07 September, 2010

Hasil Pertemuan Kinabalu: RI-Malaysia Sesalkan Insiden 13 Agustus

Fitraya Ramadhanny - detikNews

Kinabalu - Pertemuan Joint Commission for Bilateral Cooperation (JCBC) RI-Malaysia yang berlangsung di Kinabalu, Malaysia telah usai. Kedua negara menyesalkan dan sepakat untuk menghindari peristiwa seperti insiden 13 Agustus 2010 lalu terkait penangkapan nelayan Malaysia dan tiga petugas Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP).

Dalam rilis yang diterima detikcom dari Kementerian Luar Negeri (Kemenlu), pertemuan pada Senin (6/9/2010), dipimpin oleh Menlu RI Marty Natalegawa dan Menlu Malaysia Dato' Seri Anifah bin Haji Aman. Pertemuan juga diikuti para pejabat terkait kedua negara.

"Pertemuan ini berlangsung cukup produktif. Melalui pertemuan ini kedua negara kembali mengedepankan upaya diplomasi dan perundingan dalam mengatasi berbagai perkembangan akhir-akhir ini," demikian salah satu butir kesepakatan dalam pertemuan tersebut.

Dalam butir kesepakatan lainnya, kedua negara juga sepakat untuk tidak melakukan tindakan yang membuat hubungan Indonesia dan Malaysia memanas itu. "Perundingan ditandai oleh semangat yang konstruktif dan adanya kesepahaman yang menyesalkan terjadinya insiden 13 Agustus 2010 dan tekad mengenai perlu dihindarinya kejadian serupa di masa mendatang," demikian isi butir ketiga dari hasil JCBC itu.

Sedikitnya ada 9 poin hasil JCBC di Kinabalu itu. Dari poin itu juga ada kesepakatan mengenai jadwal bertemunya kembali Menlu RI dan Menlu Malaysia. Antara lain, akan ada pertemuan lanjutan di sela-sela Sidang Majelis Umum PBB pada minggu ketiga bulan September 2010.

Seperti diberitakan, kasus penangkapan nelayan Malaysia oleh aparat Indonesia dan penangkapan tiga petugas KKP oleh aparat Malaysia telah membuat hubungan Indonesia-Malaysia memanas. Di Indonesia, Kedubes Malaysia selalu didemo oleh demonstran. Seruan agar Indonesia bertindak tegas terhadap Malaysia juga sangat nyaring.

Tidak ada komentar: