18 Desember, 2008

Program Pembangunan Kelautan Dimulai Mei 2009

Sebagai komitmen atau mandat global untuk mengurangi kemiskinan khususnya di pesisir dan kepulauan, Millennium Development Goals (MDGs) berpotensi memegang peran serta sebagai tools, vehicle, sekaligus icon untuk misi pengurangan kemiskinan secara terstruktur dan berdampak positif.

Direktur Pelaksana Program Ekspedisi Bakti MDGs Kepulauan Ke 100 Pulau Indonesia, M Zulficar Mochtar, di Jakarta, kemarin, mengatakan tahun 2030 diperkirakan 2000 pulau Indonesia tenggelam akibat global warning, bencana, banjir, pencemaran, sampah, terus mengancam. Sementara konflik dan rebutan pemanfaatan masih terus terjadi.

Status Indonesia sebagai negara kepulauan terbesar di dunia berada di persimpangan. Bahkan, sebagai pemilik sekitar 18 persen terumbu karang dunia, kondisi terumbu karang Indonesia yang excellent tinggal enam persen. Kawasan pesisir dan kepulauan yang kaya, justru menjadi kantong-kantong kemiskinan di Indonesia sendiri yang belum terekspos.

Departemen Kelautan (DKP) tidak bisa berjalan sendiri membawa mandat pembangunan negara kepulauan ini. Ini semua juga tanggung jawab dan domain semua pihak, baik pemerintah, pemda, swasta, LSM, media, donor maupun masyarakat, imbaunya.

Program pembangunan berorientasi kelautan mulalui ekspedisi bakti MDGs 2008-2009, dilakukan atas pengalaman bangsa Indonesia yang mengalami krisis ekonomi global yang berdampak pada masyarakat miskin khususnya di pesisir dan kepulauan yang miskin akan informasi, pendidikan dan kesehatan.

Program tersebut akan dimulai Mei sampai November 2009 di 100 pulau/pesisir dengan beragam isu, bentuk dan karakteristik topografi pesisir pulau diantaranya, pulau terluar, teluk, selatan, dan delta.

Kita akan mengunakan kapal kayu Phinisi berukuran 29 meter, lebar 7,25 meter, tinggi 3 meter dan bertiang dua, dengan dibantu kapal lokal, katanya.
Untuk progaram tersebut pihaknya melibatkan beberapa departemen terkait, yakni DKP, Diknas dan Depkes. Semua departemen statusnya sama. Kita tidak akan meminta uang cash dari pemerintah, tetapi minta program dari mereka. Seperti program kesehatan, pendidikan, serta sosialisai program regulasi, jelasnya.

Sementara itu sutradara muda yang sukses dalam film Laskar Pelangi, Riri Riza, menambahkan program bakti MGDs ke 100 pulau tersebut akan memberikan dampak positif bagi dunia khususnya masyarakat Indonesia yang berada di pulau terpencil.
Pasalnya, program tersebut akan di buat film dokumenter yang berdurasi kurang lebih satu jam. Dia berharap karyanya bisa diangkat dalam bentuk layar lebar. (cr-1) Jakarta, Pelita (Rabu 17/12)

Tidak ada komentar: