17 November, 2014

Menteri Kelautan dan Perikanan Melihat Kapal Tangkapan di Pontianak dan Pulau Tiga Natuna


 
Menteri Kelautan dan Perikanan mengunjungi Stasiun Pengawasan SDKP Pontianak untuk melihat dari dekat kapal kapal perikanan yang ditangkap Kapal Pengawas milik Direktorat Jenderal Pengawasan SDKP pada tanggal 15 Nopember 2014.   Ibu Susi Pudjiastuti (kanan) menyimak pemaparan Kepala Stasiun PSDKP Pontianak saat meninjau tempat penyimpanan kapal sitaan di Kawasan Kantor Stasiun Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan (PSDKP) Pontianak, Sungai Rengas, Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat,

 Menteri KP, Susi Pudjiastuti menyatakan bahwa Ia menginginkan proses hukum terhadap kapal motor nelayan asing yang tertangkap mencuri ikan di perairan Indonesia dipercepat dan tidak lagi bertele-tele agar tidak semakin merugikan negara (sumber : Antara News)

Menurut Ibu Menteri Susi Pudjiastuti  Di Pontianak ada 30 kapal bersandar tapi 70% sudah menjadi bangkai. Kalau itu sudah tak terawat, mau ditarik keluar itu butuh berapa miliar lagi?
 
Biasanya Kelemahan orang Indonesia adalah Merawat alias Maintenance. Soal Kreativitas orang indonesia sangat kaya tetapi tidak diimbangi dengan kemampuan untuk merawat dan menjaga. Maintenance itu adalah satu kelemahan bangsa Melayu, Sunda dan Batak dll itu kreativitas luar biasa. Tapi maintenance itu tidak ada.

Contohnya Penanganan kapal kapal yang ditangkap. Banyak kapal yang di proses begitu lama, sampai akhirnya tenggelam.  Kapalnya tidak tenggelam semua, hanya setengah di wilayah Dermaga. Saya ingin agar kasus kasus seperti ini segera diproses.  Setelah diproses hukum langsung di angkut,  masa kita ngikutin prosedur terus. Jadi Rugi terus.


 

Siang sekitar pukul 11,55 WIB  Menteri dengan menggunakan Pesawat Jet Susi VIP yang membawa rombongan Tiba Di Bandara Natuna TNI AU,  langsung bertolak dari bandara dengan rombongan menuju Pelabuhan Selat Lampa mengunakan Kapal Pemerintahan kabupaten Natuna ke Pulau tiga. Tujuan utama melihat dan meninjau langsung kapal hasil tangkapan di Dermaga Satker Pengawasan SDKP Natuna di Pulau Tiga.

 

Dipulau Tiga Ibu Menteri mengatakan Saya liat masalah di Natuna, kapal Asing membawa ikan bagus dan mahal mahal. Sedihnya, Nelayan tidak dapat apa apa. Tidak bisa mendapatkan ikan bagus, misalnya Kakap Merah. Hal ini sangat ironis Kekayaan Alam indah dan luas. Tetapi Nelayan Lokal tidak bisa menikmati kekayaan negrinya sendiri. Sementara Nelayan Asing yang Menikmatinya.

 

Hari ini, Pertama Kunjungan Kerja saya, Pagi tadi saya berkunjung ke kabupaten Natuna, Kep Riau. Saya melakukan Dialog dengan bupati Natuna terkait Perikanan. Tadi, Selesai berdialog saya menuju Pulau Tiga Meninjau kapal hasil tangkapan. Sorenya Ibu Menteri dan Rombongan menuju Pontianak, Kalimantan Barat. Beliau berdialog dengan Jajaran Direktorat Jenderal Pengawasan SDKP.



Tidak ada komentar: