26 Maret, 2018

KRITERIA ALAT TANGKAP IKAN YG LAYAK ASPEK SOSIAL EKONOMI PERIKANAN DAN TATA KELOLA SUMBERDAYA PERIKANAN.

1. Memiliki produktivitas tinggi untuk mengimbangi over recovery pertumbuhan ikan di alam agar terjadi keseimbangan ekologi antar species.

2. Tidak menekan memaksa dg ketekoran usaha yg berakibat mengganggu merusak keberlanjutan usaha ekonomi penghidupan nelayan, yg berpotensi dampak kemiskinan nelayan.

3. Tidak membahayakan investasi nelayan. Nelayan susah payah membangun kapal sarana penangkapan yg berbiaya tinggi dan berisiko tinggi rusak tenggelam terbakar.

4. Hasil tangkapan berkualitas tinggi. Alat tangkap tidak merusak mutu kesegaran ikan pada

5. Produk ikan tidak membahayakan konsumen. Tdk menggunakan racun/toksin/potasium/tuba ketika menangkap ikan. Tdk gunakan asupan bahan kimia berbahaya untuk mengawetkan kesegaran ikan.
saat setting-towing-haulling.

6. Target jenis ikan hasil tangkapan memiliki harga dan kapasitas produksi yg layak ekonomi untuk diusahakan sebagai mata pencaharian kehidupan nelayan.

7. Alkap secara teknis hanya memberikan dampak rendah terhadap resiko kegagalan bangkrutnya usaha nelayan.

8. Alkap dapat menangkap berbagai jenis spesies yg tersedia di alam sesuai musim ikan dan keseimbangan ekologi serta jenis ikan yg dibutuhkan oleh pasar/konsumen.

9. Diterima secara sosial. Dengan komunikasi demokratis dalam pengaturan zona penangkapan yg dinamis sehingga seluruh nelayan yg ada akan memperoleh manfaat sejahtera bersama dan tidak menimbulkan gejolak antar nelayan.

10. Alkap memberikan banyak dampak positif multyplayer pertumbuhan ekonomi masyarakat pesisir.

11. Kontributif terhadap ketahanan dan pertumbuhan ekonomi daerah dan nasional.

12. Dukungan regulasi pengendalian pemanfaatan sumberdaya ikan yg realistis berdasar keseimbangan dari over recovery dampak dari keberhasilan moratorium kapal asing, keberhasilan menumpas IUUF, keberhasilan konservasi sumberdaya ikan, keberhasilan peningkatan ketersediaan stok ikan alam dilaut dari 6,7 juta ton/thn menjadi 12,5 juta ton/thn. Surplus stok sumberdaya hayati menjadi modal dasar mensejahterakan nelayan dan mendongkrak ekonomi pesisir sebagai sentra pertumbuhan ekonomi kelautan.

13. Adanya upaya pemenuhan gizi protein rakyat dan stabilisasi stok logistik pangan daerah dan nasional dari bahan baku ikan. Sehingga komoditas ikan menjadi bagian dlm menjaga stabilitas kontinyuitas mutu kesehatan masyarakat dan meningkatkan kecerdasan bangsa dg asupan pangan gizi.

Coba kita bandingkan dg kriteria lama dg 9 point berikut yg kurang komprehensif dg aspek sosial ekonomi perikanan dan aspek tata kelola sumberdaya perikanan:

1. Memiliki selektifitas tinggi
2. Tidak merusak lingkungan
3. Tidak membahayakan lingkungan
4. Hasil tangkapan berkualitas tinggi
5. Produk tidak membahayakan konsumen
6. By catch rendah
7. Memberikan dampak rendah terhadap lingkungan
8. Tidak menangkap ikan spesies tertentu
9. Diterima secara sosial.

Mohon koreksi jika terlalu berlebih bisa dikembalikan, terlalu kurang ditambah sesuai perkembangan peradaban. Tks. 🙏

Tidak ada komentar: