22 November, 2012

Kapal Pembom Ikan Meledak di Simeulue

  Kapolres Simeulue, AKBP Parluatan Siregar bersama anggotanya melihat empat tersangka pelaku pengeboman ikan di perairan Simeulue yang dirawat intensif di RSUD Simeulue, Senin (19/11).
Selasa, 20 November 2012

201112foto.8_.jpg
SERAMBI/SARI MULIYASNO
Kapolres Simeulue, AKBP Parluatan Siregar bersama anggotanya melihat empat tersangka pelaku pengeboman ikan di perairan Simeulue yang dirawat intensif di RSUD Simeulue, Senin (19/11).



SINABANG - Sebuah kapal pembom ikan asal Sibolga meledak dan hancur berkeping-keping kemudian tenggelam di perairan Simeulue setelah bom yang mereka lemparkan untuk menyerang kapal patroli Satpolair tak mengenai sasaran, malah jatuh di kapal mereka sendiri. Dari delapan awak kapal pembom ikan, enam orang dilaporkan selamat meski sebagian besar berluka bakar dan dua lainnya hilang.

Menurut informasi yang diperoleh Serambi, insiden itu terjadi Minggu (18/11) sore sekitar pukul 16.00 WIB di Perairan Pulau Selaut, Alafan, Kabupaten Simeulue. Sebelum kapal pembom ikan berbobot 4 gross ton (GT) itu meledak, terbakar, dan tenggelam, dilaporkan sempat terlibat kejar-kejaran dan konfrontasi dengan patroli Polair.

Kapolres Simeulue, AKBP Parluatan Siregar didampingi Kasatpolair Ipda Abdurrahman Siregar kepada wartawan, Senin (19/11) di Sinabang mengatakan, keberadaan kapal pembom ikan asal Sibolga itu diterima pihaknya dari masyarakat. “Masyarakat (nelayan) daerah ini semakin diresahkan aksi pemboman ikan di perairan Simeulue. Pelakunya semakin nekat, malah terkesan menantang pihak keamanan,” kata Ipda Abdurrahman.

Mendapat laporan tentang adanya sebuah kapal pembom ikan yang sedang beraksi di Perairan Alafan, pihak Polair dipimpin langsung Ipda Abdurrahman bergerak ke lokasi dengan waktu tempuh dari Sinabang sekitar enam jam. “Setiba di lokasi, kami memergoki kapal itu sedang beraksi. Mereka kabur sehingga terjadi kejar-kejaran. Beberapa saat kemudian kapal itu berbalik arah dan menyerang kami dengan melemparkan bom ke kapal patroli,” kata Abdurrahman.

Menurut Abdurrahman, ada dua bom yang mereka lemparkan ke arah kapal patroli Polair. Bom pertama jatuh ke laut sedangkan bom kedua mendarat di dalam kapal mereka sendiri. “Bom kedua itulah yang meledak, membakar, dan menghancurkan kapal itu hingga berkeping-keping yang akhirnya tenggelam ke dasar laut. Kuatnya daya rusak karena di dalam kapal itu masih ada 15 bom lainnya yang ikut meledak,” kata Kasatpolair Simeulue.

Berdasarkan pemeriksaan polisi, kapal pembom ikan yang berasal dari Sibolga itu diawaki delapan orang. Dari jumlah itu, enam di antaranya selamat, meski empat orang menderita luka bakar serius. Sedangkan dua lainnya hilang dan masih dalam pencarian.

Korban berluka bakar masih dirawat di RSUD Simeulue (semuanya asal Lampung) yaitu Arsat (40) bertugas sebagai juru masak, Ali (27) sebagai juru selam, Odiansyah (22) juru masak, dan Budi (27) juru selam. Sedangkan korban hilang juga berasal dari Lampung, masing-masing Yudi alias Caong (24) sebagai juru mudi yang dilaporkan sebagai pelaku pelempar bom ke kapal patroli, dan Een (27) bertugas sebagai dayang belakang.

Dua awak lainnya yang luput dari cidera, yaitu Ramli alias Bugis (40) yang merupakan tekong dan Muslim (40) sebagai masinis diamankan di Mapolres Simeulue guna menjalani pemeriksaan.

Sumber : http://www.aceh.tribunnews.com

Tidak ada komentar: