19 Juni, 2010

42 Ilmuwan Teliti Laut Dalam Indonesia

Sampel Tak Boleh Dibawa ke Luar Indonesia

Jakarta, Kompas - Sebanyak 32 ilmuwan Indonesia dan 12 ilmuwan Amerika Serikat melakukan riset laut dalam di sekitar perairan Sangihe-Talaud, Sulawesi Utara. Riset sampai kedalaman 6.000 meter ini menggunakan kapal riset Okeanos Explorer milik Amerika Serikat.

Kapal itu, Jumat (18/6), mulai memasuki wilayah perairan Indonesia dari Samudra Pasifik.

Para ilmuwan yang terlibat dalam ekspedisi itu berasal dari berbagai disiplin ilmu, seperti geologi, oseanografi, biologi kelautan, hidrotermal, dan pemetaan dasar laut atau batimetri. Penelitian itu juga didukung 40 teknisi kapal riset Okeanos Explorer.

Kegiatan riset ini bernama Ekspedisi Indonesia Exploration Sangihe-Talaud (Index/Satal) 2010. Ekspedisi Index/Satal 2010 direncanakan berlangsung hingga 10 Agustus 2010.

”Ekosistem baru gunung api bawah laut di perairan Sangihe dan Talaud, Sulawesi Utara, sangat unik dan menarik sehingga menjadi obyek utama riset,” kata Wakil Ketua Tim Periset Ekspedisi Index/Satal 2010 Sugiarta Wirasantosa dalam konferensi pers, Jumat di Jakarta.

Tetap di Indonesia

Sugiarta mengatakan, Okeanos Explorer tidak boleh membawa sampel dari hasil eksplorasi ke luar wilayah Indonesia. Semua sampel akan tetap berada di Indonesia. Oleh karena itu, pengumpulan sampel akan dilakukan Kapal Baruna Jaya IV milik Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi.

Semua sampel selanjutnya dibawa ke darat, tepatnya ke pusat komando penelitian di Kantor Badan Riset Kelautan dan Perikanan Departemen Kelautan dan Perikanan di Ancol, Jakarta Utara. Pusat komando tersebut sekaligus menjadi tempat penelitian para ilmuwan.

”Jadi, para ilmuwan pada ekspedisi ini tidak harus menyertai para awak kapal riset ke laut untuk mengambil sampel,” kata Sugiarta. Pusat komando serupa juga dibuat di Seattle, Amerika Serikat.

Menurut Kepala Pusat Riset Wilayah Laut dan Sumber Daya Nonhayati Badan Riset Kelautan dan Perikanan Budi Sulistyo, masyarakat dapat mengakses informasi hasil penjelajahan laut dalam Kapal Okeanos Explorer tersebut.

Pemanasan global

Ketua Tim Periset Eksplorasi Index/Satal 2010 Stephen R Hammond dari Nasional Administrasi Kelautan dan Atmosfer (National Oceanic and Atmospheric Administration/NOAA) AS menguraikan beberapa manfaat dari kerja sama riset ini. ”Pemahaman laut yang luas di Indonesia juga penting untuk memahami fenomena pemanasan global,” ujar dia.

Penjelajahan laut dalam, khususnya di perairan Sangihe-Talaud, memungkinkan untuk mengetahui keragaman hayati di dalam ekosistemnya. Sangat dimungkinkan pula ditemukan berbagai spesies baru. Informasi mengenai lempeng bumi di laut dalam juga bermanfaat untuk meramalkan kejadian gempa dan tsunami.

Kepala Badan Riset Kelautan dan Perikanan Departemen Kelautan dan Perikanan Gellwyn Yusuf mengatakan, Ekspedisi Index/Satal 2010 memiliki peluang untuk dikembangkan dalam jangka panjang. (NAW)

http://cetak.kompas.com/read/xml/2010/06/19/03391724/.42..Ilmuwan.Teliti.Laut.Dalam.Indonesia


Tidak ada komentar: