisi FGD bertema 'Enrichment RUU Konservasi Keanekaragaman Hayati dan Ekosistemnya' di IPB/Foto: Istimewa
Jakarta - Konservasi lingkungan di Indonesia dianggap masih jauh dari optimal. Pemerintah diminta melakukan revisi UU nomor 5 tahun 1990 mengenai konservasi lingkungan.

"Kondisi sumber daya alam Indonesia saat ini dalam kondisi darurat, karena pemanfaatan berlebih disertai pengabaian terhadap aspek-aspek keberlanjutan. Sementara itu, konservasi keanekaragaman hayati dan ekosistem lebih mengedapankan paradigma pelindungan tanpa memajukan aspek pemanfaatan secara berkelanjutan," kata Akhmad Solihin, Dosen Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan IPB dalam keterangannya.

UU Konservasi Dianggap Perlu Segera DirevisiFoto: Istimewa
Apa yang disampaikan Solihin tersebut merupakan poin inti dari FGD bertema 'Enrichment RUU Konservasi Keanekaragaman Hayati dan Ekosistemnya' di Ruang Diskusi Senat FPIK-IPB, Bogor pada Rabu (17/10/2017). Hadir pula pada acara ini beberapa perwakilan NGO antara lain: WWF Indonesia, Rare Indonesia, dan USAID. Sementara perwakilan Kementerian, KKP dan KLHK, serta akademisi dan mahasiswa di lingkungan FPIK-IPB.

UU Konservasi Dianggap Perlu Segera DirevisiFoto: Istimewa
"Revisi terhadap UU No. 5 Tahun 1990 perlu segera dilakukan. Urgensi revisi tersebut didasarkan juga pada perubahan sistem pembagian kewenangan di bidang pemerintahan dari sentralisasi ke desentralisasi, tumpang tindih dan ketidakjelasan kewenangan antar kementerian di bidang konservasi," kata Solihin.

"Selain itu juga belum memberikan peran yang maksimal kepada kepada masyarakat hukum adat dan masyarakat sekitar kawasan konservasi, minimnya peran serta masyarakat, serta kurang mendukung upaya mengurangi dampak perubahan iklim, sehingga harus segera direspons agar penyelenggaraan konservasi dapat berjalan lebih optimal. Hal ini sebagaimana yang dituangkan dalam RUU Konservasi Keanekaragaman Hayati dan Ekosistem," pungkas Solihin.
(fjp/fjp)  https://news.detik.com/berita/3688295/uu-konservasi-dianggap-perlu-segera-direvisi
READ MORE - UU Konservasi Dianggap Perlu Segera Direvisi

18 Oktober, 2017

Forum Maritim Kendari Bahas Maraknya Pembuangan Sampah dan Pemboman Ikan di Sultra

Forum Maritim Kendari Melaksanakan Pertemuan dalam rangka membahas Maraknya Pembuangan Sampah di Teluk Kendari dan Pemboman IKan di Perairan Sultra dilaksanakan di Aula Pangkalan TNI Angkatan Laut Kendari pada tanggal 17 Oktober 2017.




READ MORE - Forum Maritim Kendari Bahas Maraknya Pembuangan Sampah dan Pemboman Ikan di Sultra

Menteri Susi Tolak Pembentukan Badan Karantina Nasional

Liputan6.com, Jakarta - Pemerintah menolak pembentukan lembaga baru khusus karantina. Pembentukan lembaga yang digadang-gadang bernama Badan Karantina Nasional ini merupakan usulan dari Komisi IV DPR RI terkait Rancangan Undang-Undang (RUU) Karantina Hewan, Ikan dan Tumbuhan.

Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti menyatakan, ‎sesuai dengan arahan Presiden dalam rapat terbatas (ratas) pada 20 September 2016 lalu, terkait penataan lembaga, memberikan arahan jika keluarnya UU Karantina tidak harus diikuti dengan pembentukan badan baru.

"Jadi kita menginginkan koordinasi dan terintegrasinya karantina antar departemen itu disatukan dengan Peraturan Pemerintah, atau di bawah koordinasi dengan Perpres," ujar dia di Gedung DPR RI, Jakarta, Senin (11/9/2017).
 
Sementara itu, Staf Ahli Menteri PANRB Bidang Pemerintahan dan Otonomi Daerah, M Shadiq Pasadigoe mengatakan,‎ pada prinsipnya kelembagaan karantina sudah ada di masing-masing kementerian, baik Kementerian Pertanian (Kementan) maupun Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP).
"Mungkin butuh penyempurnaan di mana di Kementan ada lembaga karantina di eselon 1, di KKP juga ada, hanya di KLHK yang belum ada. Pada prinsipnya, apa yang berhubungan dengan kelembagaan ini tidak diatur dalam UU yang akan kita selesaikan," ungkap dia.

Lantaran di masing-masing kementerian sudah memiliki badan karantina, maka koordinasi dan intergrasi karantina ini hanya cukup diatur melalui Peraturan Presiden (Perpres). Tidak perlu adanya badan khusus karantina ini juga terkait dengan efisiensi pemerintahan.

"Tapi nanti kelembagaan karantina ini diintegrasikan, kemudian diatur melalui Perpres. Pertimbangan ini berdasarkan efisiensi dan efektivitas jalannya kelembagaan tersebut," tandas dia.

http://bisnis.liputan6.com/read/3090060/menteri-susi-tolak-pembentukan-badan-karantina-nasional
READ MORE - Menteri Susi Tolak Pembentukan Badan Karantina Nasional

Menteri Susi Masuk Daftar Wanita Paling Berpengaruh di Dunia

Liputan6.com, Jakarta BBC merilis nama-nama wanita paling berpengaruh di dunia. Ada 100 wanita yang disebut paling memberikan pengaruh di tahun ini. Yang mengejutkan sekaligus bikin bangga, ada nama orang Indonesia di dalam daftar tersebut. Siapa?

Dia adalah Susi Pudjiastuti, Menteri Kelautan dan Perikanan Indonesia. Susi berada di di daftar bersama nama-nama wanita beken lain seperti astronot wanita Peggy Whitson hingga Presiden Liberia Ellen Johnson Sirleaf.

Dari 100 orang, BBC baru merilis 60 nama, di mana Menteri Susi berada di urutan 54. Sementara 40 nama lainnya akan dirilis bulan Oktober mendatang.
Di situs itu, disebutkan Susi merupakan Menterin Kelautan dan Perikanan sekaligus pengusaha sukses.

"Anda harus melepas rintangan dari pikiran Anda terlebih dahulu. Pria dan wanita sama. Jika Anda masih sibuk membahas masalah gender, maka Anda tidak akan maju," ujar Susi dikutip dari BBC, Jumat (29/9/2017).

Susi memang berbeda dengan menteri kebanyakan. Jika menteri-menteri yang lain adalah lulusan sarjana, bahkan hingga perguruan tinggi luar negeri, Susi hanya memiliki ijazah SMP.

Namun jangan salah, wanita kelahiran 15 Januari 1965 Pangandaran, Jawa Barat, ini merupakan salah satu pengusaha yang sukses. Kesusksesan Susi terlihat dari puluhan pesawat yang dia miliki dari berbagai jenis seperti Cessna Grand Caravan, Pilatus PC-06 Porter, dan Piaggio P180 Avanti.

Susi mengawali karier sebagai pengepul ikan di Pangandaran. Bisnisnya berkembang kemudian mendirikan pabrik pengolahan ikan pada PT ASI Pudjiastuti Marine Product dengan produk unggulan lobster bermerek Susi Brand. Pasarnya pun berkembang pesat hingga luar negeri seperti Asia dan Amerika.

Berkembangnya pasar produk ini membuatnya mau tak mau membutuhkan sarana transportasi sehingga produk yang dibawa dalam keadaan segar. Akhirnya muncullah pemikiran untuk membeli sebuah pesawat pengangkut yang kemudian melatarbelakangi berdiri PT ASI Pudjiastuti Aviation dan berkembang hingga saat ini.

Gebrakan yang dilakukan Susi menuai perhatian dari banyak kalangan. Hingga kemudian dia dianugerahi pengharagaan antara lain Pelopor Wisata dari Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Jawa Barat tahun 2004, Young Entepreneur of the Year dari Ernst and Young Indonesia tahun 2005, serta Primaniyarta Award for Best Small & Medium Enterprose Exporter tahun 2005.

http://bisnis.liputan6.com/read/3111725/menteri-susi-masuk-daftar-wanita-paling-berpengaruh-di-dunia
READ MORE - Menteri Susi Masuk Daftar Wanita Paling Berpengaruh di Dunia

Menteri Susi: Laut, Masa Depan Bangsa Indonesia

Liputan6.com, Depok - Sanksi bagi kapal pencuri ikan dengan cara ditenggelamkan sangat identik dengan Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti. Hal ini dilakukan bukan semata soal penegakan hukum, melainkan merupakan awal dari reformasi di sektor kelautan dan perikanan.

Susi menceritakan hal itu saat memberikan kuliah umum bertema Keamanan Maritim dan Keberlanjutan Sumber Daya Kelautan Menuju Indonesia sebagai Poros Maritim Dunia di Fakultas Hukum Universitas Indonesia (UI).

Dia menuturkan, tidak mudah untuk menertibkan kapal-kapal pencuri ikan di wilayah perairan Indonesia. Terlebih praktik seperti ini sudah berlangsung sejak lama.

"Tidak mudah mulai sesuatu yang baru. Reforming is never easy. Bangsa kalau mau maju dan continue improving harus dilakukan. Bangsa yang maju adalah bangsa yang terus berubah," ujar dia Fakultas Hukum UI, Depok, Selasa (17/10/2017).

Oleh sebab itu, dalam mereformasi sektor kelautan dan perikanan, langkah pertama yang dilakukan membentuk Satuan Tugas (Satgas) 115. Satgas ini terdiri atas Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), TNI AL, Polri, Bakamla dan Kejaksaan.

"Bagaimana negara berdaulat seperti Indonesia yang diakui dan berdaulat. Kita punya TNI‎. Dalam rapat terbatas dengan pemerintah. Saya minta eksekusi UU Nomor 45 Tahun 2009 bisa tenggelamkan kapal. Pasal-pasal lain yang kurang enforcement. Nahkoda, ABK kapal asing kalau ketangkap enggak boleh dimasukkan ke sel karena katanya aturan internasional begitu. Ada satu pasal yang kekuatan besar (soal penenggelaman kapal), saya usulkan ke Presiden," ucap dia.

Selain itu, ujar Susi Pudjiastuti, upayanya untuk terus memberantas praktik-praktik Illegal, Unreported and Unregulated (IUU) Fishing juga mendapatkan dukungan dari Presiden Joko Widodo (Jokowi). Lantaran menurut Presiden, laut merupakan masa depan bangsa.

"Betul apa yang dikatakan oleh Pak Presiden kalau laut itu masa depan bangsa, karena hanya laut, sumber daya alam yang bisa diperbaharui," kata dia.

http://bisnis.liputan6.com/read/3131157/menteri-susi-laut-masa-depan-bangsa-indonesia
READ MORE - Menteri Susi: Laut, Masa Depan Bangsa Indonesia

Nelayan Jepara Dapat 258 Paket Alat Tangkap Ikan Ramah Lingkungan

Nelayan Jepara Dapat 258 Paket Alat Tangkap Ikan Ramah Lingkungan
TRIBUNJATENG/RIFQI GOZALI
ALAT TANGKAP - Dialog Gubernur Jawa tengah Ganjar Pranowo dengan perwakilan nelayan Jepara di Aula Balai Besar Perikanan Budidaya Air Payau (BBPBAP), Jepara, Senin (16/10/2017) 
TRIBUNJATENG.COM, JEPARA – Sebanyak 258 Alat Penangkapan Ikan (API) ramah lingkungan dibagikan kepada nelayan Jepara oleh Kementerian Kelautan dan Peirkanan (KKP) melalui Direktorat Jenderal Perikanan Tangkap (DJPT) di Aula Balai Besar Perikanan Budidaya Air Payau (BBPBAP), Senin (16/10/2017).
Pemberian bantuan API secara simbolik diberikan oleh Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo.
Politisi PDI P itu mengatakan, program dari KKP tersebut diharapkan bisa mendorong para nelayan untuk melakukan penangkapan ikan di laut dengan cara yang benar.
“Kalau kita bicara laut tidak ada habisnya. Banyak potensi yang bisa didapat di laut. Mulai dari uang sampai energi,” katanya.


Sementara, Suseno Sukoyono, Staf Ahli Menteri Kelautan Bidang Kemasyarakatan dan Hubungan Anntarlembaga mengatakan, di Kabupaten Jepara ada untuk target nelayan penerima bantuan API sebanyak 289.
“Target untuk Jawa Tengah sebanyak 2.341 paket API ramah lingkungan. Sementara untuk target nasional ada sekitar 6.000an paket. Sampai saat ini baru terealisasi 2.341. Kekurangannya akan diselesaikan sampai Desember 2017,” katanya.
Dia menambahkan, apa yang dilakukan itu merupakan upaya yang dilakukan oleh pemerintah dalam meningkatkan produktifitas nelayan tanpa mengesampiangkan keberlanjutan sumber daya kelautan dan perikanan.
“Bantuan API ini harus dimanfaatkan dengan baik oleh nelayan. Hal ini merupakan upaya pemerintah dalam menjaga keberlanjutan sumber daya kelautan dan perikanan,” jelasnya. (*)

Laporan Wartawan Tribun Jateng, Rifqi Gozali

 http://jateng.tribunnews.com/2017/10/16/nelayan-jepara-dapat-258-paket-alat-tangkap-ikan-ramah-lingkungan
READ MORE - Nelayan Jepara Dapat 258 Paket Alat Tangkap Ikan Ramah Lingkungan

17 Oktober, 2017

Topi DJPT

 Yang Berminat Hub 081342791003






 
Lihat


 

READ MORE - Topi DJPT

PPS Kendari Secara Rutin Melaksanakan Apel Harian

Pimpinan dan Staf PPS Kendari secara rutin setiap harinya melaksanakan Apel Harian yaitu Apel Pagi dan Apel Sore. Dalam apel tersebut diinfokan kegiatan kegiatan yg perlu dilaksanakan serta informasi informasi berkaitan dengan pelaksanaan tugas. Apel dipimpin oleh Pejabat yaitu Kepala Pelabuhan atau Kepala Bidang.



Diskusi Sebelum Pelaksanaan Apel Pagi

Diskusi Setelah Upacara Apel Pagi


 Yang Berminat Hub 081342791003

Lihat

 



READ MORE - PPS Kendari Secara Rutin Melaksanakan Apel Harian

PPS KENDARI BENTUK TIM RENCANA KERJA ZONA INTEGRITAS WILAYAH BEBAS KORUPSI

Antonius Budi Utomo (Plt.Kepala Pelabuhan) didampingi Sitti Demiati Bsw (Kasubag Umum) saat melakukan penyusunan Tim zona Integritas Wilayah Bebas Korupsi di Ruang Rapat PPS Kendari (16/10/2017). Foto: by Fin
Dalam rangka membangun Zona Integritas Menuju Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK) dan Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM), PPS Kendari melaksanakan sejumlah persiapan diantaranya penyusnan/pembentukan Tim zona integritas lingkup Pelabuhan Perikanan Samudera Kendari yang diikuti seluruh pejabat dan pegawai PPS Kendari. pembentukan Tim dilakukan di ruang rapat kantor PPS Kendari pada Senin (16/10).

Penyusunan/pembentukan Tim zona integritas PPS Kendari melibatkan seluruh pegawai yang disusun berdasarkan kompetensi dan SDM yang ada. Beberapa Sub Tim yang dibentuk diantaranya Sub Tim Manajemen Perubahan, Sub Tim Penataan Tata Laksana, Sub Tim Manajemen Sumber Daya Manusia, Sub Tim Penguatan AKIP, Sub Tim Peningkatan kualitas Pelayanan publik dan Sub Tim Peguatan Pengawasan.
Diharapkan dengan penyusunan/pembentukan Tim zona integritas ini, PPS Kendari dapat mencapai Birokrasi yang bersih dan akuntabel, birokrasi yang efektif dan efisien serta birokrasi yang memiliki pelayanan publik yang berkualitas. Dengan semangat Kerja Keras, Kerja sama, Kerja Tuntas, serta Kerja Ikhlas seluruh pegawai Pelabuhan Perikanan Samudera Kendari khususnya dan Direktorat Jenderal Perikanan Tangkap, Kementerian Kelautan dan Perikanan pada umumnya siap bergerak melaksanakan Reformasi Birokrasi guna  membangun dan mewujudkan Zona Integritas Menuju WBK dan WBBM.
Saat ini Telah terdapat tiga unit kerja lingkup Ditjen Perikanan Tangkap yang diusulkan untuk dinilai menjadi calon unit kerja berpredikat WBK/WBBM sebagai berikut : (1) PPN Pemangkat ditetapkan sebagai unit kerja berpredikat WBK oleh KemenPANRB tahun 2015; (2) Direktorat Pengendalian Penangkapan Ikan ditetapkan sebagai unit kerja berpredikat WBK oleh Kemenpan RB tahun 2016; (3) PPS Nizam Zachman Jakarta ditetapkan sebagai unit kerja berpredikat WBK oleh Inspektorat Jenderal KKP tahun 2016; (4) BBPI Semarang dan PPN Sibolga diusulkan sebagai calon unit kerja berpredikat WBK Tahun 2017. (Fin)
Diposting oleh
READ MORE - PPS KENDARI BENTUK TIM RENCANA KERJA ZONA INTEGRITAS WILAYAH BEBAS KORUPSI

Cold Storage Kapasitas 100 Ton Dibangun di PPS Bungus

 
KKPNews, Bungus – Kementerian  Kelautan dan Perikanan (KKP) melalui Direktorat Jenderal Penguatan Daya Saing Produk Perikanan dan Kelautan (Ditjen PDSPKP) akan membangun cold storage berkapasitas 100 ton di Pelabuhan Perikanan Samudera (PPS) Bungus, Sumatera Barat.

Cold storage ini nantinya akan menampung hasil tangkapan nelayan baik yang didaratkan di dermaga PPS Bungus maupun hasil tangkapan dari daerah lainnya termasuk tempat pendaratan ikan (TPI) binaan PPS Bungus.

Kepala PPS Bungus Joko Supraptomo mengatakan pembangunan cold storage ini merupakan investasi yang baik di PPS Bungus. Harapannya, para pengusaha perikanan nantinya tidak akan ragu lagi untuk menjalankan industri perikanan di kawasan PPS Bungus dan sekitarnya.

“Sarana dan prasarana sudah ada. Tinggal proses pembangunannya saja,” ujarnya saat mendampingi tim Ditjen PDSPKP survei lokasi pembangunan cold storage pada Rabu (4/10).

Pembangunan cold storage tersebut sudah dimulai dengan tahap pemancangan lahan seluas ± 176.600 m² yang dilaksanakan oleh PT Bintang Laguna Sulawesi dan konsultan pengawas PT Paradhiguna Dwipantara Loka sebagai pemenang lelang pekerjaan pembangunan cold storage.

“Pembangunan akan kita percepat dengan hasil yang optimal sehingga dapat selesai pada bulan Desember 2017 apabila tidak ada kendala,” tandas Joko saat rapat teknis dengan pihak terkait usai peninjauan lapangan. (KC/CP)

READ MORE - Cold Storage Kapasitas 100 Ton Dibangun di PPS Bungus