12 April, 2026

Bukan Sekadar Shalih, Tapi Shalih yang Diridhai Allah

A. Ketika Kita Sibuk Terlihat Baik

“Jangan hanya ingin terlihat shalih di mata manusia…”

Betapa banyak di antara kita yang diam-diam lelah menjaga citra.
Berusaha terlihat lembut… terlihat sabar… terlihat taat…

Namun semua itu seringkali berhenti di mata manusia.

Kita tersenyum di depan orang lain…
tapi hati kita gelisah ketika tidak dipuji.

Kita rajin ibadah…
tapi kecewa ketika tidak dianggap baik.

💔 Inilah awal kehancuran amal:
ketika orientasi kita bukan lagi Allah… tapi manusia.
---

B. Penyakit Halus: Riya yang Tak Terasa

“Padahal menjadi shalih saja belum cukup bila hati masih penuh riya…”

Riya itu tidak selalu terlihat.
Ia tidak selalu berupa pamer yang jelas.

Kadang ia hadir dalam bentuk yang sangat halus:

ingin dipuji tanpa mengakuinya

sedih ketika tidak dihargai

bahagia ketika amal diketahui orang


Imam Ibnul Qayyim pernah mengingatkan:
bahwa amal tanpa keikhlasan seperti jasad tanpa ruh.

Maka bisa jadi…
kita lelah beramal…
tapi kosong di hadapan Allah.
---

C. Keshalihan yang Diterima Langit

“Yang kita butuhkan bukan sekadar citra keshalihan…”

Allah tidak melihat seberapa banyak amal kita.
Allah melihat:
✔ Niat yang tersembunyi
✔ Hati yang jujur
✔ Tangisan yang tidak dilihat manusia

Betapa banyak amal kecil…
yang diangkat tinggi ke langit…
karena dilakukan dengan hati yang ikhlas.

Dan betapa banyak amal besar…
yang jatuh tak bernilai…
karena tercampur riya.
---

D. Standar Akhir: Ridha Allah

“Karena pada akhirnya…”

Yang menyelamatkan kita bukan komentar manusia…
bukan gelar…
bukan pengakuan…

Tapi satu kalimat yang sangat mahal:

✨ “Allah ridha kepadanya.”

Bayangkan…
ketika seluruh manusia melupakan kita…
namun Allah menyebut nama kita di langit…

Itulah kemenangan yang sebenarnya.
---

E. Penutup Muhasabah

Maka mari kita benahi niat…
luruskan amal…
bersihkan hati…

Sebab bisa jadi:
kita tampak shalih di bumi…

Namun belum dikenal sebagai hamba
yang dicintai di langit…
---
Oleh:

Ust Abdul Latif Khan
(Serial dari Mihrab Maya)

Tidak ada komentar: