09 Desember, 2012

Potensi Perikanan Tangkap Capai 6,4 Juta Ton Pertahun


Menteri Kelautan dan Perikanan Sharif Cicip Sutardjo

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Kelautan dan Perikanan Sharif C.Sutardjo mengungkapkan potensi sumber daya kelautan yang dimiliki Indonesia begitu besar. Seperti potensi perikanan tangkap  di perairan umum yang mencapai 6,4 juta ton ikan/tahun.  
Di sisi lain terdapat pula potensi perikanan budidaya tak kalah menggoda untuk dikembangkan yang terdiri dari budidaya ikan, moluska, rumput laut, serta  budidaya air payau (tambak) yang potensi lahan pengembangannya mencapai sekitar 913 ribu ha.

Karena itu, menurut Sharif, upaya untuk menggairahkan sektor kelautan dan perikanan bukan sekedar slogan. Melainkan langkah nyata yang ditandai dengan disepakatinya lima point penting antara KKP dengan konseptor Blue Economy Holding KK. Gunter Pauli. 

Kelima poin itu yakni, pertama, pemerintah akan mengindentifikasi peluang-peluang investasi di sektor kelautan dan perikanan yang dapat dikembangkan berbasis Blue Economy. Kedua, mengembangkan usaha dan investasi berbasis model Blue Economy, yang  dimulai dari beberapa kegiatan utama seperti budidaya rumput laut, artemia, garam, pakan ikan, perikanan tangkap, dan pengelolaan pulau-pulau kecil berkelanjutan yang mengantisipasi isu ketahanan energy, pangan dan air bersih. 

Ketiga, pengembangan sumber daya manusia di bidang kelautan dan perikanan melalui pelatihan pemuda dan calon pengusaha-pengusaha muda. Keempat, pengembangan dokumentasi dan materi Blue Economy untuk publik dan terakhir upaya untuk mempromosikan penyelenggaraan dan partisipasi bersama dalam pertemuan internasional. 

Sejalan dengan itu, imbuh dia,  KKP  terus menularkan nilai-nilai yang terkandung di dalam filosofi Blue Economy, lantaran paradigma tersebut, sejalan dengan strategi industrialisasi kelautan dan perikanan yang tengah diusung KKP. 

"Adapun terdapat tujuh hal yang ingin dicapai dalam industrialisasi perikanan. Ketujuh hal tersebut antara lain peningkatan nilai tambah, peningkatan daya saing, modernisasi sistem produksi hulu dan hilir, penguatan pelaku industri perikanan, berbasis komoditas, wilayah dan sistem manajemen yang berkelanjutan dan transformasi sosial," jelas Menteri  dalam acara seminar nasional bertajuk ‘peran pemuda dalam meningkatkan ketahanan pangan berbasis sumber daya kelautan dan perikanan’ di Universitas Brawijaya, Malang, Jawa Timur, Sabtu (8/12/2012). 

Ia mengatakan, paradigma Blue Economy di dalam pembangunan industrialisasi kelautan dan perikanan merupakan proses untuk mensinergikan kebijakan ekonomi, infrastruktur, sistem investasi dan bisnis, serta menciptakan nilai tambah dan produktivitas.
Sebagai informasi, KKP mampu menggenjot produksi ikan secara signifikan setiap tahunnya. Sepanjang 2011, KKP telah mampu meningkatkan produksi ikan sebesar 12,39 juta ton atau mengalami kenaikan sebesar 10,84 persen dari tahun sebelumnya. Jumlah tersebut berasal dari kegiatan penangkapan dan budidaya perikanan. 

Sementara sampai triwulan II 2012, capaian produksi ikan tercatat sebesar 73,28 persen dari yang telah ditargetkan sebesar 14,86 juta ton. (Srihandriatmo Malau)

http://bisniskeuangan.kompas.com/read/2012/12/08/1236497/Potensi.Perikanan.Tangkap.Capai.6.4.Juta.Ton.Pertahun?utm_source=WP&utm_medium=box&utm_campaign=Kknwp 

Tidak ada komentar: