12 Desember, 2017

Badan Riset & SDM KP Melaksanakan Pelatihan Keterampilan Penegakan Hukum di Bidang Perikanan IFFAI (International Fish Force Academy of Indonesia)

melaksanakan  Pelatihan Keterampilan Penegakan Hukum di Bidang Perikanan IFFAI (International Fish Force Academy of Indonesia) di Gedung Mina Bahari IV, Kantor KKP, Jakarta pada tanggal 11 Desember 2017.
 
Pembukaan Pelatihan dilakukan oleh Bapak Muhammad Zulficar Mochtar Kepala . Beliau mengatakan dengan pelatihan ini diharapkan dapat memperkuat koordinasi dan SDM penegakan hukum melawan IUU Fishing," 

Acara tersebut di hadiri Koordinator Tim Ahli Satgas 115, Inspektorat Jenderal KKP, Plt. Dirjen PSDKP, Direktur Operasi Satgas 115 dan Pejabat KKP lainnya.

Sumber Twiter
 
READ MORE - Badan Riset & SDM KP Melaksanakan Pelatihan Keterampilan Penegakan Hukum di Bidang Perikanan IFFAI (International Fish Force Academy of Indonesia)

DJPT Melaksanakan Rapat Teknis Dasar Dasar Kesyahbandaran

Direktorat Pelabuhan Perikanan Ditjen Perikanan Tangkap menyelenggarakan Rapat Teknis Penerapan Dasar-Dasar Kesyahbandaran yang secara resmi dibuka oleh Bapak Sjarief Widjaja Direktur Jenderal Perikanan Tangkap didampingin Bapak Ir. Frits P. Lenussa, M.Si Direktur Pelabuhan Perikanan pada tanggal 11 Desember 2017.
Bapak Sjarief Widjaja memberikan arahan  dalam Kegiatan Rapat Teknis Penerapan Dasar-Dasar Kesyahbandaran di Pelabuhan Perikanan Samudera Nizam Zachman Jakarta pada tanggal 11 Desember 2017.

 



READ MORE - DJPT Melaksanakan Rapat Teknis Dasar Dasar Kesyahbandaran

11 Desember, 2017

Polda Papua Ringkus Kapal Nelayan yang Penuh Bom Ikan

Polda Papua Ringkus Kapal Nelayan yang Penuh Bom Ikan
Sorong - Polair Polda Papua Barat mengamankan KM Anugrah AS 01 di perairan Teluk Berau, Kepulauan Misol, Kabupaten Raja Ampat. Di dalam kapal nelayan ini ditemukan 500 botol bom ikan siap pakai dan 2 karung potassium.

Penangkapan ini dilakukan berdasarkan laporan warga sekitar kepada Kasubdit Gakum Polair Polda Papua Barat, AKBP Harry Yudha. Yaitu adanya kapal nelayan asal Sulawesi yang menangkap ikan dengan cara dibom, selama sepekan terakhir.

Harry Yudha kemudian memerintahkan anak buahnya untuk menyamar dan bergabung dengan warga Teluk Berau. Setelah melakukan pengintaian selama 3 hari, kapal Anugrah AS 01, kemudian disergap Polair saat sedang beraksi.
"Kami mendapat laporan warga. Kami langsung melakukan pengintaian dengan menyamar dan bergabung dengan warga Teluk Berau, setelah mendapat koordinatnya, patroli Polair langsung menyergap kapal Anugrah AS 01 saat sedang beraksi menangkap ikan dengan bahan peledak rakitan," ujar AKBP Harry Yudha kepada detikcom, Minggu (10/12/2017).

Saat melakukan penggeledahan, anggota Polair menemukan 500 botol bom ikan siap lempar, 2 karug potassium dan ikan seberat 500 kg. Selain itu polisi juga berhasil menemukan kompresor untuk menyelam, dan alat-alat lainya. Temasuk 90 botol kaca dan 43 botol air mineral ukuran 1500 ml berisi bahan peledak. Petugas juga mengamankan Baharuddin (41) bersama 13 anak buah kapal.

"Kami juga mengamankan kapten kapal bernama Baharuddin, bersama 13 anak buah kapal. Dari pengakuan sementara mereka berasal dari Sinjai, Sulawesi Selatan. Mereka sudah sepekan terakhir melakukan aksi di perairan Teluk Berau," ujarnya.

Kini para pelaku pembon ikan beserta kapal dan barang bukti, diamankan di Mako Polair, Polda Papua Barat, di kawasan Tambak Garam, Distrik Sorong Timur, Kota Sorong, Papua Barat, untuk diperiksa lebih lanjut. Mereka akan dijerat dengan pasal 84 ayat 01, juncto pasal 08 ayat 01 UU No 45 tahun 2009 dengan ancaman hukuman penjara 6 tahun, dan denda Rp 1,2 miliar.
(asp/asp)

https://news.detik.com/berita/d-3763101/polda-papua-ringkus-kapal-nelayan-yang-penuh-bom-ikan?utm_source=whatsapp&utm_campaign=detikcomsocmed&utm_medium=btn&utm_content=news 
READ MORE - Polda Papua Ringkus Kapal Nelayan yang Penuh Bom Ikan

10 Desember, 2017

Topi DJPT Baru


 Yang Bermina Hub 081342791003
Topi DJPT Baru  Untuk Staf

Lihat


 

READ MORE - Topi DJPT Baru

KENAPA ADA LAKI-LAKI YANG TAMPAK LEBIH TUA DARIPADA UMURNYA, TETAPI ADA JUGA YANG TAMPAK LEBIH MUDA DARI UMURNYA ?

Mau Tahu Rahasianya ?

Alkisah, ada seorang Imam pergi kesebuah kota tua untuk menemukan orang yang paling tua,  beliaupun menemukan orang yang dikehendaki.

Kemudian Imam itu bertanya:
"Bapak berumur berapa tahun?

Si tua itu menjawab: "Umurku 75 tahun".
Imam tersebut melanjutkan pertanyaannya:
"Apakah bapak sebagai orang paling tua dikota ini?"

Bapak tua itu menjawab:
"Ooo... tidak, coba kamu temui bapakku saja!"

Imam itupun menemui bapaknya si tua itu kemudian bertanya:
"Umur Bapak berapa tahun ?"

Bapaknya si bapak tua itu menjawab:
"Umurku 100 tahun".

Lalu Imam itu bertanya lagi:
"Apakah bapak sebagai orang paling tua di kota ini?".

Bapaknya si bapak tua itu menjawab:
"Ooo... tidak, coba kamu temui bapakku saja!"

Lalu Imam itupun menjumpai si kakek dari bapak tua itu dan beliau bertanya:
"Umur kakek berapa tahun?"

Si kakek tua itu menjawab:
"Umurku 125 tahun".

Imampun terus bertanya, "Apakah kakek sebagai orang paling tua di kota ini ?"

Kakek tua itu menjawab: "Iya, aku orang paling tua dikota ini"

Dari pengembaraan menemui 3 orang tua itu (anak, bapak dan kakek) ada sesuatu yang mengagumkan, akhirnya Imam memberanikan diri bertanya pada si kakek tua itu.

"Maaf kek, *kenapa kakek tampak lebih muda dan gesit dari putra dan cucu kakek, dan kenapa putra kakek malah kelihatan lebih muda dan gesit dari cucu kakek ?"

Kakek tua itu dengan tersenyum menjawab:  "Cucuku itu terlalu sering dimarahi oleh istrinya, anakku juga... sedangkan aku tidak pernah dimarahi oleh istriku."

Ternyata, istri yang galak bisa mempercepat penuaan suami.

Sebaliknya istri yang lembut itu bisa membuat awet muda dan memperpanjang usia suami.

Jadi.... Sampaikan kepada para istri, jangan galak-galak pada suami! Jika ingin suaminya awet muda.

Semoga Bermanfaat.😄😝
READ MORE - KENAPA ADA LAKI-LAKI YANG TAMPAK LEBIH TUA DARIPADA UMURNYA, TETAPI ADA JUGA YANG TAMPAK LEBIH MUDA DARI UMURNYA ?

Mutu Tepung Ikan Rucah Pada Berbagai Proses Pengolahan

Ikan rucah merupakan hasil samping pengolahan utama ikan maupun dari hasil tangkapan sampingan yang dipandang tidak memiliki nilai ekonomis, sehingga cenderung tidak diproses dan dibuang oleh pengolah atau nelayan. Jenis ikan ini memiliki kandungan protein yang cukup tinggi, sehingga dapat dimanfaatkan untuk diproses menjadi suatu produk dalam rangka pemanfaatan hasil samping, penerapan konsep zero waste dan peningkatan nilai tambah. Salah satu solusi yang dapat dilakukan untuk mengatasi hal tersebut adalah dengan memanfaatkan ikan rucah sebagai bahan baku tepung ikan.

Tepung ikan merupakan produk hasil pengeringan dan penggilingan dari ikan atau hasil samping pengolahan ikan tanpa penambahan material apapun. Proses pengolahan tepung ikan sangat beragam, tergantung pada komposisi kimia dan ketersediaan teknologi yang ada. Proses pengolahan tepung ikan secara umum dibagi menjadi dua metode yaitu metode kering dan metode basah berdasarkan kandungan lemak ikan, dimana pada metode basah dilakukan dengan cara perebusan. Penelitian pengolahan tepung ikan dengan proses perebusan yang dilanjutkan dengan pengepresan, pengeringan dan penggilingan telah dilakukan oleh beberapa peneliti sebelumnya. Beberapa penelitian lain juga menggunakan proses pengukusan dan presto sebagai proses utama untuk pembuatan tepung ikan. Perbedaan proses pengolahan tersebut diduga mempengaruhi kualitas mutu tepung ikan yang dihasilkan.

Kajian mutu tepung ikan berdasarkan perbedaan proses pengolahan ini telah dilakukan oleh beberapa penelitian terdahulu, namun belum memberikan informasi mutu tepung ikan secara lengkap sebagaimana tercantum dalam standar mutu tepung ikan SNI 01-2715-1996. Oleh karena itu, LRMPHP melakukan penelitian tentang mutu tepung ikan rucah pada berbagai proses pengolahan. Bahan utama penelitian berupa ikan rucah, dicuci menggunakan air lalu diolah dengan tiga macam perlakuan, yaitu perebusan selama 30 menit, pengukusan selama 30 menit dan presto selama 15 menit. Selanjutnya dilakukan proses penirisan dan penghalusan dengan menggunakan grinder. Material dalam kondisi lumat kemudian dijemur di bawah sinar matahari selama 2-3 hari hingga kering (estimasi kadar air < 10%), selanjutnya dilakukan proses penepungan dengan menggunakan blender. Tepung ikan yang diperoleh dianalisis dengan parameter pengujian kimia, mikrobiologi dan organoleptik sesuai Standar Nasional Indonesia SNI 01-2715- 1996.


Hasil penelitian menunjukkan bahwa kestabilan suhu selama proses dapat tercapai pada perlakuan perebusan dengan rendemen akhir tertinggi pada perlakuan pengukusan, yaitu sebesar 23.04%. Seluruh perlakuan memberikan nilai kadar protein di atas 50% dan kadar lemak di bawah 14% (memenuhi persyaratan SNI). Hasil pengujian mikrobiologi terhadap tepung ikan rucah menunjukkan negatif Salmonella untuk semua perlakuan sehingga memenuhi persyaratan SNI. Perlakuan perebusan mempunyai nilai tertinggi untuk parameter kenampakan dan tekstur pada pengujian organoleptik. Secara umum, perlakuan perebusan memberikan mutu tepung ikan rucah terbaik, dengan kadar air, protein, serat, abu, lemak, kalsium, fosfor dan NaCl berturut-turut sebesar 5,62%, 58,02%, 1,46%, 15,79%, 13,39%, 4,36%, 4,13%, dan 0,36%.
READ MORE - Mutu Tepung Ikan Rucah Pada Berbagai Proses Pengolahan

Satgas 115 Melakukan Operasi Penanganan Rumpon di WPPNRI 714

Satgas 115 melaksanakan operasi penanggulangan Rumpon yang terpasang tanpa Surat Izin Pemasangan Rumpon (SIPR) di perairan Seram, Laut Maluku dan Laut Halmahera (WPPNRI 715).
Operasi bersama melibatkan KRI Soputan, KP Hiu Macan Tutul 01, KP Hiu 13 dan KP Orca 04. Operasi ini dilaksanakan sebagai kegiatan operasi akhir tahun Satgas 115 berdasarkan Hasil Rapat Evaluasi Direktorat Operasi pada Bulan November 2017
Operasi dilaksanakan selama periode 1 - 30 Desember 2017 dengan Pangkalan Operasi Lantamal IX AmbonOperasi penanggulangan Rumpon secara khusus dilakukan terhadap rumpon2 ilegal tanpa SIPR yang terpasang di wilayah perairan lebih dari 12NM.
Selama kurun waktu Maret - Nopember 2017 Operasi pengawasan SDKP melalui Matra Udara (Air Surveilance) telah memetakan kurang lebih 284 titik rumpon yang terpantau berada di jalur lebih dari 12Nm di sektor selatan Laut Maluku, Laut Halmahera, dan Laut Seram. Sebanyak 26 unit sudah dipotong oleh kapal pengawas dan 16 titik rumpon lainnya telah diberikan surat Peringatan (memiliki rakit dengan nelayan penjaga)  oleh KP HMT 01 pada bulan Maret - Nopember 2017

Operasi kali ini secara khusus dilakukan untuk melakukan validasi kembali hasil pantau Air Surveilance dan melakukan pemutusan.
KP Hiu Macan Tutul 01 Memotong 17 Rumpon tanpa SIPR di WPPNRI 714 dalam operasi Penanganan Rumpon Satgas 115 dan KP Hiu 08 Memotong 7 Rumpon di WPPNRI 571 dalam Ops Mandiri
READ MORE - Satgas 115 Melakukan Operasi Penanganan Rumpon di WPPNRI 714

Sosialisasi Operasional TPI Higienis Pelabuhan Perikanan

Sebanyak 20 UPT Pusat Ditjen Perikanan Tangkap dan UPT Daerah Pelabuhan Perikanan yg ditunjuk kembangkan TPI higienis ikuti kegiatan evaluasi dan sosialisasi operasional TPI higienis Pelabuhan Perikanan di Malang (7-8 des 2017)

READ MORE - Sosialisasi Operasional TPI Higienis Pelabuhan Perikanan

Torehan Penghargaan Yang Telah Diraih PPS Kendari

Pelabuhan Perikanan Samudera atau dikenal dengan PPS Kendari itu merupakan Unit Pelaksana Teknis (UPT) Kementerian Kelautan dan Perikanan, Direktorat Jenderal Perikanan Tangkap. Sebagai pelabuhan perikanan dengan Kategori A yang merupakan salah satu Pelabuhan Perikanan terbesar di Indonesia.
Dari tahap ke tahap PPS Kendari mengalami perkembangan yang signifikan, dari pimpinan pertama saat itu pada tahun 1990 hingga pimpinan saat ini 2017 yang saling bergantian hingga berbagai torehan penghargaan yang diperoleh. Torehan penghargaan yang sudah diperoleh Pelabuhan Perikanan Samudera Kendari diantaranya 
(1) Sebagai Pelabuhan Perikanan Terbaik dalam Rangka Hari Pangan Sedunia Tahun 2007,
HAri%2BPangan%2BSedunia
(2) UPT Terbaik Tingkat Departemen Kelautan dan Perikanan Tahun 2007, 
UPT%2BTerbaik
(3) Wajib Pajak Terbaik Tingkat Prov. Sulawesi Tenggara Tahun 2008,
(4) Pelabuhan Perikanan Teladan Tingkat Nasional Adibakti Mina Bahari Tahun 2013
Adibakti%2BMina%2BBahari
(5) Penghargaan Bidang Perikanan Tangkap sebagai Penyelenggara Statistik Perikanan Tangkap Terbaik Tingkat Nasional Tahun 2009 dan 
Bid.PT
(6) Sertifikasi ISO:9001 tentang Manajemen Mutu tahun 2017.
IMG_8022
http://kendarifishingport.blogspot.co.id/2017/12/torehan-penghargaan-yang-telah-diraih.html
READ MORE - Torehan Penghargaan Yang Telah Diraih PPS Kendari

30 Nelayan Dilatih Gunakan Alat Tangkap Ikan Ramah Lingkungan

30 Nelayan Dilatih Gunakan Alat Tangkap Ikan Ramah Lingkungan
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/TITO RAMADHANI
30 orang perwakilan Kelompok Nelayan dari berbagai daerah di Kalbar, mengikuti Pelatihan Uji Coba Penggunaan Alat Penangkap Ikan (API) Ramah Lingkungan di Balai Pertemuan Nelayan PPN Pemangkat pada Kamis (7/12/2017). 
 
Laporan Wartawan Tribun Pontianak, Tito Ramadhani
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, SAMBAS - Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) RI melalui Dinas Kelautan Provinsi Kalbar bersama BBPPI Semarang, melaksanakan Pelatihan Uji Coba Penggunaan Alat Penangkap Ikan (API) Ramah Lingkungan yang telah di distribusikan kepada nelayan di Provinsi Kalbar, di Balai Pertemuan Nelayan PPN Pemangkat pada Kamis (7/12/2017).

Pelatihan Uji Coba API Ramah Lingkungan ini, dihadiri sebanyak 30 orang perwakilan Kelompok Nelayan dari berbagai daerah di Kalbar, yakni dari Kabupaten Sambas, Kota Singkawang, Kabupaten Mempawah, Kabupaten Kayong Utara serta Kabupaten Ketapang.

Kepala Pelabuhan Perikanan Nusantara (PPN) Pemangkat, Sarwono melalui Kasi Kesyahbandaran PPN Pemangkat, Satrio Wibowo mengungkapkan, pelatihan ini digelar untuk menindaklanjuti adanya Peraturan Menteri (Permen) Kelautan dan Perikanan dengan nomor Permen/KP/No/71/2016 tentang jalur penangkapan ikan, penempatan alat bantu dan alat bantu penangkapan ikan di Wilayah Pengelolaan Perikanan (WPP) RI.

"Kami mengimbau agar masyarakat nelayan dapat mematuhi aturan baru mengenai penangkapan ikan, agar sumber-sumber daya ikan kita dapat lestari," ungkapnya, Kamis (7/12/2017).

Satrio menambahkan, untuk penggantian alat tangkap, saat ini sudah selesai dilakukan verifikasi oleh KKP Pusat. "Dan yang mendapat penggantian alat tangkap, hanya yang sesuai dengan persyaratan, salah satunya ukuran kapal di bawah 10 Gross Tons (GT), mempunyai dokumen kapal seperti Surat Izin Penangkapan Ikan (SIPI), Surat Izin Usaha Perikanan (SIUP), pas kecil, dan menyetujui penggantian alat tangkap dengan alat tangkap yang disiapkan oleh pusat," sambungnya.
http://pontianak.tribunnews.com/2017/12/07/30-nelayan-dilatih-gunakan-alat-tangkap-ikan-ramah-lingkungan
READ MORE - 30 Nelayan Dilatih Gunakan Alat Tangkap Ikan Ramah Lingkungan

08 Desember, 2017

Bersikaplah Tenang & Bijak apabila ada Orang yang membenci kita

Kisah ketika Mahatma Gandhi sedang belajar hukum di University College London,
Ada seorang professor yang bernama Peter yang tidak menyukai Gandhi.

Suatu hari ketika Prof. Peter sedang makan siang di kantin kampus, Gandhi datang & duduk disampingnya sambil membawa makan siangnya.

Prof. Peter berkata "Gandhi...apakah anda tidak mengerti bahwa seekor babi dengan seekor burung tidak duduk berdampingan untuk makan?"

Gandhi bagai orang tua yang menatap anak nakal menjawab "Jangan khawatir Prof.... Saya akan segera terbang" dan Gandi segera ngeloyor ke meja lainnya.
(siapa babi siapa burung menjadi jelas)

Muka Prof. Peters memerah penuh kemarahan & memutuskan untuk balas dendam.

Hari berikutnya didalam kelas dia sengaja mengajukan pertanyaan ke Gandhi didepan mahasiswa yg lain : "Gandhi andai kamu sedang berjalan tiba-tiba menemukan paket berisi 1 tas penuh uang & 1 tas penuh dengan kebijaksanaan, mana yang kamu ambil?".

Tanpa ragu Gandhi menjawab "Ya uang lah".

Prof. Peters tersenyum sinis ha....ha...ha
& berkata dengan bangga : "Jika itu aku, maka aku akan mengambil kebijaksanaan".

Dengan santai Gandhi menjawab :
 "Seseorang itu biasanya mengambil apa yang tidak dia punya."

( Prof. Peters hilang akal, tidak bisa berkata apa2. )

Dengan penuh kemarahan dia menulis kata "IDIOT" pada lembar jawaban ujian Gandhi & memberikan ke Gandhi.

Gandhi mengambil & duduk sambil berusaha keras tetap tenang.

Beberapa menit kemudian Gandhi berdiri & menghampiri sang Professor seraya berkata dengan sangat sopan "Prof... anda baru saja menanda tangani lembar jawaban ini tapi belum memberi nilai".

🌐🌏🌎🌍

Bersikaplah Tenang & Bijak apabila ada Orang yang membenci kita

Sebab semakin dia membenci kita semakin banyak kebodohan yang akan dibuatnya

Di dalam dunia yang penuh dengan kompetisi, ingatlah untuk tetap :
-  Rendah Hati dan
-  Tenang
Jangan Emosi agar Kita juga tidak bertindak Bodoh

Hati Baik
Pikiran Baik
Maka...
Apa yang terucap juga hal yang
Baik dan Bijaksana

KATA-KATA MU adalah TANDA KEPRIBADIAN MU

Tetap tenang.
 Ketika kita TENANG kita bisa menerima HIKMAT TUHAN yang Luar Biasa

Jika ada Orang yang Membicarakan Kekuranganmu

       TERSENYUMLAH

Kekuranganmu saja membuat mereka Perhatian,
Apalagi Kelebihanmu

ORANG BODOH
Sibuk membicarakan kelemahan & kekurangan Orang Lain

ORANG PANDAI
Sibuk Memperbaiki Kelemahan & Kekurangan dirinya.


Selamat pagi semua..selamat menikmati hati dan pikiran yg positive.
READ MORE - Bersikaplah Tenang & Bijak apabila ada Orang yang membenci kita

Wanita Berkuda Sungguh Cantik Sekali



















 Wanita berkuda sangat mempesona












READ MORE - Wanita Berkuda Sungguh Cantik Sekali