Wilayah terumbu karang penghalang terbesar dunia (Great Barrier Reef, Australia) kembali dilaporkan terlihat putih memucat setelah kejadian yang sama tahun 1998 dan 2002 lalu yang juga melanda sebagian besar terumbu karang dunia sampai batas distribusinya di bagian utara (Jepang selatan). Survey Februari 2006 lalu yang dilakukan Dr.R.Berkelmans menggambarkan kematian coral besar-besaran (95-98 persen) disebabkan kenaikan suhu air laut secara tiba-tiba di sekitar kepulauan Keppels yang masuk wilayah Queensland. Penyebab utamanya dihubungkan dengan suhu tahunan wilayah Australia mencapai yang tertinggi dalam catatan sejarah sepanjang tahun lalu. Naiknya suhu air laut di atas normal selama musim panas menyebabkan coral di sekitar kepulauan tersebut memucat (aims.gov.au). Kejadian yang sama juga terjadi di Karibia musim panas 2005 lalu. NOAA melaporkan pemutihan besar-besaran di kep.Karibia sekitar pulau Virgin yang masuk wilayah AS, memanjang dari Florida Keys ke Tobago serta Barbados di selatan Panama dan Kosta Rika. Pemutihan coral (bleaching) mungkin akan mendunia sebagai bagian dari naiknya suhu air laut. Naiknya suhu di atas normal menyebabkan alga (zooxanthellae) yang hidup berasosiasi dengan coral berubah dan turut berdampak pada pasokan nutrisi juga warna pada karang. Coral akan mati meninggalkan bongkahan kalsium berwarna putih jika perairan tidak segera mendingin sesuai batasan hidupnya. Meningkatnya polusi, penangkapan ikan berlebihan, reklamasi pantai, dan penyakit adalah faktor lain yang mengancam keberadaannya. Ekosistem terumbu karang (coral reef) merupakan tempat hidup yang penting bagi berbagai spesies ikan, penghalang erosi, dan lokasi bagi wisata ekologi (ecotourism). Dengan naiknya suhu dan permukaan air laut maka dasar lautan semakin dalam, sinar matahari akan semakin sulit menjangkau tempat hidup alga dan coral hingga dikhawatirkan terumbu karang akan punah di akhir abad ini jika penyebabnya tidak segera ditekan. | ||||
| |
03 April, 2010
Pemanasan Global; Menanti Bumi Tenggelam! (IV)
Oleh: JR Pahlano DAUD
Tidak ada komentar:
Posting Komentar