31 Mei, 2011

Perdagangan Tuna Sirip Biru Terancam

JAKARTA, KOMPAS – Upaya Indonesia mengoptimalkan perdagangan tuna internasional masih terganjal praktik perdagangan illegal. Indonesia terancam sanksi oleh Komisi untuk Konservasi Tuna Sirip Biru karena terindikasi menyeludupkan tuna sirip biru ke Jepang.

Sekretaris Jenderal Koalisi Rakyat untuk Keadilan Perikanan (Kiara) Riza Damanik di Jakarta, Jumat (27/5), mengemukakan, berdasarkan laporan yang didapat, perdagangan illegal tuna sirip biru (blue fin) ke Jepang berlangsung tahun 2010.

Produk tuna sirip biru dengan nama komoditas tuna sirip kuning (yellow fin). Padahal tuna sirip biru dikenal memiliki nilai jual tinggi, yakni 1.500 – 3.000 yen per kilogram, sedangkan tuna sirip kunng berkisar 600 – 1.200 yen per kilogram bergantung kesegaran dan ukuran.

Secara terpisah, Menteri Kelautan dan Perikanan Fadel Muhammad membenarkanadanya isu tuduhan mengenai pasokan ikan tuna illegal dari Indonesia mauk ke Jepang. “Memang (kasus) ini masih diselidiki, kita tidak punya angka lengkap. Cuma saya terima laporan bahwa ada tuduhan tuna itu asal Indonesia, “ ujarnya.

Fadel mengemukakan, penelusuran diperlukan mengingat komoditas tuna di tingkat Internasional semakin disorot dan dijaga agar tidak punah.

Adapun bulan juli di gelar pertemuan pakar Komisi untuk Konservasi Tuna Sirip Biru (CCSBT). Menurut Riza, jika persoalan tuna itu diungkap oleh jepang, akan sangat merugikan Indonesia dalam perdagangan tuna Internasional. Bukan tidak mungkin, Indonesia terancam sanksi penurunan kuota tangkapan ikan tuna sirip biru jika dinilai tidak patuh.

“Pemerintah perlu segera melakukan antisipasi guna merespon persoalan di tingkat internasional sebab akan memukul kredibilitas Indonesia dalm perdagngan tuna dunia,” kata Riza.

Direktur sumber daya ikan Kemetrian Kelautan dan Perikanan Agus Budhiman mengemukakan, persoalan itu sudah diklarifikasi oleh Pemerintah Indonesia. CCSBT sudah menerima klarifikasi Pemerintah Indonesia dan tidak keberatan asalkan kasus itu tidak terulang lagi.

Indonesia selain tergabung dengan CCSBT, juga tercatat sebagai anggota Komisi Tuna Samudera Hindia (IOTC) dan keanggotaan semi penuh di Komisi Perikaan untuk Pasifik Barat. (LKT)

Konvensi Konservasi Tuna Sirip Biru Selatan:

  • Konvensi berlaku bagi tuna sirip biru selatan (thunnus maccoyii)
  • Tujuan konvensi untuk memastikan, melalui pengelolaan yang tepat, konservasi, dan pemanfaatna yang optimal untuk tuna sirip biru selatan.
  • Para pihak wajib dengan cepat menyediakan kepada Komisi Tuna Sirip Biru Selatan informasi ilmiah, statistic hasil tangkapan dan upaya penangkapan dan data lain yang berhubungan dengan konservasi tuna sirip biru selatan dan, apabila di butuhkan, spesies terkait secara ekologi.
  • Para pihak wajub bekerja sama dalam pengumpulan dan pertukaran secara langsung, apbila dibutuhkan, data prikanan, sampel biologis, dan informasi lainnya yang berhubungan dengan tuna sirip biru selatan.
  • Para pihak wajib bekerja sama dalam pertukaran informasi tentang setiap penangkapan ikan tuna sirip biru selatan oleh warga Negara, penduduk, dan kapal-kapal dari setiap Negara atau entitas bukan pihak darii konvensi ini.
Tabel. Perkembangan Ekspor Tuna Segar dan Beku

Volume

Tahun

Nilai (juta dollar AS

40.872

2005

117.7

44.370

2006

120.8

68.886

2007

152.4

83.206

2008

172.8

76.357

2009

162.1

25.427

2010 (Januari-Mei)

67.8


Sumber: Kompas Cetak. 30 Mei 2011
READ MORE - Perdagangan Tuna Sirip Biru Terancam

30 Mei, 2011

Pemantauan Illegal Fishing di Selat Malaka dari Udara

Sumberdaya Ikan sangat berlimbah di selat malaka sehingga banyak nelayan memanfaatkan kesuburan perairan tersebut selain itu banyak kapal-kapal ikan asing melakukan illegal fishing di perairan Zona Ekonomi Esklusif Indonesia Selat Malaka. Nyatanya selama kurung waktu enam bulan ini mulai Desember 2010 sampai Mei 2011 ini sudah 15 (lima belas) kapal illegal fishing asal malaysia yang ditangkap oleh jajaran Kapal patroli Kementerian Kelautan dan Perikanan dimana kelima belas kapal tersebut disidik oleh Stasiun Pengawasan Sumberdaya Kelautan dan Perikanan sebanyak 13 kapal dan TNI Angkatan Laut sebanyak 2 Kapal. Dari 13 kapal yang disidik oleh PPNS Stasiun PSDKP Belawan 4 kapal sudah P21, dan 7 kapal sementara proses dan 2 kapal tidak terbukti bersalah sehingga harus dibebaskan demi hukum.



Melihat kenyataan ini maka Bakorkamla melaksanakan pemantaun udara melihat dari dekat kegiatan illegal fishing di Selat Malaka pada tanggal 29 Mei 2011 dengan menggunakan pesawat Casa CN 212 seri 200 milik TNI Angkatan Laut. Dalam pemantauan ini di komando oleh Kepala Pelaksana Harian Bakorkamla Laksdya TNI Y. Didik Heru Purnomo, Wabaharkam Polri Irjen Bambang Suparno, Kasi Penyindakan dan Penyidikan Beacukai Belawan Muhamad Gunawan dan KKP yang diwakili Kepala Stasiun Pengawasan Sumberdaya Kelautan dan Perikanan Belawan Bapak Mukhtar, A.Pi serta 3 orang wartawan.


Selama perjalanan memantau keadaan permatasan di Selat Malaka terlihat beberapa kapal ikan Indonesia maupun Malaysia sedang melalukan penangkapan ikan, selain itu terlihat juga kapal KRI Angkatan Laut RI sedang melakukan patroli. Dari penglihatan diudara nyata laut begitu bersih dari kapal illegal fishing asing karena satu kapal Patroli dari TNI Angkatan Laut dan dua kapal potroli Kementerian Kelautan dan Perikanan sementara berpatroli di sepanjang perbatasan selat malaka.



Sebelum dilakukan pemantau udara ini Kepala Pelaksana Harian Bakorkamla Laksdya TNI Y. Didik Heru Purnomo membuka kegiatan Penyegaran Nahkoda/ Komandan Kapal Patroli lingkup Bakorkamla yang dilaksanakan di Hotel Grand Angkasa Internasional Hotel mulai tanggal 29 Mei 2011 sampai tanggal 30 Mei 2011.




Jenderal Bintang Tiga Tangkap Basah Provokasi Kapal Malaysia

TRIBUNNEWS.COM, MEDAN ‑ Kalakhar (Kepala Pelaksana Harian) Bakorkamla RI Laksamana Madya (Laksda) Didik Heru Purnomo melakukan patroli mendadak ke perairan Selat Malaka, di sela seminar Penyegaran Para Komandan/Nakhoda Kapal Patroli Bakorkamla di Hotel Grand Angkasa, Medan, Senin (30/5/2011).
Tribun yang tiba di seminar ini sekitar pukul 09.40 WIB, langsung diajak jenderal bintang tiga TNI AL ini ke Bandara Polonia ikut patroli perbatasan Selat Malaka menggunakan pesawat Cassa milik TNI AL. Patroli mendadak ini juga diikuti, Staf Khusus Kalakhar Putut Prabantoro, Wabaharkam Irjen Bambang Suparno, Kepala Stasiun Pengawas Sumber Daya Kelautan dan Perikanan (PSDKP) Belawan, Mukhtar APi, Kasi Penindakan dan Penyidikan (P2) Bea Cukai Belawan Muhammad Gunawan.
Tribun satu‑satunya media yang ikut terbang ke ke Selat Malaka dan melihat langsung sikap provokasi yang dilakukan kapal patroli Malaysia.
“Ini baru tentara benaran. Setiap melakukan patroli harus senyap dan tidak boleh diketahui siapapun. Takutnya patroli bisa bocor dan lawan bisa menghindar, makanya kita harus tiba‑tiba terbang melakukan patroli laut melalui udara,” ujar Putut.
Saat terbang di atas perairan perbatasan Selat Malaka, tiba-tiba pilot bermanuver ke bawah dan menurunkan ketinggian. Ternyata satu kapal patroli Malaysia bersenjata lengkap tertangkap basah sedang berada di perbatasan.
Setelah mengetahui ada pesawat patroli TNI AL, kapal patroli yang berwarna dominan putih dan belum diketahui identitasnya itu, berbalik arah ke perairan mereka. Awalnya kapal ini berlayar lurus. Tapi karena menangkap radar pesawat, tiba‑tiba kapal tadi berbalik arah sebelah kiri, dan langsung menghindar.
“Jangan, biarkan saja mereka. Itu namanya provokasi. Mereka hanya melintas‑lintas di perbatasan, jika kita melakukan manuver kita yang dituduh melakukan provokasi. Lebih baik kita tetap di atas saja,” ujar Laksdya Didik.
Jenderal bintang tiga ini menduga seandainya saja tidak ada patroli udara TNI AL, bisa jadi kapal patroli Malaysia tersebut masuk ke wilayah teritorial Indonesia.

”Inilah pentingnya menjaga kerahasiaan patroli. Tidak boleh diketahui siapapun, agar setiap kapal yang masuk bisa diketahui,” katanya.
“Itu membuktikan dia jenderal pintar. Dia mengintruksikan jangan menuju ke bawah dekat kapal Malaysia. Jika itu dilakukan, bisa pesawat Indonesia yang dituduh melakukan provokasi,” ujar Putut memuji Laksdya Didik.
Di sela penerbangan sekitar dua jam terbang di atas ketinggian kurang lebih 500 kaki sampai 700 kaki, Laksdya Didik, menjelaskan patroli kemarin tidak beruntung. Tidak banyak ditemui kapal Malaysia.
“Kurang beruntung kita hari ini, sepi kapal Malaysia,” ujarnya.
Kepala Stasiun PSDKP Belawan, Mukhtar mengatakan dominan kapal Malaysia yang masuk ke wilayah Indonesia adalah kapal‑kapal besar. Menggunakan jangkar‑jangkar besar, mereka biasanya berlayar di kawasan Selat Malaka selama berhari‑hari.
“Tangkapan mereka bisa mencapai 10 ton lebih. Itu tergantung lama tidaknya mereka berlayar. Kalau untuk patroli sendiri, kapal‑kapal Malaysia biasanya tertangkap berjarak satu sampai dua hari saja. Tidak pernah lama mereka di laut lepas sudah kita tangkap,” ujarnya.
Dari pantauan udara, di laut lepas milik Indonesia banyak limbah berupa serpihan‑serpihan kayu. Limbah kayu itu terlihat seperti bercak‑bercak yang menyelimuti lautan biru. Mukhtar mengatakan limbah itu berasal dari pabrik yang sengaja diangkut kapal dan dibuat di perairan Indonesia.
Patroli dadakan menggunakan pesawat Cassa TNI AL, tidak senyaman pesawat komersial yang biasa kita nikmati. Suara deru mesin pesawat dan manuver yang dilakukan membuat mual perut. Setibanya tiba di Bandara Polonia, rombongan langsung dijemput oleh Pomal untuk menuju ke Hotel Grand Angkasa, melakukan seminar kembali.

Read more: http://kabarberita.tk/nasional/jenderal-bintang-tiga-tangkap-basah-provokasi-kapal-malaysia/#ixzz1O2NaXHXv

http://www.blogger.com/post-edit.g?blogID=4422944003286918060&postID=7500807853514279302

READ MORE - Pemantauan Illegal Fishing di Selat Malaka dari Udara

Konsolidasi Data Pemantauan Sumberdaya Kelautan

Direktorat Pemantauan Pemanfaatan Sumberdaya Kelautan dan Perikanan dan PIP Direktorat Jenderal Pengawasan Sumberdaya Kelautan dan Perikanan melaksanakan Rapat Konsolidasi Data Pemantauan Sumberdaya Kelautan pada tanggal 23 Mei 2011 di Hotel Western Mangga Dua Jakarta Pusat yang dibuka oleh Syahrin Abdurrahman, SE Direktur Jenderal Pengawasan Sumberdaya Kelautan dan Perikanan didampingin oleh Direktur Pemantauan Pemanfaatan SDKP dan PIP bapak Ir. Ansori Zawawi.


Acara tersebut dihadiri oleh 28 Peserta dari berbagai unsur seperti UPT PSDKP, Instansi Terkait.



READ MORE - Konsolidasi Data Pemantauan Sumberdaya Kelautan

29 Mei, 2011

Ikan Terkecil di Dunia ada di Indonesia


Para peneliti pada tahun 2006 menemukan salah satu ikan terkecil di dunia di rawa gambut di Pulau Sumatera.


Individu genus Paedocypris ukurannya hanya 7,9 mm saat dewasa, tulis para ilmuan dalam sebuah jurnal yang diterbitkan oleh Royal Society Inggris.

Namun mereka mengingatkan prospek jangka panjang ikan ini buruk, karena perusakan cepat rawa gambut Indonesia.

Ikan ini harus bertahan hidup dalam kolam air asam di rawa hutan tropis.

“Ini adalah salah satu ikan teraneh yang saya lihat dalam seluruh karir saya,” kata Ralf Britz, seorang ahli zoologi dari Museum Sejarah Alam di London, Inggris.

“Ia kecil, ia hidup dalam asam dan ia memiliki sirip penangkap yang aneh. Saya harap kita punya cukup waktu untuk mengetahuinya lebih banyak sebelum habitat mereka lenyap seluruhnya.”

Ikan baru ini ditemukan oleh Maurice Kottelat (dari Swiss) dan Tan Heok Hui dari Museum Penelitian Keanekaragaman Hayati Raffles di Singapura, saat bekerja dengan kolega mereka dari Indonesia dan dengan Kai-Erik Witte dari Institut Max Planck di Jerman.

Ralf Britz membantu menganalisa kerangka hewan ini termasuk struktur sirip pelviknya yang kompleks.

Ancaman manusia

Paedocypris dapat menopang tubuhnya yang kecil dengan memakan plankton di dekat dasar kolam airnya.

Untuk tetap mempertahankan ukuran, ikan ini meninggalkan banyak atribut kedewasaan – karakteristik yang ditunjukkan namanya.

Otak misalnya, tidak memiliki pelindung bertulang dan betinanya memiliki ruang untuk hanya membawa sedikit telur saja.

Jantan memiliki clasp kecil dibawah tubuhnya untuk membantu mereka membuahi telur secara individual.

Walau begitu kecil, ikan ini dapat hidup dalam kekeringan yang ekstrim, dengan mencari perlindungan di genangan terakhir di rawa; namun mereka sekarang terancam oleh manusia.

Perusakan hutan yang luas, pengeringan rawa gambut untuk penanaman kelapa sawit dan kebakaran hutan merusak habitat mereka.

Sains menemukan Paedocypris tepat waktu – namun banyak kerabat mini mereka mungkin telah punah.

Ada klaim keberadaan ikan lain yang lebih kecil lagi namun beberapa peneliti berdebat apakah spesimen yang diukur memang benar berada dalam bentuk dewasa.

Sumber :

Roland Pease. Scientists Find ‘Smallest Fish.’ BBC, 25 January 2006.

READ MORE - Ikan Terkecil di Dunia ada di Indonesia

5 Kapal Illegal Fishing ditangkap lagi di Laut Cina Selatan


Dalam sepekan ini lagi-lagi Kapal Pengawas Perikanan milik Direktorat Jenderal Pengawasan Sumberdaya Kelautan dan Perikanan Kementerian Kelautan dan Perikanan berhasil menangkap 5 (lima) kapal illegal fishing asal Viatnam yang menggunakan Pair trawl di ZEEI Laut Cina Selatan pada tanggal 25 Mei 2011 dan tanggal 26 Mei 2011. Penangkapan dilakukan oleh Kapal Pengawas Perikanan Hiu Macan 005 yang dinahkodai oleh Yatmono dan KP. Hiu 001 yang dinahkodai oleh Moch. Nur Salim, S.ST.Pi




Kronologis pennagkapan ketika KP. Hiu Macan 005 dan KP. Hiu 001 sedang melakukan patroli rutin di perairan Laut Cina Selatan kapal yang yang sedang melakukan penangkapan ikan dengan alat tangkap pair trawl di Wilayah Pengelolan Perikanan ZEEI di perairan Laut Cina Selatan, ketika diperiksa ternyata kapal-kapal tersebut tidak bisa memperlihatkan dokumen perizinan yang dikeluarkan oleh Kementerian Kelautan dan Perikanan, selain itu menggunakan alat tangkap terlarang yaitu pain trawl (satu jaring ditarik oleh dua kapal) dan satu kapal menggunakan pukat ikan. Kelima kapal tersebut melanngar Pasal 5 ayat (1) huruf (b) Jo pasal 92 Jo pasal 93 ayat (2) Jo pasal 86 ayat (1) UU No. 45 Tahun 2009 tentang perubahan atas UU No. 31 Tahun 2004 tentang Perikanan dengan ancaman denda Rp. 20 Miliar.

Empat kapal ditangkap KP. Hiu Macan 005 yaitu kapal BV 5222 TS GT. 35 Jumlah ABK 12 orang – BV 4848 TS GT. 24 dengan ABK 3 Orang, BV 5245 TS GT. 35 Jumlah ABK 11 orang – BV 0778 TS GT. 24 dengan ABK 3 Orang. Total jumlah Anak Buah Kapal keseluruhan 29 orang asal Viatnam ditangkap pada tanggal 25 Mei 2011.

Satu kapal ditangkap KP. Hiu 001 yaitu kapal KM. Jalakomira 808, Eks Kapal Ikan Asing Thailan + GT. 50 Jumlah ABK 12 orang yaitu 10 orang Thailan dan 2 orang Indonesia dengan alat tangkap pukat ikan. Ttertangkap tangan menangkap ikan didaerah terlarang (laut teritorial) Laut Nnatuna pada tanggal 26 Mei 2011.

Menurut informasi lewat sms dari Nahkoda KP. Hiu Macan 005 bapak Yatmono bahwa keempat kapal viatnam tersebut akan diadhock dan di predikasi tanggal 30 Mei 2011 akan tiba di Tarempa sedangkan satu kapal yang ditangkap KP. Hiu 001 yang dinahkodai oleh Moch. Nur Salim, S.ST.Pi sudah sampai di Tarempa dan sudah diserahkan ke Kepala Satker Pengawasan Sumberdaya Kelautan dan Perikanan Tarempa bapak Liliek Widodo, S.Pi.

Menurut informasi bapak Satker Pengawasan Sumberdaya Kelautan dan Perikanan Tarempa bapak Liliek Widodo, S.Pi semua kapal yang di adhock ke tempat beliau akan diproses sesuai peraturan berlaku. Hanya empat kapal yang ditangkap KP. Hiu Macan 005 belum sampai informasi hari senin besok akan tiba.

Sumber : Mukhtar, A.Pi, M.Si Kepala Stasiun PSDKP Belawan.
READ MORE - 5 Kapal Illegal Fishing ditangkap lagi di Laut Cina Selatan

Nelayan Unik dari Srilanka

Masih pagi, sekitar setengah enam pagi, ketika matahari mulai terbit, Nelayan-nelayan di Kathaluwa, Srilanka, sudah berada di atas posisinya masing-masing, berusaha untuk selalu dalam keadaan seimbang, berpijak pada tiang-tiang kayu 2 meter di atas terumbu karang. Tangkapan hari ini akan menentukan ada tidaknya makanan di meja makan mereka nanti malam.






Nelayan-nelayan ini akan duduk di atas batang melintang yang disebut petta yang terikat pada tiang vertikalnya yang ditanam di dalam terumbu karang. Mereka berpegangan dengan satu tangan sementara tangan lainnya memegang pancing. Mereka berharap memperoleh ikan baring (koraburuwa) dan ikan mackerels (bolla), yang nanti akan disimpan dalam tas plastik yang tergantung di pinggang atau di tiang. Tiang ini panjangnya 3-4 meter dengan sekitar 1,5 meternya tertanam di terumbu karang.


Mencari ikan dengan cara ini merupakan tradisi dari sekitar hanya 500 keluarga pemancing di distrik Galle, barat daya Srilanka, khususnya di sekitar kota-kota Kathaluwa dan Ahangama. Tidak jelas bagaimana dan kapan tradisi ini dimulai, tapi beberapa sesepuh di sana mengungkapkan bahwa tradisi ini sudah dimulai sejak Perang Dunia II.


Memancing di masa itu dilakukan diatas permukaan lautan yang menonjol keluar. Karena tempatnya yang tidak mencukupi untuk semua nelayan, beberapa diantaranya menggunakan tiang-tiang besi bekas perang dengan menanamnya di terumbu karang untuk pijakan. Karena besi makin lama makin jarang, mereka akhirnya juga menemukan bahwa kayu juga cukup kuat untuk ditanam dan dijadikan pijakan memancing.


Kenapa mereka tidak menggunakan jala ? Menurut mereka dengan menggunakan jala ikan akan sangat lebih terganggu dan membuat persediaan ikan akan lebih cepat habis dan menghilang. Mencari ikan dengan tradisi menggunakan petta ini berarti tidak serakah dan tidak justru mengusir ikan, sehingga para nelayan ini akan terus tetap bertahan hidup. Alhasil mereka ini hanya bisa menunggu dengan sabar di atas tiang-tiang tanpa kata-kata, dan hanya berusaha menarik ikan dengan cara yang tradisional.
Menjadi nelayan seperti ini juga berarti bahwa hidup mereka harus mengikuti pula cara hidup ikan-ikan buruan mereka. Ikan-ikan di sini akan muncul pada awal angin musim barat daya dan biasanya pada pagi-pagi sekali dan sore hari, sehingga paling tidak nelayan-nelayan ini akan bekerja dua kali sehari. Tradisi ini terus diwariskan dari para orangtua kepada anak-anaknya.


Nelayan-nelayan tradisonal seperti ini seperti barang seni yang hampir sekarat dimana banyak pihak justru memburu ikan dengan cara-cara yang justru membuat ikan-ikan "menjauhi" manusia. Tidak banyak masyarakat yang punya pemikiran untuk membuat ikan-ikan buruan ini merasa tidak "terganggu".

http://aneh-tapi-nyata.blogspot.com/2009/04/nelayan-unik-dari-srilanka.html
READ MORE - Nelayan Unik dari Srilanka

28 Mei, 2011

10 Pantai Pasir Hitam Terindah Di Dunia

Bagi banyak orang, pantai dengan pasir yang putih bersih terlihat sebagai pantai yang sangat indah, karena kesanya bersih dan tanpa noda, tapi ternyata pantai dengan pasir hitam juga mempunyai keindahan dan keeksotisan tersendiri. Bahkan tak jarang, keindahanya bisa mengalahkan pantai dengan pasir yang putih.
Berikut adalah daftar 10 pantai pasir hitam terindah di dunia versi listphobia:


10. Vik Beach, Iceland


9. Black Sand Beach, Prince William Sound, Alaska
8. Pololu Valley Beach, Hawaii 7. Kehena Beach, Hawaii 6. Kaimu Beach, Hawaii 5. Black Sand Beach, California 4. Oneuli Beach, Maui 3. Honokalani Black Sand Beach, Maui

2. Waianapanapa Black Sand Beach, Maui

1. Punaluu Beach, Hawaii



Sumber:
READ MORE - 10 Pantai Pasir Hitam Terindah Di Dunia

Ikan Bermulut Mirip Bebek !


Para penduduk di China tengah dihebohkan dengan penemuan ikan dengan bentuk yang aneh. Ikan itu ditemukan di goa dalam danau pada kedalaman 1.000 m di bawah tanah.
Para ahli pun belum dapat memastikan jenis ikan yang ditemukan di Desa Daluo, Kota Bama, sebelah selatan Provinsi Guangxi, China. Demikian diberitakan oleh ananova.com.

Ikan tersebut memiliki mulut lebar dan tipis seperti bebek, dengan didominasi warna merah, bentuknya panjang, kumis tipis, dan mata yang terletak di dekat dengan mulut.
Foto: ananova.com

Kepala desa Li Zuneng mengatakan, para tetua desa pernah membicarakan tentang ikan tersebut. Akan tetapi, generasi muda belum pernah ada yang melihat ikan itu. Mereka menganggap ikan itu hanya sekadar dongeng. Hingga pada akhirnya, ikan yang diberi nama Fu Yuan Dong yang berarti goa keberuntungan itu, terbukti keberadaannya.

Kini spesimen ikan tersebut telah dikirimkan ke kota Bama dan badan penelitian di Guangxi, untuk diteliti lebih jauh. Akan tetapi hingga kini belum ada ahli yang dapat mengetahui jenis ikan tersebut.

Di wilayah pegunungan terpencil itu, hasil sensus menunjukkan adanya 74 orang tercatat berusia lebih dari 100 tahun. Jumlah total penduduk berjumlah di desa itu sebanyak 238 ribu.

http://selebsexy.com/ditemukan-ikan-aneh-bermulut-mirip-bebek/

READ MORE - Ikan Bermulut Mirip Bebek !

Ikan Mirip Kapal Selam

Ditemukan Ikan Aneh dan Langka Mirip Kapal Selam !

POTENSI perikanan laut di kabupaten Banggai masih terdapat ikan-ikan aneh yang bentuknya sangat berbeda dengan jenis ikan lainnya. Ikan-ikan aneh itu, selalu ditemukan nelayan saat memancing atau melalui jaring (pukat) nelayan.

Ikan-ikan aneh itu, selain bentuk dan warnanya berbeda dengan jenis ikan lainnya, ikan-ikan aneh itu tidak diketahui jenisnya dan tidak memiliki sirif.Untuk itu, potensi perikanan dan kelautan kabupaten banggai menyimpang jenis ikan yang memerlukan penelitian.

Hal itu diungkapkan peneliti Madya dari Balai Riset Perikanan Laut, Departemen Perikanan dan Kelautan RI Suwarso Msi pada seminar sehari tentang potensi perikanan dan kelautan Kabupaten Banggai yang berlangsung di hotel Rosalina.

Dikatakan, ikan aneh itu ditemukan oleh Karmin Rasahiah (42) pada 16 Nopember 2007 lalu. Ikan berukuran besar, berwarna abu-abu kecoklatan, berkulit tebal dan kasap dianggap aneh oleh masyarakat.

Karena, ikan itu tidak pernah ditemukan di perairan kabupaten Banggai selama ini. Hasil penelitian Balat Riset Perikanan Laut menyebutkan, bentuk tubuh oval, berwarna coklat dengan spot-spot putih di badannya.

Mata kecil, mulut terminal, empat gigi berfungsi membentuk karakteristik pada masing- masing rahang yang tanpa suatu medium suture, ciri Ordo Tetraodontiformes. Selain itu, Randi Gubianto warga desa Solan, Kecamatan Kintom, menemukan seekor ikan sejenis pada April 2007 lalu.

Pemancingan dilakukan pada kedalaman laut sekitar 80 meter.

Specimen tertangkap berukuran besar sekitar 4-5 meter, beratnya sekitar 1 ton lebih. Jenis ikan itu, diperkirakan sama dengan ikan aneh yang tertangkap di Luwuk. Masih di desa Bunga dan Solan sering pula ditemukan ikan kecil pada kedalam sekitar 30 s/d 40 meter dibawa laut, berukuran kecil dengan berat sekitar 2 Kg.

Meski tidak ditemukan bukti visualnya, jenis ikan itu diperkirakan sama dengan ikan aneh yang ditemukan di Luwuk. Suwarno juga mengungkapkan adanya ikan mola, sebuah specimen ikan yang memiliki ciri-ciri khusus bagian kepala dan badan nampak dominan, ekornya adalah ekor palsu.

Ikan Aneh, Ikan Aneh foto, Ikan Aneh gambar, Ikan Aneh video, Ikan Aneh indon, Ikan Aneh misteri, misteri foto, misteri gambar, misteri video, misteri cerita, Ikan Aneh aneh, misteri, hantu foto, hantu gambar, hantu video, hantu kawan, hantu toyo, hantu cari, hantu melayu

http://misteri.biz/berita_misteri/ditemukan-ikan-aneh-dan-langka-mirip-kapal-selam

READ MORE - Ikan Mirip Kapal Selam

Ikan Berkepala Buaya dan Bersisik Ular

Seekor ikan berkepala buaya serta bersisik ular ditemukan di Jalan Bali, Kelurahan Mintaragen, Tegal Timur, Kota Tegal, Jawa Tengah, Rabu (9/2). Anehnya lagi ikan mempunyai empat sirip dan tiga ekor.

Ikan aneh ini ditangkap Atmo dan Tarjo yang sehari-harinya mencari ikan di dermaga dog perbaikan kapal. Atmo dan Tarjo sedang mencari ikan dengan menggunakan jala. Tiba-tiba muncul ikan yang tubuhnya mirip ikan lele mendekati jaring. Saat disorot lampu, ikan itu seakan-akan minta ditangkap. Saat didekati, ikan juga tidak menjauh tapi malah mendekati.


Ikan lalu ditangkap dan dibawa pulang. Setelah diteliti, selain berkepala mirip buaya, ikan itu ternyata mempunyai empat sirip dan berekor tiga.


Temuan ikan aneh ini lalu menyebar. Warga berdatangan ke rumah Atmo untuk melihat keanehan ikan itu. Kini ikan berkepala buaya dan bersisik ular itu dipelihara di dalam kolam kecil depan rumah.


http://kumpulrame.com/ikan-aneh-berkepala-buaya-dan-bersisik-ular/

READ MORE - Ikan Berkepala Buaya dan Bersisik Ular

Gua; Dunia di bawah Dunia.

jalan jalan ke Dunia laen di dunia. Lho !?..
Bila merasa bosan dalam pekerjaan istilah kerennya titik jenuh.... gk ada salahnya (why not..)?

Lorong alami yang sempit, adalah sebuah tantangan. Merupakan seni tersendiri untuk dapat memasukinya ..., Anda mungkin tidak pernah menyangka bahwa di bawah kaki anda ada ruangan atau Gua yang tersembunyi. Dan tempat ini situasinya sangat menarik, lingkungan yang tak terduga bagusnya.....dan ruarr biasa....!
Gua ini hanya diketahui si penjelajah , berdedikasi spelunkers Gollum.








Jenis yang paling umum gua sedikit asam terjadi ketika air hujan menetes dan merembes kedalam celah celah batu kapur. Secara bertahap akan mempelebar celah,melarutkan batu dengan mineral, air yang menetes dari atap gua berlangsung ratusan tahun lamanya.Menyebabkan terbentuknya stalagmit dan stalaktit.(- lihat disini )


Satu hal yang perlu diingat selama eksplorasi gua: meskipun struktur ini terbuat dari mineral, mereka umumnya sangat tipis dan rapuh, banyak dari mereka cukup langka, dan dapat rusak atau hancur oleh sentuhan saja. Kalsit (mineral yang membentuk gua banyak struktur), misalnya, cukup lunak tergores oleh kuku.

Beberapa gua dan formasi batuan:
- Flowstone (juga dikenal sebagai pembentukan Bacon)
- Gua Mutiara
- Soda Sedotan
- Helictites
- Anthodites (atau Aragonite)
- Pembentukan Botol




Salah satu lubang gua terdalam yang diketahui, Gua Pit di Georgia's Ellison's Gua
dengan terowongan lurus turun 568 kaki (179 meter ).

Lihat Photo

Cavern Explorer, Tennessee - turun 586 kaki (179 meter)

http://www.pesonainfo.co.cc/2010/02/dunia-di-bawah-dunia.html
READ MORE - Gua; Dunia di bawah Dunia.