31 Maret, 2015

Kapal Asing Pencuri Ikan Pindah Markas ke Timor Leste dan Papua Nugini


Jakarta -Aktivitas kapal-kapal asing menangkap dan mengangkut ikan dari laut Indonesia terus berlangsung. Misalnya, hari ini melalui satelit pengawasan Automatic Identification System (AIS), Badan Keamanan Laut (Bakamla) merilis temuan masih banyaknya kegiatan kapal ikan asing di Indonesia.

Kasubid Pengelolaan Sistem da IT Bakamla Letkol Maritim Arief Meidyanto mengatakan pada pukul 09.15 WIB hari ini, ditemukan ada 32 kapal ikan asing yang beroperasi di wilayah ZEE Indonesia. Kemudian temuan lainnya ada 7 kapal ikan asing berbendera Jepang yang sedang lego jangkar di Perairan Selatan Bali.

"Kami tidak tahu apakah kapal ini sudah mendapatkan izin," katanya saat ditemui di Gedung Mina Bahari III, Jalan Medan Merdeka Timur, Jakarta, Senin (30/03/2015). 

Sementara itu, Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti langsung mengomentari hasil temua tersebut. Menurut Susi kapal-kapal asing tersebut sengaja menunggu hasil tangkapan ikan nelayan untuk diangkut secara ilegal dan diekspor ke luar negeri.

"Tadi bapak dari Bakamla memperlihatkan banyak di line ZEE kita. kapal-kapal menunggu di sana mereka keluar masuk. Dari berita terakhir yang saya dapat, ini juga harus diwaspadai oleh TNI AL dan Polairud," papar Susi.

Saat ini banyak kapal-kapal asing yang memindahkan markas sandaran dari wilayah Timur Indonesia ke Papua Nugini hingga Timor Leste. Mereka terganggu dengan kebijakan pengetatan operasional kapal asing yang dikeluarkan Susi.

"Banyak kapal-kapal ini semua bermarkas di Papua Nugini dan Timor Leste. Mereka telah mematikan semua AIS dan VMS, dan mereka akan berdomisili di sana karena mereka merasa sudah membeli konsesi kepada pemerintahan Timor Leste dan Papua Nugini, tapi nangkapnya tetap di laut Indonesia," tuturnya.

Susi mengatakan pada periode April hingga Mei adalah musim panen ikan di wilayah laut Indonesia Timur. Itu artinya penting bagi TNI AL dan Kepolisian melakukan sinergi pengawasan laut di Timur Indonesia.

"Dan saya mohon juga bantuan daripada Polair untuk bekerjasama dengan PSDKP mohon juga kapal-kapal PSDKP meluncur ke timur dan Bakamla juga. Kalau di utara di Natuna. Pagi ini saya dapat SMS dari Pak Sembiring bahwa kapal-kapal ini banyak masuk lagi karena musim ikan sampai bulan Mei ini barangkali akan membuat mereka akan harus masuk wilayah kita lagi untuk nangkap ikan," jelas Susi.

(wij/hen) 

http://finance.detik.com/read/2015/03/30/170713/2873800/4/kapal-asing-pencuri-ikan-pindah-markas-ke-timor-leste-dan-papua-nugini
READ MORE - Kapal Asing Pencuri Ikan Pindah Markas ke Timor Leste dan Papua Nugini

28 Maret, 2015

Kapal Maling Ikan Filipina dan Vietnam dan Thailand Ditangkap KKP

Selain Thailand, Kapal Maling Ikan Filipina dan Vietnam Juga Ikut Ditangkap
Jakarta -Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) melalui Kapal Pengawas (KP) Perikanan kembali menangkap 4 (empat) kapal perikanan asing (KIA) yang melakukan kegiatan illegal fishing di Wilayah Pengelolaan Perikanan Negara Republik Indonesia (WPP-NRI). 

Keempat kapal tersebut terdiri dari 2 (dua) KIA berbendera Vietnam, 1 (satu) KIA berbendera Thailand, dan 1 (satu) KIA berbendera Filipina.
Hal itu diungkapkan Dirjen Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan (PSDKP) KKP, Asep Burhanudin kepada detikFinance, Jumat (27/03/2015).

"Penangkapan terhadap 2 kapal Vietnam dilakukan oleh KP Hiu 010 perairan Zona Ekonomi Ekslusif (ZEE) Laut China Selatan, sekitar Kepulauan Natuna, pada tanggal 22 Maret 2015," papar Asep.

Kedua kapal asal Vietnam itu diduga melakukan penangkapan ikan di WPP-NRI tanpa dilengkapi dokumen yang sah dari pemerintah dan menggunakan alat tangkap terlarang pair trawl
Kedua kapal yang ditangkap yaitu kapal motor KG 92728 TS dengan bobot mati 127.8 Gross Ton (GT) dan di dalamnya terdapat 20 anak buah kapal asal Vietnam serta KG 90540 TS dengan bobot 109,15 GT dan 6 ABK asal Vietnam. Kedua kapal tersebut mengangkut ikan masing-masing 1.000 kg terdiri dari berbagai jenis.

Kemudian pada tanggal 24 Maret 2015, KP Hiu Macan Tutul 002 juga menangkap 1 KIA berbendera Thailand, KM KHOSIN PRA THAN CHAI 5 (105 GT, 9 ABK dari Thailand) di perairan Zona Ekonomi Ekslusif (ZEE) Laut China Selatan, sekitar Kepulauan Natuna

Kapal ditangkap karena melakukan penangkapan ikan di WPP-NRI tanpa izin dan menggunakan alat tangkap terlarang trawl. KM. KHOSIN PRA THAN CHAI 5 telah menangkap ikan 4.000 kg terdiri dari berbagai jenis.

"Terhadap ketiga kapal tersebut kemudian dikawal menuju Satuan Kerja PSDKP Batam untuk proses penyidikan, dengan sangkaan melakukan tindak pidana perikanan sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 31 Tahun 2004 tentang Perikanan sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 45 Tahun 2009," paparnya.
Asep menambahkan, pada tanggal 17 Maret 2015, KP Hiu Macan Tutul 001 yang sedang beroperasi di perairan Laut Sulawesi menangkap KM ARNAVAT 02 berbendera Filipina jenis pumpboat, karena tidak memiliki dokumen perizinan dari pemerintah Indonesia. 

Selanjutnya kapal dikawal menuju Pangkalan PSDKP Bitung untuk proses penyidikan, dengan sangkaan melakukan tindak pidana perikanan sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 31 Tahun 2004 tentang Perikanan sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 45 Tahun 2009.

Hasil operasi ini menambah jumlah tangkapan kapal ilegal yang dilakukan oleh armada Kapal Pengawas, KKP. Pada Tahun 2015 saja, sampai dengan bulan Maret 2015 Kapal Pengawas KKP telah berhasil menangkap 36 kapal ikan pelaku illegal fishing, yang terdiri dari 20 kapal perikanan asing (KIA) dan 16 kapal perikanan Indonesia (KII).

READ MORE - Kapal Maling Ikan Filipina dan Vietnam dan Thailand Ditangkap KKP

3 Kapal Asing Pencuri Ikan Ditangkap di Perairan Kepri

Lagi, 3 Kapal Asing Pencuri Ikan Ditangkap di Perairan KepriKapal asing pencuri ikan yang kini diamankan di Satker PSDKP Batam. (Agus Siswanto/detikcom)

Batam - Kapal patroli Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) kembali menangkap tiga kapal asing yang menangkap ikan secara ilegal di perairan Kepulauan Riau (Kepri). Kini ketiga kapal itu diamankan di Batam.

Kepala Satuan Kerja (Satker) Pengawasan Sumberdaya Kelautan dan Perikanan (PSDKP Batam, Akhmadon mengatakan, ketiga kapal itu terdiri dari satu kapal Thailand dan dua kapal Vietnam. Saat ditangkap, ketiganya sedang melakukan penangkapan ikan di wilayah Zona Ekonomi Eksklusif Indonesia (ZEEI) Laut Cina Selatan.

"Tertangkap sedang melakukan kegiatan penangkapan ikan di perairan ZEEI Laut Cina Selatan dengan alat tangkap pair trawl, tanpa dilengkapi dengan dokumen yang sah dari Pemerintah Indonesia," kata Akhmadon, Jumat (27/3/2015) di kantornya, Jembatan II Barelang, Pulau Setokok.

Kapal pencuri ikan asal Thailand yang diamankan itu yakni KM Khosin Pra Than Chai 5. Kapal yang membawa 9 Anak Buah Kapal (ABK) berkewarganegaraan Thailand ini ditangkap Kapal Patroli (KP) Hiu Macan Tutul 002 pada Selasa (24/3). 

Sedangkan dua kapal asal Vietnam, yakni KM KG 92728 TS dan KM 90540 TS, ditangkap KP Hiu Macan Tutul 010 pada Minggu (22/3). Kedua kapal ini membawa 26 ABK berkewarganegaraan Vietnam.

Akhmadon menyatakan, pihaknya kini memproses kasus hukum para pencuri ikan ini. Mereka dinyatakan melanggar pasal 5 ayat (1) huruf b, pasal 8 ayat (2) Jo pasal 84 ayat (2), pasal 26 ayat (1) jo pasal 92 UU Nomor 31 Tahun 2004 tentang Perikanan, pasal 9 ayat (1) jo pasal 85, pasal 27 ayat (2) jo pasal 93 UU Nomor 45 Tahun 2009 tentang Perubahan atas UU Nomor 31 Tahun 2004 tentang Perikanan.


http://news.detik.com/read/2015/03/27/142200/2871463/10/lagi-3-kapal-asing-pencuri-ikan-ditangkap-di-perairan-kepri
READ MORE - 3 Kapal Asing Pencuri Ikan Ditangkap di Perairan Kepri

Kapal perikanan harus dapat rekomendasi asosiasi

Kapal perikanan harus dapat rekomendasi asosiasi
JAKARTA. Menteri Kelautan dan Perikanan (MKP) Susi Pudjiastuti menyatakan tidak akan memperpanjang moratorium kapal eks asing per 1 Mei 2015 mendatang. Dengan begitu, Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan No.56 tahun 2014 yang berlaku sejak November 2014 lalu berakhir pada 30 April 2015 mendatang. Dengan berakhirnya moratorium kapal eks asing ini, maka kapal-kapal buatan asing dapat beroperasi kembali bila telah memenuhi persyaratan dan perizinan dari KKP.
Martani Huseini Ketua Umum Asosiasi Tuna Indonesia (Astuin) menyambut baik keputusan tersebut. Ia bilang, selama masa moratorium kapal eks asing, KKP telah mendata atawa memverifikasi semua kapal-kapal eks asing baik yang memiliki izin maupun yang abal-abal. Karena itu, pasca pemberlakuan moratorium kapal eks asing yang dapat beroperasi hanya yang sudah terdaftar dalam data yang dimiliki KKP.
Martaini mengatakan, nantinya semua pelaku usaha perikanan, termasuk pemilik kapal harus mendapatkan rekomendasi dari Asosiasi yang ditunjuk pemerintah agar bisa mengajukan izin. Selama ini, Astuin bersama beberapa asosiasi lainnya kerap dipanggil Susi untuk mendiskusikan hal ini. Dengan adanya rekomendasi dari asosiasi, maka setiap kapal ikan harus menjadi anggota asosiasi dan transparan terkait berapa jumlah tangkapan kapal, pada koordinat berapa, dan diekspor kemana.
Selain itu, asosiasi juga ikut bertangungjawab bila ada anggotanya yang melanggar. "Bila pendataannya jelas, pembayaran pajaknya juga diharapkan jelas," imbuh Martani.
Dengan penataan dan pembenahan sistem perizinan kapal ikan ini, Martaini menjamin tidak akan ada lagi satu izin keluar tapi dipakai tiga kapal. Juga akan dicegah upaya pemilik kapal menurunkan gross ton (GT) kapal mereka agar mendapat izin dari daerah saja. Sebab setiap kapal yang beroperasi di bawah bobot 30 GT, pengajuan izinnya di Pemda, sementara di atas 30 GT ke KKP.

http://industri.kontan.co.id/news/kapal-perikanan-harus-dapat-rekomendasi-asosiasi

READ MORE - Kapal perikanan harus dapat rekomendasi asosiasi

Prospek Usaha Penangkapan Ikan dan Illegal Fishing

 by NMN

Prospek Usaha Penangkapan Ikan dan Illegal Fishing
ANALISIS
Photo: jurnalmaritim.com
oleh: Abrial Athar
Sektor maritim Indonesia ibarat raksasa yang sedang tidur. Pemerintahan Jokowi berupaya membangunkannya dengan menjadikan sektor maritim sebagai prioritas utama pembangunan. Salah satu bisnis di sektor maritim yang cukup menjanjikan adalah perikanan tangkap. Bagaimana peluang dan strategi investasinya?
Dengan luas wilayah laut sebesar 5,4 juta km persegi dan panjang pantai mencapai 95.181 km, Indonesia memiliki potensi tangkapan ikan laut lestari mencapai 90 juta ton atau senilai hampir Rp 3.000 triliun per tahun. Dari potensi tersebut, yang bisa dimanfaatkan sejauh ini baru sekitar 5,9 juta ton atau senilai Rp 70 triliun. Ini berarti tingkat pemanfaatan potensi perikanan tangkap di Indonesia baru sekitar 7 persen.
Kondisi ini menunjukkan bahwa peluang dan prospek usaha bidang penangkapan ikan laut masih sangat besar dan menjanjikan. Prospek yang cerah tersebut juga tercermin dari pertumbuhan bisnis perikanan tangkap yang terus berkembang.
Berdasarkan data Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), produksi perikanan tangkap dalam lima tahun terakhir (2009 – 2013) rata-rata tumbuh sebesar empat persen.
Sumber: Kementerian kelautan dan perikanan (diolah)
Sumber: Kementerian kelautan dan perikanan (diolah)
Produksi hasil laut tersebut ikut mendorong pendapatan domestik bruto (PDB) sektor perikanan yang mencapai Rp 291,8 triliun pada 2013.
Sumber: Kementerian kelautan dan perikanan (diolah)
Sumber: Kementerian kelautan dan perikanan (diolah)

Pergeseran
Seiring kemajuan teknologi dan globalisasi, terjadi pergeseran modus dan model bisnis perikanan tangkap di Indonesia. Sepuluh tahun lalu, usaha penangkapan ikan di laut masih didominasi oleh para nelayan mandiri yang menggunakan perahu tradisional tanpa motor.
Namun, sejak 2007, jumlah perahu tanpa motor terus berkurang hingga akhirnya hanya tinggal 175.510 unit pada akhir 2013. Kondisi ini terjadi karena menangkap ikan menggunakan perahu tanpa motor tidak lagi efektif. Daerah penangkapan ikan juga semakin jauh ke tengah laut, sehingga tidak mudah dijangkau oleh perahu tanpa motor.
Melihat kondisi ini, investor dan pemilik modal pun masuk ke bisnis perikanan tangkap. Mereka mendirikan perusahaan dan membangun armada penangkapan ikan dengan kapal yang lebih modern yakni kapal motor tempel dan kapal motor berdaya hingga ratusan gross ton.
Alhasil sejak 2007, jumlah perusahaan penangkapan terus bertambah dari 33 perusahaan menjadi 84 perusahaan pada 2013. Jumlah kapal motor pun terus meningkat dari 154.846 unit pada tahun 2008 menjadi 226.573 pada 2013.
Sumber:  Kementerian kelautan dan perikanan (diolah)
Sumber: Kementerian kelautan dan perikanan (diolah)
Sumber:  Kementerian kelautan dan perikanan (diolah)
Sumber: Kementerian kelautan dan perikanan (diolah)
sumber:  Kementerian  kelautan dan perikanan (diolah)
sumber: Kementerian kelautan dan perikanan (diolah)
Para nelayan yang sebelumnya mandiri akhirnya bergabung menjadi karyawan perusahaan penangkapan ikan. Mereka tidak lagi menangkap ikan menggunakan perahu tradisional melainkan dengan kapal modern.
Pergeseran pola penangkapan ikan tersebut juga berimbas pada alur penjualan ikan.
Saat nelayan mandiri masih dominan, hasil tangkapan ikan umumnya dijual di Tempat Pelelangan Ikan (TPI). Namun, pola itu kini semakin jarang dilakukan. Perusahaan penangkapan ikan lebih senang menjual langsung hasil tangkapannya ke pabrik pengolahan ikan yang menjadi mitranya. Bahkan, banyak juga perusahaan yang usahanya terintegrasi dari mulai penangkapan hingga pengolahan.
Jadi, hasil tangkapan dari laut, diolah dan dipasarkan sendiri.
Dampaknya, jumlah hasil laut yang dijual ke TPI anjlok drastis dari 730.286 ton pada 2010 menjadi 452.581 ton pada 2013. Yang menggembirakan, meskipun tidak lagi mandiri, namun jumlah nelayan atau rumah tangga perikanan tangkap cenderung meningkat. Meningkatnya produksi dan bertambahnya suntikan modal membuat perusahaan penangkapan ikan terus merekrut tenaga kerja.
Pada akhir 2013, jumlah rumah tangga perikanan tangkap mencapai 671.625 keluarga, meningkat dibandingkan tahun 2010 yang sebanyak 577.656 keluarga.
sumber:  Kementerian  kelautan dan perikanan (diolah)
sumber: Kementerian kelautan dan perikanan (diolah)

Peluang
Kinerja perusahaan penangkapan ikan pelagis besar seperti tuna dan tongkol makin kinclong karena harga ikan tuna di pasaran dunia terus meningkat.
Populasi tuna yang menyusut serta permintaan yang terus melonjak telah mengerek naik harga ikan tuna.
Volume ekspor tuna dan tongkol dari Indonesia ke negara konsumen utama seperti Jepang dan Amerika Serikat sebenarnya relatif stabil dari tahun ke tahun. Kalaupun ada peningkatan, jumlahnya tidak besar. Pada tahun 2013, total volume ekspor tuna dan tongkol Indonesia mencapai 105.727 ton.
Namun, akibat harga tuna yang semakin mahal, nilai ekspornya meningkat tajam dari 162,12 juta dollar AS pada 2010 menjadi 299,88 juta dollar AS pada 2013.
Sumber: Kementerian Kelautan dan Perikanan (diolah)
Sumber: Kementerian Kelautan dan Perikanan (diolah)
Sumber: Kementerian Kelautan dan Perikanan (diolah)
Sumber: Kementerian Kelautan dan Perikanan (diolah)
Harga tuna yang semakin mahal ini tentu menjadi insentif bagi perusahaan penangkapan ikan.
Adapun di dalam negeri, penduduk Indonesia yang mencapai 240 juta tentu menjadi pasar yang menggiurkan bagi produk-produk perikanan.
Tahun 2013, konsumsi ikan per kapita rakyat Indonesia mencapai 1 kg per bulan. Tingkat konsumsi ini tentu makin meningkat seiring berlanjutnya sosialisasi gerakan makan ikan dan maraknya industri pengolahan yang menghasilkan berbagai macam produk perikanan bernilai tambah.

Illegal fishing
Usaha penangkapan ikan semakin cerah karena pemerintah kini gencar memerangi pencurian ikan atau illegal fishing.
Dalam sejumlah pernyataannya, Presiden Jokowi betul-betul geram melihat kapal-kapal asing yang mencuri ikan di perairan nusantara. Presiden pun memerintahkan menenggelamkan kapal asing yang tertangkap basah mencuri ikan. Implementasinya sudah dimulai dengan pembakaran kapal asing di Perairan Natuna.
Sikap tegas Jokowi langsung disambar Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti dengan menyatakan perang terhadap illegal fishing yang marak di laut Indonesia. Susi menegaskan tiada lagi toleransi untuk para pelaku illegal fishing. Sebab, akibat praktik itu, Indonesia dirugikan cukup besar.
Akibat illegal fishing, Indonesia yang memiliki panjang laut terbesar nomor dua di dunia, nilai ekspor hasil lautnya kalah dibanding negara lain seperti Malaysia, Thailand dan Vietnam.
Data Badan Pangan Dunia atau Food and Agriculture Organization (FAO) mengungkapkan, kerugian Indonesia akibat illegal fishing mencapai Rp 30 triliun per tahun. Namun, kata Susi, data itu masih kecil dibandingkan nilai sebenarnya. Susi menaksir, kerugian negara akibat illegal fishing bisa mencapai 20 miliar dolar AS atau Rp 240 triliun per tahun.
Nilai itu, kata Susi didasarkan pada hitung-hitungan kasar. Sebagai contoh, Harga ikan yang paling murah misalkan ikan tongkol, mencapai 1 dollar AS per kg. Di lautan nusantara diperkirakan ada sekitar 1.300 kapal dengan kapasitas 60 – 70 gross ton (GT). Satu kapal tersebut dapat membawa 60.000 kg ikan tongkol senilai 60.000 dollar AS untuk sekali berlayar.
Menurut Susi, berdasarkan info yang diterimanya, kapal asing dengan kapasitas 100 GT bisa meraup untung 2-2,5 juta dollar AS per tahun karena yang mereka tangkap bukan hanya ikan tongkol, tapi juga kerang, teripang dan lobster.
Untuk memenangkan perang dengan pelaku illegal fishing dan mengamankan teritori laut secara keseluruhan, kebijakan teranyar Presiden Jokowi adalah membentuk Badan Keamanan Laut (Bakamla).
Bakamla diatur dalam Peraturan Presiden Nomor 178 Tahun 2014 tentang Badan Keamanan Laut. Bakamla memiliki tugas pokok melakukan patroli keamanan dan keselamatan di wilayah perairan dan yurisdiksi Indonesia.
Pembentukan Bakamla menandakan era baru sinergitas operasi keamanan laut yang didukung oleh Sistem Peringatan Dini dan Unit Penindakan Hukum yang terpadu.
Bakamla pada dasarnya adalah Badan Koordinasi Keamanan Laut (Bakorkamla) yang ruang lingkup tugas dan wewenangnya diperluas.

Kendala
Komitmen pemerintahan Jokowi untuk memberantas illegal fishing tentu tak diragukan lagi. Namun masalahnya, untuk berperang dan mengalahkan musuh, tak cukup hanya dengan komitmen. Diperlukan juga alat dan perlengkapan yang memadai misalnya jumlah kapal patroli dan kemampuan pemerintah menyediakan bahan bakar minyak dalam jumlah besar.
Direktur Jenderal Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) Asep Burhanudin mengatakan selama ini proses penenggelaman kapal mengalami beberapa kendala dari segi peralatan dan keselamatan.
Jumlah kapal patroli AL juga tidak memadai jika dibandingkan luasnya lautan Indonesia yang harus diawasi. Selain itu, ketersediaan BBM juga kurang sehingga kapal patroli tidak bisa berlayar dalam jarak tempuh yang jauh.
Dalam proses penenggelaman kapal itu, faktor keselamatan para awak buah kapal (ABK) juga perlu dipertimbangkan mengingat jumlah ABK kapal asing bisa lebih banyak dibandingkan ABK kapal pengawas KKP. Namun bagaimanapun, pengamanan laut dan pemberantasan illegal fishing oleh pemerintah telah berada di jalur yang tepat. Secara bertahap, kendala-kendala yang ada pasti akan diatasi.
Sejumlah pihak menilai, sikap tegas terhadap pelaku illegal fishing sudah tepat untuk mencegah terulangnya kasus yang sama. Sebab, hal ini akan membuat efek jera. Paling tidak nelayan negara lain seperti Malaysia tidak akan seenaknya lagi memasuki perairan Indonesia.

READ MORE - Prospek Usaha Penangkapan Ikan dan Illegal Fishing

26 Maret, 2015

ASTRONOT WANITA JADI MU'ALAF

Kesaksian ASTRONOT WANITA JADI MU'ALAF
Sunita Williams, seorang wanita India pertama yang pergi ke bulan pada tanggal 9-07-2011. 
Kembalinya dari Bulan langsung masuk dan memeluk Agama Islam.

Dia berkata : 
''Dari Bulan seluruh Bumi kelihatan hitam dan gelap kecuali dua tempat yang terang dan bercahaya. 
Ketika aku lihat dengan Teleskop, ternyata tempat itu adalah Mekkah dan Madinah. Di Bulan semua frekuensi suara tidak berfungsi, Tapi aku masih mendengar suara Adzan.''

Prof Lawrence E Yoseph : 
Sungguh kita telah berhutang besar kepada umat Islam, dalam Encyclopedia Americana menulis : 
"...Sekiranya orang-orang Islam berhenti melaksanakan thawaf ataupun shalat di muka bumi ini, niscaya akan terhentilah perputaran bumi kita ini, karena rotasi dari super konduktor yang berpusat di Hajar Aswad, tidak lagi memencarkan gelombang elektromagnetik .

Menurut hasil penelitian dari 15 Universitas : 
Menunjukkan Hajar Aswad adalah batu meteor yang mempunyai kadar logam yang sangat tinggi, yaitu 23.000 kali dari baja yang ada !!

Beberapa astronot yang mengangkasa melihat suatu sinar yang teramat terang mememancar dari bumi, dan setelah diteliti ternyata bersumber dari Bait Allah atau Ka'bah. 
Super konduktor itu adalah Hajar Aswad, yang berfungsi bagai mikrofon yang sedang siaran dan jaraknya mencapai ribuan mil jangkauan siarannya.

Prof Lawrence E Yoseph - Fl Whiple menulis :
"...Sungguh kita berhutang besar kepada orang Islam, shalat, tawaf dan tepat waktu menjaga super konduktor itu..."

Para astronot telah menemukan bahwa planet Bumi itu mengeluarkan semacam radiasi. 
Radiasi yang berada di sekitar ka’bah ini memiliki karakteristik dan menghubungkan antara Ka’bah di planet Bumi dengan Ka’bah di alam.
Di tengah-tengah antara kutub utara dan kutub selatan, ada suatu area yang bernama ‘Zero Magnetism Area’, 
artinya adalah apabila kita mengeluarkan kompas di area tersebut, maka jarum kompas tersebut tidak akan bergerak sama sekali karena daya tarik yang sama besarnya antara kedua kutub.

Itulah sebabnya jika seseorang tinggal di Mekah, maka ia akan hidup lebih lama, lebih sehat, dan tidak banyak dipengaruhi oleh banyak kekuatan gravitasi.
Sebab itu lah ketika kitìa mengelilingi Ka’Bah, maka seakan- akan diri kita di-charged ulang oleh suatu energi misterius dan ini adalah fakta yang telah dibuktikan secara ilmiah.
Makkah juga merupakan pusat bumi. 
Makkah adalah Pusat dari lapisan-lapisan langit Ada beberapa ayat dan hadits nabawi yang menyiratkan fakta ini.

Allah berfirman : 
‘Hai golongan jin dan manusia, jika kamu sanggup menembus (melintasi) penjuru langit dan bumi, maka lintasilah, kamu tidak dapat menembusnya melainkan dengan kekuatan.’ (ar-
Rahman:33).

Menurut riwayat Ibnu Abbas dan Abdullah bin Amr bin As, dahulu Hajar Aswad tidak hanya berwarna putih tetapi juga memancarkan sinar yang berkilauan. 
Sekiranya Allah subhanahu wata'ala tidak memadamkan kilauannya, tidak seorang manusia pun yang sanggup mamandangnya. 
Dalam penelitian lainnya, mereka mengungkapkan bahwa batu Hajar Aswad merupakan batu tertua di dunia dan juga bisa mengambang di air. 
Di sebuah musium di negara Inggris, ada tiga buah potongan batu tersebut ( dari Ka’Bah ) dan pihak musium juga mengatakan bahwa bongkahan batu-batu tersebut bukan berasal dari sistem tatasurya kita.

Dalam salah satu sabdanya, Rasulullah Shalallahu 'alaihi wassalam bersabda : 
Hajar Aswad itu diturunkan dari surga, warnanya lebih putih daripada susu, dan dosa-dosa anak cucu Adamlah yang menjadikannya hitam.

Subhanallah, Alhamdulillah, Laa Illaha illallah, Allahu Akbar
Betapa bergetar hati kita melihat dahsyatnya gerakan thawaf haji dan Umroh. Ini adalah jawaban fitnah dan tuduhan jahiliyah yang tak didasari ilmu pengetahuan ; 
yaitu mengapa kaum Muslimin shalat ke arah kiblat dan bahwa umat Islam di anggap menyembah Hajar Aswad. Hanya Allah Yang Maha Kuasa Dan Segala-Galanya.

Subhanallah ..
Kalau sedang online, sebarkan ke sesama muslim. (Berarti anda telah membelanjakan hartamu di jalan Allah).
ac sewa bali
READ MORE - ASTRONOT WANITA JADI MU'ALAF

Untuk Para Suami


  1. Hasil gambar untuk Hargai istri
  • Hargai istrimu sebagaimana engkau menghargai ibumu,sebab istrimu juga seorang ibu dari anak-anakmu.
  • Jika marah boleh tidak berbicara dengan istrimu tapi jangan bertengkar dengannya (membentaknya mengatainya,memukulnya).
  • Hasil gambar untuk Hargai istri
  • Jantung rumah adalah seorang istri,jika hati istri mu tidak bahagia,maka seisi rumah akan tampak seperti neraka (tidak ada canda tawa,manja,perhatian).Maka sayangi istrimu agar dia bahagia dan kau akan merasa seperti di surga.
  • Besar atau kecil gajimu seorang istri tetap ingin diperhatikan dengan begitu,maka istrimu akan selalu menyambutmu pulang dengan kasih sayang.
  • Hasil gambar untuk Hargai istri
  • 2 orang yang tinggal 1 atap (menikah) tidak perlu gengsi,bertingkah,siapa menang siapa kalah karena keduanya bukan untuk bertanding melainkan teman hidup selamanya.
  • Di luar banyak wanita idaman melebihi istrimu namun mereka mencintaimu atas dasar apa yang kamu punya sekarang bukan apa adanya dirimu.saat kamu menemukan masa sulit maka wanita tersebut akan meninggalkanmu dan punya pria idaman lain di belakangmu.
  • Banyak istri yang baik tapi di luar sana banyak pria yang ingin mempunyai istri yang baik dan mereka tidak mendapatkannya. Mereka akan menawarkan perlindungan terhadap istrimu,maka jangan biarkan istrimu meninggalkan rumah karena kesedihan sebab ia akan sulit sekali untuk kembali.
  • Hasil gambar untuk Hargai istri
  • Ajarkan anak laki-lakimu bagaimana berlaku terhadap ibunya,sehingga kelak mereka tahu bagaimana memperlakukan istrinya Semoga kita selalu memiliki suami yang selalu menyayangi kita. Aamiin Allahumma Aamiin
READ MORE - Untuk Para Suami