18 Oktober, 2010

Diharuskan, subsidi nelayan tradisional

JAKARTA - Pemberian subsidi bidang perikanan bagi kalangan nelayan kecil atau tradisional wajib untuk disokong sepenuhnya karena sebagian besar konsumsi perikanan Indonesia merupakan hasil dari tangkapan nelayan tradisional.

"Pemberian subsidi bagi nelayan tradisional menjadi wajib disokong karena pasokan pangan ikan banyak bersandar pada hasil nelayan kecil," kata Sekretaris Jenderal Koalisi Rakyat untuk Keadilan Perikanan (Kiara) M Riza Damanik, di Jakarta.

Menurut Riza, lebih dari 50 persen pasokan ikan domestik merupakan hasil kontribusi dari nelayan budidaya tradisional dan bukannya berasal dari tangkapan kapal penangkap ikan berskala besar.

Selain itu, subsidi juga penting karena 50 - 60 persen biaya produksi nelayan kecil digunakan untuk membeli bahan bakar minyak (BBM).

"Kalau Indonesia tidak memperjuangkan subsidi terhadap sektor nelayan tradisional, maka dapat terjadi keterancaman untuk memenuhi kebutuhan pangan kita," katanya.

Ia juga menegaskan agar subsidi yang diberikan tersebut juga harus tepat sasaran antara lain seperti subsidi BBM benar-benar harus diperuntukkan bagi kapal nelayan kecil dan bukannya bagi kapal industri besar.

Apalagi, aspek subsidi bidang perikanan juga telah ditekankan dalam Deklarasi Paracas yang merupakan hasil dari Pertemuan Menteri Kelautan negara-negara APEC yang digelar di Paracas, Peru, 11 - 12 Oktober 2010.

Menurut Sekretaris Jenderal Kementerian Kelautan Perikanan Gellwynn Jusuf, Indonesia berhasil mempertahankan isu subsidi tercantum dalam Deklarasi Paracas.

"Isu tentang subsidi perikanan berhasil kita pertahankan di dalam pertemuan APEC," kata Gellwynn ketika dihubungi ANTARA.

Sekjen KKP memaparkan bahwa isu subsidi harus tetap bisa dipertahankan karena hal tersebut akan sangat membantu nelayan skala kecil atau tradisional.

Pada tahun 2010, KKP telah mengusulkan alokasi subsidi BBM sebanyak 2.516.976 kiloliter yang terdiri atas 1.955.376 kiloliter per tahun untuk nelayan dan 561.600 kiloliter per tahun untuk pembudidaya ikan skala kecil.

Editor: HARLES SILITONGA (dat03/ann)

Sumber:
http://www.waspada.co.id/index.php?option=com_content&view=article&id=149877%3Adiharuskan-subsidi-nelayan-tradisional&catid=17%3Anasional&Itemid=30

Tidak ada komentar: